
Mayang mengerjap kan matanya saat terbangun keesokan harinya.Berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih belum sepenuhnya kembali.Ia sedikit berjingkat saat tak sengaja menyentuh tangan kekar yang melingkar di pinggang dan menyentuh perut nya.
Brian memeluk tubuhnya erat dari belakang.Ia bisa merasakan hembusan nafas Brian yang hangat menyapu puncak kepalanya.Nafasnya berhembus teratur yang menandakan kalau suaminya masih tertidur pulas saat ini.
Mayang ingin bangun,namun tubuh Brian menempel sangat rapat pada tubuhnya.Jika dia memaksa untuk bergerak,bisa di pastikan suaminya akan terusik karena gerakan nya.Tapi dia benar-benar harus bangun sekarang.
Mayang mengangkat tangan kanan Brian yang yang melingkar di pinggang nya dengan sangat hati-hati dan memindahkannya pada pinggang Brian sendiri.Lalu Mayang berusaha menggeser tubuhnya untuk menjauh.
Namun karena gerakannya itu menimbulkan gesekan tubuhnya dengan suaminya membuat sesuatu yang tadinya tidur kini pun jadi terbangun.Mayang bisa merasakan sesuatu yang mengeras dan mengganjal di bagian belakang tubuhnya di bawah sana.
Saat ia akan berusaha bangun,usahanya terganggu oleh rambut panjangnya yang ternyata tertindih tubuh Brian.Lelaki itu sepeetinya benar-benar terusik sehingga bereaksi.
Brian meraih tubuh Mayang dan kembali memeluknya.Ia mengangkat kepalanya dan menyusuri lekuk leher hingga wajah Mayang menggunakan bibirnya dengan penuh hasrat.
Tangan nya dengan nakal meraba area sensitif Mayang hingga suara desahan lolos dari mulut gadis itu.
Brian semakin bersemangat melakukan aksinya.Ia menindih tubuh Mayang bertumpu pada kedua lutut dan lengan nya.Membenamkan bibirnya di bibir Mayang dan menyesap nya dengan penuh gairah.Memaksa Mayang membuka mulutnya dan memainkan lidahnya di dalam sana dengan liar.
Tangan dan bibir Brian semakin tak terkendali dalam usahanya kali ini.Ia benar-benar tak ingin melepaskan istrinya walau dia menjerit bahkan menangis sekalipun.
Brian akhirnya melepaskan pagutan nya saat Mayang tersengal akibat kehabisan nafas.Brian membelai lembut bibir Mayang yang basah dan sedikit bengkak akibat ulahnya.Namun Brian sedikit mengernyit kan dahinya karena melihat wajah Mayang yang terlihat sedih.
"Sayang kenapa wajahmu sedih begitu?Apa kau tak bahagia dengan pernikahan kita?" Brian menatap lekat mata Mayang,menanti jawaban dari sang istri.
"Aku bahagia sayang," Mayang menjawab singkat namun setelah itu diam.
"Apa kau belum siap dengan malam pertama kita?Kenapa tubuh mu seperti tak merespon saat aku mencumbumu?"
"Sayang maaf," Nada bicara Mayang terdengar penuh penyesalan membuat Brian semakin penasaran.Bahkan terlihat bulir-bulir air mata menetes dari sudut mata Mayang.
"Sayang ada apa?!" Nada suara Brian agak keras setengah membentak. "Katakan padaku!"
"Maaf kalau aku mengecewakan mu," Mayang terisak. "Tapi aku sedang datang bulan sekarang.Aku benar-benar minta maaf." Ucap Mayang sembari membelai lembut wajah Brian yang yang terlihat langsung berubah penuh kekecewaan. "Aku bisa tunjukkan kalau kau ingin bukti sayang," Suara Mayang lirih namun dengan kesungguhan.
Brian terlihat menghela nafas dalam sebelum membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.Berusaha menyembunyikan wajah penuh kekecewaan nya.Menyatukan dada mereka yang sama-sama berdebar dan terasa sesak oleh hasrat yang tertahan.
Agak lama mereka terdiam dalam posisi seperti itu.Berusaha menahan hasrat yang tak tersalurkan.Membiarkan darah yang sempat memanas tadi agar mendingin.Merasakan degupan jantung yang seirama dan menyalurkan rasa cinta yang membara melalui pelukan.
