
Pagi itu Brian beraktifitas seperti biasa nya.Meski mata sedikit mengantuk karena semalam kurang tidur.
Mobil sudah terparkir di tempat parkir VVIP,
sekretaris Billy membukakan pintu mobil,dan tampak Brian keluar.Mereka berjalan cepat menuju lobi.Semua karyawan spontan menunduk sopan saat kedua petinggi itu berlalu.
Bruugg! Seorang wanita tak sengaja menabrak Brian hingga lembaran kertas dan map yang dua bawa berjatuhan.
"Maaf kan saya tuan,saya tidak sengaja.."menunduk sopan lalu memunguti sesuatu yang terjatuh tadi."Brian.. kau kah itu?" Tanya gadis cantik itu setelah menatap wajah Brian.
Brian mulai memandang wanita itu.
"Aku Karla, kamu masih ingat kan..
"Iya aku ingat."
"Brian kau baik-baik saja kan,kenapa dengan rambut mu??"Karla mengangkat tangan nya hendak menyentuh rambut Brian tapi buru-buru di tepis oleh lelaki itu.
"Maaf.."Karla menurun kan tangan nya karena merasa Brian tak mau ia sentuh.terlihat dari tepisan nya tadi.Apa mungkin dia masih marah..
"Memang nya kenapa rambut ku,aku suka."jawab Brian apa adanya.
"Kau yang dulu tak seperti ini."karla merasa penampilan Brian sekarang buruk sekali.Tidak seperti dulu.
"Memang nya seperti apa aku dulu."celetuk Brian dengan tawa yang di paksakan."Sedang apa kau disini?"
"Sekarang aku bekerja disini.Kau tau,, aku melewati begitu banyak proses untuk bisa masuk ke sini."
"Ya memang begitu seharus nya kan,, tidak mudah untuk bekerja di sini."
"Kau sendiri.. sedang apa disini?"
"Sama seperti mu,aku juga bekerja di sini."
"Brian,,kau bercanda ya... kau kan bos di sini,, aku tau kok,"
"Bos juga tetep kerja kan."
"Kamu betul."
"Untuk apa kau bekerja?Bukan kah..."kata-kata Brian terpotong.
"Aku sudah cerai dari suami ku,,itu sebab nya aku kerja."
Oo jadi dia janda sekarang. Brian
"Brian.. " tangan Karla melingkar di lengan Brian."Siang nanti..."
"Maaf Karla,aku bos disini dan kamu anak buah ku,, tolong jangan melampaui batas."Brian memberi peringatan dengan tatapan mata sinis.Sambil melepaskan tangan Karla yang merangkul nya.Dia sudah merasa tak nyaman dan lebih baik menyudahi basa basi nya.
"Tapi Brian..."
"Kembali lah bekerja."Perintah Brian yang kemudian berlalu begitu saja,di ikuti sekretaris Billy di belakang nya.
sepergi nya Brian dan Billy,gadis itu tampak kesal dengan perlakuan Brian pada nya.
"udah jelek,Belagu lagi!kalau bukan karena duit nya yang banyak mah gue ogah!" Ferutu gasis itu lalu pergi dari tempat itu dan kembali ke tempat nya bekerja.
"Sialan,bagaimana wanita seperti dia bisa bekerja disini!"Brian mengomel sendiri setelah sampai di ruangan nya."Siapa yang memasukkan dia kesini Bil."
"HRD tuan muda.Dia memang melewati semua tes dan memenuhi semua syarat yang sudah ditentukan perusahaan."
"Di bagian mana dia bekerja?Apa setiap hari aku akan melihat nya."
"Seperti nya iya tuan,sebab dia bekerja di divisi utama."Billy menjelaskan."Kalau tuan tidak berkenan akan saya urus dia."
__ADS_1
"Oke,tapi kita lihat dulu untuk apa dia datang ke kantor ini."
"Baik tuan muda."
"Apa saja agenda kita hari ini."Tanya Brian yang sudah duduk di kursi kerja nya dan sudah siap memulai pekerjaan.
"Ada beberapa meeting tuan muda,"
"Tidak ada meeting malam kan.."
"Tidak tuan,apa tuan muda ada acara?"
"Aku berencana menjemput Mayang hari ini."
