
Brian sudah menghidupi mesin mobilnya dan melajukan nya dengan kecepatan sedang. Mereka semakin jauh meninggalkan rumah yang megah itu. Mobil itu melaju membelah jalan yang lengang dan sepi.Karena rumah orang tua Brian bukan lah perumahan di tengah keramaian kota.
Orang tua Brian sengaja memilih area sepi sebagai tempat untuk kediaman mereka.Memilih suasana yang tenang dan nyaman untuk beristirahat dan melepas lelah.
Tak ada percakapan diantara kedua manusia yang berada di dalam mobil itu.Keduanya hanya sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.
Mayang melirik lelaki yang sedang fokus mengemudi disamping nya itu.Brian masih tetap menunjukkan ekspresi wajah datar sejak keluar dari rumah orang tuanya tadi.Tak terlihat ekspresi sedang marah ataupun kesal.
Bahkan sikapnya sangat hangat terhadap keluarga nya saat makan malam dan berbincang santai di ruang keluarga tadi.Berarti suasana hati nya sedang baik kan,jadi seharusnya Mayang tak perlu khawatir berlebihan seperti yang dirasakan nya kini.
Andai saja Mayang tak menggodanya dengan membuat lelaki itu kesal sore tadi,mungkin ia tak akan merasa terancam seperti ini.Entah mengapa Mayang selalu hilang kendali setiap kali berdekatan dengan Brian.
Ia suka sekali menggoda hanya untuk mengusir canggung.Karena dengan begitu ia lebih bisa menguasai dirinya dan mengendalikan debaran jantung nya.
Mayang menghela nafas panjang dan menyandarkan kepalanya di jok mobil.Ia ingin memejamkan mata nya agar merasa tenang.Tapi seketika itu ia terperanjat karena merasa tangan nya ada yang menggenggam.
matanya tertuju pada tangan kekar dengan jemari yang dengan kuat memegang lengan nya.Sedetik kemudian tatapan nya beradu dengan tatapan mata elang dengan sorot mata tajam yang seperti siap untuk menghunus nya.
Mayang sudah menyangka ini akan terjadi.Tuan muda tak akan melepaskan nya begitu saja.Mayang melihat ke sekeliling dan tak merasakan ada pergerakan atau guncangan di dalam mobil,ternyata Brian telah menepikan mobilnya.
"Tuan anda mau apa,,,"Mayang berusaha melepaskan cengkeraman tangan Brian.
Tuan mengapa anda pendendam sekali..
"Kenapa kau diam saja."Tanya Brian singkat tanpa melepaskan cengkeraman tangan nya.Bahkan matanya juga tak berkedip.
"Saya harus apa tuan?"Mayang masih berusaha melepaskan tangan nya meski percuma.Semakin ia ingin melepaskan,Brian justru semakin kuat mencengkeram lengan nya.Mayang merasa tangan nya sudah memerah sekarang.
"Lakukan sekarang seperti yang kau lakukan padaku tadi."Pinta Brian yang membuat Mayang terbelalak.
Apa?!Gila!Anda pasti tidak benar-benar mengatakan itu kan tuan...?
"Maksud tuan apa,saya tidak mengerti..."
"Hey kau baru tadi melakukan nya!Tidak mungkin kau sudah lupa begitu saja!"Ucap Brian sambil menggeram."Kau tadi mengejek ku kan!Menjulurkan lidah!Cium-cium foto kecil ku,dan yang terakhir apa itu tadi!Bukankah itu ciuman jarak jauh!Aku mau sekarang kau melakukan nya lagi!"Desak Brian pada Mayang.
Membuat gadis itu melongo sekaligus malu.Ia tampak menutupi sebelah wajah nya dengan telapak tangan kiri nya.Hal gila macam apa ini batin nya.Gadis itu mengutuki diri nya sendiri karena telah bersikap bodoh.
"Kenapa diam?Tidak mau?!"Nada bicara nya terdengar kesal.Genggaman tangan nya semakin erat,padahal tadi sempat mengendur.
"Kenapa saya harus melakukan nya lagi tuan?"Memberanikan diri menatap Brian.Ingin melihat ekspresi wajah lelaki itu.
