Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Cemburu Buta


__ADS_3

"Duduk lah."Brian melirik kursi kosong di samping nya.Mengisyaratkan agar Billy bergabung satu meja bersama nya dan Mayang."Apa kau sudah melakukan yang ku perintah kan?Aku ingin mendengar kabar baik itu secepatnya."


"Anak buah kita sedang melacak motor dengan plat nomor yang sudah anda berikan tuan muda,tak lama lagi mereka akan menemukan pemilik nya.Semoga saja mereka tidak memalsukan plat nomor itu."Jawab Billy tegas.


Saat Brian sedang berdiskusi dengan Billy,Mayang berpamitan untuk pergi ke toilet di kafe itu sebentar.Kondisi kafe yang masih sepi di pagi hari membuat mereka nyaman untuk membicarakan masalah ini.


"Apa perlu ku temani?"Tanya Brian dengan yakin.


"Tidak perlu tuan,,"Tolak Mayang dengan halus."Saya tidak akan lama."


"Baiklah,cepatlah kembali."Pesan Brian mewanti Mayang.


Mayang mengangguk lalu berjalan meninggalkan kedua lelaki itu menuju toilet di kafe kecil itu.Sementara Brian dan Billy meneruskan kembali pembicaraan mereka yang sempat terhenti tadi.


Setelah beberapa menit kedua nya mengobrol,tapi Mayang belum juga terlihat kembali dari toilet.Brian melirik arloji yang menempel di pergelangan tangan nya. "Kenapa Mayang lama sekali ke toilet nya." Ucap Brian kemudian dengan nada khawatir.


"Izinkan saya memeriksa nya tuan,,"Pinta Billy dengan sopan.Brian mengibaskan jemari tangan nya mengisyarat kan Billy untuk pergi.Billy mengangguk sopan lalu melangkah meninggalkan Brian.


Entah mengapa sesaat kemudian pikiran Brian menjadi tak tenang mengingat perkataan Mayang semalam mengenai sekretaris Billy.Apalagi membiarkan kedua nya berada dalam satu ruangan terlebih lagi itu di toilet.Hal ini membuat Brian semakin gusar karena keduanya belum juga kembali.


Billy yang merasa aneh karena mendengar suara langkah kaki yang terdengar berjalan cepat namun tak mendapati seseorang di luar toilet.Dan suasana toilet yang terasa sunyi sepi seperti tak ada manusia di dalamnya.


"Mayang apa kau sudah selesai?"Ucap Billy keras agar seseorang yang di dalam mendengar ucapan nya."Mayang apa kau di dalam?!"Billy mulai curiga karena suasana masih hening tak terdengar sahutan.


Billy lalu menendang pintu yang masih tertutup itu dan betapa terkejut nya ia saat mendapati Mayang tergeletak tak sadarkan diri.Spontan ia berjongkok di samping Mayang yang tergeletak di lantai toilet yang tampak masih kering itu.


Billy menepuk-nepuk pipi Mayang bermaksud agar gadis itu segera bangun,namun tak ada reaksi.Ditekan nya pergelangan tangan Mayang membuat Brian sedikit lega karena nadi Mayang masih berdenyut meski agak lemah.


Billy memompa dada Mayang dengan kedua telapak tangan yang di tumpuk sebagai pertolongan untuk menyadarkan gadis itu lagi namun seperti nya masih sia-sia."Mayang bangun Mayang."Suara Billy hampir putus asa.


Pemilik kafe yang mendengar suara keras dari arah toilet terlihat datang tergopoh dan terkejut dengan apa yang dia lihat."Astaga,,, tuan apa yang terjadi dengan nya?"Tanya pemilik kafe penasaran dan khawatir.


"Saya tidak tau nyonya."Jawab Billy terdengar panik."Saya menemukan nya sudah tergeletak tak sadarkan diri."


"Apa dia pingsan?Kenapa tidak anda beri dia nafas buatan saja."Usul pemilik kafe.


"Saya tidak bisa nyonya,saya bukan suami nya,,,"Ucap Billy terlihat bingung.


