Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Maaf


__ADS_3

Seorang pemuda muncul berbarengan dengan terbukanya pintu karena di dobrak paksa.


"Jangan mendekat!"Teriak Mayang kecil panik memberikan isyarat agar tak mendekat karena melihat pemuda berjaket hitam itu seperti akan melangkah mendekati nya."Mereka memasang jebakan disini."Ucap Mayang khawatir.


"Lalu bagaimana aku menolong mu kalau tidak boleh mendekat?"Ucap pemuda itu khawatir membuat Mayang senang masih ada orang baik disini.


"Aku bisa berjalan sendiri kesitu."Ucap Mayang lalu berjalan dengan hati-hati memilih jalan yang akan ia pijak agar tak mengenai jebakan yang sengaja mereka buat agar ia tak mencoba kabur.


Mayang sudah melangkah kan kakinya dengan sangat hati-hati agar tak menyentuh satu pun dari jebakan yang sengaja mereka buat.Mayang memperhatikan saat mereka membuatnya tadi.Mayang sudah berusaha mengingat nya.


Karena berfikir jebakan nya telah ia lewati semua membuat Mayang tak memperhatikan lagi langkah selanjutnya.Kaki nya menyentuh salah satu jebakan membuat ember yang sengaja diikat diatas terbalik karena tarikan dan air di dalam nya berhasil mengguyur tubuh Mayang hingga membasahi seragam SLTP nya.Brian dengan cekatan meraih dan menarik tubuh Mayang kecil sehingga keluar dari tempat itu dengan selamat.Mereka masih berdiri di ambang pintu.


"Apa kau terluka?"Tanya Brian dengan nada khawatir.


"Aku tidak apa-apa."Jawab Mayang yang sudah basah kuyup.Untuk beberapa saat pandangan mata mereka saling beradu.


"Terimakasih karena kakak sudah menolong saya.Bagaimana kakak tau saya disini?"


"Aku ketua OSIS disini.Semua sedang berpencar mencari kamu,Guru dan teman-teman mu yang melapor tadi.Lebih baik kita segera kembali ke sana.Dan nanti kamu ceritakan semua kejadian yang kamu alami ya,jangan takut."Ucap Brian sambil melepaskan ikatan tangan Mayang.


Brian bicara dengan sopan dan sikap nya yang seperti pelindung membuat Mayang yang saat itu kelas tiga SLTP sudah merasakan jatuh cinta pada Brian yang kelas tiga SLTA karena berawal dari rasa kekaguman nya.


Saat keduanya akan meninggalkan tempat itu,tak sengaja Brian menarik bermaksud menepikan tali yang menggantung karena mengganggu langkah mereka.


Seketika itu pula sebuah benda yang menggantung di atas kepala mereka sudah siap menimpa apapun yang ada di bawah nya karena ikatan nya yang terlepas.


Mayang yang merasa curiga dengan keberadaan tali itu (karena sebelumnya tak ada)semakin meningkatkan kewaspadaan nya.Benar saja,benda berat di atasnya sudah siap menimpa."Awas kak!"pekik Mayang sambil menarik lengan Brian dengan kuat agar keduanya selamat.


Brian terbelalak saat benda berat itu menimpa tepat di tempat nya berdiri.Lalu apa jadinya jika ia masih berada disitu tadi.


Benar-benar jahat orang yang telah melakukan ini pada anak yang masih SMP.Begitu batin Brian kala itu.Dilirik nya gadis dengan pakaian basah kuyup yang sudah menyelamatkan nya.Ia merasa tak tega lalu melepas jaket milik nya dan memakaikan nya di tubuh gadis itu agar ia merasa hangat.


Setelah keduanya kembali ke gedung sekolah tak ada lagi percakapan di antara keduanya.Mayang yang di cecar pertanyaan oleh para guru nya dan pihak tuan rumah tak dapat menunjukkan siapa pelaku penyekapan terhadapnya.


Panitia pelaksana meminta maaf atas nama sekolah dan para pelaku.Mayang tak ingin membuat semuanya menjadi rumit sehingga memilih jalan damai.


Hingga di ujung pertemuan mereka, rombongan Mayang harus kembali pulang.Mayang harus menyaksikan pemandangan yang sungguh menyayat hatinya.Brian yang tengah berdiri bersandar di motor besar berwarna putih dan hitam terlihat menatap dan melepas kepulangan Mayang beserta rombongan.Tiba-tiba lengan Brian di gandeng oleh seorang gadis cantik yang juga berseragam putih abu-abu.


Mayang masih mengingat jelas wajah gadis cantik itu,dia adalah salah satu dari para penyekap nya.Mayang tak mungkin mengatakan nya pada Brian dan menyakiti hati orang yang telah menolong nya.


Mayang yakin gadis itu adalah kekasih Brian.Sehingga ia harus menyimpan rahasia ini dengan rapat.Tak ada perkenalan di antara mereka.Atau pun nomor yang bisa di hubungi.Hanya jaket itu saksi bisu.


