
"Tuan,nyonya mencari saya!"Mayang panik."Saya harus segera menemui nyonya sekarang."
"Jangan!"Cegah Brian pula.Ia menilik sebentar untuk mengamati keadaan di teras,tampak ibu nya sedang terlihat kebingungan mencari Mayang."Ayo ikut aku."Brian meraih jemari Mayang dan menariknya.
"Kemana?"Mayang menolak mencoba melepas kan tangan Brian.
"Sembunyi."
"Sembunyi dimana tuan,nanti nyonya bingung mencari saya."
"Cepat."Brian kembali meraih jemari Mayang hingga keduanya berlari menuju arah belakang.Saat melewati penjaga yang sedang bertugas di area belakang,Brian sengaja memberi isyarat pada mereka agar tutup mulut.
Nafas Mayang semakin terengah-engah karena merasa lelah hingga ia memperlambat kecepatan lari nya.Hingga akhirnya ia berhenti dan membuat Brian juga ikut berhenti.
"Mayang ayo...!"Brian menarik tangan Mayang namun gadis itu tak bereaksi.
"Tuan saya capek,,,!"Keluh Mayang sembari menyeka keringat yang mulai menganak di pelipis nya.
"Ya tuhan kau berkeringat."Brian menyeka keringat Mayang di pelipis sisi lain nya.
"Mayang!!"Teriakan Ratih kembali terdengar semakin mendekat.
Mayang dan Brian saling menatap panik sebelum akhirnya Brian kembali menarik tangan Mayang untuk berlari.
Tidak mudah bagi Mayang yang menggunakan alas kaki dengan hak tinggi untuk mengimbangi lari Brian yang sudah seperti atlet pelari maraton kelas dunia saja.
Berkali-kali sepatu hak nya menancap di tanah hingga membuat Brian berhenti dan menunggu saat Mayang mencabutnya.
"Tuan sebentar."Mayang menarik tangan Brian agar lelaki itu berhenti.
"Apa lagi Mayang?"Brian tak sabaran.
Mayang melepas alas kaki nya dan menenteng nya dengan tangan kiri."Sudah."Mayang tersenyum lalu meraih jemari Brian yang sedang menatap kaki nya yang tanpa alas dan menariknya."Tuan ayo lari!"seru Mayang Karena tarikan nya di rasa masih berat.
"Ayo."Brian bersemangat.
Dan kini Mayang lah yang berlari di posisi depan dengan menarik tubuh Brian.
Sampai di taman belakang,Mayang menarik kuat lengan Brian untuk bersembunyi di tanaman hias yang rimbun hingga menutupi tubuh mereka berdua yang dengan posisi berjongkok.
Hanya diam tak bersuara,namun syara desahan nafas yang memburu serta serta deguban jantung yang berdetak kencang akibat kelelahan serta adrenalin yang terasa terpacu.Brian merangkul Mayang agar tubuh gadis itu terlindungi.
Beberapa orang penjaga yang tampak di tugaskan oleh Ratih untuk mencari calon pengantin itu pun terlihat melewati mereka.
Keduanya pun akhirnya bisa bernafas dengan lega setelah merasa terbebas dari ancaman.Keduanya saling berpandangan dan tertawa geli bersama menikmati permainan petak umpet ini.
"Tuan,kenapa anda seoerti pencuri di rumah anda sendiri?!"Mayang memalingkan wajahnya sembari menahan tawa.
Brian tersenyum simpul."Kau benar juga.Kau kan yang membuatku jadi seperti pencuri."Tuduh Brian membuat Mayang seketika melempar pandangan nya pada Brian.
"Kenapa menyalahkan saya?"
Brian tak menjawab.Ia menatap lekat wajah Mayang yang tampak basah oleh keringat di pelipis nya.Membuat Anakan rambutnya pun ikut basah dan menempel di sana.Namun hal itu justru membuat Mayang terlihat sensual di mata Brian.
"Kau berkeringat sekali."Brian mengusap keringat di pelipis Mayang karena merasa tak tahan oleh sensualitas nya.
__ADS_1
"Tidak apa tuan."Mayang meraih lengan Brian karena merasa kikuk agar menghentikan kegiatan nya. Pandangan Brian sudah terlihat lain saat menatap nya.Sinyal-sinyal ancaman sudah tersirat di sana.
Benar saja kan,Brian mendorong wajah nya semakin mendekat pada wajah Mayang.Kedua tangan nya menangkap di wajah Mayang agar pandangan gadis itu terfokus padanya.
Saat bibir mereka sudah semakin dekat,tiba-tiba Mayang merasa di kakinya seperti tersengat listrik.
"Ah kakiku!Kakiku...!"Mayang mencoba melepaskan diri tapi Brian tak menghiraukan nya.
"Jangan coba-coba mengelabui ku!"Brian tetap ingin meneruskan aksinya.
"Tuan,kaki saya di serang ribuan semut!"
Benar saja,ada ribuan semut merah di sana.Mereka sedang menikmati kaki Mayang yang polos tanpa alas.
"Aaaaah kaki ku...!"Mayang menjauh lalu menghentak-hentak kan kaki nya agar semut itu berhenti menggigitnya.Mayang mengusap kakinya yang mulai memerah dan bentol-bentol.
Brian memperhatikan nya dengan wajah panik.Lalu mendekat dan berjongkok menekuk satu lututnya bertumpu pada tanah."Mayang kaki mu merah dan bentol-bentol.Pasti rasanya gatal dan perih kan?"Mengusap kaki Mayang dengan rasa bersalah."Pernikahan kita tinggal beberapa hari lagi,tapi kaki mu seperti ini.Apa kau bisa berdiri saat resepsi nanti?"Ucap Brian lesu.
