Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Seandainya Kau Istriku


__ADS_3

Brian menghempaskan tubuh Mayang di sofa empuk yang berada di teras samping.Lalu ia ikut duduk pula menghadap Mayang setelah melemparkan jas dari lengan nya di sofa lain.


Posisinya benar-benar menghadap Mayang membuat gadis itu terlihat gusar.Ia merasa tak nyaman dengan keadaan seperti ini.Jarak mereka terlalu dekat membuat nafas Mayang terasa sesak.


Laki-laki itu tanpa merasa berdosa tetap memandang Mayang dengan senyum nya yang sangat manis.Dengan kepalan tangan yang menyangga dagu nya dan siku bertumpu di sandaran sofa.Wajahnya tampak berbinar senang.Kedua nya masih diam.


Mayang memberanikan diri melirik dengan ekor matanya lelaki yang tengah antusias menatap nya itu.Hanya sedetik sebelum akhirnya ia memalingkan wajah nya lagi.


Ya tuhan kenapa dia manis sekali kalau sedang begini.Wajahnya bisa seimut itu.Seperti pantat bayi.Aaaahh kenapa move on itu susah sekali... Mayang menggerutu dalam hati.


"Kenapa diam?"Brian memecah keheningan.


"Hah apa?"Mayang terkejut.Salah tingkah.


"Biasa nya kau yang paling banyak bicara kalau kita sedang berdua."Menyeringai."Bicaralah.."


"Bicara apa?"Mayang masih tak mengerti.


Kenapa kau hanya diam.Ayo bicara lah.Goda lah aku,, Aku rindu kau goda.Aku rindu suara manjamu... Brian.


Brian memperhatikan tingkah Mayang yang sedikit aneh hari ini.Ia jadi pendiam dan terkesan tak berani menatap balik tatapan nya.Ia juga terlihat gusar dan salah tingkah.


Berbeda dengan sebelum-sebelum nya yang bahkan dia berani menggoda Brian.Meski hanya dengan kata-kata.Itulah yang Brian rindu kan setelah dua hari tak bertemu.


"Kau kenapa?"Tanya Brian sembari menyentuh jemari Mayang dan lalu di tepis oleh jemari Mayang yang mulai basah oleh keringat dingin."Hey kau ini kenapa?!"Terkejut dengan reaksi Mayang yang berlebihan.


"Maaf tuan,,, saya cuma kaget.."Jawab Mayang yang memang benar kaget.


"Lebaran nya masih lama,,, simpan maaf mu untuk lebaran nanti!Kalau kau sampai kehabisan kata maaf bagaimana hah...?"Ucap Brian sambil tersenyum berharap mengusir ketegangan yang membatasi kedekatan nya dengan Mayang.


Dan usaha nya berhasil karena Mayang terlihat tersenyum malu walau terkesan ia sembunyikan ketika memalingkan wajah nya.


"Apa itu?"Tanya Brian tiba-tiba.


"Apa?"Mayang langsung berbalik menatap Brian tak mengerti.


"Yang kau sembunyikan dari ku?!"


"Saya tidak menyembunyikan apa-apa tuan.."Mayang bangkit dan mengebaskan dress nya menunjukkan bahwa ia tak sedang menyembunyikan apa pun juga.


"Aku melihat nya tadi!"Brian ngotot.


"Mana?Tidak ada apapun di sini tuan..."Mayang memutar tubuh nya.Membuat Brian terpingkal dalam hati.Lalu gadis itu duduk lagi karena merasa pandangan Brian begitu aneh.


"Aku melihat nya disini."Brian merengkuh dagu Mayang agar menghadap dan menatap wajah nya.Kedua nya saling bersitatap."Aku tadi melihat nya di sini.Sungguh.Tapi sekarang entah menghilang kemana."Ucap Brian dengan gaya seperti sedang memeriksa wajah Mayang dengan pandangan nya.


"Tuan hentikan..."Mayang memalingkan lagi wajah nya dan membuat cengkeraman brian terlepas."Anda membuat jantung saya berdebar.."Hup!Mayang seketika membungkam mulutnya dengan sepuluh jemari tangan nya.Menyesal karena keceplosan mengatakan itu.


