
Brian menghempaskan tubuh nya di ranjang empuk di dalam kamarnya.Jemari nya sudah mengepal.Jantung nya juga dag dig dug tak karuan.Entah mengapa akhir-akhir ini detak jantung nya selalu lepas kendali setiap kali dia bersama dengan Mayang.
Gadis itu benar-benar telah meluluh lantah kan pertahanan Brian selama ini.Untung saja tadi Brian masih bisa menguasai diri,Kalau tidak habis lah kau Mayang.Dia selalu membuat fikiran Brian jadi kacau.
Dan kini Brian jadi bertanya-tanya bagaimana sebenar nya perasaan Mayang terhadap nya.
Apa dia benar-benar berfikir kalau aku mempunyai kekasih.Dia benar-benar berfikir kalau aku tadi pergi berkencan karena aku membawa buket bunga.
seandai nya saja tadi dia mau ikut,pasti dia akan tau tadi aku pergi kemana...
*Kejadian bebeapa jam yang lalu*
Brian tampak sudah berpakaian rapi saat keluar dari kamar nya.Tapi hari ini penampilan nya tidak begitu formal seperti saat akan bekerja di kantor.
Kali ini ia menanggal kan jas nya,dan hanya memakai kemeja putih dengan lengan yang di gulung sampai siku,dengan di lapisi rompi vest formal berwarna hitam pres body yang semakin memperlihatkan body sixpack nya.Kaca mata hitam yang yang ia pakai tampak snada dengan jam tangan yang juga berwarna hitam itu.
"Bu kus,katakan pada pengawal aku ingin sendiri kali ini."Perintah Brian kepada bu Kuswara yang tampak menunggu di depan pintu kamar nya.
"Baik tuan muda.."Jawab bu Kuswara sambil mengangguk sopan lalu bergegas pergi meninggal kan Brian.
Brian meraih buket bunga buatan Mayang tadi yang tergeletak di meja.Saat akan berjalan ke luar,ia berpapasan dengan Mayang.
Gadis itu tampak bengong lalu kemudian menunduk dengan sopan.Ia tampak tersenyum pada Brian.
"Tuan semangat ya..."Ucap Mayang seraya menunjukkan lengan nya yang terangkat berbentuk siku dengan jemari yang terkepal sambil tersenyum ceria.Ia sedang memberi semangat rupanya.
"Kau fikir aku ini akan pergi berperang?!Pake di semangati segala."Kata Brian setelah langkah nya terhenti dan menghadap kepada Mayang yang masih tetap tersenyum ke arah nya.
"Maaf kan saya tuan,"Mayang menunduk Karena nada bicara Brian terdengar seperti orang yang sedang marah.
"Apa kau mau ikut?"pertanyaan Brian terdengar seperti main-main saja di telinga Mayang.
Apa dia bilang?Dia tidak benar-benar mengajak ku untuk ikut bersama nya kan..
"Tentu saja tidak tuan,, "Tolak Mayang halus."Mana mungkin saya ikut tuan..
Keberadaan saya hanya akan mengganggu kencan anda dan nona saja.."
"Ya sudah."Brian berbalik dan berjalan meninggal kan Mayang.Tapi sesaat kemudian ia mengikuti di belakang Brian.
Tuan... anda benar-benar keren sekali hari ini.Penampilan anda tampak santai dengan rompi itu.Anda bahkan terlihat seperti bos mafia seperti di film-film holiwood yang pernah saya tonton.
"Tuan.. anda keren sekali... Nona pasti makin sayang pada anda.."Mayang memuji penampilan Brian dengan penuh kekaguman.
"Apa kau sedang mengejek ku?"Tanya Brian karena selama ini tak ada orang yang mau berkomentar tentang penampilan nya.
Dasar!Orang sedang memuji malah di bilang mengejek.Yang benar saja tuan... Mayang
"Tidak tuan... mana berani saya mengejek anda... Saya sedang memuji anda.."
Akhir nya mereka sampai di garasi.Brian memilih memakai mobil sport nya karena dia akan pergi sendirian.
Mayang clingukan melihat ke sekeliling.
"Tuan apakah anda ingin pergi sendiri?"
__ADS_1
"Memang nya bersama siapa?Kau kan tidak mau ikut?"
"Apa anda tidak bersama supir?"
"Tidak perlu."Aku hanya ingin sendiri saat ini.
Brian lalu masuk dan duduk duduk di belakang kemudi.Memasukkan kunci dan mesin mobil menyala.
"Selamat berkencan tuan..."Mayang mengangguk sopan .
Lalu mobil ramping itu melaju menyusur di antara hijau nya tanaman hias di depan rumah hingga akhir nya tak nampak lagi setelah keluar dari gerbang besar itu.
**************
Mobil sport itu melaju kencang menembus keramaian kota.Tak terhitung berapa jumlah mobil di kota ini yang selalu datang dan pergi berjubel memadati jalanan ibu kota.