Mayang meremas jemari tangan nya.Seharusnya dia senang karena setelah bertahun-tahun ia akhirnya mengetahui keberadaan orang yang selalu ada di dalam hatinya.Orang yang ternyata selama ini ada di depan mata.Tapi dia bisa apa sekarang.Tuan Brian pasti sudah tidak mengingat kejadian itu lagi sekarang.


Kini ia harus mengiklaskan semua.Melupakan kisah semu yang telah membuang waktu nya.Melupakan masa lalu yang selama ini membelenggu.Harus siap menyongsong masa depan.Menata hati dan cinta nya untuk yang baru.Cinta yang nyata.Ia harus berusaha walau itu tak mudah.


Mayang menghela nafas panjang.Tarik nafas lagi dan mengeluarkan perlahan.Ia sudah merasa tenang sekarang.Mayang bangkit dan berdiri.Lalu membenamkan tubuh nya di tempat tidur itu.Ranjang Brian,orang yang spesial di hati nya.Ia hanya bisa merasa beruntung dengan apa yang ia dapat sekarang.


Mayang mulai memejamkan matanya.Ingin melupakan semua.Hari ini sungguh sangat melelahkan baginya.

__ADS_1


********


keesokan pagi nya,Mayang bangun pagi-pagi sekali untuk mengganti sprei di kamar Brian.Mayang tak ingin meninggalkan bekas tubuh nya di kamar itu.Serta mengembalikan semua yang telah ia sentuh ke tempat nya semula.


Mayang segera turun ke bawah menemui siapa saja yang ada disana.Sejujurnya ia merasa sungkan.Ia berjalan menuju ke dapur dan menemui beberapa pelayan di sana.Ia menawarkan diri untuk membantu.


Walaupun pelayan sudah melarang,tapi mayang memaksa karena tak ada yang bisa ia kerjakan.Mayang memilih untuk mengupas bawang dengan posisi berdiri di samping meja dapur.


Walaupun diri nya berada disini tapi entah fikirannya berada dimana.Mayang sampai tak mendengar saat seseorang memanggilnya karena ia sedang melamunhingga orang itu menepuk bahu nya.


Mayang yang terkejut dengan tepukan di bahu itu bereaksi seperti ada orang yang ingin mengejarnya.Dalam beberapa gerakan saja dia berhasil menjatuhkan lawan dengan sangat mudah dan mengunci tangan serta kaki lawannya yang sudah tergeletak di lantai.


"Ampun ampun lepaskan gue,gue nyerah!"Pekik lelaki itu dengan nafas terengah-engah."Turunin pisau nya!"Pinta nya lagi karena Mayang terlihat sudah siap menghujam nya dengan pisau dapur yang ia gunakan untuk mengupas kulit bawang tadi.


"Oh sorry gue enggak sengaja.Maaf."Ucap Mayang seraya membantu lelaki itu bangkit.


"Aduh punggung gue!Apa ini patah?"Tanya lelaki itu sambil meraba punggung nya.


"Enggak kok,gue enggak mukul punggung lo..."Ucap Mayang sambil ikut meraba punggung itu.


"Ya Allah May,elo ni cewek apa cowok si?Enggak bisa apa bersikap lembut dikit."Ucapnya sambil duduk di kursi dapur.


"Lo saja yang terlalu lemah jadi cowok!Makanya jangan suka ngagetin orang."Ucap Mayang jutek.


"Elo yang gue panggil-panggil kaga nyahut-nyahut.Gue enggak lemah kali,gue cuma lagi enggak siap."Lo melamun ya?"


"Enggak.."Membantah dengan singkat.


"Ngapain nanya-nanya?Lo mau nembak gue?!"Mayang langsung pasang kuda-kuda.


"Enggak,lo cantik tapi bukan tipe gue."Jujur banget.


"Lo juga bukan tipe gue Om.."Mayang melirik tajam.


"Panggil gue Rendy.Nama gue Ren-dy..."Sampai mengulang menyebutkan nama agar lebih jelas.


"Oh tuan Rendy maaf kan saya.."Mayang tiba-tiba setengah membungkuk sopan.


"Apaan jadi panggil tuan,gue bukan bos lo!"Protes keras sampai berdiri."Ingat ya,Ren-dy... jangan pakai saya kamu.Elo gue ya biar enak."Ucap nya seperti menggaris bawahi semua kata-katanya sambil berlalu pergi.


Sepagi ini sudah sampai disini mau ngapain coba?Eh tapi kok ini ada tempat makanan,,, apa karena ini dia kesini... Iya Ren,nanti gue sampein ke nyonya ya,makasih... Mayang bicara dalam hati.


Matahari pagi sudah semakin meninggi berganti siang yang terik.Siang berlalu terasa sangat lama bagi Mayang.Ia merasa melewati waktu demi waktu terasa hampa.


Semalam ia sudah membulatkan tekad untuk segera memulai hidup baru dengan fikiran yang baru.Tapi sepertinya itu tak mudah.Move on itu susah kawan.


menata hati tak lah semudah saat mengucapkan kata itu apalagi dilandasi dengan amarah.


Karena menata hati berarti harus menyatukan puing-puing hati yang telah patah.Semua nya itu tak akan singkat apa lagi kilat.Butuh waktu untuk menyatukan nya.Butuh waktu agar semuanya kembali seperti semula.

