
Brian dan Mayang sontak melempar pandangan kearah sumber suara dan kedua nya terkejut melihat Malik dan Ratih tengah berdiri di sana.
"Ibu!"Ucap Brian terkejut.Untuk beberapa detik kedua muda mudi itu terpaku sebelum akhirnya Mayang tersadar dan mendorong tubuh Brian dengan kuat hingga lelaki yang sedang terpaku itu tergeletak di samping Mayang.
Mayang lekas Berdiri dan melangkah mendekati Ratih."Nyonya..."Mayang tak meneruskan kata-kata nya.Bibirnya melai bergetar dan tertunduk seketika setelah memandang Ratih yang tengah menatap tajam ke arah Brian.Wanita itu terlihat sedang menahan gejolak amarah nya.
"Kalian berdua keluar!Ibu mau bicara."Ratih memutar tubuh nya dan meninggalkan ruangan itu bersama Malik.
Brian bergegas bangun dan berlari mengikuti ibunya."Ibu,ini tidak seperti kelihatan nya bu,aku bisa jelaskan..!"Brian mengimbangi langkah ibu nya melangkah menuruni tangga.Namun Ratih masih diam tak menghiraukan Brian."Ibu,, ibu hanya salah faham..."Brian masih berusaha.
Langkah mereka pun Berhenti di ruang keluarga.Ratih kemudian duduk di sofa panjang berdampingan dengan Malik.Brian duduk di sofa pendek di sisi kanan Malik.Mayang yang tampak muncul di ruangan itu pun duduk di sofa pendek sisi kiri Ratih,sesuai dengan perintah wanita paruh baya itu.
Suasana di ruangan keluarga itu seketika menjadi mencekam karena rasa tegang bercampur malu yang hinggap.Mayang berharap bisa meluruskan kesalah pahaman ini."Nyonya,, Tuan besar,, ini tidak seperti kalian bayangkan.Saya bisa..."
"Stop Mayang!"Ratih memotong pembicaraan Mayang membuat gadis itu seketika tertunduk.Ia tak pernah semarah ini sebelum nya."Perbuatan kalian tidak bisa ditolerir lagi.Kalian harus menikah secepatnya!"
Ucapan Ratih terdengar bagai sambaran petir di siang bolong.Mayang membulatkan bola mata nya seketika.Kepalanya menggeleng-geleng cepat sebagai bentuk penolakan dengan mulut yang menganga tak bisa berkata-kata.Ia menatap Ratih dan Brian secara bergantian.Di tatap nya Brian yang masih terlihat diam dengan pandangan cemas dan penuh isyarat.
Tuan jangan diam saja.Kata kan lah sesuatu dan beri pengertian pada orang tua mu bahwa tidak terjadi apapun di antara kita.
Brian hanya terlihat mengusap pelipis dan membuang muka.Tak terlihat menolak ataupun menerima.Tapi Mayang bisa menangkap keterkejutan seperti yang dialami nya.Tapi kenapa tuan Brian tak melakukan aksi protes dalam bentuk apapun?Apa setiap ucapan nyonya benar-benar tak bisa di bantah?!
"Nyonya tolong jangan lakukan itu."Mayang memberanikan diri untuk bicara."Percayalah Nyonya,tak terjadi apapun di antara kami.Ini semua hanya kecelakaan.Kami hanya sedang terjatuh nyonya.."
"Berhenti mencari alasan Mayang."Ratih kembali menghentikan ucapan Mayang."Apa kau tau?Pihak yang di rugikan di sini adalah kamu!"Ratih menuding Mayang dengan jari telunjuk nya."Kamu sebagai wanita jelas-jelas telah di lecehkan oleh lelaki yang bukan mahram kamu."
"Tapi tuan tidak melakukan apapun terhadap saya nyonya!"Mayang menyanggah cepat.
"Sekarang aku tanya,apa Brian pernah mencium mu?!"Ratih memberi pertanyaan telak yang benar-benar tidak bisa di bantah oleh Mayang.Ia hanya tertunduk dengan mata yang berkaca-kaca membuat pandangan nya berkabut.Brian memang telah mencium nya beberapa kali.Tetapi Brian tak perlu menikahinya hanya karena hal itu kan?
