Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Tante Wonder Woman


__ADS_3

Hari ini Mayang melewati nya tanpa memandang wajah Brian terlebih dulu.Entah mengapa rasa nya hambar.Pagi-pagi sekali dia sudah harus bersiap untuk terbang menggunakan jet pribadi milik keluarga mereka untuk urusan bisnis ke negara tetangga.


Brian tidak sempat pamit pada Mayang karena urusan nya begitu mendadak.Bu Kuswara lah yang menyampaikan pesan Brian pada Mayang.


Setelah menyelesaikan sarapan nya Mayang juga langsung bergegas,hari ini dia memiliki janji untuk berkunjung ke rumah nyonya besar. Mobil yang menjemputnya juga sudah datang. Seorang pelayan yang menyampaikan kedatangan nya pada Mayang.


Tak berapa lama kemudian,mobil yang membawa Mayang akhirnya melaju meninggalkan rumah Brian menuju ke kediaman orang tua nya.


Saat mobil mulai memasuki gerbang utama,pemandangan indah taman yang luas dengan berbagai jenis bunga yang sedang bermekaran di pagi hari dan tanaman hias tampak siap menyegarkan mata bagi para wanita pecinta keindahan seperti Mayang.


Nyonya memang suka sekali bunga.Terlihat dari kepandaian nya mengatur sendiri tatanan taman ini sesuai dengan keinginannya.Mobil melaju semakin jauh memasuki halaman depan rumah,Mayang bisa melihat nyonya yang tampak berdiri di teras sambil menatap ke arah mobil yang membawa Mayang.


Terlihat pula beliau mendekati mobil saat mobil sudah berhenti.Senyum nyonya terlihat bahagia saat melihat Mayang keluar dari mobil.Nyonya bahkan menyambut kedatangan Mayang.Sungguh membuat Mayang merasa terharu.


"Tidak apa kan kamu disini,, dari pada sendirian di rumah brian..."Ucap Ratih saat melangkah memasuki rumah beriringan dengan Mayang.


"Iya nyonya,saya merasa kesepian disana."Jawab Mayang diiringi tawa kecil.


"Kalau begitu sering-sering lah kemari.."Goda ratih pada Mayang yang membuat gadis itu tersenyum kecut.


Mereka berjalan menuju ke sebuah ruangan.Di dalam ruangan tampak seorang gadis tengah serius dengan laptop nya.Gadis itu seketika berdiri dan mengangguk dengan sopan begitu melihat kedatangan Ratih dan Mayang.


"Mayang kenalin,ini Bella.Dia asisten ku."Ucap Ratih saat mereka sudah dekat saling berhadapan.


"Selamat pagi Mayang,,"Ucap Bella seraya mengulurkan tangan kanannya unyuk berjabat tangan.Gadis itu tersenyum ramah.


"Pagi Bella,,,"Sahut Mayang pula membalas uluran tangan Bella.Mereka saling berjabat tangan.


"Kalau disini kamu butuh sesuatu bisa tanyakan pada Bella."Ucap ratih dengan senyum hangatnya.


Mayang hanya tersenyum.


"Iya benar kata nyonya.Kau tak perlu sungkan padaku.."Bella mendukung ucapan Ratih.


"Ada apa Mayang?"Tanya Ratih karena melihat mimik wajah Mayang yang terlihat bingung.


"Apa yang harus saya lakukan disini nyonya?"Tanya Mayang dengan wajah polosnya.


"Kau boleh melakukan apa saja disini yang kau suka."


Benarkah?Kenapa nyonya sebaik ini padaku.Apa benar tidak ada maksud lain?


"Kau bisa membantu Bella atau menemani nya."Ratih meralat ucapan nya.Sepertinya alasan yang tadi masih terlalu tak masuk akal membuat gadis itu bingung dan bertanya-tanya.terlihat dari raut wajahnya yang terlihat berubah."Tugas Bella sangat banyak.Seperti nya dia membutuhkan bantuan."Ratih melirik pada Bella.


"Benar nyonya,,sepertinya hari ini saya akan sibuk sekali."Sahut Bella meyakinkan.Gadis ini tahu bagaimana harus bersikap.


