
Hari ini Brian memfokuskan dirinya untuk menyelidiki kejadian yang terjadi semalam.Mulai dari melihat rekaman CCTV di resto tempat kemarin mereka makan serta pencarian plat nomor mobil yang di gunakan orang-orang itu untuk mengikuti mobil nya.
Memang hasil nya belum terlihat secara jelas,namun Brian yakin anak buahnya akan segera mendapatkan informasi itu dengan sejelas-jelasnya.
Brian ingin masalah ini segera teratasi.Bukan hanya dari keinginannya sendiri melainkan juga desakan dari Ratih yang pagi-pagi sekali sudah datang ke kediaman Brian dan memintanya untuk segera mengatasi masalah ini.
Brian menatap arloji yang terpasang di pergelangan tangan nya,dan sudah menunjukkan pukul dua belas siang saat Billy telah mengantarnya sampai di depan pintu rumah nya.
"Segera lah kembali ke kantor,aku bisa sendiri ke rumah ibu."Ucap Brian saat ia telah turun dari mobil nya.
"Anda yakin tuan?"Billy bertanya untuk memastikan.
"Iya,aku bisa sendiri."
"Baik tuan."Ucap Billy sambil mengangguk sopan memberi hormat,lalu ia masuk ke dalam mobil nya di balik kemudi begitu tubuh Brian sudah tak tampak lagi dari pandangan nya.Billy melajukan mobil ny kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan nya.
Sementara Brian tengah berada di kamar,ia membuka stelan jas nya dan menukarnya dengan celana jeans dan kaos berwarna gelap.Ia kemudian memilih satu jaket berwarna senada dengan kaos yang is kenakan.Brian segera keluar dari kamarnya lalu turun saat merasa nyaman dengan penampilan.
Ia meraih salah satu helm yang terpajang rapi berjejer dalam lemari khusus.Helm yang sudah beberapa tahun ini tak pernah ia gunakan lagi.Brian lalu mengambil sebuah kunci motor dan kemudian bergegas.Ia setengah berlari menuju garasi tempat dimana koleksi motornya tersimpan rapi.
Brian mengenakan helm nya dan menyalakan mesin motornya saat tubuhnya sudah duduk di motor yang tetap terlihat gagah,walau bertahun-tahun tak di sentuh pemiliknya.Suara yang menggema dari rongrongan mesin motor itu pun masih sama seperti saat pertama ia mengendarainya, karena meski tak memakainya,namun Brian selalu merawat dengan baik segala yang ia miliki.
Brian mulai menghentak kan gas motor nya sehingga melaju dengan kencang seiring dengan tarikan gas yang semakin ia hentakan.
__ADS_1
Ada rasa tersendiri saat pertama kali ia bisa kembali mengendarai lagi motor kesayangan nya saat masa SMA.Ia merasa seperti kembali ke zaman itu,dimana saat itu ia berada di zona yang masih labil dan cenderung urakan dengan bergonta-ganti kekasih.Karena begitu banyak nya gadis yang mengantri untuk merasakan berpacaran dengan nya.Tapi meski begitu,Brian tak pernah membawa hubungan itu ke tahap yang lebih serius.
Sebelumya ia bahkan tak pernah menyangka akan merasakan kembali gairah cinta yang meledak-ledak seperti dulu sekarang ini.Sebuah hal yang mustahil baginya dua tahun lalu.Dan kini terjadi lagi hingga membuat nya merasa seperti melayang di atas awan.
Saat mulai memasuki gerbang di kediaman orang tuanya,dari kejauhan Brian bisa melihat dua orang wanita yang ia kenal terlihat sedang bersitegang.Brian bisa melihat dengan jelas tangan Sella yang mulai terangkat dan akan menampar pipi Mayang.Brian lantas menghentikan motor nya tepat diantara kedua gadis itu.
Mayang masih terpaku memandang seseorang dibalik helm itu.Meski hati nya merasa pernah melihat motor seperti ini,tapi ia tak mungkin menebak begitu saja.Namun bola mata nya membulat seketika saat helm itu di lepas oleh pemilik nya,dan nampak wajah Brian yang terlihat melempar senyum ke arah nya.
Entah mengapa Mayang ingin waktu terhenti sejenak agar dia bisa menatap wajah lelaki dihadapan nya ini selama mungkin yang ia mau.Memberinya kesempatan penuh untuk menikmati keindahan ini tanpa perlu takut waktu akan segera berlalu dan mengubah keadaan yang ada.