Brian bukanlah predator yang suka melahap mangsa tanpa ampun.Maka dari itu dia bisa mengendalikan dirinya untuk saat ini dan tak akan menodai Mayang sampai dia siap nanti.
Brian mengangkat kepalanya dan mendaratkan kecupan hangatnya di kening,pipi,hidung dan leher Mayang tanpa hasrat untuk memangsa nya.Namun terlebih karena kasih sayang nya.
__ADS_1
"Sayang apa kau tak marah?" Tanya Mayang takut-takut.
"Tidak sayang," Brian menunjukkan senyum nya.Ia menjatuhkan tubuhnya di tempat nya semula dan menarik tubuh Mayang kedalam pelukan nya.Lantas membenamkan wajah istrinya itu ke dada bidang nya. "Aku akan menunggu sampai kau siap."
Air mata haru Mayang tanpa suara menetes membasahi baju tidur Brian.Ia merasa bahagia dan beruntung memiliki suami yang sangat pengertian dan penuh kasih sayang seperti lelaki yang tengah mati-matian menahan hasrat nya ini.
Hari ini Brian memutuskan untuk masuk kerja pertama setelah libur untuk acara pernikahannya.Selain karena pekerjaan yang pastinya sudah menumpuk karena segala hal membutuhkan persetujuan dari nya,tentu saja untuk meminimalisir berdekatan dengan sang istri yang selalu membangkitkan gairah bercinta nya.
Ponsel Brian berdering di tengah-tengah kesibukan nya bekerja siang ini.
"Halo bu," Sapa Brian setelah mengangkat telepon nya.Ia menahan ponsel yang menempel di telinganya dengan bahu nya sedang tangan nya tetap fokus pada pekerjaan nya.
"Kau sibuk?Ayah mu bilang kau sudah masuk kerja hari ini?" Ibu berbicara di seberang sana.
"Iya bu,aku sangat sibuk.Ini hari pertama ku kerja setelah libur beberapa hari.Ada apa ibu menelpon ku?" Brian bertanya sembari menandatangani file-file yang menumpuk di meja nya.
"Nenek ingin kita makan bersama.Bisa kan datang kemari sore nanti bersama istrimu?"
Brian diam sejenak sembari menyapu meja kerja dengan pandangan nya.Pekerjaan nya masih terlalu banyak dan busa ia perkirakan tak bisa pulang dengan cepat.
"Bu,bagaimana kalau ibu menjemput Mayang dulu.Aku tak ingin dia bosan menunggu ku yang tak kunjung pulang.Katakan aku akan menyusul nya nanti."
"Kenapa tak kau katakan sendiri padanya?" Ibu bertanya heran.
"Apa?!" Nada suara ibu tinggi.Sepertinya beliau tengah terkejut. "Bagaimana bisa kau tak memiliki nomor ponsel istri mu!Ibu akan kirimkan nomor istri mu segera!" Suara Ratih terdengar kesal sebelum ia memutus sambungan.
Brian menaruh kembali ponselnya di meja kerjanya.Kemudian menyandarkan punggung di kursi kerja nya.Memikirkan kembali ucapan nya tadi.Sepertinya ia tak bisa serius bekerja jika fikiran nya selalu fokus pada istri tercinta nya.Suara Mayang seperti menggema di telinganya memanggilnya untuk pulang.
Huh persetan dengan semua file ini.Biarkan Billy yang mengurus nya.Aku ingin pulang sekarang.
Brian segera menghubungi Billy yang sedang berada di luar ruangan nya untuk segara mengantarnya pulang.Brian segera berkemas sembari menunggu Billy masuk ke ruangan nya.
Brian sudah sampai di depan pintu rumahnya.Menyuruh Billy untuk kembali lagi ke kantor sebelum ia masuk ke dalam rumah.
"Di mana istri ku?" Tanya Brian pada Bu Kuswara yang tampak menyambut nya.
"Sedang membaca buku di perpustakaan Tuan muda," Jawab kepala pelayan itu sopan. "Apa perlu saya panggil kan Nyonya muda sekarang?"
"Tidak,biar aku saja yang memanggilnya." Brian kemudian berlalu melangkah menaiki tangga menuju ke kamar nya.
