
Brian melirik Mayang yang tengah melangkah pergi meninggal kan nya bersama Sella.Ia sudah membiarkan Sella merangkul nya berharap agar Mayang merasa cemburu.Tapi nyatanya apa!Dia malah pergi bukan nya menarik lengan atau kalau perlu menjambak rambut wanita ini dihadapan nya.
Seperti kejadian waktu membeli durian itu.Mayang sampai mengaku-ngaku sebagai istrinya agar Brian tak di sentuh wanita lain.Jujur Brian merasa senang jika Mayang berani melakukan apapun untuk memperebutkan nya agar ia menjadi milik Mayang seutuhnya.Tapi seperti nya usaha nya kali ini untuk membuat Mayang cemburu sepertinya gagal.
Drrreettt drreerrttt
Ponsel Brian bergetar tanda panggilan masuk.Brian merogoh ponsel dari saku nya dan menekan salah satu tombol nya.
"Halo bu.Ada apa menelpon.Aku kan sedang di rumah ibu."Nada bicara Brian seperti protes.Lalu diam mendengarkan yang di seberang bicara."Iya baik bu,aku datang sebentar lagi."Brian bangkit lalu berdiri.
"Mau kemana?Aku ikut."Sella bersikap semaunya bahkan sebelum Brian menjawab tanya nya.Ia berjalan cepat mengikuti Brian yang sudah berjalan mendahuluinya.Sella mensejajarkan posisi nya dengan Brian lagi-lagi merangkul lengan Brian.
Brian melihat Mayang yang seperti sedang melihat ke arah nya,membuat Brian ingin melanjutkan aksi nya.Ia merespon setiap yang dilakukan Sella pada nya.Mungkin mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih.Tapi tetap saja Mayang tak bereaksi apapun.Atau jangan-jangan Mayang berfikir kalau Sella ini adalah kekasih nya sungguhan. Secara selama ini Mayang mengira Brian telah memiliki kekasih.Makanya dia mundur teratur.
Sampai di tempat yang tak di jangkau oleh pandangan Mayang,ekspresi wajah Brian tampak berubah.Ia menghentikan langkah nya dan menatap jengah pada wanita yang masih menggandeng nya.
"Lepaskan tangan mu sekarang."Ucap Brian dengan bada suara datar.Gadis itu terlihat bingung namun belum melepaskan tangan nya."Aku minta lepaskan sekarang!"Bentak Brian dengan suara tinggi membuat gadis itu gelagapan spontan melepas pelukan nya.
"Brian kenapa kamu jadi begini sekarang?"Tanya Sella bingung."Tadi kamu baik-baik saja.Aku kangen sama kamu.Aku sudah nunggu seharian buat ketemu kamu Brian..."
Brian tak menggubris ucapan Sella apalagi menjawab nya.Brian malah berlalu pergi meninggalkan gadis itu.Bahkan Sella seperti tak memiliki rasa malu,ia tergopoh tetap mengikuti langkah Brian yang cepat karena kakinya yang panjang.
Sampai di depan sebuah pintu Brian berhenti dan mengetuk pintu itu."Ibu,aku boleh masuk?!"Brian sengaja bicara dengan suara keras agar yang di dalam mendengar nya.
"Masuk lah."Terdengar suara Ratih dari dalam.Brian membuka pintu tanpa bersuara dan membukanya.Di dalam ruangan tampak Ratih tengah duduk di kursi meja rias,sedangkan Malik duduk di tepi ranjang.
Sella mendorong tubuh Brian yang masih berdiri di ambang pintu untuk memaksa masuk ke dalam.Sikap nya yang terburu-buru dan cenderung tak tahu malu itu membuat Ratih dan suami nya merasa tak nyaman.Terlebih lagi Brian.
"Sella,bisa buat kan tante teh hangat?"Tanya Ratih dengan halus.
"Bisa tante,sebentar saya buatkan."Jawab Sella lalu berjalan keluar dari kamar itu meski terlihat tak rela.