"Cepat lah tuan lakukan agar gadis ini selamat.." Desak pemilik kafe itu lagi.


Karena keadaan yang mendesak dan demi keselamatan Mayang,Billy berniat memberikan nafas buatan pada Mayang.Dia mendekat kan kepala nya ke arah Mayang,tapi belum sempat Billy melakukan nya,sebuah tangan kekar sudah lebih dulu mencengkeram jas.Dan sebuah pukulan yang sangat keras mendarat di wajah nya hingga Billy yang dalam keadaan tak siap itu terpental ke tembok.


Seketika suasana di toilet itu berubah menjadi mencekam.Pemilik kafe beringsut mundur menyelamatkan diri.Bagaimanapun juga ini semua terjadi karena ada andil nya juga.


"Apa kau ini sudah tidak waras Billy!"Teriak Brian dengan penuh amarah sambil meraih kerah jas Billy dengan kuat membuat lelaki itu berdiri.


"Tuan apa yang anda lakukan!Anda salah..."Billy mencoba menjelaskan.Namun pukulan keras Brian sudah terlebih dulu mengenai wajah nya.Brian bahkan tak memberi nya kesempatan untuk menjelaskan.


Billy tak mungkin melawan lelaki yang sedang di penuhi amarah karena rasa cemburu nya yang berdasar ini.Ia hanya mencoba menangkis dan menghindari pukulan serta tendangan yang bertubi-tubi Brian arah kan kepadanya itu.


"Kau bahkan tau kalau aku akan menikahi nya kan!!!Apa kau ingin merebut nya secara terang-terangan dari ku!!"Suara Brian lantang sambil menekan leher Billy dengan lengan kirinya Menahan lelaki itu dan membuat nya terperangkap tersandar di dinding.Tangan kanan nya masih terkepal siap untuk menghujamkan pukulan.


"Tuan mengerti lah! Sekarang bukan waktu yang tepat untuk cemburu tuan!"Billy bicara dengan nafas tersengal."Pikirkan keselamatan Mayang tuan!"

__ADS_1


Pemilik kafe sebenarnya tak mau ikut campur dalam urusan cinta segitiga yang pelik ini.Tapi Karena dua lelaki itu sedang bertengkar dengan baku hantam hebat untuk memperebutkan seorang gadis yang bahkan sedang tergolek tak berdaya di lantai.


"Berhenti bertengkar!!"Teriakan pemilik kafe itu Membuat kedua lelaki itu terkejut dan menoleh ke sumber suara."Apa kalian tidak bisa mengesampingkan ego kalian dulu dan menyelamatkan gadis ini!Dia butuh pertolongan sekarang."Pekik Wanita itu sambil memangku kepala Mayang.


Membuat Brian dan Billy tersadar dan menghentikan pertengkaran mereka.


"Lebih baik bawa dia kerumah sakit segera."Titah pemilik kafe itu.


"Jangan sentuh dia!!"Teriak Brian sambil menepis tangan Billy yang seperti akan menggendong Mayang."Aku bisa menggendong nya sendiri!"Lalu Brian dengan cekatan menggendong Mayang dan merengkuh tubuh gadis itu dalam pelukan nya."Cepat siap kan mobil!"


"Baik tuan."Jawab Billy mengangguk sopan lalu bergegas keluar untuk menyiapkan mobil.


Pemilik kafe Menatap kepergian mobil itu dengan perasaan bingung."Sebenarnya hubungan percintaan mereka itu seperti apa?Tapi sepertinya rumit sekali.. Hemm... pasti akan terjadi pertumpahan darah.Karena tidak mungkin ada dua matahari dalam satu langit kan... Hah.. memikir kan mereka aku jadi pusing sendiri... Lebih baik ku nikmati saja uang ganti rugi kekacauan ini.." Ucap wanita paruh baya itu senyum-senyum sambil mencium beberapa lembar uang pecahan seratus ribuan yang sekretaris Billy berikan sebelum mereka meninggalkan tempat itu.


Keadaan di sebuah rumah sakit.


