Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Menghukum Diri Sendiri


__ADS_3

Mata Mayang masih tetap terjaga selarut ini.Ia memang tak berniat untuk tidur sebelum rasa penasaran nya terjawabkan.Ia masih menunggu kembali nya tuan muda.


Tapi dimana tuan muda,Mayang sudah menunggu lama tapi dia belum kembali ke kamar nya juga.Padahal mobil ayah nya sudah lama keluar dari gerbang.Mayang tahu,karena memang dia melihat nya dari balkon saat mobil itu keluar.Apa mungkin tuan muda ikut bersama ayah nya?


Mayang sudah tak bisa menahan diri lagi.Ia berinisiatif untuk mencari tahu sendiri keberadaan tuan muda.Ia memulai menanyakan nya pada pelayan atau pengawal yang ia temui.Tapi mereka tak memberi jawaban.


Lalu Mayang mencari bu Kuswara untuk menanyakan keberadaan tuan muda,ia menemui bu kuswara saat kepala pelayan itu tampak sedang bicara dengan seorang penjaga.Beliau tampak terlihat tidak tenang.Ada apakah gerangan.. Mayang semakin khawatir saja.


Mayang buru-buru mendekati Bu Kuswara.


"Bu kus ada apa ini,,, dimana tuan muda?"Tanya Mayang dengan wajah khawatir dan penasaran.


"Mayang kau belum tidur??"Bu kus bukan nya menjawab pertanyaan Mayang tapi dia malah balik bertanya.


"Belum bu kus,,, saya belum bisa tidur kalau belum bertemu tuan muda,karena ada yang mau saya bicara kan.Di mana tuan muda bu kus?"Mayang mengulangi pertanyaan nya lagi.


Sekali lagi bu Kuswara diam tsk menjawab.Ia malah saling pandang dengan pengawal yang ada di sebelah nya itu.


Ada apa ini,kenapa semua tidak menjawab?? Apa memang keadaan sedang genting?kenapa hawa di rumah ini tiba-tiba jadi seperti mencekam..!


"Apa Mayang benar-benar ingin tahu di mana tuan muda berada?"


"Tentu saja bu Kus,,sejak tadi saya sudah mencari nya kemana-mana... Apa tadi tuan muda sudah makan?"


"Bahkan tuan muda belum makan atau pun minum sejak pulang kerja siang tadi."Bu kus menjawab.


Ah iya benar.Aku langsung mengganggu nya saat dia baru pulang tadi.Jadi sampai sekarang dia belum makan juga...


"Lalu di mana tuan muda sekarang bu Kuswara??"Mayang kembali bertanya lagi.


"Tuan muda sedang fight Mayang..."Akhir nya bu Kuswara buka suara juga.


"Apa?!"


"Iya,tadi dia mengajak pengawal yang mahir bela diri untuk berduel dengan nya."


"Untuk apa bu kuswara?!"Mayang semakin khawatir saja.


"Memang begitu lah tuan kalau sedang ada masalah.beliau sedang menghukum dirinya sendiri."


"Memang nya ada masalah apa bu Kus...?Menghukum diri sendiri bagaimana?"Mayang semakin tak mengerti."Cepat antar saya menemui tuan muda bu Kus,dimana tempat nya?"Mayang menarik tangan Bu Kuswara.


"Mayang tidak perlu."Bu Kuswara menolak.


"Bu kuswara anda mau kalau sampai terjadi apa-apa dengan tuan muda?"


"Tapi tuan muda tak mau di ganggu kalau sedang fight.Dia akan menghukum siapa saja yang mengganggu nya."


"Saya hanya minta di tunjukkan tempat nya bu Kus,saya tidak akan membawa Bu Kus masuk."Mayang masih berusaha dengan gigih.


"Baiklah nona."Akhirnya bu Kuswara menyerah."Tapi saya tidak akan bertanggung jawab jika tejadi apa-apa pada anda.


"Saya mengerti sekali bu Kus..."Ucap mayang sangat yakin.


Bu Kuswara akhirnya mengajak Mayang berjalan ke depan pintu sebuah ruangan.Memang ada suara orang berteriak dari dalam.


"Tuan muda ada di dalam."Kata bu Kuswara setelah sampai."Ini adalah tempat Gym tuan muda."tamvah nya lagi.Ruangan itu tampak di jaga seorang pengawal.


"Anda mau kemana nona.."pengawal itu mencegah Mayang saat Mayang hendak membuka pintu ruangan itu.


"Biarkan saya masuk."Pinta Mayang.


""Tapi tuan muda melarang siapa pun masuk kesini saat dia sedang fight!"

__ADS_1


"Saya mohon.. saya tidak akan mengganggu.saya hanya ingin melihat sedikit saja,tuan muda tidak akan tahu."


Akhir nya pengawal itu mengalah karena Mayang memaksa.Setelah Mayang masuk,dia tidak langsung melihat tuan muda.Ternyata tempat gym ini besar juga.ada banyak alat-alat gym.Mayang terus melangkah mencari sumber suara.Dan dia baru melihat tuan muda berada di dalam ring tinju.ternyata tuan muda tidak memakai pengaman apa pun.