Brian menutup pintu setelah Sella keluar dari sana."Ada apa bu?"Tanya Brian sambil berjalan mendekati Ibu dan Ayah nya.Ia merasa ada hal serius yang ingin orang tuanya sampaikan sehingga mereka sampai memanggilnya untuk datang ke kamar.
"Baik lah,Ibu akan langsung bicara."Ucap Ratih setelah mendapat anggukan dari suaminya tanda dia mendukung apa yang ingin Ratih katakan."Mulai sekarang Mayang akan tinggal di sini bersama kami."Ucap Ratih mantap dan yakin.
"Enggak bisa gitu dong bu,Mayang itu di bawah pengawasan ku!"Protes Brian keras menandakan ia betul-betul tak terima denga ide ini.
"Kalau kamu mau dia bersama mu ya nikahi dia!"Suara Ratih kini terdengar lebih keras."Kita punya agama dan etika,tidak boleh pria dan wanita hidup di bawah satu atap tanpa adanya sebuah ikatan."
__ADS_1
"Ibu,meski kami tinggal satu atap tapi kami tak melakukan apa-apa!"lagi-lagi hanya kata-kata keberatan dan penolakan yang terlontar dari mulut Brian.
"Keputusan kami sudah bulat.Mayang sudah menerimanya.Dia akan tinggal disini."Sahut Malik seraya berjalan mendekati Brian."Kalau kau ingin bersama nya,maka segera nikahi dia.Jadilah lelaki yang tegas dan bisa di andalkan.Kau harus bisa mengambil keputusan untuk diri mu sendiri."Malik menangkap ada kekecewaan di wajah putra nya.Ia berharap putra nya bisa berfikir jernih untuk masa depan nya dan keluarga nya.
************
Mayang lebih memilih menghibur hatinya yang sedang lara dengan menyiram tanaman di taman belakang.Ia sedang ingin sendiri,tak ingin bicara dengan siapa pun dan tak ingin di ganggu oleh siapa pun.Ini sungguh memalukan.Cintanya bertepuk sebelah tangan.
Berkali-kali Mayang menghela nafas panjang.Menghirup udara lagi dan membuang nya secara perlahan.Ia ingin menenangkan dirinya sendiri.
Saat ia tengah asik dengan kesendirian nya,ia di kejutkan dengan suara teriakan dari arah belakang nya.
"Mayang!"Sella memanggil setengah berteriak.
"Dia lagi."Gumam Mayang.Ia mendesah pelan,memutar dua bola matanya merasa jengah.memutar tubuh nya malas.Di lihat nya gadis yang tengah berdesekap dengan angkuh nya."Apa?"Tanya Mayang dengan nada lemas.
"Tante Ratih minta di bikinin teh."Jawab Sella tanpa menatap Mayang.
"Apa aku tidak dengar."Ucap Mayang sambil tetap menyiram tanaman dengan selang.
"Tante Ratih minta kamu bikinin teh!"Sella mengulangi lagi kata-katanya.
"Hhhhh!!Sella menggemerutukkan gigi nya kesal.Lalu berjalan cepat mendekati Mayang.
"Tante Ratih minta di bikinin teh hangat!!Sudah dengar budeg!"Ucap Sella sembari berteriak.
"Oh aku dengar kok,"Ucap Mayang santai."Tapi maaf ya aku lagi sibuk ni,,kamu bikinin saja sendiri ya.Tuh dapurnya di sana."Kata Mayang sambil menunjuk dapur dengan telunjuk nya.
"Kalau nggak mau bikin biar aku aduin sama tante."Sella berusaha menakuti Mayang dengan mengancam nya.
"Aduin aja sana!Dasar tukang ngadu."Ucap Mayang seperti menantang.Ia tetap menyiram bunga tanpa memperhatikan gadis yang sedang marah di hadapan nya.