Brian tengah berdiri bersedekap dengan Wajah terlihat panik di ruang tunggu saat Mayang masih dalam penanganan dokter.


Dia terlihat sangat gelisah.Terkadang ia mondar-mandir,dan beralih bersandar di dinding rumah sakit dan sesekali memukul dinding rumah sakit dengan tangan nya yang sejak tadi masih mengepal.


"Kenapa dokter lama sekali memeriksa nya.Memang nya apa yang telah terjadi dengan Mayang?!"Suara Brian terdengar frustasi.Suasana hati nya benar-benar sedang sangat kacau sekarang.


"Tuan menunggulah sambil duduk agar tuan merasa sedikit tenang.."Usul Billy karena Kepala nya sudah merasa pusing mendengar ocehan dan langkah mondar-mandir Brian yang sudah seperti cacing kepanasan sejak Mayang masuk ke IGD tadi.


"Apa kau fikir aku bisa tenang Bill!Dua kali Mayang sudah mendapat serangan sepagi ini!Dua kali Bill!"Ucap Brian sambil menunjukkan dua jarinya seolah meyakinkan kalau itu benar-benar dua.


"Saya mengerti tuan..."Billy menghentikan bicaranya saat hp nya berdering. "Iya,katakan."Ucap Billy singkat saat menerima telfon lalu diam mendengarkan seseorang yang di seberang telfon berbicara.


"Bagaimana?"Tanya Brian saat Billy terlihat memutus sambungan telepon nya.


Brian yang tadinya sangat kesal pada Billy akhir nya mengesampingkan masalah pribadinya dengan sekretaris,asisten dan juga sekaligus teman nya itu."Kamu sudah memberi yang terbaik Bil,,, terimakasih."Brian menepuk bahu Billy karena bangga.Billy yang selalu ada disaat suka dan duka nya."Maaf aku sudah mencurigai mu tadi."


"Bukan salah anda tuan."Ucap Billy dengan tersenyum.Ia merasa lega sekarang.


Tak lama kemudian,dokter yang memeriksa Mayang tampak keluar dari ruangan dimana Mayang dirawat.Keduanya menghampiri dokter dengan cepat.


"Dokter bagaimana keadaan Mayang dok?"


Brian dan Billy menanyakan hal yang sama secara bersamaan.


"Apa anda berdua suami pasien??"Eh- bu dokter kok nanya nya ngelantur.Enak banget ya punya suami dua ganteng-ganteng lagi.. fikir bu dokter dalam hati.Dokter pun tersenyum malu karena ngasih pertanyaan yang salah.


Brian dan Billy saling memandang mendengar pertanyaan yang diajukan sang dokter."Bukan dokter,kami bukan suami nya."Menjawab bersamaan lagi.


"Lho... jadi anda berdua ini siapanya?"Ya elah dokter bikin ni cowok berdua berasa lagi nunggu si Mayang lagi lahiran aja, dokter kelihatan kaya lagi nyari bapak nya tuh bayi.


"Dok... nggak penting kita ini siapa nya Mayang,tapi yang penting itu Mayang nya gimana dok,,, Mayang gimana???"Dengan tegas Billy menanyakan.Agak kesal si dia.Terlihat dari cara bicaranya nya yang sinis dan matanya yang membulat sempurna.


"Oh iya,pasien di dalam sudah sadar dan bisa di jenguk."Ucap dokter sambil tersenyum lalu pamit untuk pergi.Tak lupa Billy mengucapkan terimakasih padanya.


"Tuan silahkan anda masuk,"Ucap Billy dengan tangan yang mengarah ke pintu.Mempersilahkan tuan nya masuk.


"Sebentar Bill,"Brian menghentikan langkah nya.Lalu berbalik kepada Billy."Menurutmu aku harus bagaimana?"

__ADS_1


"Maksud tuan?"Billy tak faham.


"Ku sangat khawatir sekarang,aku gugup.Apa aku terlihat seperti orang bodoh?Apa aku terlihat jelek?"Mata Brian menatap Billy penuh tanya.


