Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Bantal Menyiksa


__ADS_3

"May,kenapa menarik ku seperti ini?!"Tanya Bella bingung saat Mayang membawanya menjauh dari Brian dan Rendy.


"Bell,aku mau benerin bantal dulu,kau mengikat nya terlalu kencang,,,"Ucap Mayang sembari meringis menahan rasa tidak nyaman yang timbul dari bantal yang terikat di perutnya.


Bella menatap Mayang heran."Bukan nya kau yang minta agar aku mengikat yang kencang supaya terlihat kempes?"


"Iya,tapi ini terlalu kencang.Aku sulit bernafas."


"Tapi tidak di sini juga kan??"Ucap Bella sembari melihat ke sekeliling yang ternyata terlihat sepi.Kemudian ia meraba perut Mayang untuk melihat seberapa kencang ikatan nya.


Tiba-tiba terdengar suara lelaki yang muncul tiba-tiba tanpa mereka sadari.


"Oh jadi begitu kalau wanita hamil sedang bersama mereka suka pegang-pegangan perut teman?"Suara Rendy terdengar agak keras membuat Mayang dan Bella terkejut.Bella pun spontan menarik tangan nya yang masih menempel di perut buncit Mayang dan menyembunyikan nya di belakang tubuh nya.


Tubuh Mayang terpaku malu saat melihat Brian yang semakin mendekat dengan mimik muka menahan tawa.


Astaga,apa yang sedang dia fikirkan dengan mimik wajah seperti itu?


"Sayang,kenapa mengikuti sampai kemari?!"Tanya nya cemas.


"Kau melupakan kado nya sayang,,,"Jawab Brian sembari menunjukkan kotak yang terbungkus rapi dan cantik dengan hiasan pita di bagian tutup nya.


"Ah iya benar,kenapa aku melupakan nya."Mayang tersipu malu.


Brian mengelus perut Mayang seperti penasaran."Apa perutmu sakit?"


"Tidak."Jawab Mayang cepat sembari menepis tangan Brian."Aku tidak apa-apa.Ayo cepat kita temui Renata."Mayang mengulurkan tangan nya agar sang suami meraih dan menggandengnya.Dan Brian pun dengan senang hati melakukan nya.


"Wajarlah,,,namanya juga pengantin baru."Sindir Rendy yang berjalan di belakang mereka.


Mayang yang terkejut pun menoleh pada Rendy dan Bella yang tampak berjalan beriringan.Namun Brian malah menarik Mayang agar tubuhnya semakin merapat dan Brian menelusupkan tangan nya untuk merangkul pinggang Mayang.


"Hadeuhh!!Semua orang juga tau Mayang bini lo Bray,nggak perlu pamer juga kali!"Ucap Rendy pula dengan nada iri sembari melirik sebal pada Bella yang tak mau tangan nya ia gandeng.


Brian hanya menyeringai mengabaikan kata-kata Rendy dan tetap berjalan sembari merangkul mesra pinggang Mayang dengan perut buncit nya.


Mereka sudah memasuki area pesta dan tengah melangkah mendekati pasangan yang tengah berbahagia.Mayang memperhatikan seluruh ruangan dan wanita-wanita para undangan yang semuanya berpakaian layaknya orang yang tengah hamil.


Entah mereka hamil betulan atau hanya memenuhi kewajiban karena mengharuskan para tamu undangan datang ke pesta dengan keadaan hamil.


Hah Renata memang benar-benar gila.Dia melakukan ini semua agar tidak merasa sendirian dengan perut buncit nya.Dia ingin merasakan nya bersama teman-teman nya.Atau mungkin kalau perlu seluruh wanita di dunia agar hamil bersama nya.


Namun yang membuat ke empat tamu yang baru datang ini membelalak kan mata ialah pemandangan di samping Renata yang membuat semua orang terpingkal.Apalagi kalau bukan kepala Dion yang sudah plontos tanpa sehelai rambut pun.


Astaga,,, Renata benar-benar membotaki kepala suaminya tanpa sisa! Gumam Mayang sembari menahan tawa.


Mayang menoleh pada tiga orang yang bersama nya.Untuk memastikan apa hanya dia yang merasa ingin tertawa.Dan ternyata begitu juga yang tampak di wajah Brian Rendy dan Bella.Ingin tertawa tapi takut dosa hahaha!


"Hai,,,"Renata tampak bahagia melihat kedatangan keempat saudara sepupunya."Terimakasih sudah datang ya,,,"Ucap nya sembari memeluk Mayang dan Bella secara bergantian.