"Tuan kaki saya tidak apa-apa,sungguh,,,"Mayang berjongkok sehingga wajah mereka saling berhadapan.
"Jangan bilang tidak apa-apa!Ayo kita pulang biar ku gendong."Brian sudah akan meraih tubuh Mayang namun gadis itu spontan menepis.
"Saya bisa jalan sendiri tuan."Tegas Mayang.
"Hayo!!Kalian ketahuan!!"Suara keras seorang bocah mengagetkan Mayang dan Brian.
"Apa dia berfikir kita sedang ikutan main petak umpet?"Bisik Brian.
"Entah lah,"
"Hey mereka di sini!"Teriak bocah itu lagi kearah belakang nya.Dan ternyata banyak anak-anak tengah berlari menuju mereka.
"Tuan mereka bukan sedang main petak umpet,tapi ingin menangkap kita!"Mayang panik.
"Lari Mayang!"Brian menarik paksa lengan Mayang yang masih terpaku.
"Kita mau lari kemana lagi?!"Mayang bertanya dengan nafas yang tersengal.
"Kemana saja asal berdua denganmu!"Seru Brian di iringi tawa.
"Dasar gombal!"
Keluar dari kandang buaya mereka malah masuk ke kandang harimau.Langkah mereka terhenti saat pandangan mereka menangkap sosok wanita tengah berdiri dengan bersedekap seolah tengah menghadang.
"Dari mana saja kalian!!"
"Kita hanya,,, hanya,Brian sibuk mencari alasan."Kita sedang main petak umpet dengan mereka bu."Brian menjawab cepat sembari menuding ke arah anak-anak yang sedang mengejar mereka.
"Astaga."Ratih menepuk dahinya sendiri."Kalian sudah mau menikah tapi tingkah kalian masih seperti bocah."Ratih berbalik dan mengayun kan langkah nya."Ayo cepat pulang!"
"Iya bu."Brian dan Mayang bersamaan.Kedua lantas berjalan beriringan dengan jemari tangan yang masih bergandengan.Saling melempar senyum layaknya pasangan kekasih yang tengah di mabuk cinta.
Pandangan Brian kembali tertuju pada kaki Mayang.
"Kaki mu benar-benar tak apa?"
__ADS_1
"Iya,,,"
"Mau ku gendong?"
"Tidak!"
"Dasar kaki ayam."Brian menarik tubuh Mayang lalu merangkul nya di leher.
"Lepas kan."Bisik Mayang sembari mengalihkan tangan Brian."Ada ibu."
Sudah masuk kedalam rumah dengan suasana yang ramai.
"Cepat ganti baju kalian!"Perintah Ratih.
Brian dan Mayang saling melempar pandangan bingung."Ganti baju untuk apa ibu?"
"Kalian akan melakukan foto Pre wedding hari ini.Fotografer sudah menunggu sejak tadi malah kalian bermain petak umpet.Membuang waktu saja."Gerutu Ratih.
"Baik lah,ayo sayang."Brian bangkit seraya menarik tangan Mayang.
"Apa-apaan ini?!"Protes Ratih."Lepas.Kalian tidak boleh berganti baju bersama!"
Mayang menarik tangan nya seketika.Malu.
Brian hanya menyeringai.Ia tidak benar-benar dengan ucapan nya.
Mereka akhirnya menjalani sesi pemotretan dengan beberapa kali ganti kostum menyesuaikan tema dan puluhan kali berganti gaya sesuai arahan fotografer profesional kepercayaan Ratih.
Brian dan Mayang terlihat menikmati pemotretan ini meski Mayang terlihat malu-malu.Mereka tampak serasi sekali dan mengundang decak kagum orang-orang yang melihat.Sang fotografer pun tak kesulitan untuk mengarahkan mereka karena chemistry yang terjalin di antara mereka yang sudah cukup kuat.Brian selalu bisa membuat Mayang merasa nyaman berada di dekat nya.
"Bu,kenapa tidak melakukan nya di tempat-tempat yang bagus di luar sana seperti di pantai atau di tempat romantis yang lain nya?Aku ingin memberi yang terbaik untuk calon istriku,"Ucap Brian usai pemotretan sembari melirik Mayang yang tengah tersipu malu.
"Apa kau memperbolehkan calon istri mu keluar dengan bebas?"
"Tidak si,"
"Tuh kan,, Ibu tahu apa yang harus ibu lakukan.Kalian lihat saja hasilnya nanti."Ratih berucap santai."Tugas kamu tinggal fitting baju pernikahan,setelah itu jangan datang kemari sampai hari pernikahan."Ucap Ratih tegas.
"Ibu,,, kau kan ibu ku.Kenapa bertindak seperti calon mertua ku saja."Protes Brian."Aku kemari kan untuk mengunjungi ibu,,,"
"Aku ini adalah orang tua pengganti Mayang,,,
dan ibu lihat kau juga datang kemari bukan untuk ibu."Ratih menyindir.
Brian hanya tersenyum.
"Sekarang cepat lah pulang"Usir Ratih pula.
"Iya ibu,aku memang akan pulang."Brian beranjak berdiri."Ada sesuatu hal yang akan ku kerjakan dengan Billy."
"Baguslah."
Sebelum pergi Brian menyempatkan untuk menatap Mayang dan tersenyum semanis mungkin pada wanita yang akan menjadi istri nya itu.
❤ Bersambung ❤
__ADS_1