Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Kejutan Brian


__ADS_3

"Saya hanya ingin berterima kasih pada Tuan Muda karena begitu baik pada saya dan keluarga," ucap Mayang masih dengan kepala tertunduk.


"Hanya itu?" tanya Brian dingin. Posisinya masih membelakangi Mayang. Ia tak ingin wajah memerahnya terlihat oleh gadis itu.


Mayang berfikir dan mencoba mengingat lagi apa yang masih kurang. Setelah beberapa saat, barulah ia mengerti apa yang dimaksudkan Brian barusan.


"Dan maafkan saya karena telah lancang karena memeluk Anda. Sungguh. Ini tidak ada unsur kesengajaan. Saya hanya refleks karena terlalu bahagia."


Brian tampak menghela napas sebelum berbicara.


"Baik lah, aku maafkan."


Brian lalu berbalik badan. Namun wajahnya terlihat datar tanpa ekspresi. Ia lantas berlalu begitu saja tanpa permisi. Bahkan tubuh Mayang sampai terhuyung dan nyaris limbung sebab bahu kokoh Brian tanpa sengaja menyenggolnya selagi bersisian.


Aow, hahuku.


Mayang mendelik sambil menoleh menatap Brian yang terus saja berlalu.


Hey, Anda baru saja menyakiti bahu saya. Mana itikad baik Anda setelah mencelakai wanita? Hey!


Karena tak ada reaksi apa-apa dari Brian dan pria itu justru berjalan ke arah pintu utama, Mayang pun segera berlari dan menyusul pria gondrong itu.


"Tuan. Tuan mau kemana?" tanyanya penasaran.


"Ke mana lagi, ya pulang, lah!"


"Pu–pulang?" Mayang tercekat.


"Iya. Untuk apa aku berlama-lama disini. Apa kau pikir aku akan tetap di sini menemanimu begitu?" Nada bicara Brian terdengar agak ketus.


"Tidak tuan maaf kan saya." Mayang langsung tertunduk lesu.


"Hemm. Baik-baik di sini, ya. Buat para buaya itu tunduk dan mau jadi temanmu."


Mayang sontak mendelik. Ia kemudian memberengut takut. Lagi-lagi Brian sengaja mengatakan perihal buaya demi untuk membuatnya takut dan itu berhasil.


Brian yang menangkap ekspresi Mayang hanya bisa tertawa dalam hati. Ia pun kembali melajukan jalan dan memanggil Billy yang ada di luar.


"Kita pulang, Bill!"


Billy yang saat itu sedang berbincang dengan anak buah yang berjaga di sana langsung beranjak menghampiri Brian. Ia melempar pandangan pada Mayang sebentar, lalu menyusul Brian yang berjalan duluan.


Dari tempatnya berdiri, Mayang hanya bisa menatap nanar kepergian dua orang itu dengan jemari saling meremas. Hingga ... helikopter itu benar-benar pergi.

__ADS_1


Bersamaan dengan terbangnya heli itu, maka terbang pulalah harapan Mayang untuk meninggalkan tempat itu. Tanpa terasa, bulir-bulir air mata langsung menetes tanpa dipinta.


Ia teringat kata-kata tuan muda sebelum ia pergi tadi.Buaya... Apa!Buaya! Sesaat kemudian ia sadar diri nya masih berada di luar vila.Mayang buru-buru berlari masuk kedalam vila sebelum buaya-buaya itu datang memangsa nya.


*******


Di helikopter,Brian menyempat kan untuk melihat Mayang dari kaca sebelum ia pergi meninggal kan tempat itu.Terlihat sekali wajah Mayang tampak sedih sebelum akhir nya wajah itu tak terlihat lagi karena helikopter sudah membawa diri nya terbang jauh.


Kini wajah Brian tampak murung seketika.Ia hanya diam menatap keluar dari kaca helikopter.Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut nya sepanjang perjalanan itu.Hingga helikopter itu mendarat di atap rumah nya yang memang sangat luas dan sebagian di gunakan sebagai helipad.


Billy mengerti apa yang sedang di pikirkan tuan nya.Ia melihat dengan jelas tadi saat tuan muda nya menatap Mayang dengan sangat iba sesaat sebelum mereka bertolak pulang.Lalu hingga kini wajah itu masih terlihat murung.


"Apa tuan akan mandi sekarang.."Tanya Billy saat mereka berdua sudah sampai di kamar Brian."Baik lah,akan saya siap kan air nya."Ucap Billy setelah melihat anggukan dari tuan muda nya.


Billy lalu masuk ke kamar mandi lalu mengisi air hangat di bathtub untuk tuan nya berendam.Ia juga tak lupa memasukkan sabun dan aroma terapy ke dalam nya.


"Air nya sudah siap tuan muda."Kata Billy pada lelaki gondrong yang sedang duduk bersandar dengan mata terpejam di sofa.


Brian bangkit dari duduk nya,menyeret kaki nya menuju kamar mandi.


Billy menyiap kan baju ganti untuk tuan muda nya selagi bos nya itu sedang mandi.Agak lama Billy menunggu tapi Brian belum tampak keluar juga dari kamar mandi.


Tok tok.. Billy mengetuk pintu kamar mandi.


Memang kadang-kadang mereka menobrol saat Brian sedang ingin berendam dan membutuh kan teman bicara.


"Tidak Bil,pulang lah!"Terdengar suara dari dalam. "Aku sedang ingin sendiri sekarang."