"Apa tadi?Katakan lagi aku belum mendengar nya?"Brian tersenyum.Meraih lengan Mayang memaksa gadis itu agar memandang nya.


"Saya tidak mengatakan apapun tuan.."Mayang mengelak.Malu.Tetap tak mau menatap wajah lawan bicaranya.


Brian semakin merapatkan tubuh nya."Aku tadi dengar kau bicara.Katakan lagi aku ingin mendengarnya?"Kali ini Brian bicara di iringi tawa kecil.Tangan nya masih menggenggam kuat lengan Mayang.


"Tuan lidah saya kepeleset waktu bicara tadi,jadi suara saya terdengar lain dari yang akan saya ucapkan.."Mayang memberanikan diri menatap Brian.Tapi ia benar-benat tak sanggup.

__ADS_1


Duh gusti... Kenapa godaan di hadapan ku ini terlalu berat untuk kuhindari.Move on ku terancam gagal ya tuhan.... Mayang.


"Oh ya..???"Brian mencoba menyelidik Mayang."Apa lidah mu keseleo juga?"


Mayang terpingkal mendengar ucapan Brian.Senjata makan tuan batin nya."Tuan jangan membuat saya malu.."Ucap Mayang dengan nada memohon agar Brian mengakhiri bicaranya yang memojokkan diri nya.Mayang megibaskan rambut panjang nya yang jatuh kedepan.


Hey berhenti mengibaskan rambut mu seperti itu.Dengan begitu itu sama saja kau menggoda ku tahu!


Brian tak berkedip saat memperhatikan Mayang yang sedang sibuk dengan rambut nya.Mengumpul kan semua rambut nya dan menarik nya kebahu kanan nya dan memperlihatkan leher jenjang nya yang putih itu.Brian semakin tak tahan ingin menggigit dan meninggal kan bekas merah di sana.


Ah sial!Brian menggerutu dalam hati.Kenapa ia memikirkan hal itu pada wanita yang bukan siapa-siapa nya.Ini benar-benar hasrat yang bukan pada tempat nya.


Seandainya saja kau istriku,Kau sudah habis aku lahap Mayang... Begitu batin Brian dalam hati.Kini ia hanya bisa menelan ludah melihat pesona yang terpancar dari gadis yang sedang duduk bersamanya ini.


Ia harus bisa bertahan demi harga diri karena telah menolak permintaan ibunya untuk menikahi Mayang.Brian masih butuh waktu untuk itu.


Keadaan hening beberapa saat. Mayang bisa mendengar desahan nafas Brian yang seperti nya kesal. Canggung.Mayang meraih ponsel nya yang tergeletak di meja agar tidak kaku. Tangan nya dengan lihai menekan dan menggeser layar ponselnya.Entah apa yang sedang ia cari.Tak ada.Ponsel ini hanya pelampiasan mengusir rasa canggung.


Tapi Mayang tiba-tiba teringat foto imut yang ia edit semalam.Foto Tuan Brian kecil saat masih gendut.Mayang membubuhkan beberapa gambar emoji yang mendukung foto itu sehingga terlihat semakin lucu. Mayang terpingkal sendiri semalam saat melihat hasil nya.


Brian memperhatikan lagi tingkah Mayang yang senyum-senyum sendiri menatap layar ponsel nya.Brian sempat berfikir kalau Mayang sedang membalas chat mesra dari lelaki lain.


"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?"Tanya Brian penasaran.


"Tidak ada apa-apa tuan..."Jawab Mayang tetap tersenyum.Ia tak berniat menunjukkan foto itu karena tak ingin Brian merasa malu.


"Kau bohong ya?!"Menaikkan nada bicaranya lebih keras."Tunjukkan pada ku."


Mayang menghela nafas.Baiklah kalau anda memaksa tuan."Tuan... bagaimana kalau foto ini saya cetak dengan ukuran besar?Pasti bagus..."Ucap Mayang setengah menahan tawa sambil menunjukkan layar ponsel nya pada Brian.


