Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
The Wedding


__ADS_3

Mayang menyambut kedatangan keluarga nya dengan suka cita.Ia segera bergegas berlari untuk menyambut saat keluarganya turun dari helikopter yang menjemput mereka.Lantas memeluk keluarganya dengan kasih sayang.


Setelah di sambut oleh calon besan,mereka berbincang lama.Hasan tak lupa memberikan buah manggis pesanan Mayang.Gadis itu tampak berbinar menerima kantong besar berisi manggis itu, dan kemudian segera memberikan nya pada Renata.


"Terimakasih Ayah,aku akan memberikan nya pada Renata.Entah di mana dia sekarang,aku akan mencari nya di belakang."


Setelah mendapat izin dari keluarga nya,Mayang pun bergegas.


"Tante itu buah manggis ya?"Tanya seorang bocah yang notabene nya adalah keponakan Brian saat berpapasan dengan Mayang.


"Iya sayang.Jangan minta ya,ini untuk Tante Rena yang sedang hamil."


"Satu buah saja tante,tak akan habis bila kau berikan satu saja untukku.Bukan kah di kantong itu ada banyak buah Manggis?"Menatap Mayang dengan mata mengiba.


Karena tak tega,Mayang memberikan nya satu buah."Satu saja ya,"Ujar nya sembari tersenyum.


"Terimakasih."Tersenyum manis saat menerimanya.


Tiba-tiba dari arah belakang muncul pula beberapa bocah keponakan Brian lain nya.


"Apa itu?"Salah satunya bertanya pada bocah yang tengah menikmati buah manggis itu di tempat.


"Buah manggis.Hemm enaaak,,,"Bicara sambil menunjukkan ekspresi nikmat saat memakan manggis itu.


"Bagi dong."


"Minta saja sama tante Mayang."


"Jangan!"Mayang panik sembari mengangkat kantong berisi manggis itu tinggi-tinggi agar para bocah tak dapat meraih nya."Makan buah yang ada di kulkas saja ya,ada banyak buah di sana."Mayang mencoba membujuk.


"Tapi tidak ada manggis di sana."


"Apa kau sudah memeriksa nya?"


"Sudah."


"Kapan?"


"Kemarin."


"Siapa tau hari ini sudah ada kan?"


Bocah itu masih berdiri di tempat,menatap Mayang dengan penuh selidik.


"Apa tante akan menghabiskan nya sendiri?"


"Tidak,buah ini bukan untuk tante."


"Kenapa tante pilih kasih?"


"Oh bukan begitu,,"Panik.Mayang tak mau di juluki tante pelit."Jumlah kalian banyak,manggis ini tak akan cukup untuk kalian semua.Ini untuk tante Renata yang sedang hamil,,,"


"Apa orang hamil harus makan manggis banyak-banyak?"


Aduh kritis sekali bocah ini, bagaimana caranya aku bisa kabur dari hadangan para preman kecil ini?


"Tentu saja tidak.Tapi tante Rena sedang sangat ingin memakan nya sekarang."


"Tapi kami juga sangat ingin."


Mayang memutar otaknya,berpikir keras agar bisa lolos dari para bocil ini.


"Apa kalian bisa berlari?"Tanya Mayang tiba-tiba.


"Bisa."Menjawab serentak.


"Kalian harus berlari kearah sana sampai menyentuh sofa di ruang tengah.Siapa yang lebih dulu menyentuh tante akan mendapatkan buah manggis yang manis ini,,,"Mayang menunjukkan satu buah manggis yang terbesar dengan mengerling kan matanya.


"Baik."Para bocah dengan semangat berlari agar sampai lebih dulu.

__ADS_1


Mayang tak ingin melewatkan kesempatan emas ini untuk segera kabur.Dan tentunya para bocil itu nanti akan kebingungan mencari Mayang beserta manggis nya yang hilang entah kemana.


Mayang akhirnya menemukan Rena yang tengah duduk berleha-leha di sofa di teras belakang bersama suami nya.


