
Mayang mengerjapkan mata untuk mengembalikan kesadaran nya saat terbangun pagi ini.Ia menggeliat meregangkan otot-otot tubuh nya yang merasa sedikit kaku.
Seketika ia terperanjat terkejut lalu spontan bangun dan terduduk.Mengedarkan pandangan nya ke sekeliling.Dan terheran.Bagaimana bisa dia terbangun di kamar ini?Padahal ia ingat betul semalam ia tertidur di mobil Brian.Apa jangan-jangan... Seketika Mayang reflek membungkam mulutnya sendiri yang tiba-tiba ternganga karena terkejut memikirkan sesuatu.
Mayang tiba-tiba panik.Bagaimana kalau tuan Brian benar-benar menggendong nya kemari?Jarak antara halaman depan dengan kamar ini kan jauh sekali!Benar-benar memalukan.
Mayang bergegas bangun dan berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Karena matahari sudah merangkak naik menembus awan memancarkan sinarnya yang keemasan.
Karena keterlambatan nya bangun hari ini membuat Mayang bingung untuk memulai hari nya pagi ini.Ia memutuskan melangkahkan kaki nya menuju ke dapur.
Walaupun mungkin semua orang penghuni rumah ini sudah selesai dengan sarapan nya dan meninggalkan ruang makan,tapi Mayang bisa mengisi perutnya yang mulai keroncongan karena cacing-cacing didalamnya yang mulai protes itu di dapur.
Pelayan membantu menyiapkan sarapan untuk Mayang begitu tau gadis itu belum mengisi perutnya.Mayang tak busa berlama-lama menikmati sarapan nya,ia harus segera menghampiri Bella dan nyonya di ruang kerja untuk membantu mereka.Sepertinya pagi ini Mayang harus memasang muka tembok untuk menahan rasa malu nya teramat sangat.
Mayang bisa bernafas lega karena hanya Bella yang ia temui di ruang kerja.
"Nyonya dimana?"Bisik Mayang pada Bella dengan pandangan waspada mengedar ke seluruh ruangan.
"Lagi sama Sella ambil cemilan."Jawab Bella yang masih asik memainkan ponsel nya.
"Sejak kapan Sella disini?"
"Sejak tadi.Aku belum datang dia sudah disini."Bella menunjukkan ekspresi keheranan."Sepertinya semangat sekali dia.Apa dia tidak punya pekerjaan sampai-sampai sudah berada di sini di pagi buta begini."Bicara dengan nada tidak suka dengan Menatap Mayang.
Pagi buta?
Mayang menilik jam tangan nya menunjukkan pukul sembilan pagi."Bella,matahari sudah setinggi ini kau bilang pagi buta!Kau menyindir ku ya??"Mayang menyenggol bahu Bella sambil tertawa masam.
"Haha tidak,,, aku sedang membicarakan Sella."Bella Ikut tertawa garing."Kau sendiri kenapa baru keluar dari kamar?"Bella asal bertanya.Dia tidak tau apa yang dialami Mayang dan Brian setelah keluar dari resto itu.Karena dia sendiri juga sibuk makan besar dengan kekasih nya tercinta.
"Tidur ku terlalu nyaman semalam."Mayang nyengir.
"Benarkah?"Bella spontan menoleh ke menatap Mayang."Apa perut mu tidak mulas?"
"Tidak.."Mayang menggeleng."Apa kau mulas?"
"Hah kau tau, sepagian ini aku sudah tiga kali bolak balik toilet."Bella menyebikkan bibir nya.
"Apa?"Mayang menautkan alis nya lalu tertawa."Kau menghabiskan semuanya setelah ku tinggal kan?!"Mayang menebak.
"Tentu saja tidak!"Bantah Bella seketika."Tapi sisa nya aku bungkus."Bella tersenyum sambil menaikkan alisnya.
__ADS_1
"Haha enggak mau rugi ya..."Mayang menebak sambil tertawa.
"Jelas lah!Masih banyak banget kan sayang kalau di tinggal.Dan di rumah aku bisa makan sepuasnya.. hahaha."