Ratih tertawa getir oleh aksi diam yang di tunjukkan Mayang.Mayang merasa jantung nya seperti di remas.Rasa sakit tang teramat jarena Ia telah mengecewakan wanita yang sudah ia anggap seperti ibu nya sendiri.
Fikiran Mayang berputar tak karuan.Mungkin inilah yang terjadi jika ibu kandung nya berada di posisi Ratih.Beliau pasti tak akan terima jika putri nya dilecehkan oleh seorang lelaki.Beliau pasti akan malu.
Tapi yang terjadi kini Ratih sebagai orang tua pihak lelaki lah yang memergoki.Entah seperti apa perasaan nya saat ini karena melihat sendiri ulah putra nya.Dia pasti merasa kecewa,sedih serta malu.Tapi kesalah pahaman ini tak bisa di biarkan begitu saja.
__ADS_1
"Nyonya maafkan saya."Mayang duduk bersimpuh memeluk kaki Ratih dengan linangan air mata yang tak dapat ia tahan.Ratih sempat terkejut dengan ulah Mayang,namun ia membiarkan gadis itu bicara."Tuan memang pernah mencium saya tapi karena saya yang menggoda nya.Maaf kan atas ketidak sopanan saya nyonya.Tapi jangan hukum Tuan Brian dengan menikahi saya.Tuan Brian ber hak bahagia dengan orang yang di cintai nya."
Brian tampak terkejut mendengar kalimat yang terucap dari mulut Mayang.Ia benar-benar tak bisa percaya Mayang bisa memutsr balikkan fakta seolah dia yang bersalah di sini. Dasar gadis bodoh!
"Bangun Mayang."Ratih memegang bahu Mayang agar gadis itu berhenti memohon padanya."Kembali duduk di tempat mu."Ratih melirik sofa kosong tempat di mana Mayang tadi duduk.
Gadis itu pun pelan-pelan mengangkat tubuh nya yang terasa lemas dengan lengan sebagai penopang nya.Berusaha mengumpul kan tenaga agar kaki yang masih ia tekuk kembali memiliki tenaga untuk menopang berat tubuh nya.
Mayang kembali duduk pada posisi nya semula dengan wajah yang masih tertunduk.Ia berusaha menyeka air mata yang benar-benar tanpa malu muncul di saat yang tak tepat.Mungkin Ratih mengira ini hanyalah air mata bawang untuk mempermanis aksi penolakan pura-pura nya.Tapi Mayang benar-benar merasa hatinya seperti di cabik-cabik.Rasanya sangat sakit hingga membuat dadanya terasa sesak.
"Pernikahan kalian akan dilaksanakan seminggu dari sekarang."Ratih lagi-lagi memberi pernyataan yang mengejutkan bagi Brian dan Mayang.Ia bangkit dari duduk nya bersamaan dengan Malik lalu melangkah meninggal kan dua orang yang masih dalam keadaan terkejut itu.
Mayang mengikuti langkah Ratih dengan pandangan matanya yang seperti berkabut.Lalu menguatkan kaki nya untuk melangkah mengikuti Ratih.
"Nyonya apakah terpikirkan oleh anda apa jadinya tuan Brian nanti jika menikah dengan saya?Reputasi keluarga anda nyonya?!Bagaimana jika orang-orang mencemooh karena Tuan Brian menikah dengan wanita dari kalangan rendahan seperti saya!" Mayang berharap karena memikirkan hal itu Ratih akan berhenti dan mengubah keputusan nya.Namun wanita itu tak bergeming sama sekali,malah terkesan mengabaikan Mayang dan tetap berlalu meninggalkan gadis yang kini berdiri terpaku itu.
Mayang tak putus asa begitu saja.Ia berbalik mendekati Brian yang masih duduk di sofa."Tuan kenapa anda diam saja!Berikan pengertian pada orang tua anda!"Mayang mendesak dan mengguncang lengan Brian.
Brian meraih lengan Mayang dan menggenggam nya."Percuma Mayang."Ucap Brian singkat lalu pergi meninggalkan Mayang yang masih menatapnya penuh harap.
Kenapa dia bisa se santai itu setelah mendengar dia akan di nikah kan dengan orang yang tidak ia cintai?
