Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Jiwa Miskin Meronta


__ADS_3

Mereka pun sampai di sebuah Mall besar di kota itu.Nyonya segera turun dari mobil saat sopir sudah membukakan pintu untuk nya.Dahi nya mengernyitkan karena Mayang belum turun juga dari mobil.Nyonya lantas memutari mobil menuju pintu dimana Mayang berada.


"Mayang.."Nyonya menepuk bahu Mayang yang sedang terpaku."Sudah sampai,ayo turun."Mayang jadi terperanjat.Agak ragu ia turun dari mobil.Menatap sekeliling nya."Benarkah ini?"


Ekspresi wajah Mayang terlihat girang sekali tak bisa sembunyikan kebahagiaan bahwa dia bisa keluar dari sangkar emas itu dan terbang bebas.


Tapi sungguh ini tidak tepat sekali jika luapan kebahagiaan ini terjadi di hadapan nyonya besar yang notabene nya adalah ibu dari tuan Brian.Bukan kah ini tampak memalukan??Akan terlihat sekali oleh nyonya kalau Mayang benci berada di rumah itu.Tapi nyonya besar bukan lah orang yang seperti itu.


"Kamu senang Mayang?"Tanya nyonya saat melihat ekspresi bahagia Mayang.


"Iya nyonya,saya senang." Jawab Mayang dengan senyum sejuta watt.Maaf kan saya tuan muda,hari ini saya ingin bersenang-senang! Gumam Mayang cekikikan di dalam hati.


Mereka sudah berada di dalam mall.Mayang mengikuti Nyonya yang berjalan menuju lift.


Saat telah masuk,Mayang tak memperhatikan nyonya entah memencet nomor berapa.


Saat mengatakan akan belanja,Hal yang terlintas di fikiran Mayang adalah belanja kebutuhan dapur seperti sayuran,ikan dan


lain nya.Tapi dengan mereka masuk ke mall sebesar ini rasa nya tidak mungkin jika yang akan nyonya beli adalah sayuran dan segala macam nya.


Karena saat menuju kemari meraka bahkan sudah melewati banyak sekali mall dan supermarket kalau hanya untuk membeli kebutuhan dapur saja.


Mayang akhirnya berfikir jika Nyonya tak hanya sekedar belanja,pasti beliau ada maksud lain.


Mereka berjalan melewati beberapa toko yang tampak ramai dengan pengunjung.Nyonya membawa Mayang masuk ke sebuah butik besar dan hanya


berisi pakaian wanita mewah dan segala pernak pernik nya di sana.


Seorang wanita berpakaian rapi terlihat tergopoh menyambut nyonya dengan ramah dan di ikuti beberapa orang pelayan yang ada di toko itu.Kelihatan sekali kalau nyonya orang yang berpengaruh besar.Sehingga di perlakukan layak nya seorang ratu.


Nyonya memanggil Mayang untuk mendekat dan membantu nya memilih pakaian.


"Pilihlah yang cocok untuk mu Mayang.."Ucap nyonya seraya memilah-milah diantara jejeran pakaian yang bagus-bagus itu.


"Tidak nyonya terimakasih,,pakaian saya sudah banyak kok,,,"Tolak Mayang dengan halus.Mayang sadar diri nya datang kemari tanpa uang sepeser pun.


Gila kan!Mungkin hanya aku satu-satu nya orang yang berani datang ke mall tanpa membawa uang.Kalau sampai aku menyentuh barang saja dan menempel tanpa sengaja padaku,bisa-bisa aku di pukuli orang satu mall di kira mencuri karena tak sanggup bayar.


"Kenapa..?"Nyonya seperti nya mengerti apa yang sedang di fikirkan Mayang."Pilih saja yang kau suka,, kau tak perlu membayar nya.."Nyonya tersenyum manis pada Mayang."Atau mau ku pilihkan?"Usul Nyonya yang membuat Mayang bereaksi cepat untuk menolak.


"Tidak perlu nyonya,,,saya akan mengambil sendiri yang saya suka nyonya."Mayang terkekeh.