"Rena kau disini,aku sudah lelah mencari mu kemana-mana."Mayang hampir putus asa.


"Aku sejak tadi disini,, harus nya mencari ku kesini,untuk apa mencari ku kemana-mana,,,"


"Nih."Mayang menaruh kantong berisi manggis itu di tengah-tengah pasutri itu.


"Apa ini?"Rena bangun dari sandaran nya lantas membuka kantong itu."Manggis!"Terkejut sekaligus bahagia."Kau mendapatkan nya?!"


"Ayah bilang itu buah terakhir dari kebun kami."Mayang tersenyum."Cepat habiskan sebelum para bocil itu memintanya dari mu.Apa kau tahu,butuh perjuangan intuk bisa membawa buah itu padamu.Tangan ku saja sampai pegal.Sekarang makan dan habiskan ya,,,"Ucap Mayang penuh antusias.


"Terimakasih banyak Mayang.Kau dewi penyelamat ku."Ucap dion tulus sembari tertawa.


"Tak perlu sungkan."


Dion mengambil satu buah manggis dan memberikan nya pada sang istri."Sayang,ibu sudah mendapatkan manggis nya.Kamu jangan ileran ya,"Bisik Dion di perut sang istri.


Rena mencium manggis itu setelah menerima nya dari tangan Dion.Lalu mengusapkan nya ke perut buncit nya.


"Sudah."Rena mengembalikan manggis itu ke telapak tangan Dion.


"Sudah apanya?"Tanya Dion Bingung,begitu juga dengan Mayang."Cepat di makan."Desak Dion lagi sembari membukakan kulit buah itu dengan pisau.


"Aku sudah tidak menginginkan nya."


"Kenapa begitu?!Bukan nya kau ingin sekali makan manggis?Setengah mati aku mencari nya kemana-mana!"


"Siapa yang bilang ingin makan manggis?Aku hanya ingin mencium nya lalu mengusap kan nya ke perut ku."Ucap Rena santai dengan wajah tanpa dosa tanpa menghiraukan dua orang di hadapan nya yang berdecak sebal.


**********


Malam hari sebelum acara pernikahan,kediaman Malik telah ramai di kunjungi para undangan acara pengajian yang di gelar di sana.Namun Malik dan Ratih sendiri tidak berada di tempat,mereka mendampingi Brian yang juga menggelar acara pengajian di kediaman nya.


Mayang terlihat cantik dengan busana muslimah dengan jilbab tertutup yang menutup kepala nya dengan sempurna.Ia tampak duduk bersebelahan dengan ibu dan adiknya.


Di lirik nya Weni yang telah tertidur pulas sembari memeluk tubuhnya erat seakan tak rela melepas kakaknya untuk menikah dan membiarkan nya kesepian di rumah tanpa seorang teman jika kakak nya telah berumah tangga nanti.


Namun dari tubuk hati nya yang terdalam,Weni selalu mendoakan dan ingin yang terbaik untuk kakak tercintanya.


Mayang tak pernah menyangka akan melabuhkan hatinya pada Brian yang memang telah ia cintai sejak pertama bertemu.Dengan cara yang tak biasa pula.


Rencana Tuhan memang begitu sempurna.Mempertemukan kembali cinta pertama nya dengan cara yang luar biasa.Bahkan di saat dirinya sudah menyerah dan pasrah.Penantian nya selama ini berbuah manis.Ternyata kata-kata 'indah pada waktu nya' itu benar-benar terjadi dalam hidup nya.


Tanpa sadar mata Mayang pelan-pelan kini telah terpejam dalam buaian mimpi yang indah.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Suasana kediaman keluarga Malik kini terlihat semakin ramai.Rumah besar nan megah dengan pilar-pilar tinggi menjulang yang menyangga itu terlihat semakin indah dengan bermacam-macam bunga yang tampak menghiasi nya.Nuansa bahagia tampak kental sekali terlihat disana.Seluruh persiapan untuk pernikahan tampak selesai dengan hasil yang memuaskan.