Cuaca yang sangat panas membuat Brian merasa gerah.Ia ingin mandi berendam agar tubuh nya merasa nyaman dan segar kembali.Tak lupa ia membawa serta ponsel dan sebotol minuman ke kamar mandi.
__ADS_1
Sembari berendam,beberapa kali ia membuka aplikasi whatsapp di ponsel nya,namun belum juga muncul balasan pesan yang ia kirim.Ia kemudian memejam kan matanya sembari bersandar di tepi bathtub sembari mendengarkan musik dari ponsel nya menggunakan head set.
*****
Mayang yang sejak tadi menghabiskan waktu membaca di perpustakaan pun berlari menuju ke kamar untuk segera bersiap.Ia tampak tergesa setelah mendapat telepon dari mertuanya yang mengatakan akan segera menjemput.
Namun ada hal yang lebih membuat nya bahagia,yaitu pesan melalui aplikasi whatsapp nya dari nomor baru yang belum lama ini ia terima.Saking bahagia nya ia sampai lupa membalas nya.
Sebenarnya tak ada kata-kata yang menarik dari pesan itu.Bahkan tak ada satu huruf pun yang tertulis di pesan itu.Hanya satu emoji berbentuk hati yang ia terima.
Namun yang lebih membuatnya bahagia dan berbunga-bunga ialah foto profil dari sang pengirim,adalah foto dirinya dengan rambut panjang yang terurai dengan hiasan bunga yang terselip di telinganya.
Bukankah ini foto saat aku dan Tuan Brian memetik bunga waktu itu?Jadi dia mencuri-curi foto dariku?!Sampai sebegitu nya kah?
Oh senang nya...
Mayang memeluk ponsel nya sendiri dengan hati yang berbunga-bunga.Mengecup nya sebelum menaruh nya dengan hati-hati.Tanpa memperhatikan keadaan sekitar ia lalu masuk ke dalam kamar mandi dengan hati yang ruang gembira sembari bersenandung.
Mayang melucuti pakaian nya satu- per satu dan melemparkan nya di keranjang pakaian kotor sembari bersenandung.Kemudian masuk ke dalam ruang kaca transparan di mana shower berada dan memutar keran nya hingga air mengalir dari sana.
Karena hati yang sedang berbunga-bunga membuatnya ingin bernyanyi lagu cinta hari ini.Dan lagu mbak Reza Artamevia pilihan nya.
"A-ku wanita yang sedang jatuh cinta... Ingin membawa nya selalu ke dalam hidup ku selama nya." Mayang sembari menggerakkan tubuhnya sedikit untuk bergoyang sembari mengusapkan shampo tang mulai berbusa ke rambut panjangnya.
"A-ku wanita yang sedang jatuh cinta... Ku harap dia merasa yang aku rasa... ha..." Mayang bersenandung kembali sembari mengusapkan spons berbusa ke seluruh tubuhnya.Ia sengaja mengusapnya dengan lembut seolah sedang beradegan menjadi model iklan sabun mandi.
Wajah nya tampak berbinar bahagia dengan senyum yang tak pernah pudar selama mandi.Saat menggosok gigi pun ia masih ingin bersenandung.
Mayang meraih handuk yang tergantung rapi di dinding lalu melilitkan nya di tubuh nya.Lalu melangkah keluar dari ruang kaca itu.
Ia memeras rambut panjang nya yang masih basah lalu membungkukkan tubuhnya.Ia memutar kepala nya seperti goyang kayang milik Trio Macan yang erotis untuk membuang air di rambutnya.
Dan ia melenggang keluar seperti biasa tanpa rasa curiga sedikitpun jika ada sepasang mata yang sejak tadi mengawasinya.
Mayang kini telah rapi dengan dress yang ia kenakan dan telah menata rambutnya dengan rapi.Mayang yang kini sedang asik memasang kan anting di telinga nya di buat terkejut oleh suara siulan yang datang nya dari arah kamar mandi.
Ia memutar kepala nya cepat menoleh ke arah sumber suara.Dan bola matanya membulat sempurna dengan mulut yang ternganga ketika melihat Brian keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk piyama dan rambut yang basah.
"Klunting," Suara anting yang terjatuh ke lantai dari tangan Mayang yang masih memegang telinga nya.
Seketika tubuh Mayang lemas dan jatuh terduduk di lantai karena kakinya yang tak kuat menopang tubuh nya.
__ADS_1
Bersambung