Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Dalam Pelarian Part 1


__ADS_3

Di tengah pesta yang masih berlangsung, Brian masih tampak terlihat menyunggingkan senyum nya saat menyapa para tamu undangan yang kebanyakan adalah koleganya. Malik dan Billy juga masih setia mendampingi lelaki yang tengah berbahagia itu.


Pembawaannya tetap terlihat tenang walaupun sebenarnya ia merasa tak nyaman berada diantara banyak orang dalam keramaian seperti itu.Terlebih dengan kebiasaannya belakangan ini yang lebih suka menyendiri dalam keheningan.


Tatapan matanya lekat menatap Billy saat sekretarisnya itu tampak berbicara melalui ear phonenya dengan ekspresi wajah penuh kecemasan. Ia bisa merasakan hal buruk terjadi dengan tatapan yang diperlihatkan oleh Billy padanya begitu sambungan telepon terputus. Bahkan ialah yang mendekati Billy untuk menanyakan perihal yang terjadi dan bergegas meninggal kan pesta dengan tergesa begitu Billy berbisik di telinganya.


Sebuah pemandangan yang terjadi di basement hotel tempat pesta berlangsung saat ini,memperlihatkan tiga orang tengah terkapar dengan luka parah di sekujur tubuh mereka oleh karena pukulan membabi buta yang di lakukan para pengawal anak buah Brian.


Tubuh Mayang masih terlihat gemetar dengan rasa takut yang masih menjalar. Ia menatap nanar tiga manusia yang tengah terkapar tak berdaya dengan darah yang bersimbah di tubuhnya.Anak buah Brian benar-benar menghajar mereka tanpa ampun.


Sayang sekali,di hari bahagia nya ini Mayang harus menyaksikan di depan mata nya sebuah penganiayaan yang di lakukan dengan sangat kejam.


Mayang memang sudah tak asing lagi dengan pertarungan,namun pertarungan kali ini benar-benar membuatnya merasa ngeri.Orang-orang suruhan Brian yang selama ini ia lihat hanya berjaga tanpa ekspresi,namun malam ini mereka menampakkan diri mereka sebenarnya.Para pengawal itu menghajar orang-orang ini bagai robot yang tak punya hati.Mereka sama sekali tak memiliki aturan saat bertarung.


Pekik dan rintihan kesakitan yang mengiba sama sekali tidak mereka hiraukan.Mayang bahkan berfikir orang-orang ini telah mati.Kalau pun masih hidup,Mayang ragu jika mereka masih bisa hidup layak tanpa cacat dengan tubuh yang kembali sempurna di kemudian hari.


Suara derap kaki yang tergesa-gesa terdengar semakin dekat membuat perhatian semua orang tertuju pada dua lelaki yang tengah berlari.Brian tampak mengedarkan pandangan nya mencari sosok istri nya di antara beberapa orang laki-laki tegap dengan stelan jas hitam mereka.Brian hanya menatapnya sekilas pada Mayang yang tengah duduk dengan raut wajah yang pucat.


Wajah Brian terlihat merah padam karena di kuasai oleh amarah nya yang begitu membara.Tangan nya terkepal serta rahang nya mengeras saat melihat raga tak berdaya yang tergolek lemah di lantai itu.


"Aku benar-benar akan membunuh mereka Bill!!"Teriakan Brian menggema memenuhi lorong basement yang lengang itu dan membuat tubuh Mayang semakin bergetar.


Ketakutan nya semakin bertambah saat Brian mengambil paksa sebuah pistol yang tersembunyi dengan rapi di balik jas Billy dan bersiap menarik pelatuk nya dengan mengarahkan nya pada orang yang bahkan menggerakkan jemari tangan nya pun tak mampu.


"Jangan tuan!Kendalikan diri anda!Mereka sudah tak berdaya sekarang!"Billy berusaha menahan Brian yang terlihat tak terkendali.


"Berani nya mereka menculik pengantin ku di hari pernikahan ku!!"Teriakan penuh amarah Brian terdengar semakin menggelegar memantul dan menggema seperti harimau yang mengaum dari dalam gua.


"Tuan sadarlah tuan!Anda membuat istri anda ketakutan!"Teriakan keras Billy itu seketika membuat Brian menoleh ke arah Mayang yang kini telah berdiri dan menatap ngeri padanya.Brian menyadari keteledoran nya.Ia seharusnya tak melakukan ini di depan mata istrinya.Brian lantas melepaskan pistol itu dari tangan nya dan membiarkan Billy merebut pistol itu.


Tarikan nafasnya Brian terdengar memburu.Billy kemudian menyimpan kembali pistol itu pada tempat asal nya.Ia masih mencoba menenangkan tuan nya yang di kuasai amarah itu."Mereka hanya orang-orang suruhan saja tuan.Saya akan mengantar anda dan istri anda pulang dan kemudian mengurus orang-orang tak berguna."


Brian tak menjawab,dan kemudian membuat Billy mantap melangkah untuk mengambil mobil nya.Brian mendekati Mayang dan menarik lengan istrinya saat mobil Billy sudah tiba.Ia membuka pintu kursi penumpang bagian depan saat mobil sudah berhenti, lantas mendorong tubuh Mayang agar masuk kedalam nya.


