Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Bimbang


__ADS_3

Saat Mayang tengah melangkah kan kaki nya menuju masuk ke dalam rumah,tiba-tiba terdengar suara nyaring dari dalam.Suara yang cukup menggemparkan seisi rumah.Mayang melangkah semakin cepat mendekat karena penasaran.


"Tante,Om lihat ini baju ku basah semua ini karena Mayang..."Suara manja Sella terdengar menggaung memenuhi ruangan karena ia bicara setengah berteriak.Ia benar-benar menunjukkan pakaian basah nya kepada tuan rumah.


Benar-benar ya.. Sella sengaja melakukan itu.Maksud nya apa coba!


Mayang pun berhenti dan bergabung dengan mereka.Sengaja ingin melihat sejauh mana Sella berusaha menindasnya.


"Dia ni yang sudah lakuin ini sama aku tante!"Ucap Sella sambil menuding Mayang yang baru saja datang."Ngaku kamu!!"Desak Sella pula agar Mayang mengakui nya.


"Apa benar ini Mayang,kenapa kamu lakukan itu?"Tanya Ratih penasaran.


"Karena tadi Sella yang tiba-tiba mengejutkan saya dari belakang nyonya.Pada saat saya menyiram bunga.Karena reflek terkejut saya berbalik badan dan tidak sengaja menyiram nya.Maafkan atas kesalahan nyonya.."Mayang tertunduk dengan wajah penuh penyesalan.


Hey kenapa itu yang kau ceritakan!Kau sengaja melakukan nya kan tadi!Kenapa kau mengarang cerita?! Sella merasa heran mengapa Mayang mengarang cerita.Ia juga tak mungkin menceritakan yang sesungguhnya karena dia merasa dia yang memulai nya terlebih dulu.Tapi kalau seperti ini bagaimana cara ku membuat dia merasa terpojok!Dasar sialan!Disini aku yang merasa di rugikan.Baju mahal ku basah.Aku sudah susah-susah berdandan untuk Brian jadi luntur kan karena aku maraj-marah.Jangan kan dilihat dan memuji,melirik saja tidak. Gumam Sella sambil melirik Brian yang malah terlihat santai sambil duduk di sofa dengan menyilang kakinya seperti sedang menonton pertunjukan yang seru.


"Tapi seharusnya kau busa berhati-hati kan!"


Protes Sella tak terima.Ia merasa belum puas.


"Aku kan tadi terkejut.Orang terkejut mana bisa berhati-hati kan?Untung saja yang ku pegang tadi bukan pisau..."Ucap Mayang dengan santai nya.Ia sempat melihat ekspresi wajah Sella yang berubah karena terkejut dengan ucapan Mayang.


Bisa ya dia bilang begitu!Sepertinya dia pintar bicara.Aku harus waspada. Sella


"Lalu kenapa kau tadi malah mencari Mayang?Bukankah tadi tante minta kamu buatkan teh?"Tanya Ratih berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"E.. itu anu tante.."Sella sedikit gagap sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal."Aku lupa di mana dapur nya tante,jadi aku mau minta Mayang menunjukkan nya padaku.Iya begitu."Ucap Sella dengan tawa yang terlihat di buat-buat.


"Bukankah kau sudah terbiasa dengan rumah ini,kenapa sampai lupa letak dapur dimana?"Ratih merasa aneh dengan alasan Sella.


"Tante kenapa harus membicarakan dapur?!"Sella berusaha mengalihkan pembicaraan."Baju aku basah tante,aku kedinginan!Nanti kalau sampai aku demam bagaimana,aku nggak ada baju ganti..."Sella merengek manja sambil memegang lengan Ratih.


"Iya nanti tante cariin baju buat kamu ya.."Ratih bicara sambil mengelus punggung Sella agar gadis itu sedikit tenang.


Sella melirik paper bag yang sejak tadi berada di tangan Mayang."Apa ini."Sella meraih dan merebut paksa paper bag itu dari tangan Mayang.Lalu membuka melihat isi nya.


"Itu baju gantiku."Ucap Mayang panik sudah busa menerka apa yang akan terjadi.


"Sekarang ini milik ku."Ucap Sella judes sambil menyeringai.


"Itu ada banyak,setidak nya sisakan satu untuk ku!"Protes Mayang karena merasa tak adil.


"Hey ini belum sepadan dengan harga pakaian ku yang mahal beserta ganti rugi nya."Sella berbicara dengan angkuh nya.


"Ganti rugi untuk apa?!Pakaian mu saja tidak rusak dan hanya sedikit saja yang basah."