"Sudah,, jangan berfikir macam-macam.Aku hanya ingin kau merasa nyaman disini."Ratih memasang mimik muka sedih."Aku hanya tak ingin kau kesepian di rumah Brian dan merasa terkurung disana.Aku sungguh menyesalkan perlakuan Brian padamu.Apa kau tidak senang berada disini?"


"Nyonya jangan bicara begitu."Ucap Mayang cepat sambil meraih jemari Ratih dan menggenggam nya hangat."Saya senang sekali berada disini bersama nyonya.Saya hanya merasa nyonya terlalu baik pada saya."


Ratih berhasil membuat gadis itu trenyuh.


"Bahkan kalau Brian mengizinkan aku akan memperkerjakan mu disini.."


"Benarkah nyonya..."Mayang mengguncang lengan ratih dengan sorot mata merasa tak percaya.Gadis itu terlihat senang sekali."Nyonya saya ingin sekali bekerja.Jadi pelayan disini pun tak apa.."Hey apa yang kau katakan Mayang,, tidak harus bicara tentang jadi pelayan juga kan,,, pasti bukan itu yang kau inginkan... Apa itu hanya tak tik mu merayu nyonya...


"Hey siapa juga yang ingin menjadikan mu pelayan disini..!"Ratih menempelkan telunjuk nya di kening Mayang sambil tersenyum."Ini hanya bentuk protes ku pada Brian,aku hanya tak suka dia mengurung anak orang seenaknya."


"Anda baik sekali nyonya..."Mayang memuji Ratih dengan penuh kekaguman.


"Hey aku tak sebaik itu!Sudah cukup,jangan membuat ku jadi besar kepala.Aku tinggal sebentar ya,kau mengobrol lah dengan Bella.Bella..."Ratih memanggil gadis yang lagi-lagi terlihat asik dengan laptop nya.Gadis itu menoleh mendengar suara nya di panggil.


"Ya nyonya."


"Kamu temani Mayang,,"Titah Ratih.


"Baik nyonya."Jawab Bella mantap dengan menganggukkan kepala.


Ratih lalu melangkah keluar dari ruangan dan menghilang setelah ia menutup pintu.

__ADS_1


"Kemarilah..."Bella menggandeng tangan Mayang dan menarik nya untuk duduk di sofa."Tak perlu sungkan pada ku."Ucap Bella setelah keduanya duduk di sofa.Mayang hanya tersenyum."Sepertinya kita seumuran ya..."Tebak Bella.Keduanya lantas berbicara satu sama lain saling bertukar cerita.Tak butuh waktu lama untuk membuat mereka akrap.


Bagi Mayang,Bella adalah gadis yang cantik, baik,supel.Dia sepertinya mudah sekali berbaur dengan orang yang baru di kenal.Rambutnya yang lurus sampai ke bahu ia biarkan tergerai.Penampilan nya yang terkesan santai namun rapi cocok sekali di pakai untuk bekerja maupun bersantai.


Mayang sendiri masih belum bisa memahami sebenarnya Bella sedang bekerja atau hanya main saja,karena obrolan mereka belum sejauh itu.


Di tengah obrolan mereka tiba-tiba ponsel Bella berdering.


"Aku angkat telfon dulu ya.."Izin Bella pada Mayang yang dibalas anggukan oleh Mayang.


"Ya hallo,,"Kata Bella saat sudah menempelkan ponsel ke telinga nya.


Mayang memperhatikan gadis yang sedang serius berbicara di telfon yang berdiri membelakangi nya itu.Bahasa tubuh nya terlihat sangat luwes.Dia juga terlihat anggun.Terlihat sekali dia lahir dan besar di lingkungan orang kaya yang berwibawa. Sepertinya masalah pekerjaan yang sedang ia bicarakan.


"Baiklah terimakasih,nanti akan saya sampaikan pada nyonya."Ucap Bella menutup pembicaraan nya di telfon.Lalu kembali duduk di samping Mayang.


"Apa itu tadi telfon mengenai pekerjaan?"Tanya Mayang penasaran.


"Iya, ada urusan yang harus di selesaikan di butik nyonya."


"Apa ada masalah?"


"Tidak,hanya urusan biasa.Aku sudah terbiasa mengurusnya."