**********
"Kenapa ayah memanggilku?"Tanya Brian sembari duduk di sebuah sofa panjang di ruang kerja ayahnya.
"Orang tua Sella sudah menelpon Ayah,"Ucap Malik tanpa basa-basi.
"Oh."Brian mengangguk-angguk dengan senyum penuh penuh ironi."Apa yang dia mau?"
"Dia ingin Mayang meminta maaf pada Sella dan bersimpuh di kakinya."
"Dia ingin menindas Mayang lagi rupanya."Ucapan Brian terdengar tenang,tapi dia tengah bersusah payah menahan amarahnya."Buah memang jatuh tidak jauh dari pohon nya."
"Apa yang kau katakan?"Malik tertawa tak mengerti.
__ADS_1
"Tentu saja Sella."Jawab Brian singkat."Memangnya sifat licik nya itu dari mana dia dapat kalau bukan dari ayahnya.Besok aku akan menemui Om Adam ke kantor nya."
"Untuk apa?"Tanya Malik curiga.
"Tentu saja untuk menyelesaikan masalah ini Ayah."Jawab Brian sembari tersenyum yang justru membuat Malik semakin curiga."Seperti nya menyenangkan saat melihat lelaki itu bertekuk lutut dan memohon kepadaku untuk mengembalikan lagi bantuan ku dan aset-aset serta saham yang ku tarik lagi dari perusahaannya."Brian menyeringai jahat."Kalau sudah begitu dia bisa apa selain menangis meratapi kebangkrutan nya."Brian tersenyum lebar membuat Malik menatap nya dengan tatapan getir.
"Brian,bagaimana kalau Ayah saja yang urus hal ini?"Malik mencoba membujuk.Dia tau betul Bagaimana cara kerja putra nya kalau sudah bertindak.Brian yang dulu terkenal bengis dan tanpa ampun terhadap orang yang telah berkhianat padanya.Tidak seperti Ayah nya yang cenderung kalem dalam menghadapi masalah.
"Terserah Ayah."Brian bangkit dan berdiri."Besok Billy akan menjemput Mayang dan mengantarnya pulang ke kampung halaman nya."
"Untuk apa?"Kening Malik berkerut.
"Aku sudah terlanjur mengizinkan Mayang untuk pulang selama dua hari saat menenangkan nya tadi."Brian berfikir sejenak."Billy juga akan membawa bukti-bukti penyelewengan dana dari perusahaan kita oleh Om Adam.Dan itu bukan lah jumlah yang sedikit."Brian menunjukkan seringai nya pada Ayah nya yang tampak tak bisa berkata-kata.
Karena selama ini Malik selalu membela Adam karena mereka berteman sejak lama.Tapi sepertinya Adam bersikap baik karena ada maksud yang terselubung di hatinya.Ia rela menjilat demi tercapai keinginan nya.
"Ayah aku pamit pulang."Brian mohon diri setengah membungkuk sopan lalu berbalik dan meninggalkan ayah nya sendiri.
"Hati-hati di jalan!"Teriak Malik saat Tubuh Brian hampir tak terlihat.
"Iya!"Suara teriakan dari luar membuat Malik tersenyum.
*********
Di pagi hari Mayang bangun dan bersiap seperti biasa.Walaupun masih sedikit mengantuk akibat semalam matanya susah untuk terpejam.
Mayang melangkah kan kakinya menuju ruang depan.Ia berencana menyiram bunga di taman depan di halaman rumah.Namun langkah nya terhenti di ruang tengah.Merasa terkejut juga se pagi ini Billy sudah sampai di sini dengan pakaian formal rapi seoerti biasa dan tengah berbincang dengan Ratih.
"Mayang kemari."Ratih yang menyadari kehadiran Mayang pun melambaikan tangan nya mengisyaratkan agar gadis itu duduk di sampingnya.Mayang pun patuh,ia melangkah mendekat dan duduk di sebelah Ratih."Apa kau sudah siap?"Tanya Ratih kemudian.
Mayang membulatkan mata nya seketika."Siap untuk apa nyonya?"Mayang menatap Ratih Dan Billy bergantian.
Tidak harus menikah sekarang juga kan??
Bersambung
__ADS_1