"Hey kau bilang sedikit!Aku basah kuyup kau tahu!"Sella merasa diri nya di atas awan karena tak ada yang membela Mayang."Kalau nanti aku demam bagaimana?Apa kau akan membawa ku ke dokter?!Sella bicara seperti menantang.

__ADS_1


"Sella sudah ya,ayo tante temani kamu mengganti pakaian mu sekarang."Ratih mengelus gadis yang sedang marah itu agar sedikit jinak."Baju mu cuma basah sebagian kok."Ratih lalu menarik lengan Sella membawanya masuk kamar untuk mengganti pakaian nya.Sebelum masuk ia sempat menganguk sambil tersenyum pada Mayang agar gadis itu tidak merasa cemas.


Mayang menatap Brian yang sedang duduk dengan menyilangkan kaki.Kedua tangan nya yang merentang di sandaran sofa seolah memperlihatkan diri nya yang sebenarnya.Dia benar-benar terlihat seperti penguasa.Wajah nya juga terlihat datar tanpa ekspresi.


Entah lah,mungkin dia sedang marah karena aku telah mengganggu kekasih nya.Begitu pikir Mayang dalam hati.


Brian lalu bangkit dan berjalan keluar tanpa menoleh ke arah Mayang.Mayang mengikuti nya sedikit agak jauh di belakang,penasaran kira-kira dia mau kemana?


Lelaki itu terlihat melangkah menuju mobil nya yang terparkir di halaman.Ia masuk dan menyalakan mesin mobil nya.Mobil itu seketika melesat dengan suaranya mesin nya yang menderu memperlihatkan pengemudi nya yang sedang menyetir dalam keadaan marah.Dalam sekejap saja mobil itu sudah tak terlihat lagi dari pandangan Mayang yang tengah terpaku di ambang pintu.


Dia benar-benar marah aku mengganggu kekasih nya.Tapi kenapa marah mu hanya seperti itu!Dari pada diam dengan kemarahan seperti itu lebih baik jau pukul aku!Biar sekalian aku merasakan sakit nya hati ini.


********


Brian menyerahkan kunci mobil pada penjaga yang menyambut nya agar memasukkan nya ke dalam garasi.Ia berjalan memasuki pintu utama.


"Selamat datang tuan.."Sapa Bu Kuswara dengan sopan yang tampak berdiri di depan beberapa orang pelayan yang berjejer menyambut Brian pulang.


Brian hanya mengangguk lalu berjalan melewati para pelayan itu.Bu Kuswara mengikuti di belakang Brian.


"Tuan anda kembali seorang diri,di mana Mayang?"Tanya Bu Kuswara penasaran karena tak seperti biasa.


"Mulai sekarang Mayang akan tinggal di rumah ibu."Jawab Brian datar tanpa ekspresi.Ia lalu duduk di sofa ruang tengah.Bu Kuswara berdiri tak jauh darinnya untuk bersiaga.


"Oh begitu."Bu Kuswara mengangguk.Meski pun tak tahu apa sebab nya.Tapi ia tau nyonya besar pasti punya maksud baik."Apa tuan mau makan sekarang?"


"Saya bantu menyiapkan air nya?"Bu Kuswara kembali menawarkan lagi.


"Aku bisa sendiri."Jawab Brian lalu berjalan menaiki tangga.Saat akan menekan handle untuk membuka pintu kamar nya, ia menoleh ke arah pintu kamar yang selama ini menjadi kamar Mayang sejak gadis itu berada di rumah ini.


Ia melangkah kan kaki menuju ke pintu itu.Menekan handle pintu dan pelan-pelan membuka nya.Mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan.Kamar terlihat rapi namun kosong tak berpenghuni.Brian menutup kembali pintu itu pelan.Lalu meninggalkan dan masuk ke dalam kamar nya sendiri.


Lebih dari setengah jam ia berendam di bathtub dengan air yang sudah mulai dingin.tap ia masih belum ingin beranjak dari situ.Entah apa yang sedang ia pikirkan membuat nya merasa bimbang.


**********


Menjelang makan malam,Mayang membantu Ratih menyiapkan makan malam di dapur.Ratih memang selalu memasak makanan kesukaan suami nya dengan tangan nya sendiri meski mereka memiliki banyak pelayan maupun koki.


Tapi Malik lebih suka menikmati makanan yang di olah oleh istri nya sendiri.Bagi nya itu sangat spesial di bandingkan makanan mewah namun di masak oleh orang lain.


Saat kedua nya tengah asik memasak sambil mengobrol dengan beberapa pelayan yang lain juga,tiba-tiba suara cempreng menggelegar kembali mengganggu indera pendengaran mereka.