Lelaki itu tampak antusias melihat gambar yang Mayang tunjukkan.Dan seketika itu pula ia melotot begitu melihat itu gambar siapa.Ia menggerakkan tangan nya ingin menyambar ponsel itu dari tangan Mayang,tapi kalah cepat dengan gadis itu.


"Cepat berikan padaku!"Wajah Brian yang putih bersih mulai memerah,entah karena malu atau marah.


"Jangan tuan,ini ponsel saya.."Mayang kekeuh tak mau berikan sambil memasang wajah sebal.


"Tapi itu tadi foto ku!Cepat berikan!Kalau kau tidak mau akan merebutnya dari mu."


"Silahkan saja."Ucap Mayang seperti menantang.Mayang hanya tak ingin Brian melihat foto nya yang memakai jaket ia edit bersebelahan dengan foto SMA Brian yang juga memakai jaket yang sama.


"Kau fikir aku tidak bisa?!"Ucap Brian dengan pandangan sengit.Begitu juga Mayang yang tak mau kalah mempertahankan benda miliknya.


Brian merapatkan tubuh nya pada Mayang yang sudah duduk di ujung sofa.Ia semakin beringsut mundur seiring dengan mendekat nya Brian.


Meski tatapan matanya tak beralih dari mata Mayang,tapi tangan Brian menjalar di pinggang Mayang.merangkul dan menarik nya sedikit lebih merapat pada tubuh nya.


Brian semakin mendekat kan wajahnya pada wajah mayang yang sudah terpojok dan tak bisa berkutik lagi.Tatapan matanya semakin sayu.Bibir mereka yang hanya berjarak kurang dari satu senti.Bahkan mereka berbagi udara untuk bernafas.Mayang memejamkan matanya karena tak terbayang apa yang akan terjadi.


Tuan apa yang anda lakukan.Apa anda akan mencium saya?Jantung saya berdebar-debar tuan,tolong jangan lakukan itu... Eh kok suara nafas tuan enggak terasa lagi.


Mayang membuka mata nya pelan-pelan.Dan ia terkejut melihat ponselnya sudah berpindah tangan.Ia melihat tangan nya yang tadi menggenggam ponsel kini kosong.


Di lihatnya pula Brian sedang menggoyang-goyang ponsel Mayang dan memamerkan nya pada Mayang.Dan itu seringai licik nya.Dia berhasil mengelabui Mayang.Sial!Batin Mayang.Dia kecolongan.Baru begitu saja kau sudah tak berdaya.


"Brian..."Sapa seorang wanita membuat keduanya terkejut bersamaan menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


"Oh ibu.."Ucap Brian setelah melihat ibunya sedang berdiri dengan melipat kedua tangan nya.Entah sejak kapan ia berada di situ.


Mayang yang tak ingin membuang kesempatan karena melihat Brian yang lengah secepat kilat merebut ponsel itu dari tangan Brian lalu berlari berlindung di balik punggung Ratih.Brian terlihat melotot ke arah nya.


"Sejak kapan kau datang nak?"Tanya Ratih sambil tersenyum.Masih berdiri di tempat.


"Mungkin seperempat jam yang lalu ibu.."Jawab Brian sopan.


"Sudah seperempat jam dan kau tidak mencari ibu?Anak macam apa kau?!"Ratih sedang memarahi anak nya.


Mayang yang berada di belakang Ratih bisa melihat jelas wajah Brian yang sedang dimarahi oleh ibu nya.Ia berniat ingin menggodanya pula.Siapa suruh dia mengerjaiku!Batin Mayang.


Mayang menunjukkan mimik muka nya yang konyol pada Brian.tertawa tanpa bersuara dan menjulurkan lidah nya.Brian yang sadar jika Mayang sedang menggodanya berniat mengadukan hal itu pada ibu nya yang masih mengomel pada nya.


"Ibu dia mengejek ku ibu."Ucap Brian sambil menuding ke arah Mayang.Yang sontak membuat Mayang bersikap normal bahkan tersenyum saat Ratih menoleh padanya.


"Alasan kamu saja kan?Kamu ingin menghindari ibu?!"Kata Ratih kesal.


"Bukan bu.."Jawab Brian yang lagi-lagi di buat kesal karena Mayang masih saja mencoba menggoda nya.