"Aku hanya ingin tau apa kah kau seberani itu jika hanya ada aku dihadapan mu?!"
Nah itu anda tahu,mengapa masih memaksa!Kenapa aku sampai kehilangan kewarasan ku hingga berani melakukan hal seperti tadi?? Aaaahhh dasar bodoh.
"Hey kenapa malah menatap ku seperti itu?!"Brian merasa gusar karena Mayang menatap mata nya.Seketika itu pula gadis itu menunduk.
Tiba-tiba terdengar suara kaca mobil di sisi Brian di ketuk dari luar.
"Siapa lagi,Mengganggu saja."Gerutu Brian lalu melapaskan cengkeraman tangan nya."Diam dan jangan bicara."Bisik Brian sengit sebelum ia membuka pintu mobil dan keluar.
"Selamat malam pak,"Sapa seorang lelaki berseragam.Ternyata dia polisi patroli yang sedang bertugas.
"Selamat malam pak,ada apa ini?"Tanya Brian sedikit bingung.Dia tidak merasa mengendarai mobil nya terlalu kencang atau melakukan kesalahan hingga polisi ini menghampiri nya.
"Apa hubungan anda dengan wanita di dalam?Bisa-bisa nya anda bermesraan di tepi jalan begini?"
"Siapa yang bermesraan pak,kami hanya sedang bicara.Dan dia istri saya,jadi apa masalah nya?"Jawab Brian dengan mantap.Entah dapat ide dari mana dia bisa mengatakan hal itu.
__ADS_1
"Tapi anda tak terlihat memakai cincin kawin?"Ucap Polisi itu setelah melirik jemari Brian yang memang tak mengenakan cincin kawin.
"Cincin kawin kami tertinggal di rumah.Kami berencana keluar sebentar untuk cari makan.Apa harus memakai cincin kawin?Apa perlu kami mengambilnya ke rumah?"Brian mencoba meyakinkan polisi sok tau itu.
"Tolong lepaskan kami pak,istri saya itu penyakitan.Saya takut dia akan kambuh.Dan dia akan mengalami kejang kalau dia kambuh."Kebohongan apa lagi ini.
"Anda mencoba mengelabuhi Polisi?!"Pak Polisi mulai marah."Saya tahu kalian sedang bermesraan tadi!"
"Hueekkk huueek." Terdengar suara Mayang seperti sedang muntah di barengi pintu mobil yang terbuka.Membuat kedua lelaki yang sedang berdebat itu terkejut dan berbarengan menoleh ke arah Mayang.
"Sayang... perut ku mual lagi.. cepat lah sedikit..."Suara Mayang terdengar manja."Kamu nggak ingin aku ngidam pengen Makan orang gara-gara kamu biarin aku kelaparan kan...??"
Brian yang tadi nya bingung mulai mengerti apa maksud dengan ucapan Mayang."Oh iya sayang maaf,,,"Brian berjalan mengitari mobil menghampiri Mayang."Kamu sudah lapar ya.."Brian merangkul Mayang dan membelai lembut perut gadis itu.Meski merasa aneh tapi mereka harus melakukan ini.Brian menuntun Mayang berjalan mendekati Polisi itu.
Polisi itu tampak menatap Mayang dengan rasa iba.Mereka pasangan suami istri rupanya.Dan istri nya kini sedang mengalami masa-masa morning sick makanya dia muntah-muntah.Polisi itu memang usia nya sudah tak muda lagi,dia memiliki istri dan anak.Maka nya dia mengerti apa yabg sedang di alami oleh Mayang.
"Oh istri anda sedang hamil rupanya,,kenapa tidak bilang dari tadi.."Ucap polisi itu tersenyum sambil menepuk bahu Brian membuat yang di tepuk jadi tersenyum kecut.
"Selamat atas kehamilan nya ya nyonya.."Lagi polisi itu memberi selamat yang tidak pada tempat nya.
"Terimakasih pak.."Mayang tersenyum sangat manis.