"Yah bagi dong,, aku saja belum puas.."Mayang memasang wajah sedih yang seketika membuat Bella merasa bersalah.
"Ya.. sudah habis.. Ayah ibu ku juga ikut makan."
"He jangan sedih begitu."Mayang mencubit pipi Bella yang seketika membuat mimik wajah gadis itu berubah tersenyum."Aku kan hanya bercanda.."
"Ehem!"Suara deheman keras yang terdengar dari pintu membuat Mayang dan Bella spontan menoleh ke arah sumber suara.
"Lagi kerja apa lagi ngobrol ya?!"Sella sengaja bicara dengan ketus untuk menyindir.Namun pandangan nya menatap mayang dengan pandangan tak suka nya.
"Ya kerja lah.. "Sahut Bella seketika tak kalah sengit."Orang lagi kerja nggak perlu harus membisu juga kan.."
"Kalau kerja itu yang fokus!Bangun nya pagi.Bukannya malah bangun ketika matahari sudah di atas kepala!"Sella semakin meninggikan suara nya.Berharap seseorang yang ia sindir merasa.
Kalimat yang di lontarkan Sella benar-benar menohok hati Mayang.Ternyata dia sengaja menyindir.Tapi Mayang mengacuh kan nya dan tak terpancing begitu saja.Ia hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun.
"Mentang-mentang,"Sahut Bella cepat."Palingan juga baru sekali bangun pagi."Sambung Bella lagi dan kata-katanya di tujukan pada Sella.
"Pergi sana yang jauh!"Teriak Bella dengan pandangan mengiringi langkah Sella yang kemudian menghilang di balik pintu.
"Bell,ku fikir kau berteman akrap dengan Sella,tapi kenapa bicara mu seperti itu?"Mayang akhirnya bertanya karena merasa heran dengan hubungan kedua gadis yang sempat ia fikir berteman baik itu.
"Tadinya si begitu,tapi lama-lama aku jadi malas dengan sifat buruk nya."
"Maksud kamu?"Mayang terlihat penasaran.Namun belum sempat Bella menjawab,Ratih terlihat muncul memasuki ruangan dan diikuti sella.
"Bella,ini uang untuk pembayaran barang yang akan datang nanti ya,"Ucap Ratih seraya memberikan amplop berwarna coklat yang berisi segepok uang."Mereka minta kes dan akan di ambil siang nanti."
"Baik nyonya."Jawab Bella setelah menerima amplop itu dari tangan Ratih lalu menaruh nya di dalam laci.
"Mayang,ini tas kamu tertinggal di mobil Brian."Ratih menyerahkan sebuah tas kepada Mayang.Dan gadis itu dengan cepat berdiri dari duduk nya.
"Terimakasih nyonya,"Mayang menerima tas itu dengan kedua tangan nya.Menatap wajah Ratih untuk melihat ekspresi nya namun tak terlihat ada gurat kemarahan di sana.
"Kok bisa tante?!"Sella yang berada di belakang Ratih tiba-tiba menyela.Ia tampak heran.Ia berfikir bagaimana bisa tas Mayang tertinggal di mobil Brian.Sella tampak menatap Mayang dengan wajah sengit.
"Iya semalam waktu Brian jemput Mayang."Ratih berusaha menjawab walau tak terperinci."Emm... kamu jadi mau bantuin tante siapin makan siang?"Ratih mengalihkan topik pembicaraan agar gadis yang terlihat tak suka ini berhenti bertanya."Tadi Brian telepon katanya mau makan siang disini."Ratih mengerlingkan mata.
__ADS_1
"Mau.. aku mau tante."Sella tampak antusias.Ia terlihat sekali merasa bangga.Dan pada saat akan meninggalkan ruangan itu pun ia terlihat menunjukkan seringai jahatnya terhadap Mayang.Seperti terlihat jelas di wajahnya bahwa ia secara terang-terangan mengibarkan bendera perang.
Tapi Mayang terlihat tak ambil pusing dengan tingkah aneh Sella itu.Ia hanya tersenyum santai lalu merogoh sesuatu dari dalam tas nya.Apa lagi kalau bukan ponsel nya.Ia rindu benda berbentuk persegi panjang itu.