Ia lantas mengitari mobil menuju pintu pengemudi.Tampak Billy turun dan mengerti maksud Tuan muda nya.


"Aku bisa menyetir sendiri.Kau urus saja mereka."Brian masuk ke dalam mobil."Telusuri sampai ke akar-akar nya!Aku ingin mendengar kabar baiknya malam ini juga."Ucap Brian dengan penuh tekanan dan kemudian meninggalkan tempat itu.


Deru suara mobil yang melaju sangat kencang itu kini terlihat semakin menjauhi hotel mewah tempat berlangsung nya pesta dan membelah keramaian jalan ibu kota.Tak ada pembicaraan yang terjadi antara dua orang yang berada di dalam nya.Hanya ketegangan yang tercipta di wajah dua pasangan pengantin baru itu.

__ADS_1


Setelah beberapa lama menempuh perjalanan ,mobil itu pun memasuki gerbang sebuah hunian mewah namun tak sebesar rumah yang di tempati Brian.Entah di mana,Mayang tak pernah datang ke tempat ini sebelum nya.


Dua orang penjaga tampak menyambut mereka.Brian turun dari mobil dengan tergesa lalu berjalan mengitari mobil dan membuka pintu penumpang tempat Mayang duduk.


"Turun!"Seru nya pada Mayang saat membuka pintu karena istri nya itu tampak enggan untuk beranjak dari sana.


Pelan-pelan kemudian turun dari mobil meski ia masih merasa bingung.Brian meraih pergelangan tangan Mayang dan kemudian menariknya untuk melangkah masuk kedalam rumah itu.


"Perketat penjagaan kalian!"Perintah Brian pada para penjaga itu tanpa menoleh.


Susah payah Mayang mengikuti langkah Brian yang tampak tergesa itu.Dengan masih berbalut gaun pengantin dengan model ekor yang menjuntai membuat nya merasa kesulitan untuk berjalan.


Mereka melewati tangga demi tangga menuju lantai tiga dan masuk kedalam sebuah kamar.Brian menutup pintu itu keras setengah membanting lalu menghempaskan tubuh Mayang dengan mudah nya ke atas ranjang.


"Sebenarnya apa yang ada dalam fikiran mu!Apa kau ingin kabur lagi dari ku?!!"Tuduh Brian dengan tatapan penuh amarah.


"Tidak tuan,,,"Lirih Mayang ketakutan.


"Bohong!"Bantah Brian tak percaya.Ia mendekati ranjang dan menaruh satu lutut nya di tepi ranjang.Di raihnya dagu Mayang dengan kasar dan mencengkeram nya agar gadis itu menatap padanya."Untuk apa kau berada di sana dan bukan nya menunggu ku di ruang tunggu?!Kau membantah perintah ku.Kau ingin lari dari ku kan!!"Bentak Brian sembari melepaskan tangan nya dari dagu Mayang dengan kasar lalu bangkit dan menjauh membelakangi Mayang.


"Itu tidak benar!Jika memang saya ingin lari,itu pasti sudah saya lakukan sejak dulu tuan."Ucap Mayang jujur.Namun Brian terlihat tak bergeming membuat Mayang meneruskan ucapan nya."Sebenarnya apa yang tuan sembunyikan dari saya?!"


Mayang Bangkit dan melangkah mendekati Brian lalu menarik lengan lelaki itu dan meremas jas pengantin berwarna gold yang membalut tubuh suaminya.


"Katakan pada saya sebenarnya apa yang anda sembunyikan dari saya!!"Desak Mayang dengan berteriak frustasi.Mata nya kini terlihat berkaca-kaca dengan tatapan penuh harap.


Brian mengusap wajahnya menyesal.Melihat Mayang seperti ini membuat nya tersiksa."Apa yang kau katakan?"Tanya Brian tak mengerti.


"Tuan,mengapa wanita-wanita itu mengatakan kalau saya telah melakukan operasi plastik untuk merubah wajah saya?!Mengapa mereka menggunjing saya di belakang anda?Ada apa dengan wajah saya tuan?"Desak Mayang dengan cecaran pertanyaan yang membuat Brian tersulut emosi dan kembali di kuasai oleh amarahnya.


"Katakan siapa yang telah mengatakan ini padamu?!Aku akan membunuh nya sendiri dengan tangan ku."Brian merengkuh dengan kuat kedua sisi bahu Mayang dengan tangan nya yang kekar dengan pandangan yang menunjukkan aura kemarahan yang teramat.


"Jangan!"Pekik Mayang ketakutan,menyesal telah mengatakan itu."Saya tidak mau suami saya jadi seorang pembunuh.Lagi pula saya tidak mengenal mereka."


Entah mengapa perkataan Mayang membuat Brian merasa bahagia.Hatinya merasa berbunga-bunga.Ucapan Mayang yang sederhana berhasil membuat kemarahan nya luruh dan hatinya melunak.Brian melepaskan cengkeramannnya dari bahu Mayang dan tatapan matanya nya kini tampak teduh menatap istrinya penuh rasa cinta.