Mayang melihat seperti nya tuan muda menang dari lawan nya.Tapi Ia seperti nya belum puas karena belum mendapat pukulan.


Ia berkali-kali meminta lawan nya untuk memukul nya.


Dan pada saat lawan nya terpancing dan mulai memukul,entah kenapa Brian tidak menangkis ataupun menghindar.Ia malah meminta di pukul lagi.Brian benar-benar menghadapi dan menerima pukulan itu tanpa melawan pukulan membabi buta itu tanpa merasa kesakitan sedikit pun.


Fight apaan kalau tanpa melawan begini!Ini benar-benar tidak adil.Tuan.. kenapa anda seperti itu..! Dalam hati Mayang ingin berontak menghenti kan semua ini.Apa tuan muda memang sengaja ingin menghukum diri nya sendiri?Memang kesalahan apa yang dia lakukan?Sebenar nya masalah apa yang sedang dia hadapi sekarang?


Mayang benar-benar sudah tak tahan menyaksikan itu semua. Dan akhir nya..


"Berhenti!!!"Mayang berteriak sangat keras sambil berlari mendekati area fighting itu.


Teriakan Mayang spontan membuat Brian menoleh terkejut ke arah Mayang.Tepat di saat itu,satu pukulan sangat keras mendarat telak di bagian leher Brian hingga lelaki itu tersungkur tak sadarkan diri.


Mayang tersentak melihat itu semua.Ia berlari lalu masuk ke dalam area dan bersimpuh di samping Brian yang tergeletak tak berdaya itu.Mayang mencoba membangun kan Brian,tapi lelaki itu benar-benar tak sadarkan diri.


Mayang berdiri mendekati lawan Brian fight tadi.Ia juga tampak terkejut melihat Brian tergeletak karena biasa nya tak begitu.


"Apa kau sengaja ingin membunuh nya!!"Pekik Mayang sambil menghadiahi lelaki itu beberapa pukulan di wajah dan perut lalu mendorong lelaki itu sekuat tenaga hingga lelaki itu jatuh tersungkur.Tapi lelaki itu tak bergeming,karena dia merasa bersalah.Mayang kembali bersimpuh di samping Brian."Tuan bangun tuan..."Mayang mengguncang-guncang tubuh Brian tapi tak ada respon dari lelaki itu."Tuan sadar lah...!"


Air mata Mayang semakin tak terbendung lagi.Tampak bu Kuswara dan pengawal di luar masuk mendekati mereka dengan panik.


**********


Brian sudah di baringkan di ranjang di kamar nya.Pengawal menggantikan baju Brian dengan baju tidur.Dokter pun sudah di panggil dan sebentar lagi sampai.


Suasana di kamar yang dingin karena suhu Ac itu mendadak menjadi mencekam.


Hanya panik bingung dan takut yang di rasakan orang-orang di dalam sana.


Semakin gelisah karena dokter belum muncul juga.


Akhir nya yang di tunggu datang juga.Dokter memulai pemeriksaan secara intensif.Tak ada yang terlewat kan.Ia mulai membersih kan luka-luka di wajah Brian dan memberikan salep agar memar dan luka nya cepat mengering.Dan dokter menyuruh Mayang mengompres leher Brian.


Dokter mengatakan tak ada yang perlu di khawatir kan.Membuat yang mendengar merasa lega.


Brian tampak sudah siuman,ia bingung karena begitu banyak orang di kamar nya.Padahal ia tak suka sembarang orang masuk ke kamar nya.Ia meminta semua nya untuk keluar dari kamar nya.


para pelayan dan pengawal termasuk Bu Kuswara mohon diri lalu keluar kamar.Dokter pun berpamitan setelah memberikan obat.


Mayang tetap berdiri di tempat nya semula.Di samping tuan Brian.


"Kenapa kau masih di sini?!"Tanya Brian ketus.


"Saya akan keluar setelah anda tidur tuan.."Kata mayang lalu menyodor kan air putih beserta obat yang tadi di berikan oleh dokter kepada Brian."Tuan minum obat dulu ya..."


"Apaan ini!Kau fikir aku pesakitan ya?!"


"Anda memang sedang sakit tuan... badan anda sangat panas.."Mayang memaksa.


Karena di paksa oleh Mayang akhir nya Brian mau meminum obat.


Mayang kekeh tak mau keluar walau Brian sudah mengusir nya.Mayang masih merasa bersalah.Sampai-sampai Brian mengatai nya gadis tak tahu malu,Mayang pun tetap tak bergeming.


"Apa tuan ingin makan?Bu Kuswara bilang anda belum makan dan minum sejak pulang tadi."


"Aku tidak lapar."


"Apakah begitu marah nya anda pada saya sampai anda tidak mau makan?"Mayang masih mengira kemarahan Brian itu karena termakan oleh omongan nya tadi."tolong maaf kan saya tuan,,saya tidak menyangka jika gurauan saya ternyata membuat anda kesal."

