Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Nyonya Brian


__ADS_3

Baru sekali gosokan saja Brian sudah merasa aneh dengan koin yang Mayang gunakan.Sehingga Mayang menghentikan kegiatan nya.Agar Brian tak curiga.


Kenapa dia merasa kalau ini bukan koin..?


"Ini koin keluaran terbaru tuan,ukuran nya memang agak besar."Dusta Mayang sambil menyembunyikan koin itu saat Brian mencoba menoleh.


"Apa bener ada uang koin sebesar itu?"Brian seperti tak percaya dengan ucapan Mayang.Tapi untuk apa juga Mayang berbohong pikir Brian."Teruskan."Perintah Brian.


"Baik tuan.."Ucap Mayang.Mayang kembali meneruskan nya.


Waduh!Kenapa malah tangan ku gemetaran begini.Kenapa tangan ku susah sekali untuk di kendalikan!Kenapa punggung tuan muda seperti ada sengatan listrik nya? Mayang menggumam panik.


"Kenapa tidak jadi?Ayo teruskan!"Brian masih menunggu Mayang yang terasa belum ada pergerakan.


"Sebentar tuan,,tiba-tiba tangan saya kesemutan."Alasan Mayang.Dia mengebas-ngebas kan tangan nya agar berhenti gemetar.


Aku tau kau pasti gemetaran kan?Kau grogi menyentuh punggung ku yang putih bersih kan...Bohongi saja aku terus.Kau tidak akan tahan melihat nya... Brian tersenym-senyum sendiri dengan masih memejamkan mata nya.


"Belum juga mulai sudah kesemutan."Oceh Brian."Bilang saja kalau tidak mau!"


"Saya mau kok tuan,,,"Mayang tergesa-gesa menggosok nya sehingga membuat Brian merasa kesakitan.


"Hey jangan kuat-kuat!Sakit tahu!"Brian Sampai sedikit mengangkat tubuh nya."Apa kau sedang balas dendam kepadaku!"


"Tidak tuan,mana berani saya begitu.."Mayang berhenti menggosok.Ia menyembunyikan sesuatu yang ia pegang di belakang tubuh nya saat Brian bangun dan duduk.


"Mana koin nya,aku mau lihat."Brian mengulurkan tangan nya menunggu Mayang memberikan sesuatu yang sedang ia sembunyikan."Mana?!"Bentak Brian lagi karena Mayang tak bergeming juga.


Tangan Mayang terlihat gemetar saat memberikan benda itu di telapak tangan Brian.


"Medali ku!!!Apa yang kau lakukan terhadap medali emas ku!"Brian marah dan panik sambil mencium benda pipih berbentuk bulat berwarna emas dengan tali pita itu.Seolah itu adalah benda berharga yang tak sembarang orang bisa menyentuh nya.Ya meskipun itu memang benda berharga.


"Maaf tuan,, anda jangan berlebihan begitu.Saya hanya meminjam nya sebentar.."Mayang bersikap seperti sedang menenangkan Brian yang sedang shock karena merasa reaksi Brian berlebihan.


"Ini kenangan masa kecil ku kau tahu!Aku bahkan tidak pernah menyentuh nya!"


Ya allah tuan,kenapa anda seperti bocah yang tak terima mainan nya di pinjam oleh teman...


"Tuan,,, dirumah saya juga punya banyak yang seperti itu.Malah saya buat mainan setiap hari."Ucap Mayang seperti mengejek."Medali itu tidak akan lecet atau pun cacat hanya karena saya gunakan untuk menggosok kulit anda yang putih bersih dan lembut itu tuan...


Apa saya tega memperlakukan kulit anda yang indah itu dengan logam yang sudah karatan...? Apa anda rela..?"Mayang memasang wajah polos nya.Tapi sepertinya usahanya untuk meyakinkan Brian kali ini berhasil.Karena Brian tampak tersenyum dan wajah nya bersemu merah untuk beberapa saat.