Ia hanya ingin menatap wajah yang seperti menjelma menjadi malaikat dengan sayap yang berkilauan yang mengepak kan dengan kuat untuk menjemput dan membawanya menuju hidup bahagia bersama.
Suara hatinya tak henti menyeru dan mengagungkan serta memuliakan tuhan yang telah menciptakan lelaki ini dengan sungguh sempurna nya.
Tak ada sisi kekurangan atau kelemahan apapun yang ia lihat dari lelaki ini.Rambut nya yang terlihat tanpa pomade tampak berserakan oleh karena tiupan angin tampak menutup keningnya yang terlihat mengkilat justru semakin memperlihat kan sisi lain dari ketampanan nya.
Namun lamunan indah Mayang buyar seketika saat Sella tiba-tiba berlari menghambur ke arah Brian dan melingkar kan tangan nya pada lengan lelaki itu dengan gaya manja nya.Mayang merasa hatinya seperti di remas saat itu juga.Ia seperti mengalami dejavu kejadian sepuluh tahun silam di mana seorang gadis tampak merangkul tangan Bruan dengan mesra.Mungkinkah gadis itu adalah Sella??
Hati Mayang kian teriris pilu saat keduanya berlalu begitu saja melewati Mayang yang masih tampak terpaku melihat kedekatan mereka dengan pandangan mata yang berkaca-kaca.
Terlebih lagi saat Brian terlihat melempar senyuman kearah nya namun bergandengan mesra dengan Sella yang membuat hati Mayang kian terbakar.Mengapa lelaki itu begitu tega memperlakukan nya sekeji ini.
Mengapa anda begitu serakah tuan?
__ADS_1
Jika jelas-jelas sudah ada bunga melati dalam pelukan anda,tapi mengapa masih saja mempertahankan bunga mawar yang melekat di tangan anda?!
Anda sungguh jahat tuan muda!
Cinta saya pada anda sungguh suci dan akan selalu suci,sampai kapan pun saya akan setia.Tapi mengapa anda masih mendamba cinta lain untuk mengisi hati anda meski saya selalu ada untuk anda.
Lalu untuk apa saya berada di sini?
Lagi-lagi Mayang meratapi kesedihan yang sama.Karena kebodohan yang selalu ia ulangi.Ia lagi-lagi terjerembab dalam dalam kubangan yang sama.Ini salah nya.Bukan salah tuan muda.Ia yang terlalu berharap lebih atas perlakuan istimewa tuan muda terhadap nya.
Mayang meremas jemari tangan nya karena rasa malu yang teramat,menjalar keseluruh tubuh nya.Rasa sakit dihati ini sungguh tak sebanding dengan rasa malu yang tak dapat ia tutupi karena ia telah merendahkan harga dirinya sendiri di mata tuan muda.
Keadaan di dalam rumah,
"Brian,,, kau benar-benar membuka hatimu untuk ku kan?"Sella tersenyum lebar merasa dirinya berada di atas awan.
"Lepaskan tangan mu Sella."Brian menarik tangan nya agar terlepas dari rangkulan Sella yang seperti membelenggu dan membuat nya tersiksa.
"Tidak mau!Aku ingin begini terus bersama mu."Semakin mengeratkan pelukan nya.
"Lepaskan sekarang juga dan jangan memaksaku berbuat kasar terhadap wanita!"Brian terlepas dari kungkungan Sella hanya dengan sekali hentakan tangan nya dan membuat tubuh gadis itu terbentur ke dinding karena kehilangan keseimbangan."Aku bisa mematahkan tangan mu kalau sampai kau menyentuh Mayang ku."Gertakan Brian yang setengah berbisik dengan sorot mata yang tajam membuat gemertakan giginya semakin jelas terdengar berhasil membuat gadis itu merinding dan tubuhnya bergetar hebat karena dibumbui rasa cemburu yang berhasil meracuni fikiran nya.
Tapi ia tak akan menyerah begitu saja karena memiliki senjata untuk menghancur kan gadis itu.Seringai jahatnya muncul saat menatap punggung kekar itu melangkah cepat meninggalkan nya semakin jauh.
__ADS_1
"Kan ku pastikan kau sendiri yang akan melempar gadis itu keluar dari rumah ini.Kita lihat saja nanti."Sella mengepalkan tangan nya mengingat Brian menyebut nama gadis itu dengan di bumbui kepemilikan nya.
Bersambung