"Kau hebat sekali ya,semuda ini kau sudah terlalu disibukkan dengan pekerjaan. sedangkan aku masih saja pengangguran.." Ucap Mayang sambil cemberut.


"Kau bisa membantu ku kalau kau mau."Bella menawarkan mencoba menghibur Mayang.


"Benarkah."Mayang semakin antusias.


"Bukan kah kau dengar sendiri tadi nyonya bicara apa.."


"Hahaha iya,betul juga."Tawa Mayang terdengar garing."Bella,sudah berapa lama kau bekerja pada nyonya?"Tanya Mayang penasaran.


"Lebih setahun,belum terlalu lama kok.Aku bekerja setelah lulus kuliah."


"Tapi kau terlihat seperti sudah lama bekerja.."


"Apa hubungan mu dengan nyonya?"Mayang merasa ingin tahu lebih jauh.Tentu saja ingin mengorek hubungan gadis ini dengan Brian.


"Aku putri sahabat nyonya,, kami sudah seperti keluarga."Bella menjelaskan.


Kalau sudah seperti keluarga berarti tidak ada hubungan yang spesial antara Bella dan tuan Brian kan... Mayang menggumam dalam hati.


"Kenapa??"Bella merasa aneh dengan mimik muka Mayang yang tiba-tiba tersenyum.


"Ah tidak..."Mayang mengelak.Agak malu.


Terdengar suara pintu dibuka dari luar.Ratih datang dengan menggendong bayi.


Itu bayi siapa? Mayang melongo.Penasaran.


"Hai..."Entah dari kapan Bella tiba-tiba saja sudah mencium dan menyapa bayi dalam gendongan nyonya.Apa dia punya ilmu berpindah tempat secara kilat.Mayang sampai tak menyadari nya.Nya karena dia terlalu sibuk memikirkan itu bayi siapa..


"Nyonya,kita harus ke butik secepatnya. Manager baru saja menelfon saya."Bella menjelaskan.


"Oh ya..Trus ini gimana,,"Nyonya melirik bayi yang di gendong nya."Kita nggak mungkin bawa dua ke butik kan.."


"Biar sama saya saja nyonya."Sela Mayang yang membuat Ratih dan Bella melongo tak percaya.Keduanya seolah mengatakan,ini bayi lho Mayang,bukan boneka!jangan main-main ya..


"Serius kamu,enggak sebentar lho kami ke butik nya?Emang kamu bisa jagain bayi?"Bella mencecar Mayang dengan kalimat meragukan.


"Aku sudah biasa kali jagain bayi.Keponakan ku kan banyak.Ada dot nya juga kan?"Mayang seperti yakin saja."Lagian dia kan masih bayi,masih lebih mudah menjaganya,asalkan dia kenyang dan merasa nyaman."


"Beneran nggak apa-apa ni...?"Ratih meyakinkan lagi.Kenapa dia merasa senang mendengat kata-kata Mayang.


"Benar nyonya,asal nyonya percaya pada saya."


"Aku percaya kok,, ni..."Ratih meminta Mayang mengambil alih bayi ini.

__ADS_1


Akhirnya Ratih dan Bella benar-benar meninggalkan Bayi itu dalam pengasuhan Mayang.Mayang merasa harus berhati-hati melakukan tugas berat ini.


"Hai.. siapa nama mu...?"Mayang menyapa bayi mungil yang mulai menggeliat karena ciuman Mayang itu.


Hey kenapa aku sampai lupa menanyakan nama mu pada nyonya.Kau pasti punya nama kan bayi mungil.. lantas aku harus memanggil mu apa kalau aku saja tidak tahu namamu.


Dan poin penting yang terlewatkan untuk ku tanyakan,kau ini bayi siapa?Kau bukan bayi tuan Brian kan...


"Baiklah,,, karena semua pakaian mu berwarna pink,jadi kau ku panggil baby girl ya... kamu lucu banget si..."Mayang menciumi lagi bayi itu.Lalu menimang-nimang nya lagi untuk menenangkan nya karena sepertinya bayi itu mulai terganggu karena ulah nya.


"Lo siapa?"Tiba-tiba terdengar suara lelaki yang berdiri di ambang pintu.Laki-laki itu terlihat bingung menatap Mayang.


