Tawanan Cantik Itu Istriku

Tawanan Cantik Itu Istriku
Kedatangan Tuan Besar


__ADS_3

Brian tampak masuk ke dalam rumah dengan kesal.Bagaimana mungkin gadis itu mempunyai keberanian untuk mengatakan semua itu.Brian tak menyangka jika Mayang bisa selancang itu.Selama ini tak ada seorang pun yang berani mengusik fikiran nya.Brian merasa terlalu baik pada Mayang,hingga gadis itu lancang pada nya.


Agak lama Brian berendam di bathtub saat mandi tadi.Ia juga tak segera turun untuk makan.


Mayang sudah mengganti pakaian nya dengan baju tidur.Ia juga tampak gelisah memikir kan kejadian sore tadi.Lebih gelisah lagi saat Brian seperti sedang mengurung diri di kamar nya.Karena Mayang mendengar dari bu Kuswara bahwa tuan muda belum turun untuk makan.


Mayang masih tampak monfar-mandir di depan pintu kamar Brian.Ingin mengetuk pintu,tapi tidak punya keberanian setelah dia menyinggung Brisn dengan kata-katanya tadi.


Aktifitas Mayang terhenti saat mendengar suara langkah kaki terdengar.Karena di lantai itu sangat sunyi senyap,sangat memungkinkan bisa mendengarkan nya walaupun suara itu terdengar masih jauh.


Siapa yang datang kesini ya.. Apa mungkin itu tuan muda.Jadi sejak tadi memang dia tidak ada di dalam kamar!Lalu untuk apa sejak tadi aku mondar-mandir disini...! Ya sudah lah,lebih baik aku mempersiap kan diri untuk bertemu dengan nya.Aku harus siap menerima kemarahan apapun dari tuan muda.Aku memang bersalah.


Mayang membetulkan posisi berdiri nya,membetul kan rambut agar terlihat rapi dan juga pakaian nya agar terlihat sopan.Tak lupa ia memasang senyum sejuta watt nya,saat suara langkah kaki itu sudah terdengar sangat dekat.Mayang bahkan sudah akan menyapa,Tapi di urung kan nya setelah melihat yang datang ternyata bukan lah tuan muda nya.


Eh dia siapa?!Bagai mana ini,ternyata bukan tuan muda.Apa yang harus ku lakukan... seharusnya aku tidak disini tadi.


Mayang tampak kikuk melihat lelaki dihadapan nya itu.Lelaki paruh baya,namun masih gagah dan badan nya masih tegap.Penampilan nya rapi dengan stelan jas.


Lelaki itu juga tampak terkejut melihat keberadaan Mayang disitu.Ia mengamati gadis itu dengan seksama.Tapi tak keluar sepatah kata pun dari mulut nya.


"Selamat malam tuan..."Hanya itu yang bisa Mayang lakukan sambil menunduk dengan sopan.Ia bingung harus melakukan apa.Menatap wajah lelaki itu saja Mayang tak berani,karena lelaki itu masih saja menatap Mayang seperti sedang mengintimidasi gadis itu.Kedua nya menoleh bersamaan saat mendengar pintu kamar Brian terbuka.


"Ayah!"Brian terkejut setelah keluar dari kamar dan melihat keberadaan lelaki itu.


Ayah??Jadi dia ayah nya tuan muda.Jadi ini tuan besar nya.Habis lah aku.. tatapan nya tadi memperlihat kan ketidak sukaan nya padaku. Mayang.


"Sejak kapan ayah datang?"Tanya Brian lagi.Tapi atah nya masih tetap diam menatap gadis yang sejak tadi masih tertunduk itu.


Apa yang sebenar nya terkadi baru san.Apa Mayang baru saja berbuat ulah pada ayah.Seperti nya aku terlambat tadi.


"Ayo ke ruang kerja mu,ayah ingin bicara."Kata lelaki itu lalu berjalan menuju ruang kerja brian yang berada di lantai bawah.


Sebelum mengikuti ayah nya,Brian menyempat kan untuk menoleh ke arah Mayang,seolah bertanya apa yang sedang terjadi.Gadis itu kini tampak memandang wajah Brian tapi tetap diam seribu bahasa.Brian pun menyusul ayah nya ke ruang kerja nya.


