
Mayang dengan cepat melempar pandangan nya ke sumber suara.Tampak seorang wanita cantik berpenampilan seksi dengan dandanan yang menor masuk dan berjalan dengan anggun menghampiri Brian dengan memegang beberapa map di tangan nya.
Dari yang dilihatnya itu Mayang dapat menyimpulkan bahwa wanita ini adalah pegawai bawahannya Brian.Tapi kenapa pakainnya seksi begitu saat bekerja.Bahkan seperti sengaja menunjukkan belahan dada nya yang terlihat aduhai.Mayang tak bisa membayangkan kalau setiap hari Brian melihat pemandangan seperti ini.Apa jadinya pria itu nanti.
Mayang menarik dirinya mundur beberapa langkah sedikit menjauh dari sofa.
Ya tuhan,,, kenapa nasibku sesial ini.Kenapa aku malah terjebak di tempat ini dan harus melihatnya bersama wanita lain. Mayang.
Gadis itu lantas duduk di sofa merapatkan tubuhnya pada Brian yang sudah lebih dulu duduk di sana."Brian,,, kita jadikan Lunch bareng?"Suara nya lembut seperti merayu sembari melingkar kan tangannya pada lengan Brian.
"Jadi dong Karla."Jawab Brian sambil tersenyum.Brian terlihat sangat antusias saat berbicara dengan gadis itu."Kamu lihat kan makanannya sudah siap."Brian bicara sambil mengedarkan pandangannya pada meja yang telah terisi makanan itu.
Karla membulatkan mata nya merasa tak percaya Brian akan bersikap baik seperti ini pada nya.Padahal selama ini ia selalu gagal saat berusaha mengajak lelaki ini makan bersama apalagi kencan.Tapi hari ini ia terlihat tersenyum manis sekali pada nya. Brian juga tak menolak saat ia merangkul lengan lelaki itu.Karla berpikir tak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan baik ini.
"Ya udah aku ambilkan nasi nya ya..."Karla meraih piring dan mengambil nasi dan menaruh nya di piring itu.Tak lupa pula sayur dan lauk nya.Lalu memberikan satu suapan pertama nya ke mulut Brian.Brian pun tak canggung menerima suapan itu.Kedua nya terlihat seperti pasangan kekasih.
Kenapa mereka mesra sekali?Apa dia ini pacar tuan Brian juga?Sebenarnya pacar tuan Brian siapa si??Dengan dia tuan mesra,tapi dengan Sella pun tuan juga mesra.Sebenarnya tuan itu punya pacar berapa?!
Entah mengapa Mayang merasa geram sendiri.Merasa kesal dengan kelakuan Brian yang Play boy itu.
Brak!
Tanpa sadar Mayang menjatuhkan tas tangan nya itu ke lantai.Kedua orang yang tadi mengabaikan keberadaan nya itu pun bereaksi melemparkan pandangan kilat kearah nya secara bersamaan.
"Brian dia siapa?"Karla bertanya dengan pandangan mata seperti menelisik.
"Dia asisten ibu,"Brian mejawab dengan melirik ke arah Mayang yang tengah berjongkok mengambil kembali tas nya yang terjatuh tadi.
"Lalu kenapa dia masih disini?"Karla bertanya seolah dirinya merasa terganggu dengan keberadaan Mayang di sana.
"Tidak apa,biarkan saja dia disini.Dia sedang melakukan tugas nya."Brian beralasan agar Karla tidak mengusir Mayang dari situ.
__ADS_1
"Ayo makan lagi, kamu juga makan ya.."Brian menyuapi Karla makanan itu namun dengan sendok yang lain.
Teruskanlah!Abaikan saja aku!!Aku memang hanya kalian anggap seperti butiran debu yang bahkan keberadaan ku tak terlihat oleh kalian.Tapi perlu kalian tahu bahwa sebutir saja debu ini masuk kedalam mata kalian,kalian akan merasa tersiksa dan tak mampu membuka mata kalian sebelum debu ini berhasil di keluarkan.
Mayang merasa risih dengan dua orang yang menurutnya sedang kemesraan padanya itu.Menurutnya itu terlalu berlebihan dan dibuat-buat.
Mayang meneliti gadis bernama Karla itu.Sebagai wanita karier seperti nya Karla bukan lah orang yang tepat untuk menjadi istri Brian.Menurut nya wanita ini tak akan mau melahirkan banyak anak seperti yang di inginkan nyonya besar.Sebagai asisten nyonya dia perlu menilai ini kan..
Kenapa si lelaki selalu memandang wanita hanya dari penampilan luar nya saja.Tanpa melihat innerbeauty nya.Bukan kah laki-laki harus menikahi wanita baik-baik untuk menjadi istri selaligus ibu untuk anak-anak nya.
Aaaaaaa kenapa jiwa jomblo ku jadi meronta-ronta begini!Kenapa aku merasa lebih baik dari wanita ini untuk jadi istri tuan Brian... Nikahi aku saja tuan.. Aku bersedia memberikan banyak anak untuk mu kok.. suer.. Tapi lihat lah dia.. wanita di sebelah anda.Bukalah mata anda lebar-lebar dan lihat dia dengan jelas.Apakah wanita seperti itu sanggup memberimu banyak anak??
Astaghfirullah.. Ampuni aku ya allah karena tanpa sadar aku telah sombong.Merasa diriku lebih baik dari orang lain.Bahkan karena sifat seperti ini,manusia beriman seperti apapun tak dapat menginjakkan kakinya menuju surgamu karena sifat tercela ini.
