Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Menengok Ibu


__ADS_3

Pagi itu,seorang pelayan menemui Mayang agar menghadap tuan muda di ruang makan.


"Selamat pagi tuan..."Sapa Mayang pada Brian saat sampai di ruang makan.Walau sebenar nya masih bingung dan tak tau untuk apa ia di panggil.Seperti nya tuan muda sudah selesai sarapan nya...


"Duduk."Perintah Brian sambil melirik kursi di samping nya.


"Baik tuan,,terimakasih.."Mayang duduk dengan hati-hati.


"Apa kau sudah sarapan?"


"Belum tuan muda,nanti saja saya sarapan."


"Kau tau kenapa kau ku panggil kesini?"


"Tidak tuan."Kau saja belum mengatakan nya,mana mungkin aku tau...


"Hari ini aku mengizin kan mu menengok ibu mu di rumah sakit."


Mayang terlonjak kaget.Ia betul-betul tak menyangka lelaki di hadapan nya ini begitu baik."Tuan tidak bohong??" Tanya Mayang dengan ekspresi wajah bahagia yang tak terkira.


"Apa menurut mu aku ini seorang pembohong!"


"Tidak tuan.. bukan begitu maksud saya... Rasa nya seperti mimpi bagi saya.."Mayang menepuk-nepuk pipi nya sendiri.Sakit.berarti aku sedang tidak bermimpi.


"Kalau kau merasa masih bermimpi maka bangun lah,kau harus menghadapi kenyataan sekarang."


"Tuan terima kasih banyak atas kebaikan anda tuan.."Mayang menggenggam tangan Brian yang berada di meja makan.jari tangan yang indah untuk seorang laki-laki."Eh maaf tuan."Mayang melepaskan tangan nya karena melihat ekspresi wajah Brian yang pandangan matanya langsung tertuju pada jemari yang menggenggam nya itu.Mayang merasa sudah melewati batasan nya."Saya terlalu bahagia sampai saya lupa."


"Billy akan mengantar mu, dan juga beberapa pengawal."Brian menerus kan pembicaraan yang tadi sempat terpotong.


"Tuan.. itu terlalu berlebihan... saya bisa pergi sendiri kok.."Mayang menolak dengan halus karena merasa tak enak."Bukan kah sekretaris Billy harus bekerja dan menjaga anda.."


"Aku tidak perlu di jaga."Sanggah Brian. "Apa kau ingin kabur?"


"Ah tentu saja tidak tuan..."Mayang terkejut dengan perkatan Brian.Jadi teringat kejadian beberapa hari yang lalu.


"Apa kau lupa kejadian waktu di stasiun?!"


Apa!jadi anda tau?!Apa waktu itu sekretaris Billy memang sudah memantau ku sejak lama..


"Apa mereka itu pacar mu???"Kata-kata Brian sedikit menggoda.


"Tentu saja bukan tuan... saya bahkan tidak mengenal mereka." Kalau memang pacarku,untuk apa juga aku pukul.


"Nanti Billy akan menjemput mu,, jadi bersiap lah."Kata Brian sambil bangkit dari duduk dan bersiap untuk berangkat ke kantor.


"Baik tuan muda."Mayang juga reflek ikut berdiri.dan mengikuti Brian keluar rumah.


Mayang memperhatikan Brian yang berjalan terlihat santai namun langkah nya begitu cepat.Badan nya tinggi dan tegap.Tuan.. anda keren sekali...


Billy tampak sudah menunggu Brian di samping mobil.Terlihat ia menyapa tuan muda lalu membukakan pintu mobil untuk bos nya itu.Dan mobil itu melaju meninggal kan rumah besar itu.

__ADS_1


*************


Mayang sudah berada di dalam mobil yang melaju kencang menuju ke rumah sakit di mana ibu Mayang di rawat.Mayang duduk di belakang supir,dan di samping nya sekretaris Billy yang memakai kaca mata hitam tampak sibuk dengan hp nya.Dan di belakang,mobil yang di tumpangi para pengawal tampak mengiringi mobil yang di tumpangi Mayang.


Mayang sesekali melirik pada lelaki yang tampak sedang serius itu.Di manapun ia berada,hanya pekerjaan lah yang ia pikir kan.


"Keren sekali dia..."gumam Mayang dalam hati.


Mayang segan untuk bertanya banyak pada lelaki ini,karena dia tak banyak menjawab atau terkadang malah bungkam saat di tanya mengenai yang bukan menyangkut masalah pekerjaan nya.Mayang pernah menanyakan perihal kemarahan tuan muda yang menurut Mayang aneh itu,Billy pun tak mau buka suara.