"Buruan bikinin nggak?!"Desak Sella sudah tak tahan dengan sikap Mayang yang tak menurut.
"Eng-gak."Jawab Mayang santai.
"Awas kamu ya!"Geram Sella.Dia menyuruh Mayang membuatkan teh karena ingin segera kembali ke kamar Ratih dan menyusul Brian.
"Sella,, apa kamu sudah mandi?"Tanya Mayang tiba-tiba.
__ADS_1
"Iya!Kenapa aku cantik kan!"Jawab Sella dengan percaya diri.
"Mau aku mandiin lagi?!"
"Ih ogah!"Jawab Sella dengan ekspresi wajah seperti jijik."Buruan bikinin teh nya!"
"Ih ogah!"Mayang bicara menirukan persis seperti gaya bicara Sella tadi.Karena ulah Mayang membuat gadis itu tak terima dan berjalan mendekat ingin menampar Mayang.Tapi sebelum Sella sampai dan menampar Mayang,gadis itu malah berteriak-teriak mengumpat Mayang karena pakaian nya telah basah oleh ulah Mayang.
"Rasain."Ucap Mayang kesal karena telah berani mengganggu nya.
Karena merasa terusik membuat Mayang merasa tak nyaman berada di situ.Menyiram nya juga sudah selesai.Mayang lalu membawa tubuh nya entah kemana mengikuti kakinya melangkah.Ia benar-benar ingin mencari tempat yang sepi.
Mayang terus mengayunkan langkah nya.Sampai ia melihat Bella yang sedang membawa beberapa paper bag tengah berjalan tergesa-gesa.Dan di ikuti Rendy mengejar di belakang nya.
"Hahh mereka lagi.Belum habis juga masalah mereka sejak tadi!"Mayang menggelengkan kepalanya heran.
Langkah Mayang terhenti saat sudah berhadapan dengan Bella.Rendy masih tampak lari mengejar Bella lalu berhentu dan bergabung bersama kedua wanita itu.
"Ini baju ganti kamu untuk sementara."Ucap Bella seraya menyodorkan beberapa paper bag itu pada Mayang.
"Makasih ya."Ucap Mayang tersenyum saat menerima paper bag itu dari tangan Bella.
"Kalian ini kenapa si dari tadi?!"Mayang memberanikan diri untuk bertanya."Enggak capek apa kejar-kejaran terus!Aku saja capek lo yang cuma lihat."
"May,tolong kamu bilangin ke dia jangan ganggu aku lagi May,"Bella menggengfam tangan Mayang seperti memohon.
"Enggak May,tolong bilangin ke dia kalau ini cuma salah faham May."Rendy pula menyahut.
"May jangan percaya dia May,,"Bella menyahut lagi.
"Lo harus percaya gue May."Rendy lagi.
Ini sebenarnya ada apa si... aahh aku pusing. "Stop!!"Teriak Mayang menengahi."Bisa nggak si kalian ini bicara baik-baik.Omongin masalah dengan baik.Kalau memang sudah ketemu,ngomong saja sendiri!Ngapain nyuruh gue!Enggak perlu libatin gue dalam masalah kalian ini!Gue sendiri juga punya masalah keles..."Ucap Mayang dengan wajah sedih lalu berlalu pergi meninggal kan dua orang yang berdebat tak ada habis nya itu.
Keduanya saling memandang.Bingung.
"Memang dia punya masalah apa?"Tanya Bella bingung sambil tetap menatap kepergian Mayang.
"Mana gue tau."Jawab Rendy acuh.Lalu melirik gadis yang masih berdiri terpaku itu.Mencolek pipi gadis itu tiba-tiba membuat yang di colek jadi terkejut."Hehe kita baikan kan?"Rendy menggoda sambil mengerlingkan mata.
__ADS_1
"Belum!"Jawab Bella ketus lalu pergi meninggalkan Rendy.Lelaki itu tak menyerah dan tetap mengejarnya.