"Tank's sudah datang ya,"Dion menyalami Brian dan Rendy bergantian.Ia tak terlihat malu dengan kepalanya yang plontos dan tampak mengkilat itu.


"Hadiah kecil untuk mu,,"Mayang menyodorkan kadonya sembari tersenyum.


"Ah terima kasih."Renata menerimanya dengan penuh semangat."Apa ini?"Tanya Rena pula penasaran dengan isinya.

__ADS_1


"Buka saja kalau penasaran."


"benar-benar boleh ku buka?"Ucap Rena tak percaya.


"Itu kan milik mu,terserah mau kau apakan."


Rena pun dengan antusias membukanya.Matanya tampak berbinar senang saat melihat satu set perhiasan mahal lah isi dari kado Mayang."Ah terimakasih,,,"Rena berhambur memeluk Mayang.Namun karena perut mereka yang sama-sama besar membuat pelukan kedua nya menjadi terhalang."Wow!Perut mu bahkan lebih besar dari ku Mayang,,,!Ternyata ada yang lebih menderita dari ku hahaha!"Rena terkekeh penuh kemenangan.


"Ini semua gara-gara kau?!"


"Apa?Justru aku mau berterimakasih pada mu,karena berkat ide mu aku merasa sangat bahagia sekali sekarang.Hahaha!"Rena kembali tertawa puas.


Yayaya kau ratu nya sekarang,,jadi terserah kau saja lah.Asal kau senang.


"Dan ini dari ku."Bella pun menyodorkan hadiah nya.


"Terimakasih,,,"Rena terlihat senang menerimanya."Isinya apa Bell?"


"Kau buka saja dari pada nanti anak mu ileran."


"Kau meledek ku??"Rena mengerucut kan bibir nya.Namun ia tetap antusias membuka hadiah nya.Matanya kembali berbinar bahagia menatap satu set perhiasan namun dengan merek Brand lain berada di dalam kotak hadiah Bella."Aaa terimakasih,,"Rena berhambur memeluk Bella."Kalian benar-benar mengerti aku."


"Sama-sama."Mayang dan Bella berbarengan.


Rena mendekati Brian yang tengah berbincang dengan suami nya."Brian,hadiah mu untuk ku apa?"Ucap nya sembari tersipu malu.


"Memang kau mau apa?Bukankah kedatangan ku sudah lebih dari cukup!"Ucap Brian dengan nada angkuh."Apa kau tahu aku ini sangat sibuk?Aku lebih memilih datang kemari dan mengurangi waktu ku di kamar bersama istri ku!"


Ucapan Brian itu sontak membuat Mayang merona malu.Di tambah lagi dengan suara tawa para sepupu Brian yang mengiringi nya.


"Kau wanita paling gila sekarang!"Tuduh Brian kesal."Kau bahkan membuat suami mu sendiri seperti tuyul di acara pesta mu."


"Hey!Suamiku yang gundul kenapa kau yang protes?!Dia dengan senang hati melakukan nya.Iya kan sayang,,,"Tersenyum sembari merangkul lengan suami nya."Kau terlihat lucu dan menggemaskan sayang,,,"


"Hey dia terpaksa melakukan nya.Karena cintanya yang begitu besar padamu sehingga membutakan mata nya dan tidak bisa melihat kalau istri nya itu gila!"


"Aaaa kau mengatai ku gila Brian!Kau jahat!"Rena memukul lengan Brian dengan tangan nya Namun Brian terlihat tak bergeming.


"Aku bukan nya jahat Rena,,, aku ini saudara mu.Aku berhak menegur mu jika kau melakukan kesalahan.Kau jangan memanfaatkan kehamilan mu untuk ke egoisan mu sendiri.Pikirkan juga perasaan suami mu."


Rena tampak tertegun malu mendengar ucapan dari Brian.Walaupun Brian bicara dengan nada yang keras galak dan cenderung menakutkan,tapi yang Brian katakan itu memang benar.Dia memang egois.


Rena menghela nafas dalam."Kamu benar Brian."Lirih nya kemudian."Sayang maafkan aku,,,"Ucap Rena tulus sambil memeluk suami nya erat.Lelaki itu memang sengaja diam membiarkan Brian menasehati istrinya.


"Tak apa sayang,,"Dion membalas pelukan istrinya."Aku bahagia bersama mu."Keduanya berpelukan agak lama.


Diam-diam Mayang menatap wajah Brian yang tampak tersenyum lega.Ia semakin kagum saja dengan lelaki yang kini menjadi suami nya itu.Namun ternyata Brian menyadari hal itu lalu menarik tubuh Mayang agar mendekat padanya.


"Apa kau juga mau aku peluk?"Tanya Brian lembut pada istri nya.