"Bagus lah, pilih yang kau suka ya.."Nyonya membelai lembut pipi Mayang. "Kita pindah sebelah sana ya.. "Nyonya menunjuk jajaran pakaian disisi lain.


Mayang hanya mengangguk dan mengikuti setiap langkah nyonya besar.


"Mayang,menurut mu bagus yang mana,,model yang ini atau yang ini?"Tanya nyonya meminta pendapat Mayang tentang dua gaun yang berbeda.Entah dia memang sedang bingung untuk menentukan pilihan atau hanya menguji Mayang saja.


Habislah aku.Aku mana tau model pakaian atau fashion para sosialita seperti nyonya besar.Kalau aku banyak bicara tanpa ada ilmu nya bukan kah akan semakin membuat ku terlihat bodoh...


"Memang nya untuk di pakai di acara apa nyonya?"Mayang ingin memastikan sebenarnya untuk apa gaun mewah itu.


"Ketemu teman-teman arisan,,tapi acara nya outdoor gitu.."Nyonya menjelaskan dengan tatapan mata lekat menatap Mayang yang membuat gadis itu jadi grogi."


Nyonya,, apa tidak salah jika anda malah bertanya pada saya,, bukankah nyonya yang lebih tau tentang ini??


"Maaf nyonya,saya hanya orang awam yang tak mengerti fashion.. kalau menurut saya yang ini nyonya,karena ini model nya simpel berbahan kain yang dingin supaya tidak gerah dan yang pasti tidak ribet nyonya.."Mayang menunjuk satu gaun yang menurut nya cocok.


Maaf nyonya,,kalau tidak suka jangan bully saya,, saya cuma gadis kampung.Tapi kalau tidak di jawab nanti anda fikir saya tidak suka.. Mayang menggumam cemas.


"Kamu bener juga ya,, oke deh pilih yang ini saja.."Nyonya menjatuhkan pilihan pada baju yang di tunjuk Mayang.Membuat Mayang serasa melayang.

__ADS_1


Bagaimana nyonya bisa mendengarkan kata-kata orang yang baru di kenal seperti aku?


Mayang tak sengaja melihat label harga yang tercantum di bandrol gaun itu..Dan Mayang di buat terbelalak saat tau bahwa gaun itu seharga beberapa ekor sapi.Dan hanya akan di gunakan untuk sebuah pertemuan arisan saja.


Tentu saja hal ini membuat jiwa miskin Mayang meronta-ronta.Hiks... Mayang tak akan beli baju dengan harga yang selangit itu.Kalau orang kaya mah bebas...


Walau pun Mayang lahir dan besar di kampung dengan keadaan orang tua yang berkecukupan,tapi dia selalu tampil sederhana.Dia memang tak suka yang berlebihan.


Mayang hanya diam meliha-lihat tanpa berani menyentuh satu pun dari baju-baju mahal itu.


Di mall segede gini berasa kaya CLBK saja.


Cuma Lihat Beli Kaga hu hu... ngenes banget si hidup lo Mayang... Mayang merintih dalam hati.


Entah sudah berapa jam lama nya Mayang menemani nyonya berbelanja.Dari baju,sepatu,tas dan aksesoris serta beberapa kebutuhan lainnya.Bagi Mayang yang bukan wanita gila belanja ini sungguh berlebihan.


Siapa bilang shopping itu bikin senang dan bahagia,tapi bagi ku ini menyiksa.Sebulan lebih terkurung di rumah tuan Brian ternyata membuat ku kurang gerak dan berolahraga sehingga membuat ku cepat lelah.Dan sekarang kaki ku pegal sekali. Mayang duduk beristirahat di sofa sambil sesekali memijat kaki nya.


Mayang memperhatikan Nyonya yang sedang sibuk berbicara dengan manager butik itu dari tempat nya duduk di sofa.Namun Mayang tak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Mayang tak ingin ikut campur urusan orang lain.


