Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Tawanan Istimewa


__ADS_3

Di dalam mobil


"Bill, bisa-bisanya kamu bawa perempuan aneh itu ke rumahku!" Brian menggerutu pada Billy.


"Maksudmu Mayang?" tebak Billy sambil mengernyitkan dahi.


"Oo, jadi namanya mayang," gumam Brian.


"Betul. Bukankah kau sendiri yang minta?"


"Baru datang saja sudah menyusahkan orang, lantas apa jadinya jika dia berada di rumahku lebih lama! Sepertinya dia lupa posisinya sekarang ini apa! Dia tidak lebih dari seorang tawanan saja!"


"Memang apa yang dia lakukan padamu?" Billy masih tak mengerti.


"Gara-gara ulahnya aku sampai harus menggendong dia dua kali!" geram Brian sambil menunjukkan dua jarinya pada punggung Billy.


Di jok depan, Billy hanya tersenyum geli.


"Kau sedang mentertawakanku?" selidik Brian dengan nada tak suka.


"Tidak tuan..."jawab billy dengan santai.


"Lalu anda ingin saya melakukan pada


Mayang tuan..?"


"Entah lah.. Aku juga bingung."menyandar kan diri di jok mobil."Oh ya,," seperti teringat akan sesuatu."Segera Kau urus semua kebutuhan nya!Bisa-bisa nya kau membawa gadis ke rumah ku tanpa memberi nya pakaian."


"Baik tuan muda.., maaf kan saya karena melupakan itu." Jawab Billy sambil memandang tuan muda nya dari kaca sepion.Ingin melihat bagaimana ekspresi nya saat ini.Karena dia mulai merasa ada yang aneh pada tuan nya.Beberapa tahun belakangan ini tak pernah ada pembicaraan mengenai wanita terlontar dari mulut tuan muda nya itu.Tapi hari ini...


Meski pun masih tampak gurat kekesalan di wajah tuan nya itu,tapi setidak nya dia masih punya hati nurani dengan memikir kan prihal kebutuhan tawanan nya itu.Ini memang tugas Billy,tapi dia juga masih bingung harus memperlakukan gadis itu seperti apa.


Brian bersandar dan memejam kan mata nya. Fikiran nya melompat pada kejadian semalam.


Brian menyeret paksa gadis itu dari balkon agar masuk ke dalam rumah.Tetapi karena dia melempar nya terlalu keras malah membuat gadis itu pinsan karena terbentur tembok.dia lupa kalau tenaga seorang wanita itu tak seperti pria.Wanita memang lemah,


baru begitu saja sudah pinsan.


Saat melihat gadis itu pinsan ia hanya bingung harus berbuat apa.Ia memanggil pelayan lalu datang beberapa pelayan mendekat.


"Siapa gadis ini!Kenapa dia ada du sini?!" Brian bahkan lupa kalau dia punya tawanan.


"Gadis yang di bawa sekretaris Billy tuan".


Mendengar jawaban itu Brian baru ingat kalau dia punya tawanan.Padahal saat pulang tadi ingatan nya masih baik-baik saja,tapi kenapa setelah melihat gadis ini di balkon tiba-tiba saja membuat nya jadi amnesia.

__ADS_1


Padahal kan hanya gadis itu yang terbentur kepala nya.


"Apa yang terjadi dengan nya tuan..."Tanya pelayan lagi,tapi tak ada jawaban yang keluar dari mulut tuan muda nya itu.


"Dimana kamar nya?"Tanya Brian tiba-tiba.


"Di sana tuan.." pelayan mengarah kan tangan nya ke sebuah pintu,lalu berjalan di ikuti Brian yang sudah menggendong gadis itu di pelukan nya,dan di ikuti beberapa pelayan wanita lain nya.


Pelan-pelan Brian merebah kan tubuh gadis itu di atas ranjang.Pelan -pelan dia menyibak kan rambut panjang yang menutupi wajah gadis itu.Ekspresi nya berubah seketika saat melihat wajah gadis itu yang sudah tak tertutup rambut lagi.


Entah kenapa ia seperti tersengat listrik saat menatap wajah gadis yang masih belum sadar itu.Ada rasa iba juga di hati nya.Ia berjongkok tepat di samping wajah gadis itu.


Kenangan yang membuat nya luka selama bertahun-tahun ini tiba-tiba muncul lagi dihadapan nya.


Brian tersentak tiba-tiba.Sekarang bukan lah dulu lagi.Dan gadis ini bukan lah siapa-siapa.


"Periksa luka nya dan sadarkan dia."perintah nya pada pelayan-pelayan itu.