Pantas saja aku masih jomblo sampai sekarang.Karena di muka bumi tidak ada lelaki yang sempurna seperti apa yang aku impikan.Karena sejatinya manusia adalah tempat salah dan khilaf.Yang penting mereka mau bertobat.
Tapi kedua manusia ini benar-benar telah kelewatan!Hey segeralah bertobat kalian!Apa kalian tidak sadar telah menzolimi hati jomblo sejati yang sama sekali tak kalian anggap keberadaan nya ini!Aku ini jomblo sejati dengan hati dan mata yang masih suci.Kalian malah mengotorinya dengan pemandangan mesum yang kalian ciptakan ini
"Oh Sekretaris Billy,Syukurlah anda datang."Ucap Mayang dengan nada penuh syukur melihat lelaki ini dihadapan nya.
Billy tampak terkejut melihat pemandangan yang ada di dalam.Brian tampak mengedipkan matanya saat beradu pandang dengan Sekretaris nya.Meskipun itu habyalah sebuah kedipan,namun Billy mengerti apa maksud dari tuan nya itu.Sepertinya Brian sedang bersandiwara untuk membuat Mayang cemburu.
"Sekretaris Billy,"Billy langsung menoleh begitu dengar namanya di panggil oleh Mayang."Bisa antarkan saya menemui nyonya??"Suara Mayang terdengar lembut bicara pada Billy.Ia juga terlihat menyunggingkan senyum msnis nya."Saya sudah merasa tidakbnyaman disini."
"Mari Mayang,,"Billy mempersilahkan Mayang berjalan di depan nya untuk keluar dari ruangan Presdir.
Entah kenapa Mayang tiba-tiba ingin memerankan akting seperti tokoh wanita sedang berjalan tiba-tiba terpeleset dan tokoh lelaki yang di belakang nya menangkap tubuh nya dengan cekatan.
Eh-beneran terjadi lho. Billy dengan cekatan menangkap tubuh Mayang yang tiba-tiba oleng karena heels nya yang terlalu tinggi.Bahkan Mayang saja belum memulai akting nya.Ia benar-benar hampir tersungkur.
Beruntung Billy berhasil meraih tubuh Mayang dan merengkuh tubuh ramping itu dalam pelukan nya.Sontak hal itu seketika membuat Brian bangkit dan berdiri karena merasa geram karena Billy telah menyentuh wanita nya.Meskipun Billy telah melepaskan tubuh Mayang yang sudah kembali berdiri di posisinya dan Billy telah meminta maaf.
__ADS_1
"Lain kali lebih berhati-hati Mayang."Pesan Billy karena Mayang terlihat masih shock.
"Terimakasih sekretaris Billy."Ucapan Mayang terdengar tulus.
"Ayo aku antar,"Billy menunjuk pintu dengan lima jari tangan nya dengan maksud menyuruh Mayang berjalan di depan.
"Auu."Mayang memekik seperti merasa kesakitan saat akan melangkah.
"Apa kau baik-baik saja Mayang?"Tanya Billy khawatir sambil memegang tangan Mayang agar supaya gadis itu tak tersungkur lagi.Pandangan nya terarah pada kaki Mayang.
"Sepertinya kaki ku terkilir Sekretaris Billy."Mayang menjawab sambil meringis.Lalu membungkuk sedikit memijat kakinya berharap mengurangi rasa nyeri nya.Setelah itu ia meegakkan tubuh nya dan memaksakan kakinya yang masih terasa nyeri untuk melangkah dengan tertatih.
Billy membantu Mayang berjalan dengan menuntun dan membimbing langkah Mayang keluar dari ruangan Presdir itu tanpa memperhatikan Brian yang tengah menggemerutukkan gigi menahan amarah.
"Hey kenapa tidak sekalian kau gendong saja dia!"Teriakan Brian membuat kedua orang yang baru saja melangkah itu terhenti dan menoleh ke arahnya.
"Baik tuan."Jawab Billy dengan patuh nya sambil mengangguk sopan.Lalu ia membungkukkan tubuh nya dan merengkuh tubuh Mayang kedalam gendongan nya seperti ringan tanpa beban.
Mayang yang terkejut karena dirinya benar-benar telah berada di gendongan Billy pun meronta."Sekretaris Billy apa yang kau lakukan?!Turunkan saya sekarang!"Sambil melotot dan memukul-mukul dada Billy.
"Diam Mayang.Ini perintah dari tuan."Suara Billy dingin tanpa ekspresi lalu melanjutkan langkah meninggalkan tempat itu.
Hey dasar bodoh!Siapa yang benar-benar menyuruh mu menggendongnya!Sialan!Awas kau nanti! Brian mengepalkan tangan nya lalu melakukan gerakan memukul ke udara.
Sial!Kenapa jadi begini si!Padahal tadinya aku yang ingin membuatnya cemburu.Tapi kenapa yang terjadi malah aku yang dia buat cemburu!
"Brian kau lihat mereka sangat serasi ya..."Brian semakin kesal mendengar Karla mengatakan hal itu.Ia melepaskan tangan Karla yang melingkar di lengan nya secara paksa dan berlalu meninggalkan gadis itu.
"Brian mau kemana!Kita belum selesai makan...!"Karla berusaha menarik tangan Brian.Menahan laki-laki itu agar tidak pergi.Namun Brian menepisnya seperti tak ingin di sentuh.
"Kamu makan saja sendiri!"Brian tetap pergi dan tak menghiraukan gadis yang terlihat semakin kesal itu.
__ADS_1