Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Memetik Bunga


__ADS_3

Mayang bermimpi sang pangeran yang selalu muncul dalam khayalnya. Dia datang dengan menaiki kuda kencana. Meraih tangan Mayang dan memeluknya dengan mesra. Sang pangeran tersenyum dan mengecup kening Mayang dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Gadis itu hanya tersenyum tanpa bisa berkata apa-apa. Ia terpesona dengan ketampanan sang pangeran. Ia terlena dengan sentuhan dan kehangatan tubuh pangeran.


Pangeran membenamkan wajah Mayang di dadanya. Sangat menenteramkan. Jemari mayang meraba tubuh pangeran dengan lembut yang membuat pelukan pangeran semakin erat. Tanpa sadar bibir Mayang meloloskan sebuah ******* saat jemari pangeran lembut membelai pipinya. Semilir angin pantai sejuk menyapa wajah.


Pangeran mencengkeram dagu Mayang dengan lembut agar menghadap padanya. Ia merapatkan pelukan, membuat wajah mereka hanya beberapa senti saja. Mayang memejamkan mata saat bibir pangeran akan ******* bibirnya. Tapi belum sampai bibir mereka bersentuhan Mayang sudah tersadar dari mimpinya.


Ahh kenapa mimpi itu muncul lagi seakan seperti nyata. Bahkan ini terasa lebih parah. Mayang bisa meraba dada bidang pangeran itu. Bahkan aroma wangi tubuhnya juga tercium.


Tapi bagaimana bisa! Sejak kapan halusinasi itu bisa diraba dan dicium aromanya? Dia tidak sedang bermimpi kan sekarang?


Tangan Mayang meraba sesuatu yang ia pikir itu bantal guling. Tapi kenapa bentuknya rata dan keras. Apa ini..? Mayang membuka mata seketika saat dia rasa aneh. Namun, seketika Mayang terlonjak dan refleks melompat dari ranjang. Ia membungkam mulutnya dengan jemari. Dengan mata membelalak, ia menggeleng tak percaya. Sambil memandangi tubuh yang terbaring itu ia pun gemetaran.


Apa yang baru saja kulakukan? Bisa-bisanya aku tertidur satu selimut dan berpelukan dengan tuan muda. Entah apa yang merasukiku, Tuhan! Apa kata ibuku nanti jika tahu anak gadisnya telah tidur berpelukan dengan lelaki yang bukan suaminya. Maafkan aku ibu, aku tidak melakukan itu.


Mayang segera berlari keluar dari kamar itu sebelum tuan muda bangun. Apa kata dia nanti jika sampai dia tau Mayang tertidur di kamarnya?


Dan sepeninggal Mayang dari kamar itu, seringai puas tercipta dari bibir Brian. Dia tidak benar-benar tidur rupanya. Dia tergelak mengingat ekspresi mimik wajah Mayang yang panik saat terbangun tadi.Dasar gadis bodoh. Bisa-bisanya dia tertidur seperti mati.


************


Malam ketegangan kini telah berganti pagi.Hingga matahari mulai meninggi Mayang masih enggan untuk keluar dari kamar nya.Ia tak ingin menemui tuan muda dulu ,sengaja ingin menghindar.Ia masih merasa malu dengan kejadian tadi walaupun tuan muda tak mengetahui nya.


Mayang ingin melupakan kejadian itu.Tapi bagaimana ia bisa lupa jika masih bertemu dengan tuan muda.Tapi tidak mungkon juga kan sepanjang hari dia akan mengurung diri di kamar.Perut nya saja sudah mulai keroncongan.


Dasar perut,kenapa kau susah sekali di ajak kerja sama si..


Akhirnya Mayang menyerah juga.Sia keluar kamar dengan mengendap-endap.Seperti pencuri saja.


Hari ini tuan ke kantor tidak ya.. Kalau ke kantor seharus nya sudah berangkat sejak tadi kan..


Mayang bernafas lega setelah sampai di dapur.Mayang tidak melihat Bu Kuswara di situ.Hanya nampak dua pelayan sedang menjalan kan tugas mereka.


"Apa kalian sudah sarapan..."


"Kami sudah nona,, Apa nona ingin sarapan sekarang.."pelayan itu sudah mau beranjal.


"Sudah kerjakan saja pekerjaan kalian,aku akan mengambil makanan ku sendiri.."


Mayang lalu duduk dan menikmati sarapan nya dengan santai,, Mungkin tuan sudah ke kantor sejak tadi.


Mayang sudah selesai dengan sarapan nya,lalu mengambil jus jeruk di gelas dan meneguk nya.


"Sudah selesai sarapan nya?"Tanya seorang lelaki di belakang Mayang.Mengejutkan Mayang hingga gadis itu tersedak.