Mobil itu akhir nya memasuki sebuah gerbang besar dan Brian memarkir kan mobil nya di area tempat parkir tempat itu.
Brian keluar dari mobil dan tak lupa pula membawa serta buket bunga itu dengan kedua tangan nya dan sebotol air putih.
Brian berjalan menyusuri jalan setapak menuju tempat yang akan ia kunjungi.Tak berapa lama,ia pun sampai di tempat itu.
"Hai sayang...apa kabarmu?"Kata Brian setelah sampai."Maaf kan aku karena sudah lama aku tak berkunjung pada mu.Aku membawa kan mu bunga yang di petik dari taman kita sayang,,,"
Brian menaruh buket bunga itu dengan hati-hati.lalu menyiram kan sebotol air putih tadi ke tanah yang kering itu.
Dan Brian mulai khusyu mulai memanjat kan doa.Agak lama Brian membaca doa itu dengan lirih.
"Sayang aku datang kemari untuk meminta maaf pada mu..."Kata Brian dengan nada sedih sambil membelai sebuah batu nisan yang bertulis kan nama Magda Lena.
Karena meninggal nya wanita inilah yang membuat hidup Brian seperti hancur saat itu.Sirna semua segala impian pernikahan mereka.Yang tersisa hanya kerinduan yang takkan pernah terobati.Serta keputus asa an.Tiada lagi semangat hidup Brian yang tersisa.Semua sudah hilang bersama dengan meninggal nya sang istri.
Tak akan pernah terlupakan dari memory buruk Brian saat kecelakaan mengerikan itu menimpa nya dan sang istri yang membuat nyawa istri nya terenggut.Sangat tragis.Menyisakan luka mendalam di hati dan tubuh Brian kala itu.Ia harus kehilangan istri dan merasakan luka parah di sekujur tubuh nya.
Hari itu...
Seorang Wanita tampak sedang merias diri nya di depan cermin.Ia sudah selesai dengan riasan nya,tapi belum mau beranjak dari duduk nya di kursi meja rias itu.Dua orang pelayan yang membantu nya merias diri itu masih tampak berdiri di belakang gadis itu.
"Apa aku sudah terlihat cantik??"Tanya gadis itu sambil sesekali membetul kan riasan nya.
"Anda sangat cantik nona,,, saya yakin,setiap mata yang memandang akan terpesona dengan kecantikan nona,,, percayalah..."
"Tapi entah kenapa hari ini aku sangat gugup.."Gadis itu tampak cemas.Tapi entah apa yang sedang ia cemaskan itu.
Brian terlihat masuk kekamar itu dan menyuruh dua pelayan tadi untuk keluar meninggalkan mereka.
Brian tersenyum memandang gadis cantik yang tampak tertunduk itu dari pantulan cermin.Ia meraba pundak gadis itu dengan halus dan bibir lembut nya mendaratkan kecupan lembut di lekuk leher gadis itu."Hai cantik..."Berbisik di telinga gadis itu dan kembali menyusuri setiap lekukan di leher dan membuat nya merinding.
"Sayang.. apa yang kau lakukan...?"Gadis itu menghentikan kegiatan Brian dengan jemari tangan nya."Hentikan.... kau membuat ku merinding..."
"Baik lah Lena sayang..."Brian akhir nya menghentikan nya."Apa kau sudah selesai?Kau cantik sekali.."Brian memeluk Lena dari belakang sambil memandang bayangan mereka berdua di cermin.
"Iya sayang,aku sudah selasai.Tapi entah kenapa rasa nya aku belum siap saja..."Lena membalikkan badan dan membuat nya berhadapan dengan Brian.
"Kau sudah sangat cantik sayang,,, meski pu tanpa riasan ini lagi."Brian meyakin kan."Katakan lah,apa yang membuat mu belum siap?"
__ADS_1
"Aku hanya..."Kalimat Lena terputus karena sudah dibungkam oleh bibir Brian.untuk beberapa saat bibir mereka saling berpagut.
"Bagaimana sekarang?"Tanya Brian saat mereka selesai dengan aktifitas nya.
"Kau yang selalu membuat ku nyaman sayang..."Lena menatap lekat suami yang baru beberapa hari ia nikahi itu."Terima kasih kau sudah hadir dalam hidup ku,melengkapi kekurangan ku dan mewarna hari-hari ku.Aku sangat mencintai mu.."Membelai wajah Brian dengan lembut lalu memeluk nya.
"Sayang... Aku juga sangat mencintai mu.. Kau lah satu-satu nya di hidup ku.."Brian mengecup jemari istri saat mata mereka saling bersitatap.
"Mari kita berangkat..."Ajak Lena sambil melingkar kan tangan nya di lengan suami nya.
Mereka siap berangkat menuju pesta pernikahan seorang teman.Kedua nya tampak bahagia bergandengan mesra.Mereka baru lima hari menjalani bahtera rumah tangga,setelah melewati masa pacaran selama lima bulan.