"Tuan,tolong katakan,,,"Lirih Mayang memohon.


Brian memalingkan wajah nya tak sanggup membalas pandangan istrinya yang terlihat pilu itu.

__ADS_1


"Tuan,,,"Desak Mayang sembari menangkupkan kedua tangan nya di wajah suami nya agar lelaki itu menatap nya.


Brian mengamati wajah Mayang yang terlihat lelah meski diliputi banyak tanda tanya dan masih mengenakan gaun pengantin nya."Bersih kan diri mu dulu."Ucap Brian kemudian dengan nada memerintah.


"Katakan dulu."Mayang masih tak menyerah.


"Bersihkan dulu dirimu sekarang!Aku akan bicara banyak nanti karena kau pasti akan mencecarku dengan rentetan pertanyaan karena rasa penasaran mu itu kan!Pergilah!"Ucap Brian dengan nada memaksa.Ia kembali memasang mimik wajah tak bersahabat nya untuk memaksa istrinya.


Meski terlihat kesal namun Mayang menurut dan melangkah kaki nya ke arah kamar mandi.Brian mengiringi langkah istrinya dengan pandangan nya sampai gadis itu menghilang di balik pintu.


Brian melepas jas pengantin nya dan melemparkan nya hingga jas itu tersangkut di sandaran sofa.Melipat lengan kemejanya hingga di bawa siku dan melepas dasi dari lehernya kemudian melemparnya ke tempat di mana jas nya berada.


Brian merogoh ponsel dari saku nya dan dengan lihai menggeser-geser layar ponsel itu dengan jari nya.Memencet satu nomor dan menempelkan nya di telinga.


"Bagaimana?"Tanya nya saat panggilan telepon nya tersambung.Lalu diam untuk mendengarkan yang di seberang berbicara."Stuppid!!Bagaimana bisa sampai polisi datang kesana!"Teriak Brian penuh kemarahan."Segera cari titik kelemahan mereka dan gunakan itu untuk mengancam!Aku tudak mau mendengar kata gagal dalam urusan ini!"Teriak Brian kembali sembari menutup telepon nya tanpa menunggu jawaban dari sana."Sial!"gerutu Brian sembari mengangkat tangan nya hendak melempar ponsel yang ada di tangan nya.Namun ketika teringat lagi dirinya kini dalam pelarian dan membutuhkan kabar dari anak buah nya,ia pun mengurungkan niatan itu.


Brian kembali melirik pintu toilet yang masih belum terbuka sejak istri nya masuk tadi.Hati nya mulai gelisah seketika.Ia pun mengayunkan langkah nya mendekati pintu itu dan mengetuk nya.


"Sayang apa kau baik saja di dalam?!"Suara


Brian agak keras agar yang di dalam mendengar.


"Sebentar tuan."Suara Mayang terdengar dari dalam membuat Brian merasa lega.


Brian melangkah menuju jendela kaca yang berwarna gelap.Selain memantul kan bayangan nya,namun juga bisa melihat pendar lampu kelap-kelip yang berada diluar yang berasal dari cahaya lampu gedung-gedung tinggi di ibu kota.


Brian mendengar suara pintu terbuka.Ia bisa melihat sesosok keluar dari pintu melalui pantulan kaca jendela itu.Namun kening nya berkerut ketika merasa aneh dengan bayangan itu.Membuat nya menggerakkan lehernya untuk menoleh.


Brian kemudian memutar tubuhnya pelan menghadap seseorang yang masih terlihat berdiri terpaku di depan pintu toilet dengan wajah tertunduk malu-malu.Seringai nya muncul sembari melangkah pelan mendekati istrinya yang hanya mengenakan kemeja putih milik Brian yang terlihat kebesaran di tubuh Mayang.


"Apa-apa an ini sayang?Kau benar-benar sedang menggoda ku sekarang?"Brian memindai seluruh tubuh Mayang dengan penuh hasrat dan kemudian meraih tubuh itu dalam dekapan nya seolah tak ingin melepasnya lagi.


Brian merengkuh dagu Mayang dengan lembut dan membenamkan bibir nya pada bibir ranum Mayang dengan penuh hasrat.Menyesap nya dengan kelembutan.


Namun Brian menghentikan aksi nya saat ia merasa tubuh Matang berontak dan meronta.


"Saya tidak bermaksud untuk menggoda anda tuan,, biarkan saya kembali ke dalam dan mengenakan gaun pengantin saya lagi karena tak ada baju ganti saya di dalam."Ucap Mayang dengan tubuh yang gemetar karena ketakutan.


Brian menghela nafas dalam sembari melepaskan tubuh Mayang.Ia berfikir mungkin istri nya belum siap untuk melaksanakan malam pertama mereka.Brian bukan lah lelaki yang tak tak busa di pegang janji nya meski pun itu janji pada dirinya sendiri.Sehingga ia harus bisa menahan hasrat nya sampai istri nya siap nanti.

__ADS_1


Mayang memutar tubuh nya cepat hendak masuk kembali ke ruang pakaian,namun langkah nya terhenti saat Brian menahan nya dengan menarik tangan nya.


__ADS_2