"Uhuk-uhuk" Mayang terbatuk-batuk.Tuan,tolong jangan pegang-pegang saya.Saya jadi kikuk...


Brian menepuk-nepuk punggung Mayang yang membuat Mayang merasa lega.Tuan muda,,untuk apa dua di dapur. Mayang tak memperhatikan sikap para pelayan yang ternyata sudah bersikap hormat sejak tadi.


"Baru di tanya begitu saja sudah membuat mu tersedak."Brian mengejek Mayang yang masih terlihat bingung.


Karena anda mengejut kan saya tuan!


"Maaf tuan muda,kedepan nya saya akan berhati-hati."


"Ikuti aku."Brian meraih keranjang bunga kosong dari meja dan menyodorkan nya pada Mayang.Lalu berjalan meninggal kan mayang yang masih bingung.Matang menyusul nya kemudian dan berjalan di belakang Brian.

__ADS_1


"Mau kemana tuan..."


krik krik... tidak ada jawaban.


Selalu begitu kan.seenak nya sendiri.Dia punya rencana apa lagi untuk mengerjai ku ya..?


"Jam berapa tadi kau bangun?"Tanya Brian tanpa menoleh."Bisa-bisa nya seorang gadis bangun tidur saat matahari sudah diatas kepala begini..!"


Hey tuan!Pagi-pagi sekali aku sudah keluar dari kamar mu tau!Bagus lah,, berarti dia tidak sadar dengan kejadian semalam kan...


Maaf tuan,semalam saya sulit sekali tidur,dan baru terlelap saat menjelang pagi."


Cih!Bukan nya aku yang semalam kurang tidur karena lengan ku yang kram menahan berat kepala mu selama semalaman.Kau bahkan tidur nyenyak sekali seperti bayi.


Mereka sampai di taman.


"Petik bunga-bunga itu!"Perintah Brian pada Mayang.


Apa?!Anda tidak sedang ingin mandi kembang tujuh rupa kan tuan... Jangan bilang kalau kekayaan anda ini di dapat dari pesugihan!


"Apa yang sedang kau fikir kan?!"Tanya Brian setengah membentak karena melihat mayang melamun seperti sedang bertanya-tanya dalam hati nya.


"Ah tidak tuan..."Gelagapan.Tau saja dia kalau ada yang sedang aku fikirkan.


"Apa dengan tangkai nya juga tuan...?"


"Sebagian dengan tangkai panjang dan sebagian lagi ambil bunga nya saja."


"Tuan,, ini benar-benar perintah anda kan..."Ucap Mayang memastikan.Ia tidak ingin melakukan kesalahan lagi.


"Banyak nanya ya!Kalau aku bilang petik ya petik!"


"Tapi kali ini aku sendiri yang minta,jadi tidak akan ada yang marah pada mu."


"Baik lah tuan..."Mayang memulai memetik bunga.Ia tampak senang sekali.Iya,,, karena pada dasar nya semua manusia ber gendre wanita di muka bumi ini pasti suka bunga kan.. Mayang memilih bunga terbaik yang ia petik.Ia menggunakan gunting tanaman untuk memetik nya.


Brian tampak mengikuti Kemanapun Mayang melangkah,karena dia yang membawa keranjang nya.Diam-diam dia memperhati kan tingkah Mayang yang seperti anak kecil yang di ajak pergi ketaman bermain saja.


Sesekali dia juga mengambil foto Mayang dari kamera phonsel nya,tentu saja tanpa sepengetahuan Mayang.


"Tuan,,, boleh kah aku bertanya?"Tanya Mayang ragu-ragu.


"Apa?"


"Anda memetik bunga sebanyak ini,,untuk siapa...?"Mayang memberani kan diri bertanya.


"Menurut mu?"


"Saya tidak tau,,, makanya saya bertanya."Jawab Mayang polos."Apa untuk kekasih anda??"


"Tentu saja!"


Glek. Mayang menelan ludah."Oh benar kan yang saya duga..."Mayang tersenyum getir.Ternyata sudah tidak ada kesempatan lagi untuk jomblo seperti dia.Tapi Mayang lega akhir nya,,ternyata anda laki-laki normal tuan..


Mayang menemukan bunga yang terindah dari semua yang sudah ia petik.Muncul seringai jahat dari bibir nya.


"Tuan... boleh kah saya memberi hadiah pada anda..."Mayang menyembunyikan sekuntum bunga itu di balik punggung nya.

__ADS_1


"Apa?"Tanya Brian dengan nada mengejek.


"Taaraaaa...."Mayang mengeluarkan bunga itu dari balik punggung nya dan mempersembah kan nya pada Brian."Ini bunga yang paling terindah yang ada di sini tuan... untuk anda..."Mayang semakin dekat menyodorkan bunga itu pada Brian dengan kedua tangan nya.Lelaki di depan nya ini malah tergelak.