Mayang tampak menyeringai.Dia ingin melakukan yang lebih dari ini.Ia menggigit bibir bawah nya dan mengedip-kedip kan sebelah matanya.serta mengibaskan rambutnya.Ia semakin semangat melihat ekspresi kemarahan Brian.


Hey apa yang kau lakukan itu!Hentikan!Aku sudah tidak tahan.Mengapa tidak kau lakukan saat kita masih berdua tadi hah!Kau sengaja menggoda ku dengan berlindung di balik punggung ibuku.Gadis macam apa kau?!Awas kau nanti,aku akan menggigit mu!


"Brian Ibu sedang marah kau tahu!Lihat ibu!"Protes Ratih karena pandangan Brian selalu pindah ke belakangnya.


"Iya bu,aku lihat ibu kok..."Bantah Brian lagi.Jelas-jelas ia sedang melotot ke arah Mayang.


Dan lagi-lagi Mayang masih berulah.Ia menunjukkan foto Brian kecil yang imut dari ponsel nya.Dan menciumi layar ponsel itu dengan bibirnya sambil melirikkan matanya ke arah Brian.Membuat lelaki itu menelan slavina nya.


"Mayang."Ucap Ratih memanggil Mayang setelah puas dengan mengomel nya."Ayo bantu aku siapkan makan malam."Melirik tajam pada putranya yang masih duduk di sofa sebelum melangkah pergi.


"Baik nyonya."Jawab Mayang lalu berjalan mengikuti langkah Ratih.Tapi seketika itu,ia menoleh pada Brian yang masih terperangah menatap nya.Ia menempelkan jari nya ke bibir dan melepas nya lalu meniupkan nya pada Brian seperti sedang melakukan ciuman jarak jauh sebelum ia tak terlihat lagi.


Brian yang dibuat lemas oleh Mayang hanya bisa menghela nafas panjang.Ia tersandar di punggung kursi sambil memegang dada nya.Merasakan debaran jantungnya yang terasa lebih kencang.


**********


Makan malam keluarga Malik berjalan cukup hangat.Hidangan yang nikmat,formasi keluarga yang lengkap serta perbincangan yang hangat yang semakin menambah rasa bahagia kedua pasutri paruh baya yang masih terlihat muda itu.


Pemandangan seperti ini jarang sekali terjadi belakangan ini.Kerinduan yang telah menggunung kini sedikit demi sedikit mulai terkikis dan harapan akan menimang cucu di keluarga itu sepertinya akan semakin terlihat nyata dengan kehadiran sosok Mayang di tengah-tengah nya.Meski gadis itu sama sekali tak mengerti dengan apa yang di rencanakan keluarga kaya itu.


Malam sudah semakin larut membuat Brian akhirnya berpamitan pulang dan membawa serta Mayang untuk pulang bersamanya. Meski gadis itu merasa takut kalau tuan muda nanti akan melakukan pembalasan tapi ia juga tak dapat menolak ajakan lelaki itu.


Ia hanya merasa seperti bunga ilalang yang akan terbang mengikuti kemana arah angin membawanya.


Mobil sudah jauh meninggalkan rumah Malik dan Ratih,namun kedua pasutri itu masih belum beranjak dari tempat mereka berdiri melepas kepulangan putranya.


"Kau lihat kan,mereka bahkan seperti sepasang suami istri meski malu-malu."Suara Ratih terdengar kesal.


"Kita harus segera memisahkan mereka."Ucapan Malik mengundang tatapan tajam dari sang istri yang terlihat tak terima.


"Maksud mu apa suamiku?"


"Kau ingin Putra mu itu lebih sering mengunjungi mu bukan...?"Tanya Malik tersenyum sembari merangkul pinggang istrinya agar lebih mendekat.

__ADS_1


"Kau tahu... aku juga sedang memikirkan hal ini sayang..."Tertawa bahagia karena merasa mereka itu serasi dengan fikiran yang sama.Ratih menyandarkan kepalanya di bahu sang suami dan mereka terlihat saling merangkul dan menatap indah nya sinar bulan yang bentuk nya sudah bulat sempurna.


Bersambung


__ADS_2