Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Melumpuhkan syaraf


__ADS_3

"Iya." Alex menuang Vodka ke dalam gelas bening berukuran sedang dengan gerakan santai, lantas kembali mengarahkan pandangannya pada Mayang. Menipiskan bibirnya penuh keramahan, ia kembali melayangkan perkataan yang berhasil membuat Mayang Tercengang. "Yang sudah berada di dalam cengkeramanku, akan seutuhnya menjadi milikku."


"Mimpi!" Mayang menyahut cepat.


"Terserah kau mengatakan apa," tutur Alex dengan wajah acuh, lantas menenggak Vodka itu hingga tandas.


"Tolong lepaskan aku, Alex. Kau tentu tahu aku memiliki suami, bukan? Dia pasti kebingungan mencariku jika aku tidak segera pulang. Kumohon biarkan aku pulang--"


"Berhenti menyebut kata suami di depanku!" sentak Alex dengan nada tidak suka sambil menghentakkan botol Vodka kosong ke atas meja. Iris hitam itu menyalang tajam ke arah Mayang yang bergetar ketakutan.


Mengusap mulut basah oleh Vodka dengan kasar, Alex lantas bangkit dari duduk dan melangkah mendekat Mayang. "Sekarang kau adalah milikku, dan tak kubiarkan kau menyebut nama lelaki lain di depanku. Mengerti!" bentaknya keras sambil mencekal pergelangan Mayang. Dan menarik wanita itu dengan paksa menuju ranjang.


Tak tinggal diam. Mayang berusaha berontak dan meronta sekuat tenaga agar Alex melepaskan dirinya. Namun tenaga lelaki itu cukup kuat hingga tenaga Mayang baginya tak ada apa-apanya. Dan dengan begitu mudah, kini tubuh Mayang telah berpindah ke atas ranjang. Namun sebisa mungkin Mayang tak menimbulkan suara agar sang suami yang jauh di sana tak semakin mengkhawatirkannya.


Mayang berusaha bangkit dan beranjak sebelum Alex berhasil mendapatkannya. Namun sial, tangan panjang lelaki itu telah lebih dulu terulur meraih kakinya.

__ADS_1


"Mau ke mana, Sayang?" tanyanya dengan nada menggoda, lantas menarik kaki Mayang hingga merosot ke arahnya. Dan seolah tak ingin membuang kesempatan, Alex segera memerangkap tubuh Mayang hingga tak bisa berkutik di bawahnya.


"Lepas! Kumohon lepaskan aku!" Mayang memekik sambil memalingkan muka. Sementara tangannya berusaha menahan wajah Alex yang seolah siap menyantapnya dengan ciuman. Sebuah cakaran rupanya berhasil melukai wajah Alex hingga sebuah erangan lolos dari bibir lelaki itu dan kemudian menghentikan aksinya.


"Sialan! Kau berani menamparku!" Plak! umpatan kekesalan pun lolos, disusul dengan suara tamparan keras tangan Alex yang mendarat di pipi mulus Mayang.


Pekikan tertahan gadis itu pun menggema tatkala merasakan nyeri di wajah kemerahannya. Rasa sakit dan terkejut yang bersamaan membuat Mayang seketika menyentuh dan meraba tempat di mana Alex melayangkan pukulan kerasnya.


Ekspresi Alex yang semula menegang dipenuhi amarah itu seketika melemah dipenuhi sesal, kala melihat noda pekat merah tampak menetes dari sudut bibir Mayang.


"Ma-maafkan. A-aku tidak sengaja," suara Alex terdengar terbata kala berucap dengan bibir yang bergetar. Tangan yang gemetar itu bergerak ingin mengusap pipi si wanita dengan penuh sesal, namun Mayang berhasil menepisnya sebelum tangan itu kembali menyentuh wajahnya lagi.


"Pergi kau brengsek!" sentak Mayang sambil menghentakkan kakinya dengan keras tepat mengenai dada Alex, hingga lelaki itu terhuyung ke belakang dan terjatuh ke bawah ranjang. Suara benturan jatuhnya tubuh Alex yang keras itu bahkan terdengar oleh indera pendengaran Mayang.


Tak mudah menyerah, Alex bergegas bangkit dan melompat kembali ke ranjang. Berusaha mencegah Mayang yang tetap berupaya melarikan diri.

__ADS_1


Mayang yang tersudut di tembok benar-benar memperlihatkan sikap putus asa. Ia harus berperan sebagai wanita lemah tanpa harus menunjukkan kekuatannya. Dengan menjadikan bantal sebagai penutup tubuh, wanita itu merosot dan terduduk lemas dengan air mata yang mulai menganak sungai membanjir pipi. "Kumohon pergi ...!" teriaknya frustasi dengan nada mengiba. Berharap lelaki bringas itu masih memilik hati dan mau melepaskan dirinya begitu saja.


Dan benar saja, ekspresi yang ditunjukkan Mayang itu benar-benar menyentuh iba yang tersimpan di relung hati Alex yang terdalam. Di mana tak seorang wanita pun yang pernah mendapatkan itu dari dirinya. Sebuah belas kasih.


Dengan gerakan perlahan, Alex mendekati Mayang dengan posisi berjongkok di depannya. Menatap sang wanita dengan mata berkaca-kaca, ia mengulurkan tangannya berusaha menggapai bibir yang terluka itu. Namun sikap Mayang yang menunjukkan ketidak relaan membuat Alex menarik kembali tangannya.


Permohonan Mayang yang berkali-kali terlontar dengan deraian air mata itu benar-benar melumpuhkan syaraf kebengisan yang selama ini mendarah daging pada diri Alex. Dia yang tak pernah memiliki iba dan belas kasihan kini merasa terpukul karena telah melukai wanita yang ia inginkan. Melihat luka yang ia buat serta air mata yang ditimbulkannya, Alex merasa sesuatu tak kasat mata telah menyayat-nyayat jantungnya di dalam sana.


Raungan kesedihan Mayang itu benar-benar membuatnya tak tahan hingga memutuskan untuk beranjak pergi dan meninggalkan wanita itu sendirian.


Bersambung


Dilirik dan dibaca dong, karya terbaru aku. Kasihan kan nggak ada yang baca 😭😭😭


Kalau nggak ada yang baca kan aku males mau lanjutin😭😭😭

__ADS_1


Kalau udah mampir jangan lupa tinggalin jejak dan dukungan kalian ya, lope lope lope deh buat kalian semua 😘😘😘


__ADS_2