"Tidak!"


"Mau."


"Tidak kok!"

__ADS_1


"Ah pasti mau kan."Ucap Brian sembari memaksa memeluk Mayang dari samping.


"Oh iya,selamat untuk pernikahan kalian ya,,"Ucap Rena sembari melepas pelukan nya."Kalian tahu,kolaborasi kalian sangat top!"


Mayang dan Brian saling menatap heran mendengar ucapan Rena.


"Sayang,,, tapi mereka tidak sedang duet menyanyi sayang,,"Dion mengingatkan istrinya."Mereka itu menikah,,,!"


"Iya aku tau!Semua orang tau.Bahkan bayi di perut ku juga tau!"Ucap Rena polos tanpa merasa berdosa.


"Sayang,,,"


"Biarlah Dion,,,"Mayang memotong ucapan Dion."Dia ratu nya sekarang.Jadi biarkan dia mau berkata apa."Ucapan Mayang membuat semuanya tertawa.


🌷🌷🌷


Pesta telah usai dan semua tamu kembali ke habitat nya masing-masing.


Setelah turun dari mobil Mayang pun segera turun tanpa menunggu Brian membukakan pintu untuk nya.Ia langsung berlari menuju kamar tanpa mempedulikan suaminya yang menatap bingung padanya.


Sampai di kamar Mayang langsung menutup pintu tanpa mengunci nya.Melempar tas nya kemudian tepat di atas ranjang yang empuk.


"Huh aku ingin lepas dari rasa tersiksa ini...!"Ucap Mayang sembari menarik ujung dress nya hendak menaik kan nya ke atas.Namun di saat bersamaan pintu pun terbuka dari luar dan Brian muncul di sana.


Mayang yang panik segera menurunkan kembali dress nya yang sudah setengah terangkat naik dan memperlihatkan pahanya dengan jelas.Dan bisa di pastikan Brian juga melihat pemandangan itu dengan matanya.


"Kenapa masuk tanpa mengetuk pintu dulu?!"Ucap Mayang dengan wajah panik gusar dan malu bercampur aduk jadi satu.


"Kenapa aku harus mengetuk dulu,ini kan kamar ku."


"Aah benar juga."Mayang mengusap pelipis nya lemas.Ia benar-benar sudah tak tahan dengan bantal sialan ini!Tapi malah tiba-tiba Brian muncul dan menggagalkan lagi usahanya.Mayang benar-benar ingin menjerit karena kesal.Ia sudah merasa tersiksa sekarang.Perutnya juga terasa gatal dan merasa sangat berkeringat di sana.


"Aku hanya mau mengambil ponsel ku."Ucap Brian yang masih tertahan berdiri di ambang pintu."Dimana ponsel ku?"


"Ponsel milik mu kenapa bertanya pada ku??"Ucap Mayang dengan nada kesal.


Cepat lah enyah dari sini!Aku sudah tak tahan!


"Bukan kah aku tadi menitip kan nya padamu??"


Bola mata Mayang membulat seketika."Oh iya aku lupa.Maaf,,,"Mayang segera meraih tas nya dengan susah payah karena tas itu berada di ujung ranjang.


"Mau ku bantu?"Tawar Brian.


"Tidak,aku bisa sendiri."Ucap Mayang setelah berhasil meraih nya.Kemudian dengan tergesa membuka tas dan merogoh ponsel Brian dari dalam tas.Tangan nya sedikit gemetar saat akan menyerah kan ponsel itu sehingga membuat ponsel Brian terjatuh ke lantai dengan keras.


Mayang spontan menutup mulutnya yang ternganga dengan buku-buku jarinya."Ya tuhan ponsel mu jatuh!"Seru Mayang panik dan segera menekuk lutut nya untuk berjongkok mengambilnya.Namun ia lupa dengan perut buncit nya itu membuatnya kesulitan melakukan hal itu dan akhirnya membuat Mayang terduduk di lantai.


Ya tuhan apa yang ku lakukan,,, bagaimana kalau dia marah! Mayang menggumam takut dalam hati.


Dengan tangan yang gemetar dia meraih ponsel yang tergeletak di lantai itu.Dan semakin terkejut pula saat dia mendongak kan kepalanya dan Brian tiba-tiba sudah berada di hadapan nya berjongkok dengan satu lututnya bertumpu pada lantai dengan menatap nya lekat.


"Aaaaa ponsel mu jatuh,,,!"Rengek Mayang setengah tersedu."Aku tidak sengaja melakukan nya.Maafkan aku,,,!"Mayang tertunduk lesu dan pasrah jika nanti Brian akan marah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2