"Istri anda sedang ngidam rupanya,,, sebagai suami anda harus sabar meladeni istri yang sedang ngidam,turuti apa yang istri anda mau.Karena hamil muda itu masa-masa paling rawan dan anda harus menjaga nya dengan baik."Polisi akhirnya memberikan wejangan yang hanya di balas anggukan oleh Brian karena pura-pura mengerti saja.
"Baiklah lanjutkan perjalanan kalian,maaf atas gangguan nya."Polisi akhirnya membebaskan Brian dan Mayang.(Jangan tiru Brian dan Mayang yang bohong ya teman...)
Brian lalu menuntun mayang membantu nya untuk masuk kedalam mobil.Dan Brian pun menyusul masuk ke mobil setelah berpamitan pada polisi yang masih bersiaga dan melepas mereka.Mobil akhirnya melaju meneruskan perjalanan.
Saat sedang menyetir Brian tampak tersenyum-senyum sendiri entah karena apa.Berbeda dengan Mayang,dia tampak memalingkan wajah nya dengan wajah yang cemberut.
Brian melirik Mayang dan menangkap ekspresi tak suka dari wajah gadis itu.
"Kita?!!Bukan nya saya?!"Mayang protes dengan nada kesal.Tapi bukan kesal karena itu.
"Bukan kah ini karena akting kita berdua tadi kan...?"
"Iya tapi ide dari saya!"Memang nya anda bisa apa!
"Lalu masalah nya apa sampai kamu marah begitu?"Brian penasaran.
"Kenapa anda bilang saya penyakitan?Kalau kambuh suka kejang lagi!Memang nya anda fikir saya sakit apa?!Nyata nya dengan cara itu juga tidak berhasil kan?!"Mayang marah-marah tak terima.Ia memalingkan wajah nya lagi.Brian justru malah tertawa karena kemarahan gadis di sebelah nya itu.
"Oh jadi kamu marah karena itu??Iya maaf dech aku salah.."Ucap Brian sambil tersenyum membuat Mayang menoleh.
Eh dia beneran tersenyum lho,apa dia sudah benar-benar tidak marah lagi?
"Kenapa minta maaf?"Tanya Mayang ketus.
"Kamu enggak dengar tadi polisi itu bilang,kalau aku harus sabar menghadapi istriku yang sedang hamil kan?"Brian tertawa sambil meledek.
"Hey tapi aku kan tidak benar-benar hamil?!"Mayang tergelak juga akhirnya."Udah ya akting sampai disini stop.Drama nya udah bubar!"Ucap Mayang sambil mencubit kecil lengan Brian dan lelaki itu pun memekik sakit.
"Biarin!Siapa suruh fitnah-fitnah orang."Mayang lagi-lagi cemberut.
"Iya maaf istri ku sayang yang lagi ngidam..."Lagi-lagi Brian bicara dengan nada menggoda.Membujuk agar gadus di samping nya itu mau tersenyum dan berhenti cemberut.Dan usaha Brian pun berhasil karena Mayang terlihat tersenyum meski Brian harus merasakan lagi cubitan kecil dari jemari gadis itu.
"Sudah hentikan menggoda saya tuan,,,"Ucap Mayang malu-malu.Ia memalingkan lagi wajah nya yang bersemu merah.
Brian merasa seperti ia sedang membujuk istri nya yang sedang hamil untuk berhenti merajuk.Entah mengapa hanya begitu saja sudah sangat membuat nya merasa bahagia.Bagaimana kalau dia benar-benar memiliki istri dan sedang hamil???
__ADS_1
Brian melirik gadis yang tengah menatap keluar dari kaca mobil itu.Ia begitu menginginkan gadis itu.Tapi ia masih ragu apa gadis itu bisa menerima diri nya dan masa lalu nya dengan setulus hati.
Mobil sudah memasuki gerbang utama dan terus melaju hingga ke halaman rumah.Mayang keluar dan disusul juga oleh Brian.Brian memberikan kunci mobil pada pengawal agar memasukkan nya ke dalam garasi.
Bu Kuswara tampak menyambut di depan pintu bersama beberapa pelayan dengan berjejer.
"Selamat datang Tuan muda, selamat datang Mayang... "Sapa Bu kuswara saat kedua nya sampai.
"Selamat malam Bu Kus."Jawab Mayang,sedangkan Brian hanya mengangguk dan tersenyum.