Mayang duduk di sofa setelah meletakkan tas nya di meja.Ia membuka pengaman ponsel itu dengan sidik jari nya.Lalu dengan cekatan ia memainkan ponsel nya itu.Terlihat ada beberapa nitifikasi yang masuk.Ia kemudian membaca beberapa pesan masuk dan setelah itu membalas nya.
"May aku mau ke depan sebentar ada yang mau aku ambil."Bella berbicara seraya berdiri dari duduk nya.
"Aku ikut dong..."Mayang pun ikut berdiri lalu mengayunkan langkah nya mengikuti Bella.Namun ia masih terlihat tetap asik dengan ponsel nya.
Keduanya berjalan beriringan sembari sesekali bercanda.Namun tiba-tiba Mayang menghentikan langkah nya.
"Bell aku balik ke ruang kerja bentar ya,,, ada yang tertinggal."Mayang lalu berlari meninggalkan Bella sendirian di sana.
Saat sampai di depan pintu ruang kerja,Mayang menarik lagi kaki kanan nya yang telah memasuki ambang pintu lalu melindungi dirinya di balik pintu itu.Ia membulatkan matanya seketika saat melihat sesuatu yang sulit ia percaya.
Sella!Untuk apa dua mengambil amplop berisi uang itu?Bukankah dua berasal dari keluargakaya?Lalu untuk apa dia mencuri?Bukan kah perekonomian keluarga nya terbilang sangat mewah?!
Mayang memilih segera pergi dari situ sebelum Sella melihatnya.Ia berlari menyusul Bella yang sepertinya berjalan ke arah depan.Karena tak mendapati Bella disana akhirnya Mayang memutuskan untuk melihat bunga-bunga di taman yang sedang bermekaran sembari menghirup sejuknya angin yang berhembus di balik rimbun nya pohon mangga yang mulai berbunga.
Mayang lalu duduk di kursi taman yang berada di situ.Sekelebat bayangan tentang Sella yang dilihatnya tadi masih mengganggu fikiran nya.
"Ngapain kamu disini?"
Suara yang terdengar tiba-tiba terdengar dari arah belakang nya membuat Mayang terlonjak.Terlebih lagi melihat siapa yang datang.Ia lalu mengelus dada nya karena merasa jantungnya hampir copot karena terkejut.
"Bukan nya kerja!"Sella berjalan mendekati Mayang yang masih berdiri di tempatnya dan terlihat tak bergeming.
"Kamu sendiri ngapain disini?"Mayang balik bertanya."Bukannya tadi bilang mau masak ya?"Sambung nya lagi sambil tersenyum remeh.
"Tentu saja untuk menyambut calon suami ku dong...!Sebentar lagi dia datang untuk makan siang bersama ku.."Sella berbicara dengan penuh rasa bangga.menegakkan kepalanya yang semakin menunjukkan keangkuhan nya.
"Oh jadi ini calon istri tuan Brian?"Mayang lagi-lagi bicara dengan suara meremehkan.Sengaja ia ingin memancing kemarahan Sella."Tapi ku lihat kau tidak benar-benar tulus mencintai calon suami mu??"Mayang menarik sudut bibirnya.
"Apa kau bilang!"Sella bereaksi cepat.Ia terlihat mengepalkan tangan nya."Apa kau fikir aku hanya menginginkan hartanya begitu?!"
"Aku tidak bilang begitu.. tapi kau sendiri yang mengatakan nya kan??"Mayang menjawab dengan enteng."Apa kau akan menggunakan segala cara untuk mendapat kan tuan Brian..?"
"Berani nya kau!"Sella hampir saja melayangkan telapak tangan nya ke arah pipi Mayang namun urung di lakukan nya karena muncul sebuah motor besar yang tampak melaju memasuki gerbang.
Perhatian keduanya terfokus pada pengendaranya yang terlihat memakai jaket kulit berwarna hitam dan melindungi kepalanya dengan helm berstandar internasional.Motor itu semakin mendekat lalu berhenti di antara keduanya.
__ADS_1