
Mayang sedang duduk di sebuah ayunan yang terletak di taman belakang rumah Ratih yang tidak jauh dari ruang kerja.Ia sengaja bersantai di tempat yang dekat dengan ruang kerja agar memudahkan saat Bella membutuhkan nya dan mencari nya nanti.
Mayang harus menenangkan diri nya kembali setelah menyelesaikan momen makan siang bersama yang sungguh menguras energi dan fikiran nya.Ia harus bekerja keras untuk bersikap acuh di hadapan dua manusia yang sedang menjalin kasih itu.
Ia benar-benar-benar merasa muak dengan sikap manja dan agresif yang di tunjukkan Sella tehadap Brian.Sella cenderung memaksakan kehendaknya pada Brian dengan menggunakan sikap manja nya terhadap Ratih sebagai senjata untuk menekan Brian.
Brian tak akan bisa menolak permintaan ibu nya,ia tetap akan melakukan nya meski dengan terpaksa sekalipun.
Kenapa hati kecil Mayang mengatakan kalau Sella itu gadis yang jahat ya?Ia seperti tak punya harga diri begitu.Kelas-jelas Brian melakukan penolakan terhadapnya,tapi ia masih bersikeras memaksanya.
Mereka benar-benar pasangan kekasih apa bukan si?Seandainya iya,akulah orang yang akan berdiri paling depan untuk menentang hubungan mereka.Itu pun kalau aku berani si,,,
"May kamu dimana?!"
Suara teriakan Bella yang terdengar melengking membuat Mayang terkejut dan membuyarkan lamunan nya."Iya Aku disini."Sahut Mayang segera agar gadis itu berhenti berteriak memanggilnya.Ia pun dengan tergopoh segera berlari mendekati Bella.
"Uang nya mana?"Tanya Bella kemudian saat Mayang sudah berada di hadapan nya.
"Uang apa?"Mayang balik bertanya dengan wajah polos nya.
"Uang yang nyonya titipin ke aku tadi.Tadi aku taruh di laci kan,sekarang uang nya nggak ada.Kamu pindahin dimana nyimpen nya?"
"Bukan nya masih di laci ya?"tanya Mayang dengan ekspresi keheranan."Aku tidak menyentuh amplop itu sama sekali."
"Terus amplop nya kemana?"Wajah Bella sudah terlihat bingung.Bagaimanapun juga dia lah yang memiliki tanggung jawab besar atas uang itu.
Mayang mengelus bahu Bella."Kita cari lagi yuk."Ajaknya seraya melangkahkan kaki nya masuk ke ruang kerja.Bella tampak membuntuti di belakang nya.Lalu keduanya tampak menyisir ruangan itu dengan memeriksa semua bagian yang ada,namun belum membuahkan hasil.
Wajah mereka terlihat putus asa.Orang yang bertugas mengambil uang itu juga sudah menunggu sejak tadi.
"May,tadi kamu balik lagi kesini buat ngambil tas kamu kan?Kamu bener-bener nggak pindahin uang itu ke tempat lain?"Tanya Bella dengan nada mendesak.Wajah nya sudah terlihat panik.
"Beneran aku nggak pindahin ataupun menyentuh amplop itu Bell,,"
Maaf Bella,aku belum bisa kasih tau kamu.
"Gimana dong,orang nya sudah nungguin dari tadi.."Bella semakin panik.Ia tampak mondar-mandir untuk mengusir rasa gelisah yang menguasai fikiran nya.Ia juga merasa heran karena sebelum nya tak pernah terjadi hal seperti ini.
"Kalian kenapa?"Ratih yang baru datang langsung bertanya.Ia merasa aneh dengan tingkah dua anak buah nya yang terlihat sedang berdiri berhadapan dengan ekspresi wajah yang terlihat tegang.Mayang dan Bella yang tak menyadari kehadiran Ratih dan Sella pun langsung menoleh terkejut."Tidak ada masalah kan?"
Mayang dan Bella saling melempar pandangan.Bergantian pula dengan menatap Ratih.Kedua gadis itu menunjukkan gelagat aneh yang membuat Ratih heran dan betany-tanya.
"Semua baik-baik saja kan?"Ratih kembali bertanya untuk memastikan.
"Maaf nyonya,uang yang anda titip kan tadi hilang."Ucap Bella merasa bersalah, kemudian wajah nya tertunduk.
__ADS_1
"Hilang bagaimana Bella,,bicara yang jelas!"Ucap Ratih dengan nada mendesak.Ia mendekati Bella dan memegang bahu Bella lembut agar gadis itu mau menatap ke arah nya.
"Benar nyonya,amplop berisi uang itu hilang."Bella menjawab tegas.
"Berarti di sini ada maling dong tante...!"Sahut Sella tiba-tiba dengan suara nya yang lantang.
Membuat tiga wanita itu bersamaan menoleh ke arah nya.Tepat di saat itu juga Malik dan Brian terlihat memasuki ruangan itu dan mendengar ucapan Sella tadi.Sella seperti nya sengaja menunggu momen ini datang.