__ADS_1


Brian masih diam.


"Saya hanya ingin melihat anda tersenyum.."Mayang mancari-cari cara untuk membujuk.karena seperti nya Brian masih sangat kesal."Saya suka anda yang ramah dari pada anda yang pemarah.."


"Berani nya kau mengatai ku pemarah!"Nada bicara Brian sangat keras menandakan ia benar benar marah.


Kenapa anda marah sekali tuan... jangan membuat ku takut.Pukul lah aku jika bisa mengobati kemarahan mu.


"Kemari lah"Brian meminta Mayang untuk mendekati Brian yang masih duduk bersandar di ranjang.Takut tapi Mayang tetap mendekat.


Brian meraih tangan Mayang dan menarik tubuh semampai itu hingga tergolek di ranjang.Brian menindih tubuh langsing itu hingga tak bisa berkutik.


Mayang tak bisa menghindari serangan itu karena terlalu tiba-tiba.Ia berontak dan meronta sekuat tenaga tapi Brian tak melepaskan nya.Mayang sempat berfikir jika Brian mungkin akan membunuh nya.


"Apa yang kau mau dari ku!!"


"Lepaskan saya tuan,,saya tidak mau apa pun dari anda."


"Apa kau ingin tidur dengan ku?!kau mau hartaku?!"


"Tidak tuan,,"Mayang semakin sesak karena Brian semakin menekan.Gadis itu mulai menangis."Bunuh lah saya agar anda puas tuan."


Brian melepas kan cengkeraman nya dari tubuh Mayang karena melihat bulir air mata yang menetes di pipi gadis itu.


"Maaf."Ucap Brian lirih tanpa menatap kearah gadis itu.


Mayang hanya terdiam.Ia masih bingung dengan jalan pikiran tuan muda ini.


Brian lalu berbaring,Mayang turun dari sana dan berdiri di sisi ranjang.


Karena reaksi obat yang di minum nya,kini brian sudah mulai mengantuk.Lama kelamaan ia sudah mulai tertidur.


Mayang menarik kursi rias dan menempat kan nya di samping ranjang.Ia duduk di situ.Menatap lelaki yang sudah tertidur itu lekat-lekat.


Mayang mengingat-ngingat entah sudah berapa kali ia melihat luka seperti ini diwajah tuan muda selama ia berada di sini.jadi seperti ini yang sebenar nya terjadi.Setiap ada masalah,ia selalu menghukum diri nya sendiri.Untuk apa tuan..? Anda menyakiti diri sendiri seperti ini.


Mayang benar-benar melihat seraut wajah tampan di balik rambut gondrong itu.Heran nya dia bukan nya benci atau takut dengan lelaki ini karena kejadian tadi.


Mengapa wajah setampan ini harus mengalami luka seperti ini.Tuan muda benar-benar aneh.. kenapa dia melukai aset utama nya sendiri.Dia bahkan tidak menghargai diri sendiri dengan membiarkan rambut nya sepanjang ini.Apa dia benar-benar sayang pada rambut nya atau si tuan muda ini ada gangguan jiwa...?


Seperti nya tuan muda sudah tidur sangat pulas.Mayang menarik selimut hingga menutupi tubuh Brian sampai ke dada nya.


Mayang merasa sudah cukup menemani nya.


Ia berencana kembali ke kamar nya.Namun ia merasa tangan nya ada yang menarik saat akan berdiri.


"jangan tinggalkan aku..."Ucap Brian lirih sambil memegang tangan Mayang.Tapi matanya masih terpejam.Mungkin kah dia mengigau... Mayang mencoba melepaskan pegangan tangan itu,tapi genggaman tangan Brian cukup kuat.


Ia takut jika memaksa melepaskan akan membangun kan tuan muda,dan akan mengganggu tidur nya juga.Jadi mayang putus kan untuk menunggu sampai pegangan tuan muda lepas sendiri.


Mayang menyetuh dahi Brian dengan jemari nya yang lembut untuk mengukur pabas tubuh lelaki itu.Panas nya sudah turun,sudah tidak sepanas tadi.


Tatapan Mayang tertuju pada jemari tangan yang saling menggenggam.Ada debaran di jantung Mayang setiap kali mereka bersentuhan.Tangan ini begitu hangat.


Kenapa aku merasa nyaman saat dia menggenggam jemari ku... Aku suka memandangi wajah nya yang sedang tertidur.


Aku juga merasa senang bisa menemani nya di saat seperti ini.Tapi entah kenapa aku juga ikut merasa sakit jika kau kesakitan tuan...


Hey tuan muda.... gerangan siapakah yang sedang singgah di alam mimpi mu sekarang,, kenapa kau tampak bahagia dengan senyuman mu itu...


Mayang sudah milai menguap.Menunggu Brian melepaskan tangan nya,Tapi tak kunjung di lepas nya juga.Mayang sudah benar-benar tak kuat menahan kantuk nya.. dan akhir nya ia pun tertidur.Entah dengan posisi seperti apa tidur nya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2