Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Mengobati Luka


__ADS_3

Mayang masih terduduk di bibir ranjang nya.Mata nya sama sekali belum mau untuk di pejam kan.Dia benar-benar sedang gelisah saat ini.Memikirkan apa yang baru saja ia alami.


Lelaki itu benar-benar semakin membuat nya penasaran.Ia masih tak habis fikir,kenapa tuan muda bisa sangat marah karena ia ingin membaca buku itu.Sebenar nya apa isi dari buku itu.Dia bahkan belum sempat membuka nya.


Mayang berpindah duduk di kursi meja rias.Ia tampak mengamati wajah nya dari pantulan cermin.meraba-raba seluruh wajah nya pelan.


*Sebenar nya ada apa dengan wajah ku..?Seperti nya biasa saja,,tapi kenapa tuan tak mau memandang ku.Aku tidak terlihat menyeramkan,,, malah dia yang terlihat seram dengan rambut gondrong nya itu,,


Untuk ke sekian kali nya tuan marah pada ku,,apa ini akan berpengaruh buruk nanti nya..


Setelah kejadian tadi,tuan tidak jadi masuk kamar nya,,lalu pergi kemana dia*??


Mayang bangkit dan berdiri.Ia berniat ingin keluar kamar, ke dapur atau kemana saja lah,, asal kan bertemu seseorang yang bisa ia ajak bicara untuk menghilangkan rasa penasaran ini.


Sukur-sukur kalau bertemu bu Kuswara. Diam-diam Mayang mengidolakan kepala pelayan itu.


Sebab kalau dia sendirian akan semakin tersiksa dengan semua tanda tanya di hati nya itu.


Saat sedang mencari-cari seseorang,Mayang di kejut kan dengan suara sepatu yang semakin dekat menuju ke arah nya.Memang belum terlihat karena masih terhalang dinding tembok.Tapi Mayang hafal betul itu suara langkah kaki siapa, dan tubuh nya mulai gemetar.


Sembunyi.aku harus sembunyi.Tapi di mana??


Tuhan tolong aku,semoga tuan tidak melihat ku di sini.


Langkah itu semakin dekat dan semakin dekat.Jantung Mayang berdetak semakin kencang.Ingin rasa nya berlari tapi kaki nya seperti tak bisa di gerak kan.Ia terpaku dan hanya bisa pasrah dengan menutup mata.


Menebak segala kemungkinan yang akan terjadi,sambil mengintip dengan menbuka mata nya sedikit.


Mayang sempat berfikir kalau tuan muda akan bereaksi ya paling tidak marah-marah atau apa lah,karena melihat Mayang ada di situ.Tapi ternyata tidak.Dengan datar tuan muda hanya melewati nya begitu saja.


Tapi apa itu? berwarna merah, seperti lebam.ada sedikit darah.Apa?!luka.Tuan terluka?!


Karena reflek Mayang berlari mengiringi Brian yang sedang berjalan agak gontai.Ia tampak menyentuh lengan Brian yang spontan di tepis lelaki itu.


"Lepaskan tangan ku!"Dalam keadaan begitu dia masih galak juga.


"Tapi tuan terluka!"ucap Mayang khawatir."Apa yang telah terjadi dengan tuan?!Di mana para pengawal tuan?"Karena berpikir kalau Brian baru saja di gebuki oleh orang jahat.


"Aku tidak papa,tinggal kan aku!"


"Tuan,, tolong biar kan saya mengobati luka anda,, anda terluka tuan!"Mayang memaksa.


Lalu membawa Brian masuk ke kamar lelaki itu.membimbing nya untuk duduk di sofa.


Mata mayang menyapu ke seluruh ruangan seperti ada yang di cari.

__ADS_1


"Tuan, dimana tempat kotak obat nya?"


Brian hanya menunjukkan telunjuk nya ke sebuah tempat di mana di situ letak kotak obat.


Dengan cekatan Mayang mengambil lalu mulai mengobati luka yang ada di wajah dan kedua punggung tangan Brian.


Dengan sabar dan telaten Mayang mengoleskan salep di akhir pengobatan nya.Dia tak berani berkata dan bertanya apa-apa.


"Kenapa kau mengobati luka ku?" tanya Brian dingin memecah keheningan yang tercipta sejak mereka masuk kamar itu tadi.Brian tidak bereaksi apa-apa sama sekali.Tidak nampak kesakitan atau pun merintih.Bahkan dia tidak melirik Mayang sekali pun."Bukan kah kau tau aku sedang marah pada mu!"


"Maaf kan saya tuan,, yang saya lakukan ini demi kemanusiaan.Tuan sedang terluka sekarang,, karena saya melihat,jadi saya punya jewajiban untuk mengobati anda."


Brian hanya terdiam,tiba-tiba dia merasa hati nya seperti teriris perih,dia merasa diri nya sangat jahat.Kejadian tadi masih menari di ingatan nya,kejadian sebelum ia memutuskan untuk menghukum dirinya sendiri.


*****


Tak sengaja mata nya tertuju pada benda yang sedang di peluk Mayang.