Billy terbelalak tak menyangka.Semudah itu ia memberi pebgampunan pada orang yang menghianati nya dengan alasan apapun.
"Baik tuan muda,, Apa dia sudah tau kalau tuan akan menjemput?"
"Belum,jangan beritahu dia dulu."
"Baik tuan."Billy mengangguk.Tuan,semudah itu kah kau berubah.Apakah ini sebuah tanda-tanda bahwa kau sudah membuka hati mu lagi..
***********
Mayang sedang asik mambaca buku di sofa panjang dekat jendela.Dari situ ia bisa mambaca sambil melihat pemandangan yang indah di luar.Entah berapa buku yang ia baca sejak kemarin.
Saat asik membaca,Mayang seperti mendengar suara.Dan suara itu masih samar.Tapi semakin lama suara itu semakin mendekat dan akhirnya suara itu berhenti.
Mayang berlari keluar,ia hafal dengan suara itu.Mayang tersenyum melihat dua orang turun dari helikopter yang terparkir di helipad itu.Mereka tampak gagah berjalan mendekat ke arah vila.
"Selamat sore tuan.."Mayang menyapa sambil mengangguk sopan
Brian hanya menyeringai sambil berlalu melewati Mayang.Setelah sampai di dalam,ia lalu duduk bersandar di tempat yang tadi di duduki Mayang.Ia melihat buku yang tergeletak di samping nya dan mengambil buku itu.
Mayang spontan menyambar buku itu dari tangan Brian.Karena ia tak ingin membaca buku itu.
"Hey ngapain di rebut!"Brian protes,"Sini buku nya,aku juga mau baca."
"Oo tuan muda mau baca,, biar saya ambil kan dulu ya.." Kata Mayang sambil menyembunyi kan buku itu di tempat yang aman bagi Mayang,yaitu di balik tubuh nya.Ia ingin beranjak mengambil kan Brian buku tapi,
"Engga,, aku mau baca yang itu saja."
"Yang mana ya tuan.."Mayang pura-pura tak tau.
"Yang kamu sembunyi kan itu,"
"Oh ini, buku ini tidak bagus tuan... tulisan nya acak-acakan,saya takut nanti tuan muda sakit mata kalau membaca nya.."
"Kamu fikir aku ini bocah apa,, kamu bodohi seperti itu!"Bentak Brian sambil memaksa mengambil buku itu dari tangan Mayang."Aku mau lihat apa yang kamu baca tadi!"
"Tuan jangan.."pekik Mayang karena merasa terusik.Karena tenaga Brian yang terlampau kuat di banding kan Mayang,akhir nya runtuh lah pertahanan Mayang.Tarikan Brian yang kuat membuat Mayang terjatuh dan terjerembab di pangkuan Brian.
Untuk beberapa detik mata kedua nya saling bertatapan,, namun di detik lain kedua nya reflek secara bersamaan.melepas kan diri satu sama lain,
Malu dan kikuk wajah mereka sama-sama memerah,namun tak ada yang tau,mereka tak saling memandang.Suasana menjadi kaku.Ada Billy juga di situ,berjarak beberapa meter dari Brian.Tetapi lelaki itu tak bergeming walau dalam hati nya berkata-kata.
"Maaf tuan saya tidak sengaja."Perkataan Mayang mencair kan suasana.ia merasa gusar,juga takut mendapat hukuman lagi.
"Makin ngelunjak kamu ya..!"
"Tadi kan tuan muda yang menarik saya!"
"Sekarang kamu sudah berani meninggi kan suara juga ya.."Hardik Brian mencari-cari kesalahan Mayang."Sekarang kau sudah pintar membuat ku marah.."
"Ampuni saya tuan,, saya janji tidak akan mengilangi lagi,,,"Mayang bersimpuh di hadapan Brian yang masih duduk sofa."Ini tuan,," di sodor kan nya buku jang jadi sumber masalah itu." Dasar buku sialan.Bikin masalah saja.. Mayang mengumpat dalam hati.
__ADS_1
Brian meraih buku itu kesal dari tangan Mayang."Buku apa ini?"Tanya Brian saat buku sudah berpindah ke tangan nya sambil membaca jidul nya.
"Itu novel romantis tuan muda.."jawab Mayang Masih tertunduk.