__ADS_1


Meski pun hati itu tak akan bisa kembali pada bentuk indah nya seperti semula.Pasti tetap akan meninggalkan bekas.Meski itu hanya samar atau mungkin tak kasat mata.Tapi hati adalah pusat dari segala rasa.


Jika suasana hati sedang baik maka akan berimbas baik pula pada semua yang kau lakukan.Namun jika suasana hati sedang buruk bisa jadi yang kau lakukan akan mendapatkan hasil yang buruk karena melakukan nya tanpa fokus.


Sore itu Mayang menyiram bunga di taman.Dengan melihat warna-warni bunga yang sedang bermekaran serta keharuman yang menenangkan seperti aroma therapy ia yakin bisa memperbaiki suasana hatinya yang sedang buruk.


Mayang di bantu dan ditemani oleh tukang kebun yang selama ini membantu nyonya merawat taman.Dia menunjukkan pada Mayang mana bunga yang banyak membutuhkan air dan bunga yang tak perlu banyak air.Inti nya menyiram bunga juga ada ilmu nya.Bukan asal siram.


Suara decitan rem mobil membuyarkan lamunan Mayang yang sejak tadi menghiasi diam nya Mayang.Mayang spontan menoleh ke sumber suara.Sebuah mobil sport berwarna brown metalic yang belakangan ini sering di pakai tuan Brian.Iya Brian sedang suka mobil ini.


Mayang memperhatikan mobil itu dengan seksama.ingin melihat siapa yang keluar dari sana.Dari balik kemudi pintu terbuka dan turun lah seorang lelaki berperawakan tinggi nan sempurna.


Siapa lagi kalau bukan Brian.Terlihat memakai stelan berwarna nafi.Sambil melangkah meninggalkan mobilnya ia nampak sambil melepaskan jas yang melapisi tubuh nya dan menyisakan rompi kesukaan Mayang.


Menaruh jas itu di lengan kiri nya.Senyum nya terkembang saat menatap Mayang yang terlihat antusias menatap nya.


'Oh tuhan,ku cinta dia


ku sayang dia rindu dia


inginkan dia'


Lagu Bang Anji berputar mengiang-ngiang di kepala Mayang seolah mewakili kata hati nya.


Rasa nya ia ingin menunda dulu tekad move on nya untuk beberapa tahun lagi jika berhadapan dengan lelaki satu ini.Kenapa Mayang merasa perasaan nya pada lelaki ini menjadi dobel sekarang.


"Ehem ehem!"Suara Brian membuyarkan lamunan Mayang."Seneng betul menyiram bunga nya ya... sampai banjir gitu."Nada suara Brian terdengar menyindir sambil bergantian menatap Mayang dan melirik bunga yang sudah terlihat menggigil kedinginan karena terlalu lama Mayang siram.


"Ee Apa?!"Mayang tersentak dari lamunan dan sadar dengan apa yang Brian ucapkan."Ya Tuhan bunga nya?!"Suara Mayang terdengar panik."Maafkan saya tuan,,,"Karena wajah anda mengalihkan dunia saya.


Wajah Mayang terlihat bersemu merah.Ia tak sanggup membalas tatapan Brian yang sejak tadi tak pernah bergeser dari nya.Mayang merasa jantung nya memompa entah berapa kali lebih cepat dari biasanya.


Tubuh nya terasa panas dingin. Ia meremas selang air yang tak berdosa,bahkan sejak tadi masih tetap mengalirkan air nya meski Mayang tak lagi membutuhkan nya.


Mungkin karena merasa kesakitan karena Mayang remas sehingga selang air berontak namun ke arah yang salah dan mengenai Brian.Membuat lelaki itu terkejut dan menghindar.


"Hey apa yang kau lakukan!Aku bukan bunga tahu!"Suara Brian lagi-lagi menyadarkan Mayang.


"Oh maaf tuan maaf..." Mayang panik dan berlari mematikan kran air.lalu kembali lagi ke hadapan Brian.Di lihat nya lengan kiri Brian yang basah karena ulah nya tadi."Tuan maaf membuat anda basah.Maafkan saya..."Terlihat sekali Mayang begitu salah tingkah berhadapan dengan Brian.


Brian terdengar menghela nafas."Apa kau ingat sudah berapa kali kau meminta maaf padaku sejak aku datang?"Tanya Brian seperti menghardik.Mayang mencoba mengingat-ingat.


"lupa tuan..."Jawab Mayang lirih tanpa menatap Brian.


"Kau sampai lupa karena terlalu sering nya kamu minta maaf!Memang nya kamu fikir ini lebaran?!"Ucap Brian sambil mendekat kan wajah nya pada wajah Mayang .Membuat gadis itu menarik wajah nya mundur.


Tuan tolong jangan begitu!Anda membuat jantung saya seperti mau lompat!Eh apa ini.Mengapa anda menggenggam tangan saya?Lepaskan tuan..


Brian lalu menggandeng dan menarik tangan Mayang agar gadis itu mengikuti langkah nya.Entah apa yang ingin di lakukan nya,ini membuat Mayang merasa bingung.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2