Tiba-tiba masuk seorang gadis cantik dengan rambut hitam lurus jatuh hingga ke bahu.Gadis itu tampak terlihat memilih-milih baju.Dan sesekali ia menanyakan pada karyawan butik itu mengenai pakaian yang ada di butik itu.Saat malihat nyonya,tiba-tiba saja dia menghampiri dan menyapa nona dengan akrab nya.mereka bahkan berpelukan.Terlihat sekali mereka sangat dekat.


Hati Mayang tiba-tiba tergelitik ingin tahu siapa dia.Mayang mengira dia lah kekasih Brian.Seketika jantung Mayang berdesir.Ada rasa tidak nyaman saat melihat kedua wanita itu dekat.Mayang meremas jemari nya nya sendiri agar ia bisa mengusir rasa tak nyaman ini.Bagaimanapun Mayang sadar bahwa dia bukan lah siapa-siapa di dalam keluarga Brian.


Dari tempat nya,Nyonya diam-diam memperhatikan Mayang yang seperti nya sedang kelelahan.Dia sedang duduk di sofa denan sesekali memijit kaki nya.Nyonya menghampiri Mayang dan menyodorkan air dingin untuk Mayang minum.


Mayang terjonjak spontan berdiri karena tak menyadari kedatangan nyonya.


"Mayang minum lah.. kau kelihatan lelah sekali..?Maaf ya membuat mu tidak nyaman."


"Maaf nyonya tidak begitu kok.Saya senang menemani nyonya,hanya saja saya belum terbiasa.Saya memang tidak terlalu suka belanja nyonya..."Mayang tersipu malu.


"Sudah dapat baju yang kau suka?"Tanya nyonya antusias.


"Tante... aku mau yang ini.."gadis itu mendekat dan menunjukkan pada nyonya sebuah gaun yang ia pilih."Cocok ga buat aku tante..."Gaya nya yang manja entah mengapa membuat hati Mayang terusik.Mayang merasa jengah karena gadis itu selalu menempel manja pada nyonya.


"Kau pasti akan selalu cantik mengenakan apapun juga Sella..."Jawab nyonya halus dengan menyebut namanya.


Oh jadi nama nya Sella.. Mayang mengingat nama itu di otak nya.


"Oh ya Sella ,kenalkan ini Mayang,,"Nyonya menunjuk pada Mayang."Mayang.. ini Sella."


Mayang seketika mengulurkan tangan mengajak sella untuk berjabat tangan.Tapi gadis itu tampak ogah-ogahan menerima uluran tangan Mayang.Sombong sekali dia.. Mayang hanya membatin.


"Dia siapa tante?"Tanya Sella dengan wajah judes.Menatap sinis pada Mayang.


"Dia yang menemani tante belanja.."Nyonya sempat bingung mau jawab apa.


"Oh,, aku pikir tadi karyawan tante."Desis nya lagi seperti tak suka dengan Mayang.


"Bukan.."Bantah nyonya seketika.


"Tante... kapan-kapan aku boleh main kerumah tante kan... kabar brian gimana tante?"Tanya gadis itu membuat Mata Mayang terbelalak.


Kalau kekasih nya mana mungkin nanya kabar,, lalu dia siapa?


"Boleh,, Brian juga baik kok."


"Udah lama aku gak ketemu sama Brian,,rasa nya kangen banget.."Gadis itu bicara sambil melirik Mayang seperti mengibarkan bendera perang.Mayang jadi menyimpul kan kalau gadis ini hanya sebatas suka pada Brian.


"Tante makasih untuk baju nya ya.. sella mau balik ke kafe lagi.."Sudah dapat barang langsung aja nyelonong pulang.Memeluk nyonya lalu pergi dengan tatapan sinis pada Mayang.

__ADS_1


"Dia itu teman nya Brian.."Nyonya menjelaskan tanpa Mayang tanya.lalu duduk di samping Mayang.


"Dia gadis yang cantik nyonya.." Puji Mayang.Tapi judes.


"Mayang,,Brian pernah mengajak mu kemana?"Mayang bingung nyonya tiba-tiba bertanya begitu.