Apa benar yang ku dengar ini?Mayang memuji ku.Memuji tubuh ku.Apa itu arti nya dia suka pada ku. Brian


"Baik lah kau ku maafkan.Tapi awas kalau lain kali kau mengambil sesuatu milik ku tanpa bicara padaku!"Brian memasang wajah sengit.


Percuma anda merengut seperti itu tuan... Anda sudah ketahuan tersenyum tadi.Seperti nya anda suka sekali kalau aku puji-puji ya.. Mayang terkekeh dalam hati.


"Kau naik saja ke ranjang."perintah Brian karena mayang hanya berdiri di sisi ranjang."Kalau dari situ rasanya lebih sakit."


"Tapi sepertinya begitu tidak sopan tuan... anda kan bukan suami saya..."tolak Mayang dengan halus.


"Memang nya apa yang kau lakukan sehingga tidak sopan?!Kau mau membantah!"

__ADS_1


"Tidak tuan.. Baik lah saya akan naik."Mayang lalu naik dan duduk disisi brian yang dengan posisi telungkup dengan kedua tangan merengkuh bantal.


Mayang lalu melakukan tugas nya tanpa banyak bicara.Brian juga lebih banyak diam, menikmati setiap sentuhan Mayang walau kadang sesekali protes karena Brian merasa sakit saat Mayang menggosok nya terlalu kuat.


"Mayang..."Suara Brian memecah keheningan.Suara itu terdengar sangat lembut hingga Mayang tak dapat membedakan antara panggilan atau hanya igauan.Atau mungkin Brian hanya sedang mendesah saja.


Mayang meneliti wajah Brian yang masih terlihat terpejam.Sehingga membuat Mayang berkesimpulan kalau Brian sedang tidur dan mengabaikan panggilan itu.


"Apa kau tidak dengar aku memanggilmu tadi?"Kali ini suara Brian terdengar lantang hingga membuat Mayang terperanjat.


"Oh tuan muda memanggil saya?!"Tanya Mayang terkejut."Maaf tuan,saya fikir anda tadi hanya berdehem."


"Apa bekas kerokan nya berwarna merah?"Tanya Brian dengan wajah penasaran.


"Bukan hanya merah tuan,tapi merah kehitaman.Anda benar-benar masuk angin rupanya."Ujar Mayang dengan mantap sambil menatap barisan berwarna merah kehitaman yang berjajar di punggung atas Brian hasil kerokan nya tadi.Brian hanya diam tak menyahut.


"Apa kau punya pacar?"Tanya Brian setelah diam beberapa saat.


Apa?Kenapa anda tiba-tiba menanyakan itu?


Memang nya apa peduli anda?


"Tidak punya tuan, mana ada lelaki yang mau dengan gadis miskin seperti saya."Jawab Mayang merendah.Reaksi Brian hanya tergelak namun tak mengeluarkan sepatah kata pun.


Kenapa hanya tertawa?Katakan apa maksud anda menanyakan itu?


"Tuan..."Panggil Mayang dengan senyum licik nya.


"Apa?!"Suara Brian ketus tanpa menoleh.


"Memang nya siapa kau berani menginginkan Billy menjadi suami mu!!"Bentak Brian dengan nada ketidaksukaan nya."Pantas saja kalau tidak ada lelaki yang menyukai mu.Ternyata kau ini pemilih!"Brian mendengus kesal.Tangan nya terkepal di balik bantal.


"Bukan kah waktu itu anda yang menyuruh saya memilih salah satu,, nah saya memilih sekretaris Billy."Mayang menekan kalimat nya seraya melirik menyelidik air muka Brian yang tak terlihat jelas oleh nya.Entah mengapa Mayang suka sekali memancing kemarahan Brian hanya untuk sekedar melihat reaksi nya saja."Apa tuan tau,,dia bak superhero yang datang untuk menolong saya saat saya dalam bahaya waktu di stasiun."Mayang bercerita dengan kata-kata yang di dramatisir."Tuan... apa anda tidur??"Mayang mengguncang tubuh kekar Brian yang diam tak bereaksi.