"Ee gg gue temen nya Bella."Karena terkejut mendadak Mayang jadi gagap.


Ini siapa lagi,Apa dia bapak nya ni bayi.Masih muda si,cakep juga.badan nya juga oke.Hidung nya mancung kayak perosotan anak TK.Tapi tetep tuan Brian is the best lah pokoknya.


"Oh temen nya Bella,,"Ucapnya lalu melangkah mendekati Mayang.Membuat gadis itu langsung pasang kuda-kuda mengantisipasi penyerangan yang mungkin lelaki itu lakukan.Ya elah Mayang... biasa aja keles.. "Trus si Bella nya kemana?"Tanya lelaki itu lagi saat sudah mendekat.


"Ke butik sama nyonya."Jawab Mayang singkat.Waspada.


"Hai baby boy..."Sapa nya pada bayi,Sambil memegang tangan mungilnya.


"Kok baby boy... baju nya saja warna nya pink.."Protes Mayang karena melihat semua ***** bengek dari si baby warna nya pink.


"Dia baby boy kok, emak nya aja yang keranjingan sama yang warna pink."Jawab nya lagi sok tau.


"kok tau... lo bapak nya ya..?"Tebal Mayang asal.


"Bukan gue om nya.."Jawab nya sambil memasukkan jemari nya kedalam saku celana bahan nya yang di padukan dengan jas yang sengaja tidak dikancing.


"Oh om nya.."Mayang mengangguk."Om bisa nitip ponakan lo bentar gak?Gue mau bikin susu."pinta Mayang sudah mau menyodorkan bayi itu."Lo bisa bopong bayi kan...?"


"Bisa lah."Menerima bayi itu dari gendongan Mayang dengan hati-hati."Kasihan ponakan gue ditinggal emak nya.."Ucapnya lagi setelah bayi itu berada di pelukan nya.


"Lah emang emak nya kemana..?"Tanya Mayang dengan suara iba.Fikiran nya udah ngelantur kemana-mana.


"Nyalon..."Jawab om nya bayi singkat.


"Oh kirain.."Mayang terdengar menghela nafas.


"Emang lo fikir kemana heh"Eh si om nya bayi ketawa,membuat Mayang tersenyum malu."Lo aja yang mikir nya kejauhan."


"Tadi lo bilang nya kasihan di tinggal emak nya,Jadi gue mikir nya ya.."Mayang tak melanjutkan nya.Ia tersipu malu.


"Buruan bikin susu nya... "Titah si om bayi."Kayaknya dia udah haus dech.."


"Oh iya,bentar ya..."Jadi kelupaan kan.. Mayang bergegas mencari dispenser.Saat akan menuang air nya kedalam dot,ternyata air di galon nya habis.Dilihat nya pula disamping dispenser itu tergeletak galon dengan isi penuh.Mungkin pelayan belum sempat mengganti galon nya karena ada pekerjaan lain.


Tanpa pikir panjang Mayang lalu dengan cekatan mengganti galon air itu dengan yang masih berisi penuh.Lalu ia melanjutkan lagi membuatkan susu.


"Ck ck ck hebat lo ya bisa angkat galon."Kata lelaki di belakang Mayang membuat Mayang terkejut.Si om bayi rupanya.Dia ngikutin sampai kesini.


"Apaan si cuman galon doank,"Ucap Mayang acuh.


"Tapi nggak semua cewek bisa angkat galon lo, sumpah lo kuat banget.Baju lo juga nggak basah."Puji nya lagi dengan kekaguman.


"Ya allah cuma ngangkat galon doank,, gue aja bisa mindahin monas."Lagak nya si Mayang.


"Beneran bisa?"Eh si om antusias.Apa dia percaya..


"Gue musti tidur dulu tapi.."Kata Mayang sambil menahan tawa.


"Itu sih nama nya lo mimpi.."Celetuk si om kesal."Udah kan susu nya?"


"Iya udah kok,"Jawab Mayang lalu menerima Bayi dari gendongan om nya.


""Baby boy ikut tante wonder women dulu ya... om nya mau ngantor."Ucap nya membuat Matang membelalak.


"Apaan si!"Melotot tak terima.

__ADS_1


Bersambung🍀


__ADS_2