Mayang sebenar nya penasaran juga dengan kehidupan pribadi kedua orang itu,apa mereka mempunyai kekasih.. atau bahkan sudah beristri mungkin.Mayang benar-benar tak tau kehidupan Billy di luar tugas nya sebagai sekretaris Wahana group.


Tapi yang jelas Mayang ketahui hanya tak tampak ada wanita,atau pun tuan muda membawa wanita kerumah nya selama Mayang tinggal di situ.Atau mungkin karena terlalu besar nya rumah itu sehingga Mayang tak melihat nya.Tapi memang selama ini tuan selalu melakukan apapun sendiri.Hanya sekretaris Billy yang selalu mendampingi nya kemanapun ia pergi.


Lalu baju-baju mewah dan mahal yang waktu itu ku lihat itu milik siapa??


Sepanjang perjalanan itu,hanya keheningan yang tercipta.Hingga mobil berbelok ke sebuah rumah sakit besar di kota itu.


Semua tampak turun dari mobil kecuali supir.Para pengawal juga sigap mendekat ke arah Mayang dan Billy.


Apa-apaan kalian,aku tak akan kabur lagi...


"Sekretaris Billy terima kasih sudah mengantar.Silahkan kalian beristirahat selagi saya di dalam.."Mayang berharap tidak ada yang mengikuti nya masuk.


"Maaf mayang,,tuan muda menugaskan saya untuk menjaga anda sampai pulang nanti dan mengikuti kemana pun anda pergi."


"Apa!bukankah itu terlalu berlebihan!Aku bukan nona-nona yang harus di jaga dengan ekstra seperti ini.kalian bisa mengganggu kenyamanan rumah sakit ini nanti.. belum lagi bagaimana kalau ibu sampai shok melihat kalian."gumam mayang dalam hati.


"Sekretaris Billy percayalah... saya tidak akan kabur. Sungguh...."


Mayang tidak bisa menolak lagi pada lelaki satu ini.Dia juga tetap akan kalah jika itu menyangkut dengan tugas dari tuan muda.


Billy kemudian membuka bagasi mobil nya.Tampak didalam nya terdapat keranjang buah-buahan serta aneka kue dan minuman.


Mayang lagi-lagi di buat terharu oleh para lelaki yang begitu teliti memikir kan nya.sampai hal seperti ini pun tak terlewat kan oleh mereka.Mayang saja tak sampai memikirkan hal itu.


Akhir nya Mayang beserta rombongan memasuki lobi rumah sakit,dan bertanya pada resepsionis ruangan mana tempat ibu di rawat.Lalu mereka berjalan menuju ruangan yang di tunjukkan resepsionis.


Benar saja,hal ini menarik perhatian orang-orang di rumah sakit itu.Semua mata tertuju pada Mayang yang di kawal lima orang itu.Terlebih lagi para pengawal itu berbadan tegap berpenampilan rapi dengan stelan jas nya.Dan di telinga mereka terpasang airphon untuk menunjang komunikasi mereka.


Mayang sebenar nya merasa malu dan tak nyaman dengan keadaan ini.Ada juga orang yang berbisik membicarakan mereka.Entah apa yang mereka fikirkan tentang Mayang.


Tapi ke lima orang pengawal ini acuh dan tak mempedulikan mereka.Mereka hanya berpikir menjalan kan tugas saja.


Sampai di sebuah ruangan, Mayang mengetuk pintu,dan membuka nya pelan, tampak ibu sedang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit itu.Ayah dan Weni terlihat sedang menjaga ibu.Mereka serentak menoleh ke arah pintu,


saat mendengar suara dari sana.


Mereka sangat terkejut tak menyangka jika yang datang adalah Mayang.Karena mereka berfikir yang datang tadi adalah dokter yang akan memeriksa ibu.


Mayang berlari memeluk ibu yang tampak terkejut namun bahagia.Mereka berpelukan melepas rindu dengan berurai air mata,mengingat perpisahan mereka beberapa waktu lalu adalah perpisahan yang memilukan.

__ADS_1


Pandangan keluarga yang sedang merayakan pertemuan yang bahagia itu tertuju pada lelaki yang baru masuk mengikuti Mayang.


Mereka masih ingat siapa lelaki itu.Lelaki yang menakut kan yang mengambil paksa putri sulung mereka.