Dasar wanita bodoh!Kenapa kau suka sekali memancing kemarahan ku?!Kenapa tak kau katakan saja jika aku lah yang sebenarnya kau ingin kan!Kenapa justru malah Billy!


Seandainya kau tahu,akulah yang menyuruh Billy untuk menyelamatkan mu.Billy bergerak atas semua perintah ku.Aku bahkan bisa lakukan dan berikan apapun untuk mu!Aku bahkan rela keracunan bau durian yang sangat aku benci hanya untuk melihat senyum di wajah mu!Mengapa kau tak mengerti itu bodoh!!


Kau fikir untuk apa aku mengurung mu disini kalau bukan karena upaya ku untuk melindungi mu.Aku tak ingin kau jauh dari sisi ku gadis bodoh! Brian hanya mampu mengungkapkan kekesalan nya di dalam hati saja.Entah mengapa ia merasa takut untuk mengutarakan isi hati nya.Ia hanya bisa menelan kekecewaan mengetahui bahwa Billy lah yang di inginkan Mayang.Brian merasa dada nya sesak.


Mayang sudah selesai dengan kegiatan nya.Di pandangi nya punggung Putih kekar Brian yang sudah penuh goresan merah kehitaman hasil karyanya.Mayang mengira jika Brian benar-benar sudah tertidur pulas.


Ia bergegas turun dari ranjang.Menarik selimut tebal hingga menutupi tubuh Brian sampai ke batas leher lelaki itu dengan pelan.Supaya tidur lelaki itu tak terganggu.


Di pandangi nya wajah teduh lelaki yang tertidur itu.Lelaki yang bahkan rela muntah-muntah hingga lemas demi menuruti kemauan nya.Mayang merasa sangat bersalah karena itu.Itu lah sebab Mayang tetap bertahan dengan ikhlas mau terkurung di sangkar emas itu.Demi dia lelaki yang sedang terlelap ini.Ia sudah cukup bahagia


bisa bersamanya walau hanya sebagai tawanan.Karena untuk di cintai oleh nya itu hanya lah merupakan sebuah mimpi bagi Mayang.


Mayang mematikan lampu terlebih dahulu sebelum keluar dari kamar Brian dan hanya menyisakan lampu tidur yang remang-remang.Dan menutup pintu dari luar tanpa bersuara.


Saat suara langkah Mayang semakin terdengar menjauh,Brian membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh nya hingga hanya terlihat kepalanya saja.Lalu ia beranjak bangun dari tempat nya berbaring dan berjalan menuju ruang pakaian.Dilihat nya punggung yang penuh goresan berwarna merah dari pantulan cermin besar di ruang pakaian.


Ia tersenyum melihat bekas yang di tinggalkan oleh Mayang itu.Bekas merah namun bukan lah darah.Meski Mayang hanya menggosok nya di punggung,namun rasanya sungguh menggores sampai ke hati Brian.

__ADS_1


Gadis itu berhasil meluluh lantah kan pertahanan Brian.Menepis keraguan yang selalu datang menghampiri Brian.Gadis itu menunjukkan pesona nya tersendiri yang bahkan tak dimiliki Magda Lena.Mayang memiliki kecantikan nya sendiri yang tak pernah Brian lihat dari Magda Lena.


Mayang sangat pandai mengusik hati Brian.


Membuat Brian selalu memikirkan nya dan mengubah rasa benci di hati Brian menjadi cinta.Ia berhasil mendapat ruang tersendiri yang terdalam di hati Brian.


Brian kembali merebahkan tubuh kekar nya di ranjang setelah mengenakan baju tidur nya.Terlintas kembali kejadian saat membeli durian,hingga ia melihat sisi lain dari kecantikan Mayang yang sesungguh nya.


Brian mulai tak tahan dengan bau durian yang sangat menyengat itu.Dia sangat benci.Tapi demi gadis di dalam mobil itu dia rela turun sendiri untuk membeli durian.Saat Brian sedang membayar,tiba-tiba beberapa gadis yang sedang melakukan review di video mereka menghentikan kegiatan nya saat menyadari ada Brian di situ.