"Hai every body aku di sini!"Suara Sella yang sedang berdiri di ambang pintu dapur mengejutkan semua orang yang berada di dalam nya."Tante..."Sambil berhambur menubruk dan memeluk Ratih dengan gaya manja nya."Lagi masak ya.. ada yang bisa aku bantu nggak?"


"mau bantu ya,bisa ulek bumbu nggak?"Tanya Ratih sambil melirik cobek yang sudah lengkap denga bumbu nya.


"Oh... itu gampang tante... aku bisa kok."Ucap Sella dengan congkak nya lalu segera meraih meraih ulekan dan cobek itu.

__ADS_1


Aduh gimana caranya ngulek bumbu ya??Aku kan nggak pernah pegang beginian.Nggak bisa apa kalau di blender saja.Ah masa bodoh!Aku nggak mau kalah saing sama cewek kampung itu.Paling tinggal di pukul-pukul doank ni bumbu juga hancur sendiri.


Ctak!


Sella mengadu cobek dengan ulekan nya dengan sekuat tenaga sehingga membuat bumbu yang ada di dalam cobek melompat dengan riang gembira ke udara sebelum berhamburan mengenai wajah Ratih.Membuat yang ada di situ menjadi terkejut terlebih lagi Ratih.


"Sella kamu bisa ngulek bumbu nggak si?!"Tanya Mayang sambil membersih kan pakaian Ratih yang kotor karena ulah Sella tadi.


"Maaf tante..."Sella menggigit bibir nya karena malu.Kelihatan sekali kalau dirinya benar-benar tak mengerti masalah dapur.


"Ya sudah biar di ulek sama yang lain."Ucap Ratih karena ia tak mau terkena semburan bumbu lagi."Sekarang tolong kamu pecahin telur lalu di kocok ya,tante mau pakai buat campuran daging."Ratih lalu menyodorkan mangkuk kecil dan dua butir telur yang lansung di terima oleh Sella.


Aduh!Gimana caranya mecahin telur ya?Seumur-umur aku nggak pernah masak telur ceplok sendiri..


Sella berjalan mendekati Mayang yang sedang sibuk mencuci sayuran."May,caranya mecahin kulit telur gimana?"Tanya Sella sambil berbisik.Gila ya,masa tanya hal gituan sama rival sendiri.


Mayang menoleh dan menatap Sella dengan wajah heran."Serius kamu nggak bisa pecahin kulit telur?"Mayang ikut berbisik.


"Iya,kulit nya keras banget."Ucap Sella dengan pandangan penuh harap.


Emang cangkang telur sekeras apa? Mayang membatin.


"Itu telur sama telur kalau di adu juga cangkang nya pasti pecah.Kalau masih belum pecah ya di ketuk pakai ini saja."Mayang melirik kayu penggilas tepung.


"Oke."Sella menjawab seperti sudah mengerti saja.Ia lantas mengambil penggilas itu dan memukul kan nya pada telur yang ia pegang dengan tangan kiri nya dengan sekuat tenaga.Alhasil,cangkang telur itu bukan hanya cangkak nya saja yang pecah,bahkan isi di dalam cangkang nya muncrat kemana-mana.


"Maaf..."Sella tertunduk malu karena semua mata melotot tertuju padanya.Sungguh ini pengalaman memasak pertama yang sangat dramatis bagi Sella.


Terlebih lagi saat makan malam ternyata Brian tak muncul untuk makan bersama mereka.Ia merasa menyesal telah memutus kan untuk menginap di rumah itu.Tapi kalau tiba-tiba pamit pamit pulang yang ada tante Ratih malah curiga.


"Tante aku tidur nya dimana?"Tanya Sella setelah mereka selesai makan malam dan ia memutuskan untuk beristirahat.


"Kamu tidur di kamar tamu ya."Jawab Ratih yang saat itu sedang memainkan ponsel nya.


"Aku nggak mau kalau bareng sama dia tante."Ucap Sella ketus sambil menunjuk Mayang.Mayang terlihat tersenyum remeh pada Sella karena merasa gadis itu berlebihan.


"Kalian sendiri-sendiri dong,kan banyak kamar kosong."


"Aku mau tidur di kamar Brian saja ya tante.."Bujuk Sella sambil duduk bersimpuh dan membenamkan kepalanya di pangkuan Ratih yang tengah duduk di sofa.


"Tapi Sella,Brian tidak mau kalau kamarnya di tempati oleh orang lain..?"


"Tante plis...."Sella memohon dengan gaya sok imut nya.Membuat Ratih akhirnya mengizinkan.Ia hanya malas berurusan dengan orang tua gadis tukang ngadu ini.


"Asik.. makasih tante.."Sella kegirangan sambil melirik sinis pada Mayang merasa di atas angin.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2