"Kau sudah membaca nya?Ceritakan padaku."
Belum sempat Mayang menjawab,Brian malah sudah menyuruh nya menceritakan.
"Tuan,saya baru saja mau membaca nya, jadi saya belum tahu cerita nya..."Rengek Mayang menghindar.
"Mau membohongi ku..?"
"Tidak tuan,saya tidak berani..."
"Kalau begitu ceritakan."
Dengan terpaksa Mayang menceritakan apa yang telah ia baca dengan singkat dan hanya ia ambil inti cerita nya saja.
"Huh... cuma cerita cinta bodoh."Komentar Brian setelah Mayang selesai bercerita."Ka percaya pada buku itu?!"
"Tentu saja tidak tuan... ini kan hanya cerita novel,, cuma karangan manusia.."
"Lalu kenapa masih di baca!"
"Bukan kah tuan membawakan buku-buku ini untuk saya baca...?"
"Bukan aku yang membawa kan nya,tapi Billy."
Yang punya nama pun menoleh.Bukankah tuan muda yang menyuruh saya,kok jadi saya yang salah..
"Tapi bukan kah yang dilakukan sekretaris Billy semua atas perintah tuan muda..." Mayang masih membantah.
"Tapi kadang Billy juga bersikap semau nya.."Brian masih menyangkal.jelas-jelas itu semua atas perintah nya.
Anda jangan fitnah saya tuan... fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.."Billy
Mayang melirik pada Billy ingin melihat reaksi nya seperti apa.Tapi lelaki itu sedikit pun tak bergeming.Apa dia juga patung hidup...?Kenapa tal bereaksi sama sekali?Sebegitu patuh nya dia terhadap tuan muda... Mayang menggumam dalam hati.Dan ternyata Brian memperhatikan nya.
"Apa yang kau lihat."Pertanyaan Brian mengaget kan Mayang.
"Tidak tuan muda,, tidak ada.."
"Kau melirik Billy kan.. kau tidak percaya pada ku!"
"Percaya tuan... saya percaya."Mayang akhir nya mengalah.Lalu muncul ide di kepala nya.
"Sekretaris Billy,terima kasih anda telah membawakan saya buku-buku ini,sehingga membuat saya sedikit betah tinggal di sini.." Persetan dengan hukuman nya nanti,tuan muda benar-benar membuat ku kesal.
"Hey apa yang kau katakan tadi!"Brian meraih dagu Mayang yang sedang menoleh pada Billy,sehingga mereka saling bertatapan."Harus nya kau berterima kasih pada ku!" Rencana Mayang pun berhasil,kini Brian terpancing.Karena gusar,Brian pun melepaskan jemari nya dari dagu Mayang.
Tuan kenapa anda jadi bodoh begini si.. Billy
"Dan apa tadi kau bilang,, kau betah lama-lama tinggal disini?Padahal tadi aku kesini berencana ingin menjemput mu,tapi begitu melihat mu betah,jadi ku beri kesempatan pada mu satu tahun lagi di sini."
"Tidak,jangan tuan muda.."Reaksi cepat Mayang mendekat dan memegang kaki Brian,Memohon dengan sangat."Saya ingin cepat pulang tuan.. saya ingin ikut tuan pulang..."Memasang wajah memelas nya.
Brian menyeringai puas.Dalam hati ia tertawa terbahak-bahak.Ada gadis yang bertekuk lutut memohon kepada nya."Emm gimana ya..."Akting Brian seolah sedang menimbang-nimbang sesuatu."Bukan kah kau betah berlama-lama tinggal dengan buaya disini.."
Kenapa buayalagi si.. jadi ngeri kan... Wajah Mayang tampak pias."Tuan ampuni saya... saya ingin pulang dengan anda..."
"Baiklah.."Brian sebenar nya masih ingin menggoda Mayang,tapi ia urung kan karena melihat wajah sedih gadis itu ia tak tega.
"Tapi aku tak ingin kau buat kesalahan lagi!"
"Saya janji tuan."Mayang menjawab dengan cepat.Wajah nya kini tampak berseri lagi.
__ADS_1
Akhir nya hari itu juga mereka bertolak ke kota.Mayang terlihat sangat senang.Begitu juga Brian,, walau pun diam-diam ia sembunyi kan.
Bersambung