Gadis-gadis Vloger itu terlihat terkejut dan antusias lalu mengerumuni Brian.Gadis-gadis cantik itu berebut untuk berfoto dan ingin bersalaman dengan Brian sang pengusaha sukses.Mereka terlihat sangat kagum karena rupanya Brian juga pecinta durian.


Brian yang sudah mulai pusing dengan aroma menyengat durian itu seperti tak bisa berkutik saat gadis itu berpose sambil merangkul dan memeluk Brian.Brian kesulitan melepaskan diri.


Suara keras pintu mobil menyita perhatian mereka untuk melihat ke arah sumber suara.


Terlihat gadis cantik dengan rambut panjang terurai terlihat elegan dengan pakaian dan perhiasan yang ia gunakan berjalan dengan sejuta pesona nya kearah Brian.


"Minggir!"Gadis itu menepikan wanita-wanita di sekeliling Brian lalu merangkul lengan Brian seolah mengatakan lelaki tampan ini hanya milik ku seorang.Membuat sebal wanita-wanita yang lain saja."Sayang kenapa beli durian nya lama sekali?"


Karena Brian merasa terkejut dan tak menyangka membuat lelaki itu terpaku menatap nya."Sayang kok bengong si,,," Kata Mayang sambil menepuk pipi Brian lembut membuat Brian sadar ini bukan mimpi.Ia mendengar sendiri Mayang memanggil nya mesra dengan kata sayang.


Sesaat angan Brian serasa terbang melayang.Detak jantung nya mulai tak bisa di kontrol lagi.Ia sudah terbiasa diperebutkan banyak gadis namun Brian merasa biasa saja.Tapi dengan gadis yang sedang bergelayut manja satu ini membuat Brian seperti hilang akal sehat.


Ia senang sekali saat Mayang memperebutkan nya.


"Bukankah tuan Brian belum menikah?!"protes salah satu gadis dan mendapat dukungan dari teman nya.


"Siapa bilang!Kami baru menikah!Kami pasangan pengantin baru tau!"Mayang mencoba meyakinkan dengan memeluk pinggang Brian."Tuan... plis peluk saya.." Bisik Mayang lirih di telinga Brian.Lelaki itu mengerti maksud Mayang.Ia lantas memeluk Mayang dengan mesra dan mencium pipi kanan Mayang yang membuat gadis itu terkejut.Untuk sesaat mata mereka beradu tatap.


"Lihat lah aku!Apa aku tidak pantas menjadi istrinya?"Kata Mayang lagi membuat para gadis itu saling bersitatap dan tertunduk.


"Aku sudah merekam kejadian tadi dari ponsel ku ini,"Kata Mayang sambil menunjukkan Hp nya.Padahal itu tidak benar-benar ia lakukan."Apa kalian ingin video kalian menggoda suami ku viral dimana-mana?!" Gertak Mayang yang spontan membuat panik gadis-gadis itu.


"Tidak nyonya Brian jangan lakukan itu.Ampuni kami.."Gadis-gadis itu sampai memohon.


"Kalau begitu hapus foto-foto kalian bersama suami ku tadi tanpa tersisa satu pun."Pinta Mayang yang membuat reflek para gadis menghapus semua foto mereka bersama Brian."Apa kalian tidak lihat tadi suami ku tidak suka kalian ganggu."


"Maaf kan kami nyonya,kami tak akan mengulangi lagi."Gadis-gadis itu terlihat sangat menyesal.Atau mungkin mereka sedang mengumpat pada Mayang, tapi terserah... Batin Mayang terpingkal didalam hati.


Mayang menggandeng mesra Brian berjalan menuju mobil.Dan saat di dalam mobil, "Kita berhasil kan tuan..."Mayang menaikkan alis nya dan kedua orang itu tertawa terbahak-bahak.


Bersambung


**Tinggalkan jejak kalian ya teman - teman


LikeπŸ‘


komen πŸ’¬


favorit ❀


Dan voting yang banyak ya

__ADS_1


Biar Author semakin semangat


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹**


__ADS_2