Di sebuah kamar,tampak duduk seorang gadis yang telah selesai dengan ritual riasan pengantin.Mayang tampak terlihat tegang menanti detik-detik pernikahan nya.Tak terlihat guratan senyum di sana.


"Kakak jangan tegang,"Sentuhan Weni membuyarkan lamunan Mayang seketika."Ini hari bahagia kakak,,, tersenyum lah."Gadis cantik itu menunjukkan senyum termanisnya untuk menyalurkan rasa bahagia nya atas pernikahan kakak tercinta.


"Tidak bisa Weni,aku sangat gugup sekarang."


"Kakak,tenangkan hati mu,,,"Weni lalu memeluk kakaknya dengan hangat."Kakak,aku turut bahagia untukmu.Walaupun aku sedih karena harus kehilangan mu dan harus rela memberikan mu pada lelaki yang kau cintai."Ucap Weni lirih dengan suara yang tercekat menahan sesak di dada.Tampak bulir bening mengalir di sudut matanya.Sebuah air mata bahagia di sela doa yang terselip di sana.


Hasan dan Asmia yang baru memasuki ruangan pun mendekati kedua putrinya yang masih belum melepaskan pelukan mereka.Asmia duduk di samping Mayang,membuat gadis itu seketika melepas pelukan nya.


"Sayang,"Asmia meraih jemari Mayang yang telah berhiaskan henna art dan mengusap punggung tangan itu dengan lembut."Selamat atas pernikahan mu ini nak,Ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk mu."lSemoga kau selalu bahagia sayang,,,"


"Terimakasih Bu,"Ucap Mayang dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Ibu hanya bisa berpesan agar kau menjadi istri yang baik untuk suami mu.Patuhi semua kata-katanya.Layani suami mu dengan baik ya sayang,,, jangan buat suami mu kecewa.Dan surga mu sekarang dari restu suami mu."


"Aku akan ingat selalu wejangan ibu ini bu,"

__ADS_1


"Sebenarnya semua ibu pasti merasa berat melepas putrinya untuk hidup bersama orang lain,tapi mereka ikhlas demi kehidupan putra putri nya yang lebih bahagia nak."Asmia memeluk tubuh putrinya dengan hangat.Air matanya kini tak dapat ia bendung lagi.


"Ibu jangan menangis,,,"Rengek Mayang sedih.Ia juga tak dapat menahan air matanya karena terbawa suasana.


"Tidak ada yang boleh menangis hari ini."Sela Hasan yang sejak tadi memperhatikan ketiga wanita di hadapan nya itu."Karena hari ini adalah hari bahagia."Hasan merangkul tiga wanita terkasih nya itu.


Suara ketukan dari pintu membuat mereka saling melepaskan diri dari pelukan nya.


"Mayang kau sudah siap?"Bella yang sudah cantik dengan pakaian kebayanya yang elegan berjalan mendekat."Pengantin pria sudah datang."


"Benarkah?!"Mayang panik.


"Siap kan diri mu ya."


Mayang berlari menuju jendela dari kamarnya yang berada di lantai dua untuk melihat keadaan di bawah sana.Dan benar saja,tampak di luar telah berjajar mobil rombongan pengantin pria.Tampak Brian tengah berjalan sembari tersenyum dengan di dampingi kedua orang tuanya di sisi nya.


Dia tampan sekali,,, rasanya masih tak percaya hari ini aku akan menikah dengan nya.


Jantung Mayang berdetak semakin kencang.Wajah nya terlihat sangat tegang.Bibirnya juga terlihat gemetar.


"Mayang kau baik-baik saja?"Bell terlihat khawatir.


"Aku, aku gugup sekali Bell,"Ucap Mayang terbata.


"Mayang tenangkan dirimu.Jangan gugup ya,hari ini hari bahagia mu.Kau sangat cantik sekali Matang.Kau seperti bidadari.Brian pasti sangat bahagia mendapat kan istri seperti mu."Bella menenangkan.