Brian tidak menikahi salah satu dari pacar nya dulu,ia malah terpikat dengan kecantikan seorang putri dari teman ayah nya.Mereka tak sengaja bertemu di sebuah pesta pernikahan yang membuat Brian jatuh cinta pada pandangan pertama.
Dari perkenalan dan bertukar nomor phonsel,hubungan mereka terus berlanjut semakin menuju ke jenjang yang lebih tinggi.Terlebih lagi mereka mendapat dukungan dari orang tua masing-masing yang membuat mereka tak ingin berlama-lama pacaran.
Pesta pernikahan mereka berlangsung sangat meriah dan diliputi penuh rasa kebahagiaan.
Saat itu Brian belum menjadi Presdir.Namun ia sudah bekerja membantu ayah nya dan mencapai jabatan yang sudah lumayan.
Dan hari ini di usia pernikahan mereka yang memasuki hari ke lima,mereka mendapat undangan pernikahan seorang teman.Mereka sudah siap dengan pakaian yang rapi dan elegant.Brian tak henti-henti nya mengagumi kecantikan istri nya itu.Pandangan mata tak pernah lepas dari wajah cantik yang selalu tersenyum itu.Ia bangga bisa memiliki gadis yang suka membaca itu seutuh nya.
sejak saat pacaran,Brian tahu kalau istri nya suka membaca dan menyukai semua jenis bunga.Jadi sebelum menikah Brian sudah merancang dan membuat perpustakaan dan taman yang luas agar istri nya betah di rumah.
Istri nya merasa bahagia saat mereka memasuki rumah baru yang sudah lengkap dengan perpustakaan dan taman bunga seluas itu di malam pernikahan mereka sebagai hadiah pernikahan mereka dari Brian.
Pesta malam ini telah usai.Satu persatu para undangan pergi meninggal kan pesta.Begitu juga dengan istri,mereka berpamitan sebelum meninggalkan geding resepsi itu.
Mobil mereka sudah menunggu di depan pintu masuk.eorang sopir yang membawa dan mengendarai mobil itu.Dua manusia s yan sedang di mabuk cinta ini duduk di jok belakang.Lena berada di posisi kanan di belakang supir,dan sebelah nya Brian tak melepas kan genggaman tangan nya sedikit pun dari jemari istri nya itu.
Awal nya mobil norma-normal saja saat melaju.Tapi saat mobil melewati jalanan yang menurun tiba-tiba sopir terlihat panik.
"Ada apa pak?"Tanya Brian saat melihat sopir itu menunukkan ekspresi panik.
"Rem nya blong tuan,"Kata sopir itu masih berusaha sekuat tenaga untuk mengerem namun hasil nihil.Sopir tak bisa mengendali kan mobil yang sudah melaju sangat kencang itu hingga kecelakaan tak terelakkan,mobil terbalik beberapa kali namun mendarat dengan posisi benar.Mobil yang sudah penyok tak beraturan itu bethenti setelah menabrak trotoar.Namun naas,ada sebuah mobil truk yang melaju kencang dari arah kanan mobil Brian hingga mobil itu terdorong dengan keras hingga beberapa meter.Lalu Brian sudah tidak ingat apa-apa lagi.
Brian terluka sangat parah hingga mengalami koma selama beberapa hari.Saat ia sadar dari koma,sebuah kenyataan pahit ia alami jika istri nya telah meninggal di tempat dalam kecelakaan itu dan dikebumikan keesokan hari nya.Begitu juga dengan sang sopir.
Bagai tersambar petir di siang bolong Brian mendengar kabar itu.Hatinnya hancur berkeping-keping.Ia bahkan tidak bisa melihat wajah sang istri untuk terakhir kali.
Brian merasa kini hati nya telah mati.Tak ada lagi gairah hidup.Ia benar-benar frustasi.Berkali-kali dia ingin mencoba nengakhiri hidup karena bayangan rasa bersalah nya terhadap sang istri yang telah lebih dulu menghadap kepangkuan sang ilahi.
Kecelakaan itu telah merubah nya menjadi pribadi yang tempramental dan tak berperasaan.Ia lebih suka menyendiri dan menghukum diri sendiri jika ada masalah.
Hanya dengan alasan demi ibu lah ia berhasil bangkit lagi dari keterpurukan.Namun dengan hati yang beku.Ia mulai dengan menerima mandat yang ayah nya berikan.Sebuah tanggung jawab besar.Karena hanya dengan alasan ini lah ia merasa berguna untuk hidup.
Brian merenung agak lama di pusara itu.
"Sayang,, saat ini aku benar-benar sedang merasa bingung.Bertahun-tahun ini aku menjaga hati dan cinta ku hanya untuk mu.
Tapi ayah menginginkan ku untuk menikahi wanita yang mirip dengan mu itu.Sungguh aku tak ingin menghianati cinta kita.Tapi keluarga ku butuh keturunan sebagai penerus ku kelak.
Aku meminta izin mu sayang.
Dan bunga ini,dia sendiri yang memetik dan menghias nya untuk mu.Dia bernama Mayang...
__ADS_1
Bersambung