"Kamu bicara apa Sella."Sergah Ratih dengan nada tidak suka.
"Apa lagi kalau bukan maling nama nya tante..!Kalau ada orang yang dengan sengaja mengambil uang itu namanya maling!"Sella berbicara dengan penekanan di kalimat terakhirnya.Dia juga melirik sinis ke arah Mayang yang masih menunjukkan ekspresi tenang.
"Jaga bicara mu Sella,,tidak ada maling di sini!"Ratih bicara pada Sella dengan mata yang membulat sempurna.Ia terlihat tidak suka.
"Sayang ada apa ini?"Malik menyela seraya mendekati Ratih.
"Tidak ada apa-apa sayang,,,"Ratih tersenyum pada Malik."Uang yang tadi kuberikan untuk pembayaran barang tidak ada,mungkin Bella dan Mayang lupa menaruh nya.Aku akan mengambil kan yang baru,jadi tak ada yang perlu di ribut kan disini."Ratih secara terang -terangan tak ingin memperpanjang masalah ini membuat Sella yang sudah mulai terbakar emosi tak terima begitu saja.Terlebih lagi saat melihat Brian yang malah curi-curi pandang ke arah Mayang.
"Tante nggak bisa gitu dong!"Sella menarik lengan Ratih agar wanita itu mendengarkan nya."Ini perbuatan kriminal dan harus di usut!"
"Di usut bagaimana Sella?Kita tidak tau siapa yang mengambil nya."Ratih bicara dengan tenang."Kita tidak bisa menuduh orang sembarangan tanpa bukti.Mungkin saja ada orang asing yang mengambil nya saat kita tinggalkan makan siang tadi kan.."
"Kenapa tidak kita usut saja bu?"Brian yang sejak tadi hanya diam memperhatikan pun angkat bicara.Ia terlihat santai duduk di sebuah sofa.Pandangan matanya selalu tertuju pada Mayang walau pun gadis itu mengacuhkan pandangan nya.Namun ia bisa melihat ketenangan yang terpancar di wajah Mayang sehingga berani mengusulkan hal itu.Ia juga sangat mengenal Sella sebagai wanita yang licik dan tak pernah berhenti mengejar cinta nya sejak masa sekolah dulu.
"Apa maksud kamu Brian?"Tanya Ratih seperti tak menyangka dia ikut campur urusan ibu nya.
"Lalu bagaimana caranya?"Ratih mulai setuju dengan usul Brian.
"Kenapa kita tidak lihat rekaman CCTV saja."Sahut Brian santai.Mendengar hal itu Sella yang sebelum nya kini tiba-tiba gelagapan di samping Brian,hingga lelaki itu menoleh ke arah nya karena menangkap hal ganjil dari gadis di sampingnya itu.
"Brian kenapa melihat ku begitu?"Sella bertanya dengan senyuman yang dipaksakan.
Brian seketika melemparkan pandangan nya ke arah lain karena merasa jengah dengan wanita ini.
"Sayang sekali tidak bisa."Ratih bicara dengan nada kecewa."Karena ada kamera yang rusak,jadi ibu sengaja mematikan nya..."
Ah akhirnya aku selamat,,, Dan kamu Mayang,mungkin hari ini adalah hari terakhir mu di sini.Jadi persiapkan diri mu ya... hahaha.Sella.
"Bagaimana kalau tante geledah tas kami saja?"Sella yang merasa di atas angin pun mengusulkan.
"Kau geledah saja!"Bella tiba-tiba menyambar.Mayang yang berada di samping nya sampai terkejut dan reflek mengusap punggung Bella lembut agar ia menahan emosi nya."Kami tidak takut karena kami tidak mencuri."
"Ya kita lihat saja nanti...!"Sahut Sella sambil mengibas kan rambutnya.
Ketiga gadis itu pun menyerahkan tas mereka kepada Ratih untuk di periksa.Ketiga tas itu berjejer di meja untuk mengantri.Tas Sella berada tepat di hadapan Ratih dan yang paling terdekat.Menyusul tas Bella dan terakhir tas tangan milik Mayang.
__ADS_1
Dari tas pertama dan kedua tidak ada barang asing yang di temukan di sana sehingga lolos begitu saja.Namun pada saat membuka tas milik Mayang,Ratih tampak mengkerut kan kening nya dan ekspresi wajah nya pun berubah.Ia memasukkan tangan nya kedalam tas dan keluar dengan memegang amplop berwarna coklat yang jadi sumber masalah.
"Mayang?"Ucap Ratih lirih menatap tak percaya ke arah Mayang dengan menunjukkan sesuatu di tangan nya.Hal itu membuat semua pasang mata yang berada disitu menjadi terbelalak.
Mayang hanya bereaksi menggeleng-gelengkan kepala menatap ke arah Ratih tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"May kenapa kamu lakuin ini?"Bella orang pertama yang tidak menyangka Mayang melakukan ini.Ia sampai bereaksi membungkam mulut nya sendiri saat mengetahuinya tadi.