"Kau fikir aku ini perempuan apa pakai di kasih-kasih bunga segala!"Brian tak mau menerima.Kau lah bunga terindah itu Mayang...


"Tuan tidak mau...?"Tanya mayang dengan nada kecewa.


"Untuk mu saja."


"Ah benar kah tuan?? Terima kasih...." Gadis itu kegirangan dan segera menyelipkan di telinga nya.Tampak menghiasi rambut nya yang indah terurai."bunga nya cantiķ kan tuan..."Mayang menunjukkan bunga yang terselip itu Pada Brian.lelaki itu malah melengos.Tapi saat Mayang lengah,ia tampak mengambil foto Mayang dengan hiasan bunga itu.


Kedua nya lantas duduk bersantai di kursi panjang yang teletak di tengah taman.Mayang sudah mendapat kan banyak bunga dan seperti nya itu cukup.


"Apa kau bisa membuat buket dengan bunga itu?"Tanya Brian sambil mengamati Mayang yang sedang menyusun bunga yang bertangkai panjang.


"Tentu saja bisa tuan,, di jamin kekasih anda pasti suka.."Mayang tersenyum secerah mentari.Brian hanya mendengus mendengar ucapan Mayang.


"lalu yang ini untuk apa tuan,,?"Mayang menunjuk bunga-bunga yang sengaja di petik tanpa tangkai."Seperti mau di bawa ke makam saja..."Kata Mayang asal-asalan.Tapi begitu melihat air muka Brian yang langsung berubah,ia buru-buru mengalih kan pembicaraan."Oh bunga ini harum sekali tuan,,, cobalah anda cium..." Brian lagi-lagi cuma mlengos.Mayang manyun sambil menumpah kan bunga yang ia pungut untuk di sodor kan pada Brian tadi ke dalam keranjang lagi.


"Tuan..."


"Apa."


"Apa luka anda sudah sembuh..?"


"Seperti yang kau lihat."Jawab Brian santai tanpa memandang wajah Mayang.


Iya si, tuan terlihat baik-baik saja.Obat anda ampuh sekali ya tuan.. luka anda cepat sekali srmbuh nya. "Lalu kenapa anda tidak pergi ke kantor tuan..."


"Malas."


Enteng sekali dia bicara! Ya ya kau bos nya.. jadi suka-suka anda, iya kan pak bos... Mayang


Mayang sudah selesai membuat buket dari bunga yang ia petik sendiri tadi.Bruan juga tampak memperhati kan setiap gerakan Mayang saat membuat buket tadi.


Jemari yang lentik namun cekatan. Brian tampak santai dan menikmati kebersaman nya dengan Mayang.


Seperti nya dia sudah melupakan kejadian semalam saat ia marah-marah dan menyerang Mayang di tempat tidur.


"Tuan,, apa aku boleh meminta sedikit kelopak bunga ini.."Mayang menunjuk kelopak bunga yang ada di keranjang."Bukankah ini terlalu banyak,, tidak papa kan kalau aku minta sedikit saja..."


"Untuk apa?"Tanya Brian penasaran.


Mayang tak menjawab,Ia hanya senyum-senyum sambil menenteng keranjang bunga itu untuk ia bawa berdiri.mengeruk bunga-bunga itu dan melempar nya ke udara setinggi-tinggi nya.tubuh nya berputar-putar diterpa bunga-bunga yang tampak berjatuhan menimpa tubuh nya sebelum terjatuh bebas di tanah.


Ia tampak bahagia sekali,tanpa menyadari ekspresi senyum bahagia yang terpancar dari wajah lelaki yang tengah menatap nya dengan tatapan penuh cinta itu.


"Hey cukup bersenang-senang ya!"teriak Brian mengaget kan Mayang yang tengah asik dengan dunia hayal nya."Kau menghabis kan bunga nya tau! Dasar bocah...!"


"Maaf tuan muda, saya keasyikan..."Mayang baru menyadari jika bunga di keranjang itu semua sudah berpindah ke tanah."Tuan maafkan saya... biarkan saya memetik nya lagi untuk anda ya..."Pinta Mayang panik. Ia tak ingin tuan muda nya marah lagi.


"Ah nggak usah!Buang waktu saja."Air muka Brian tampak merengut membuat takut yan melihat nya saja.Brian meraih buket bunga itu lalu pergi meninggal kan Mayang yang masih berdiri mematung menatap kepergian Brian.


Dia marah lagi kan... kenapa aku selalu membuat nya marah.Bisa tidak si aku ini menahan diri sedikit saja saat bersama nya tanpa membuat nya marah.Padahal tadi aku senang sekali saat berhasil membuat nya tersenyum tadi walau cuma sedikit.


Mayang terduduk lemas di kursi sambil menatap bunga-bunga yang berserakan karena ulah nya itu.Huhh tepok jidat.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2