"Tidak tuan,anda tetap terlihat tampan meski orang menatap anda dengan terpejam sekalipun.Lalu apa masalahnya?"


Aku tidak bisa melihat nya dalam keadaan terpuruk Bill,aku selalu ingin memeluk nya ketika melihat dia merasa rapuh.Bagaimana kalau aku tidak bisa kendalikan diriku nanti.


"Ah menjelaskan padamu juga percuma,kau tidak akan mengerti."


Saya tidak sebodoh itu tuan..


Terdengar suara pintu yang terbuka hingga memancing keduanya untuk menoleh ke sumber suara.


Loh kenapa malah dia sudah keluar dari tempat perawatan.Aku bahkan sedang merancang bagaimana bersikap dihadapannya agar ia tak merasa terguncang. Tapi dia bersikap seolah tak terjadi apa-apa..


"Tuan muda,sekretaris Billy."Mayang mengangguk sopan memberi hormat.Dengan seulas senyum dibibirnya."Apa yang sedang kalian debatkan?"


Brian dan Billy saling menatap dengan wajah terkejut.Apa dia mendengar kata-kataku tadi?Batin Brian meringis.


"Ah tidak,,kami tidak sedang berdebat."Jawab Billy tersenyum."Mayang apa kau baik-baik saja?Kau tidak merasa sakit atau pusing?"


"Tidak,,, aku tidak sakit,cuma sedikit pusing."Mayang memijit sedikit kepalanya.


"Terimakasih sudah menghawatirkan saya Sekreyaris Billy."


"Tidak perlu sungkan Mayang."Ucap Billy tanpa sadar membuat lelaki yang merasa dikacangi disebelah nya itu melotot padanya.Billy lagi-lagi menunduk sopan.


"Mari kita pulang."Mayang berjalan mendahului dua lelaki yang sedang terlibat salah faham tak berujung itu.


Saat Billy sudah sampai dengan mobilnya,dengan cekatan dia keluar dan membuka pintu untuk Brian.Brian masuk Billy masih belum juga menutup pintu dan masih menunggu Mayang untuk masuk.


"Eh saya duduk di jok depan saja ya..."Mayang berlari mengitari mobil lalu memilih duduk di depan di samping pengemudi.Terang saja itu semakin membuat Brian geram.


"Mayang kamu duduk di belakang saja bersama tuan!"Sergah Billy seketika karena dia merasa terancam.


"Hanya duduk saja kenapa harus diributkan?Apa aku pulang jalan kaki saja?!"Ancam Mayang pada dua lelaki itu."Cepatlah sedikit,aku sudah gerah."Lagak nya seperti dia yang bos saja,


"Baiklah."Billy menyalakan mesin mobil nya dan mobil mulai melaju.


Sungguh Mayang merasa canggung dan bingung sekarang ini,Kenapa malah tuan muda yang menggantikan Billy menyetir,, sedangkan Billy malah berpindah duduk di jok belakang.


Mayang menghindari duduk berdekatan dengan Brian karena merasa lelah jantung nya sering berdebar-debar,tapi malah Brian yang sepertinya mencari-cari cara untuk mendekati Mayang.


Mayang berkali-kali melirik Billy ingin bertanya ada apa dengan tuan nya.Tapi sepertinya Brian tak ingin Mayang berbicara pada Billy.


Hingga mobil sampai didepan rumah Brian dan semuanya turun dari mobil.


"Cepat masuk!"Teriak Brian yang sudah berjalan terlebih dulu pada Mayang yang sedang akan membuka mulut untuk bertanya pada Billy.


"Baik tuan.."Mayang tepaksa berjalan meninggalkan Billy.Padahal ada yang ingin ia tanyakan.


Billy masuk kedalam mobil dan melajukan mobil nya meninggalkan rumah itu.Ia harus pergi kekantor.Hari melelahkan baru akan dimulai,padahal ia sudah merasa lelah oleh ulah bos nya yang sedang cemburu buta itu.

__ADS_1


Semua urusan hari ini ia yang handle,karena tuan muda tiba-tiba ingin libur hari ini.


Bersambung


__ADS_2