"Bukan aku bel,bukan aku pelaku nya."Mayang memegang dan mengguncang lengan Bella agar gadis itu percaya padanya."Kamu harus percaya sama aku."Mayang berusaha meyakinkan Bella agar gadis itu percaya.Mayang melihat kekecewaan dari wajah sahabatnya itu.Menunjukkan betapa hatinya sangat hancur karena sahabatnya telah menusuk dari belakang.
"Hey kalau pencuri ya pencuri saja!Pakai tidak mau mengaku."Sella berbicara lantang tanpa melihat sorot mata yang memancar kebencian dan kemarahan dari lelaki di samping nya itu.Namun akhirnya Sella bangkit dan berdiri menjauhi Brian karena ia merasa terancam.Ia melangkah mendekati Mayang yang sejak tadi masih dalam posisi berdiri."Apa orang tua mu tak memberimu cukup uang sehingga kau harus mencuri uang dari bos mu seperti ini?!"Dengan lantang nya Sella berbicara seolah dia lah yang merasa di rugikan
Kata-kata yang terlontar dari mulut Sella terdengar seperti dentuman yang sangat keras menghantam menembus ke jantung Mayang.Ia tak pernah menyangka gadis itu akan menyinggung nama orang tuanya di sini dengan penghinaan yang sangat keji.
"Berhenti menghina orang tua ku Sella!"Mayang yang sudah mencengkeram tangan Sella dan memutar tangan itu serta mengunci nya di balik tubuh sella sendiri sehingga gadis itu tak bisa berkutik dan hanya bisa memekik kesakitan.Ia bisa saja mematahkan tangan Sella saat itu juga karena telah berani menghina orang tua nya dan memfitnah nya dengan kejam."Orang tua ku tak pernah mengajarkan hal buruk padaku!"Ucap nya lagi sembari mengeratkan cengkeraman tangannya.Sella semakin memekik kesakitan.
Reaksi Mayang membuat yang ada di situ menjadi terkejut seolah tak percaya.
"Mayang lepaskan dia Mayang plis..."Brian bicara dengan nada penuh permohonan.Pandangan matanya lekat menatap Mayang yang sudah di penuhi dengan amarah itu.Ia tak ingin Mayang tertimpa masalah karena telah mematahkan tangan putri dari lelaki yang di kenal nya sangat angkuh.
Sedangkan Mayang menatap mata Brian yang seperti mengiba.Ia begitu tak ingin kekasih nya terluka karena dia.Itu sungguh membuat hati Mayang semakin hancur, namun ia tak ada pilihan lain.Mayang melepaskan cengkeraman tangan nya dan mendorong tubuh Sella agar menjauh dari nya.Mayang ingin Sella tau jika dua bukan lah gadis lemah yang bisa di tindas begitu saja.
Tubuh Sella yang yang terhuyung berhasil di rengkuh oleh Brian agar tak tersungkur ke lantai.Gadis itu pun menangis sejadi-jadinya di pelukan Brian seolah dia lah korban yang teraniaya tanpa belas kasih.
Mayang benar-benar ingin melemparkan Sella ke jurang karena merasa geram dengan sifat licik gadis itu yang begitu pintar membolak -balikkan fakta.Tapi apalah daya,ia hanya bisa menahan sedih perih di hatinya menghadapi semua ini.Tak ada yang busa menolong nya selain dirinya sendiri.
"Nyonya,apakah saya boleh melakukan pembelaan atas diri saya?"Suara Mayang terdengar lirih tersamar oleh suara tangis bawang bombai si ratu drama Putri Sella yang terhormat.Namun Ratih masih bisa mendengarnya dengan jelas.
"Silahkan Mayang,disini seseorang bebas melindungi dirinya sendiri.Kau juga bisa menghadirkan saksi kalau memang kau punya saksi.
Mayang lalu mengeluarkan ponsel nya dan memutar sebuah video dan mengarah kan layar ponsel nya itu ke semua orang yang ada disitu.Video yang memperlihatkan saat dimana Sella mengambil amplop berisi uang itu dari laci dan dengan sengaja memasukkan nya kedalam tas Mayang.
Semua orang bahkan bisa melihat dengan jelas betapa licik nya Sella saat itu dengan seringainya dan kata-kata kotor yang terlontar begitu selesai dengan musi nya saat itu.Mayang memang sengaja merekam itu semua sebagai senjata untuk melindungi dirinya sendiri di saat dia merasa terpojok tanpa ada perlindungan dari pihak lain.Dan ternyata prediksi nya benar kali ini.
Sella yang semula tampak menangis tersedu sedan seketika diam tanpa kata setelah melihat Mayang mengeluarkan ajian pamungkas nya.Ia melangkah cepat menghampiri Mayang dan merebut paksa ponsel itu dari tangan Mayang.
Bersambung
Mohon dukungan nya ya readers..
Tinggalkan jejak kalian
komentat π¬ Like π Fafori β€
juga voting nya yang banyak dan rating bintang lima yaπππππ
__ADS_1
supaya author nya semangat buat Up
Terimakasihπππ