"Saya hanya di rumah nyonya,,"Jawab Mayang polos.


"Dia juga tidak memberikan mu pegangan apa-apa?"Nyonya bertanya semakin penasaran."uang atau kartu misal nya?"


"Tidak nyonya, tuan Brian sudah mencukupi semua kebutuhan saya nyonya,jadi saya tidak membutuhkan apapun lagi.."


Terdengar desahan nafas nyonya,Wanita itu diam untuk sesaat.Tapi Mayang tak dapat menebak apa isi hati nya.


"Mayang kamu mau spa?"Nyonya tiba-tiba bicara dengan ceria lagi.Antusias sekali hingga mata nya terlihat berbinar.


Mayang bagai mendapat air di gurun pasir mendengar ajakan nyonya itu.Ia tak mau menolak kesempatan ini."Saya mau sekali nyonya.. kaki saya sudah pegal."


"Ayo."Nyonya besar bangkit lalu meraih tangan Mayang dan menggandeng nya menuju tempat spa yang tak jauh dari butik itu.Mereka di sambut oleh manager dan karyawan ditempat spa itu dan mendapat pelayanan VIP karena pemilik nya adalah teman nyonya besar.


Mayang dan nyonya terlihat menikmati pijatan demi pijatan hingga Mayang ketiduran.


Tepukan lembut di bahu membuat Mayang berjingkat."Mayang,kamu ketiduran..."Suara nyonya terdengar samar memenuhi gendang telinga Mayang yang masih belum seratus persen sadar dari tidur nyaman nya.


Mayang melempar pandangan ke sekeliling, ruangan yang tampak asing bagi nya.Lalu merasakan posisi nya yang masih tengkurap membuat nya teringat spa yang sedang di lakukan nya tadi.


Hah aku ketiduran!Kenapa sampai ketiduran si!Jadi nggak kerasa kan,pijatan enak tadi!


"Ayo kita berendam."Ajak nyonya dengan senyum karena melihat Mayang yang masih bengong.


Mayang berjalan mengikuti langkah kaki nyonya.Mayang memaki diri nya sendiri dalam hati.Bagai mana dia bisa seceroboh


ini si,ketiduran sampai majikan yang membangunkan.Mau ditaruh di mana


muka tomat mu itu Mayang!


Mereka berendam dalam bak yang sama.Dan dengan air yang sama.Nyonya besar memang wanita yang luar biasa.Beliau benar-benar tak membatasi apapun dengan Mayang membuat gadis itu merasa rikuh.


Setelah urusan kedua nya selesai di tempat spa itu,mereka lalu kembali ke butik tempat mereka membeli pakaian tadi.Semua nya sudah terbungkus rapi di paper bag.


Nyonya terlihat berpamitan dan melambai kan tangan nya pada semua orang di butik


itu.


Mayang merasa heran karena dia sama sekali tak melihat nyonya menyodorkan uang atau pun kartu untuk membayar.


"Nyonya besar,,"Tanya Mayang pelan.


"Ya Mayang,ada apa?"Nyonya yang semula berjalan di depan Mayang langsung berhenti dan berbalik kearah Mayang."Ada apa?Masih ada yang ingin kamu mau?"


"Bukan nyonya,,"Jawab Mayang spontan. "Maaf nyonya cuma mau tanya.Nyonya belanja sebanyak ini,tapi saya tidak melihat nyonya membayar nya..."Tanya Mayang agak takut.Tapi sedetik kemudian ia malah heran karena nyonya malah tertawa lucu.


"Mayang,, apakah kamu harus membayar saat kamu mengambil makanan dirumah mu sendiri?"


"Tidak."Jawab Mayang polos sambil geleng kepala.


"Jadi apa aku perlu bayar saat aku mengambil barang di toko ku sendiri?"Jawaban nyonya membuat Mayang terbelalak."Jangan-jangan kamu juga tidak tau kalau mall ini milik Brian??"


GLeek


Mayang menelan ludah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2