"Kak Bella benar kak,,,"Weni mendukung.


Brian telah duduk di tempat dimana dia akan melangsungkan ijab qobul.Pria itu terlihat semakin tampan dengan balutan baju pengantin berwarna putih senada dengan yang pakai Mayang nanti.


Meski ia pernah melakukan sebelum nya,namun Brian tak dapat memungkiri bahwa dirinya di landa rasa gugup seperti baru pertama kali.Ia melirik tempat kosong di samping nya,di mana tempat itu akan di tempati Mayang saat acara ijab qobul nanti.


"Apa anda tidak ingin melihat pengantin anda tuan,"Billy tersenyum sembari menunjukkan ke arah tangga dengan ekor matanya.


Brian yang tengah tegang menjadi mudah sekali terprovokasi sehingga langsung menoleh ke arah yang di tujukan Billy.


Brian di buat terkejut ketika melihat sosok Mayang yang terlihat dengan hati-hati menuruni setiap anak tangga dengan di gandeng oleh Ibu dan mertua perempuan nya.Dan di belakang nya tampak Weni dan Bella sedang membantu membawakan ekor kebaya Mayang yang menjuntai panjang ke belakang.


Kebaya model tertutup dengan warna senada yang Brian pakai membalut tubuh Mayang dengan sangat indah.Di tambah jilbab pengantin modern yang menutup kepalanya kian membuat aura cantik Mayang semakin terpancar,dengan riasan make up yang tak berlebihan.


Mayang terlihat bagai jelmaan dewi dari kahyangan.


Yah begitulah yang ada di benak Brian saat ini.Matanya tak berkedip sama sekali saat pandangan nya mengekor mengamati gadis itu hingga kini duduk di samping nya.Ia masih terpaku dan berdecak kagum hingga Mayang dengan malu-malu menunjukkan senyum padanya.


"Mempelai wanita sudah siap,apa kau sudah siap melakukan ijab qobul sekarang nak Brian?"Tanya penghulu yang kemudian menyadarkan Brian.


"Siap pak."Jawab Brian mantap.


"Baik kita mulai sekarang."Ucap penghulu kemudian.


Dan kemudian keadaan hening seketika saat Brian mengucap kan kalimat sakral ijab dan qobul di depan penghulu dan para saksi dalam sekali tarikan nafas dan dengan lantang tanpa ragu sedikit pun.


"Bagaimana para saksi,sah?"Ucap penghulu sesaat setelah Brian selesai dengan ijab qobul nya.


"Sah!"Jawab para saksi yang kemudian di ikuti suara sorak sorai dan sujud sukur lalu kemudian sang penghulu memimpin doa.


Brian mengulurkan tangan nya dan di sambut oleh Mayang dengan kemudian kecupan hangat dari bibir Mayang pada punggung tangan Brian.Brian tersenyum kemudian meraih tengkuk Mayang lalu mencium keningnya cukup lama dan tak luput dari sorot kamera yang riuh mengabadikan nya.


Senyum keduanya tak pernah luntur ketika tengah berpose mengikuti arahan fotografer untuk mengabadikan momen bahagia mereka.Keduanya bergantian menyematkan cincin kawin di jari manis pasangan nya.


"Cium!Cium!Cium!"Suara riuh orang-orang yang ingin Brian dan Mayang berpose saat mereka berciuman.


"Ayo."Brian sudah akan mencium pipi Mayang namun gadis itu malah menempelkan telunjuknya pada Brian sedangkan wajahnya tertawa sambil berpaling.Tentu saja pose itu tak luput dari jepretan kamera dan mengundang tawa orang tang melihat nya.


โค Bersambung โค


Tinggalin jejak kalian ya


Jangan lupa like komen favorit serta voting kalian sangat penting buat author๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


kasih saran dan kritik kalian mengenai tulisan author ya!Serta rating nya bintang lima.


__ADS_2