Billy menyadari kalau orang tua dan adik Mayang tampak ketakutan menatap diri nya.


Ia pun tau bagaimana harus bersikap.


"Selamat pagi bapak anwar beserta ibu,saya sekretaris Billy,saya mendapat tugas dari tuan muda Brian untuk menemani Mayang menjenguk ibu."Kata Billy sopan,berbalik seratus persen dari beberapa waktu lalu yang mirip seperti harimau kelaparan,yang siap menerkam mangsa nya."Silah kan pak Anwar sekeluarga bersikap seperti biasa dan abaikan keberadaan saya.Saya hanya menjalan kan tugas di sini."Sekretaris Billy siaga berdiri di samping pintu.


Mayang mendekat pada Billy."Maaf sekretaris Billy,apakah anda tidak ingin beristirahat atau minum dulu di kafe,,,"Mayang mencoba membujuk."bukan kah anda merasa lelah setelah perjalanan jauh.."kata mayang sambil tersenyum secerah mentari.


"Tidak Mayang,saya tidak lelah.."Billy juga tak kalah ceria.


Akhirnya keluarga itu benar-benar mengabaikan keberadaan sekretaris Billy.


mereka bercengkrama seperti biasa,seperti tak terjadi apa-apa.


"Kakak,,sekretaris nya aja ganteng gitu..trus gimana bos nya..."Bisik Weni pada Mayang sambil senyum-senyum setelah curu-curi pandang pada Billy.


"Pasti nya lebih ganteng dong.."Bisik Mayang pula.Huh.. Padahal kalau kamu tiba-tiba melihat dia dihadapan mu,bisa-bisa kau lari sampai terbirit-birit karena melihat rambut nya yang gondrong itu. "Kau suka pada nya?"Mayang melirik sejretaris Billy.


"Enggak ah,terlalu serius udah gitu super galak lagi.."Weni masih berbisik.


"Bukan nya tadi kamu bilang ganteng,, ku kira kamu suka..."


"Enggak ah,buat kakak aja.Lelaki seumuran dia cocok dan pas buat kakak."


"Ya nggak mungkin lah aku sama dia,, aku bukan level dia.Au cuma cewek kampung."


"Siapa bilang, kakak yang sekarang cantik banget kali..."


"Biasa aja tuh.."


"Kakak,apa kau betah disana,,"Weni bertanya agak khawatir.


"Tentu saja,mereka memperlakukan kakak dengan baik kok."


Weni tersenyum.Melihat penampilan kakak nya dari ujung rambut sampai ujung kaki,tampak berbeda dengan penampilan nya yang dulu.Semuanya barang-barang banded yang ia pakai.memakai jam tangan mewah,tas mahal pakaian mahal.Dan rambut nya yang panjang dan indah di biarkan tergerai dengan hanya memakai jepit kecil sebagai hiasan.Kalau dulu di rumah ia selalu mengikat rambut nya seenak nya saja.Kakak yang sekarang benar-benar berbeda."Aku percaya kok kak..."Weni memeluk Mayang dengan penuh kasih sayang.


Brian yang sedang berada di kantor itu bahkan bisa menyaksikan semua kejadian itu melalui layar phonsel nya.Entah apa yang sudah di lakukan Billy,bahkan keluarga itu pun tak ada yang menyadari nya.Brian tampak tersenyum menonton video itu.


Saat berpamitan,ibu sempat menahan Mayang untuk menginap,karena ibu masih rindu,tapi mayang menolak dengan alasan sibuk.


Maklum Mayang mengaku kalau diri nya di jadikan karyawan di Wahana group.Habis lah aku nanti kalau pulang-pulang tidak membawa gaji.Ibu,,maaf kan putri mu ini karena telah berbohong..


Acara pertemuan keluarga pun selesai.Kini Mayang kembali lagi ke habitat nya,yaitu terkurung di sangkar emas.Padahal dulu dia yang paling tidak suka jika melihat ada burung yang di kurung di dalam sangkar,walaupun itu milik ayah nya sendiri.


Tapi kini ia sendiri lah yang malah terjebak di sangkar emas itu sendiri.


Mobil rombongan pun pergi meninggal kan rumah sakit.

__ADS_1


Tampak bulir-bulir air mata menetes membasahi pipi Mayang begitu mobil yang ia tumpangi itu melaju kencang.Entah kapan lagi ia bisa bertemu dengan keluarga nya lagi.Atau mungkin itu tak kan pernah terjadi lagi...


Bersambung


__ADS_2