"Apa yang kau bawa itu?!"Pertanyaan yang mengintrogasi karena merasa familyar dengan barang itu.


"E ini buku tuan,,"jawaban spontan Mayang terlihat gugup."Saya dan bu kuswara tadi ke perpustakaan dan saya meminjam buku ini untuk saya baca..."


"Berani nya kau mengambil yang bukan milik mu!!"Bentak Brian seraya merebut buku itu dari tangan Mayang.gadis itu terlihat terkejut sekaligus ketakutan.Namun yang tampak terlihat jelas di wajah nya adalah bingung.


"Aku ingat kan padamu,,jangan menyentuh barang apa pun milik ku!!!"Bentak Brian sambil menuding tepat di depan wajah Mayang.


*******


Setelah selesai mengobati tuan muda,Mayang lantas mengembalikan kotak obat itu ke tempat nya semula.Lalu ia kembali ke sofa dan berdiri di sisi sofa.


"Tuan apa ada yang bisa saya bantu..?"Tanya Mayang menawarkan diri."Apa anda sudah makan?"


"Tidak terimakasih,"jawab Brian tetap dengan wajah datar."Kembali lah ke kamar mu."


"Baik tuan,terimakasih."Mayang membungkuk kan tubuh nya setelah itu pergi meninggal kan Brian sendiri di kamar itu.


"Siall!!"Suara teriakkan yang dibarengi dengan remote TV yang melayang ke udara sebelum akhir nya terhempas di lantai."Aku bahkan tidak berani menatap wajahnya..."Terdengar suara kesedihan yang selama ini tertahan.


Keesokan pagi nya,Mayang sengaja ke ruang makan untuk memastikan keadaan Brian.Saat ia datang,ternyata Brian belum turun untuk sarapan.Jadi ia menunggu sambil membantu pelayan menyiap kan sarapan sambil mengobrol dengan bu Kuswara.


Selama ini Mayang tidak pernah makan di ruang makan.Ia memilih makan di dapur bersama pelayan,karena banyak teman.


Mayang suka banyak teman.


Saat Brian turun untuk sarapan,,Mayang tampak berdiri di jajaran pelayan yang melayani Brian sarapan.Tapi Brian tak menyadari nya.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan muda,,"sapa bu Kus sambil menarik kursi yang akan di pakai Brian.


"Pagi bu Kus."Jawab Brian sambil duduk tanpa menoleh ke arah bu Kus.yxtg


"Selamat pagi tuan muda..."Sapa Mayang sumringah membuat Brian langsung menoleh ke arah nya karena tak menyangka kalau Mayang ada di situ.


Tanpa membalas sapaan Mayang,Brian mlengos dan melanjut kan makan nya.


Rapi sekali dia makan.. Mayang menggumam dalam hati.


"Aku paling tidak suka ada orang yang memperhati kan ku saat aku sedang makan."Kata Brian sembari menghentikan makan setelah beberapa suapan,tanpa melihat pada orang yang di tuju.


Mayang menoleh ke semua pelayan yang ada di situ,, dan semua nya tampak menunduk.


Apa memang hanya aku yang memperhatikan tuan?Jadi ternyata aku yang tuan maksud.


"iya kamu!"Kata Brian seolah bisa menebak isi kepala Mayang.


"Maaf kan saya tuan muda,saya tak akan mengulangi nya lagi."Mayang lalu menunduk.


"Apa kamu sudah sarapan?"


Apa!Dia bertanya pelan pada ku? "Belum tuan,saya sarapan nanti saja."


"Duduk di sini."perintah Brian tanpa memandang ke arah Mayang.


"Apa!Saya tuan?!"Mayang terkejut tak menyangka."A tidak ,terimakasih tuan.Saya sarapan nanti saja,,"Mayang menolak dengan halus.dia tidak percaya diri jika harus duduk bersama tuan muda.


Bu Kus menarik satu kursi di dekat Brian dan mempersilah kan Mayang duduk di sana.


Mayang terpaksa duduk disana supaya Brian tak marah.Mayang masih teediam si kursi itu.


"Makan lah."


"Ah tidak tuan,terimakasih,,tapi saya makan nanti saja.."


"Bukan kah kau kesini untuk makan bersama ku?"Kata Brian sambil tetap menyantap makanan nya dengan santai tanpa menoleh sedikit pun pada Mayang.


"Ah tidak kok tuan,, seperti nya anda salah faham.Saya kesini untuk...."Kata-kata Mayang terhenti saat Brian Berdiri,membuat Mayang reflek ikut berdiri."Anda sudah selesai sarapan tuan?"


Brian sama sekali tak menjawab pertanyaan Mayang.Mayang benar-benar tak mengerti apa yang ada di fikiran lelaki itu.Mayang mengikuti nya di belakang saat Brian berjalan keluar rumah menuju mobil yang sudah di siap kan sekretaris Billy.


Mayang masih berdiri di situ sampai mobil itu tak terlihat lagi.


*Walau pun dua gondrong tetapi dia tetap keren.perawakan nya memang sangat sempurna.Dia sebenar nya lelaki yang tampan...

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2