***********


Mayang duduk bersandar di bantal yang ditumpuk dan di tata oleh pelayan tadi agar ia merasa nyaman.Kaki nya juga sudah terasa enakan sekarang,karena pelayan tadi memijat kaki nya dengan salep urut yang hangat.Mayang sendiri merasa nyaman dengan pijatan itu.


Kini Mayang hanya sendiri di kamar itu,karena setelah selesai memijat,karena Mayang yang meminta untuk menyudahi pijatan saat merasa kaki nya sudah sembuh,Mayang lalu menyuruh pelayan itu untuk beristirahat.


Dia merasa tidak enak pada pelayan itu,


Tok tok! Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Iya.."Jawab Mayang segera.


Pintu terbuka karena seseorang di luar yang membuka nya.


"Selamat pagi nona Mayang.."Seorang wanita hampir paruh baya menyapa sambil membungkuk kan badan nya setelah memasuki kamar Mayang. "Saya Kuswara,kepala asisten di rumah ini.."


Dia memperkenal kan diri dengan senyum yang ramah tanpa di buat-buat.


"Oh ya... Selamat pagi bu Kuswara.." Mayang pun tersenyum.Dia juga memakai baju pelayan,tapi berbeda dengan yang lain nya.


"Nona bisa juga memanggil saya Bu Kus,"


"Ah ya, baik lah.. Pagi bu Kus..." Mayang mengulang sapaan nya lagi..


"Apa kaki nona masih terasa sakit..?


"Ah tidak kok, sudah enak sekarang,, pelayan tadi memijat nya sangat lihai.. pintar sekali dia memijat."jawab nya dengan senyuman manis sekali.

__ADS_1


"Aa nona bisa bangun dan berjalan..?"


Ah,apa?memang aku mau di bawa kemana?


"Seperti nya bisa ,," menurun kan kaki nya dari ranjang dan mencoba berdiri.Lalu melangkah kan kaki nya.. "Oh bisa kok..."kegirangan menunjukka kaki nya yang tak sakit di pakai berjalan.


"Busa memakai alas kaki?"


"Bisa.." Mayang memasukkan kaki nya di sepatu hak yang ia pakai tadi.Lalu mencoba berjalan."Bisa kann..."


"Baik.. mari ikuti saya."Mempersila kan mayang keluar kamar lebih dulu.Bu kus lalu keluar menyusul dan menutup pintu kamar kemudian.


"Kita mau kemana bu Kus..?" Tanya Mayang penasaran Ia berjalan beriringan dengan Bu Kus.


"Apa nona tidak ingin berkeliling melihat-lihat rumah ini..?"


"Ah benarkah..?" Mayang sumringah mendengar jawaban Bu Kus yang terdengar menyejukkan hati itu.Benarkah?! masih seperti tak percaya batin Mayang.Apa memang begini cara mereka meperlakukan seirang tawanan?memang sudah berapa banyak orang yang mereka tawan??


Apa aku ini termasuk tawanan istimewa?


Bu Kus dengan dengan ramah dan sabar mengajak Mayang berkeliling rumah besar itu.Dari ruang satu ke ruang yang lain.Dan selama itu pula,hanya takjup yang di rasa kan Mayang.Memang tak banyak kata yang terucap dari mulut nya,, karena tak ingin dia malah terlihat bodoh,norak dan kampungan.


Dia tak ingin orang menganggap semua orang yang berasal dari kampung itu kampungan.


Ia hanya diam dalam kekaguman.Sambil mengamati semua yang di tunjuk kan Bu Kus namun tetap bersikap elegan, mengimbangi Bu Kus sendiri. Dia itu memang kepala pelayan yang sangat elegan,batin Mayang.Diam-diam dia mengamati wanita paruh baya yang masih terlihat sehat dan tegap itu.


"Apa nona lelah..?"


"Ya sedikit..."karena sudah merasa tak nyaman dengan kaki yang tadi baru di pijat itu.seperti nya dia tau yang ku rasa kan.


,


"Apakah nona ingin ke perpustakaan?"Tanya bu Kus yang membuat Mayang sangat antusias.


"Ada perpustakaan juga?!"Mayang berbinar.


"Saya dengar anda suka membaca."


"Iya,karena hal itu lah saya bisa sampai kesini..." Jawab Mayang agak getir.


"Baik lah,, mari kita ke perpustakaan.."


Bersambung


___________________________________________

__ADS_1


Baca juga karya aku yang berjudul Terjerat cinta sang perawat dan berikan juga dukungan kalian dengan like komen dan juga vote ya, terima kasih.


__ADS_2