"Baik tuan muda,saya permisi."Ucap Billy lalu keluar dari kamar tuan muda nya.Menutup pintu dulu sebelum ia meninggal kan tempat itu.


Brian menyandarkan kepala nya di tepi bathtub.Memejam kan mata nya agar merasa rilex.Tapi bayangan wajah sedih Mayang tak mampu ia hapus begitu saja.


Kenapa wajah itu muncul lagi... Setelah mati-matian aku berusaha melupakan.Bagaimana bisa dua orang yang berbeda bisa memiliki wajah yang hampir serupa.


***********


Mayang sudah masuk ke dalam vila.Lalu melongok keluar jendela.Tidak ada buaya yang mengikuti ku kan... gumam nya dalam hati.Ia terduduk lemah di sofa.Menghela nafas panjang.


*Kenapa aku semakin tidak betah saja berada di sini.Padahal tempat nya sangat nyaman dan indah.Tempat ini sebenar nya sangat cocok untuk berbulan madu atau berlibur.Atau sekedar untuk menenangkan diri.Tempat nya sangat tenang dan jauh dari perkotaan.Tapi percuma kan kalau banyak buaya nya!


Sehari di sini sama seperti sebulan rasa nya.Lalu sampai kapan aku akan terus di asing kan disini?!Sekedar menghirup udara untuk bernafas saja aku merasa tak tenang.


Aku memang belum melihat satu buaya pun disini.Tapi orang kaya seperti tuan muda itu bisa saja memelihara buaya di danau ini untuk menghalau penyusup yang akan datang kesini.

__ADS_1


Aahhh kenapa kata-kata tuan muda tentang buaya itu selalu menghantui ku?!


Ini rasa nya bukan lagi takut seperti yang di rasakan anak-anak saat di takut-takuti ada hantu.Tapi lebih dari itu.


Kalau cuma di takuti hantu mah,tinggal baca doa sambil merem,, buka mata hantu nya udah ilang.. Lah kalau buaya... misal ada buaya di depan kita,, kalau berdoa nya sambil merem,, pas buka mata ehh tau-tau udah di dalam perut buaya! Lebih serem mana coba..


Rasa nya ingin nangis darah kalau sampai buaya itu benar-benar muncul*.


Mayang tak bisa membayang kan jika benar-benar buaya itu muncul,siapa yang akan menolong nya.Pelayan-pelayan yang bisa nya hanya membisu setiap kali di tanya perihal buaya sudah pasti tak akan menolong nya.


Apalagi para penjaga itu.Mereka hanya seperti patung yang hidup.Mayang benar-benar merasa sendirian di sini,walaupun sebenar nya ada banyak orang yang menjaga dan melayani nya.


Mayang menyeret kaki nya berjalan menuju ke kamar.Ia ingin berebah dan beristirahat.Bukan badan nya yang lelah,tetapi fikiran nya.


Setelah sampai di kamar,Mayang terkejut sekali gus bahagia melihat buku-buku berjejer tertata rapi di rak.Ia ingat betul semula tidak ada satu buku pun di situ,bahkan begitu juga rak nya.Mayang terlihat senang sekali,di hampiri nya rak buku itu.Ia meraba buku itu satu persatu.Ia tak pernah menyangka tuan muda sebaik itu.


Dia sudah mengirim kan hadiah untuk ibu supaya ibu tenang dan tak berpikir yang buruk tentang Mayang.Dan ini,dia bahkan membawakan buku-buku untuk mengusir rasa jenuh Mayang selama di sini.


Tuan... anda baik sekali ternyata ya.Di balik wajah seram nya,ternyata dia punya hati yang sangat lembut.Terimakasih tuan Brian...


Mayang tersenyum bahagia.


Dia seperti mendapat suntikan semangat lagi.Dia sangat antusias membaca buku yang baru di dapat nya satu per satu.


Kalau begini kan aku bisa betah di kamar sambil membaca.persetan dengan buaya-buaya itu.Mereka juga tidak mungkin masuk ke kamar kan...


Mayang membaca buku sampai larut malam.Ia suka sekali karena tuan muda membawa kan buku yang bagus.Sampai akhir nya mulut nya menguap karena mengantuk.


Mayang meletakkan buku yang belum selesai ia baca itu di meja,dan bersiap untuk tidur.Di tarik nya selimut tebal itu sampai menutupi leher nya.Karena bangunan vila itu terbuat dari kayu,membuat udara malam terasa sangat dingin walau pun tanpa


menggunakan AC.


Seperti nya malam ini Mayang akan tidur dengan nyenyak,karena malam-malam sebelum nya ia tak bisa tidur dengan nyenyak dan nyaman,karena di hantui oleh fikiran nya sendiri tentang buaya.


Tapi keadaan berbeda dengan Lelaki penghuni rumah besar itu.Sampai larut malam mata nya susah sekali terpejam.Tidak seperti biasa nya,Ia bisa tidur nyenyak karena lelah di kantor.


Tapi malam ini ia benar-benar tidak bisa tidur.Bayangan wajah Mayang yang ketakutan masih saja terus mengusik nya.Ia ingin malam cepat berlalu dan berganti pagi karena malam ini terasa amat panjang dalam kesunyian.


Bersambung


Hai.. aku shirli,,


Terima kasih kepada teman-teman yang telah membaca novel saya

__ADS_1


untuk selanjut nya mohon saran dan dukungan nya ya..


__ADS_2