Brian dan Mayang berjalan sejajar masuk kedalam lift menuju lantai dimana kamar mereka berada.Di dalam lift mereka hanya diam dan tak saling bicara.Mayang memilih berdiri di sudut belakang,menjaga jarak dari Brian.
Saat pintu lift terbuka,Brian yang berada di depan berjalan keluar mendahului Mayang yang berada di belakang nya.Mayang lalu menyusul Brian berjalan di belakang nya.
Mayang berjalan menunduk sambil senyum-Senyum entah karena apa,sehingga tak memperhatikan keadaan di depan nya.
Brukk!Mayang menabrak Brian yang tiba-tiba berhenti tanpa Mayang sadari dan membuat tubuh mereka terbentur.Mayang mundur beberapa langkah.
"Kenapa menabrak ku?!"Brian memutar tubuh nya menghadap pada Mayang sambil melipat kedua tangan nya bersedekap dan menatap wajah panik gadis itu dengan tersenyum
"Maaf tuan saya tidak sengaja."
Anda yang tiba-tiba berhenti mendadak tuan,mama saya tahu.Apa anda sengaja melakukan nya?
"Apa kau sengaja ingin memeluk ku istri ku sayang yang sedang hamil?"Ucap Brian dengan seringai nya.
Tuh kan anda menggoda saya lagi.Kenapa sekarang ini anda suka sekali menggoda saya??
"Berhenti meledek saya tuan..."Mayang bicara dengan nada memohon
"Hey siapa yang sedang meledek mu?!"Bantah Brian."Bukan kah ini cerita karangan mu sendiri hah?!"Bicara sambil tertawa lebar.
Puas anda mempermalukan saya?Anda ini pendendam ya...
"Sekarang tidur lah istri ku,agar kau tidak ngidam ingin makan orang lagi.."Goda Brian lagi membuat Mayang melotot mengingat kata-katanya tadi.Wajah gadis itu tampak merah padam karena malu.
Mayang menutup sisi wajah nya dengan telapak tangan nya untuk menghalangi pandangan Brian dari wajah nya yang memerah lalu berlari kecil menuju pintu kamar nya.Kedua nya saling berpandangan sambil tersenyum setelah apa yang mereka lewati hari ini.Sebelum akhirnya mereka sama-sama menghilang di balik pintu kamar masing-masing membawa kenangan manis dalam mimpi indah mereka masing-masing pula.
Setelah membersih kan diri Mayang naik ke ranjang untuk bersiap tidur.Namun ada yang masih mengganjal di hati nya.Ia bangkit dan turun dari ranjang menuju ruang ganti pakaian.Ia membuka semua lemari berusaha mencari sesuatu.Setelah beberapa lama mencari akhirnya ia menemukan nya.
Jaket hitam yang tergantung di dalam lemari paling ujung.Di raih nya jaket itu dan di peluk nya erat-erat.Entah mengapa ia ingin sekali membawa jaket itu saat pertama kali Sekertaris Billy membawanya pada tuan tuan muda.
"Maaf kan saya tuan,,, karena saya belum bisa mengembalikan jaket ini..."Ucap Mayang lirih sambil memeluk jaket itu dengan sepenuh hati.Ia masih cukup takut dengan reaksi yang kemungkinan nanti akan di tunjukkan oleh Brian pada nya.Ia takut Brian tak bisa terima atau bahkan akan menuduh nya mengaku-ngaku saja.Mayang masih belum siap.
Sementara di ruangan kamar lain,Brian masih membelai lengan dimana di situ Mayang memberikan nya hadiah cubitan kecil tadi.Ia hanya pura-pura sakit untuk menunjukkan reaksi senang nya.Entah mengapa ia sangat bahagia malam ini."Selamat malam istri ku sayang..."Brian tampak terlelap dengan wajah berseri.Entah apa yang sedang ia impikan.
Bersambung
**Tinggalkan jejak kalian ya kakak😉
Like👍Komentar 💬 Favorit ❤
Dan beri rating bintang lima kalau suka ya...
Dan voting voting voting
Jangan cuma minta up saja ya...
Terimakasih**
__ADS_1