Mayang masih terpaku menatap kepergian brian yang setengah berlari menuruni tangga.Mayang merasa tubuh nya sangat lemas dan tak bertenaga.Ia menyeret kaki nya melangkah menuju sofa yang terletak tak jauh dari tempat nya berdiri.


Lalu ia menjatuh kan tubuh nya setelah sampai di sofa,menyandar kan kan kepala nya dan memejam kan mata nya.Teringat lagi sorot mata tak suka yang di perlihat kan tuan besar tadi.


*Kenapa aku terjebak dalam situasi seperti ini.Belum selesai urusan nya dengan tuan muda,,tiba-tiba muncul pula tuan besar nya.


Bukan kah masalah akan bertambah besar kalau seperti ini.Apa yang akan terjadi pada ku kedepan nya...


Apa yang sedang mereka bicarakan di bawah sana ya,, di ruang kerja tuan muda itu.


Apa mereka membicarakan ku? Apa tuan besar akan meminta tuan muda untuk mengusir ku?? Hey bukan kah itu bagus untuk ku kan.Aku akan terbebas dari sini untuk selama nya*. Seulas senyum muncul di bibir Mayang.


"Tapi bagaimana kalau malah tuan besar menyuruh tuan muda untuk menghukum ku?"


Perang batin masih terjadi di fikiran Mayang.Kejadian ini seolah menampar nya.Membangunkan nya dari tidur dan mimpi.Mengingatkan nya lagi siapa diri nya sebenar nya.Selama ini dia sudah terlena dengan kebaikan serta kemurahan hati tuan Brian.

__ADS_1


Sementara di bawah sana,di ruang kerja Brian.


Brian membuka pintu ruang kerja nya.Menyapu ruangan dengan pandangan nya mencari sosok ayah nya yang ternyata sedang duduk dengan santai di sofa.


Brian lalu duduk di sofa lain tepat lurus berhadapan dengan ayah nya."Ayah kenapa tidak mengabari ku dulu kalau mau kesini.."Brian membuka percakapan.


"Apa ayah harus membuat janji dulu untuk bertemu dengan putra nya.."


"Tidak ayah,bukan begitu maksud ku."


"Supaya kau bisa menyembunyikan gadis itu dulu?"Tebakkan ayah tepat sasaran.


"Siapa dia?"Tanya ayah ringan.


"Bukan siapa-siapa."Brian menjawab cepat."Oh ya,, apa ayah sudah makan?"Brian mencoba mengalih kan pembicaraan."Mari kita makan malam bersama,,aku juga belum makan."


"Gadis itu siapa?"Ayah mengulangi pertanyaan nya lagi dan lebih di pertegas.


"Dia hanya tawanan ku ayah."


"Tawanan?"Ayah terkejut.


"Dia sudah membaca buku rahasia perusahaan kita ayah,maka dari itu aku tawan dia di sini.Maaf karena aku tidak memberi tahu ayah.Aku akan segera membereskan masalah ini secepat nya."


"Ayah tau seperti apa kau yang sekarang Brian,, kau tidak akan mempertahan kan gadis itu di sini jika tanpa alasan."


"Sudah berapa lama dia di sini?"Tanya ayah enteng.


"Sekitar satu bulan."


"Kau bahkan telah tinggal seatap dengan wanita asing itu selama satu bulan!Bukan kah kau suka sendiri dan menyepi!"


"Ayah,di rumah sebesar ini aku tidak selalu bertemu dan bicara pada nya ayah.Aku selalu sibuk di kantor."


"Usir dia,, atau kau nikahi dia?!"Ayah memberikan pilihan yang mengejut kan bagi Brian.Ia tak mungkin memilih satu di antara nya.


"Ayah,Aku bahkan busa membunuh nya sekarang juga di hadapan ayah.Di depan mata ayah sendiri."Agak gemetar Brian mengucap kan kalimat itu.


"Ayah tidak pernah mendidik mu untuk menjadi penjahat."Kata-kata ayah selalu terucap santai namun selalu tepat menancap di hati Brian."Apa kau fikir kau benar-benar sanggup membunuh nya??Kau sendiri bahkan gemetar saat mengucap kan nya."


"Ayah,dia hanya gadis biasa,dia dari kampung dan bukan dari kalangan orang berada.Dia tidak selevel dengan kita,bagaimana dengan reaksi ibu nanti?!"


"Brian,,, kau tau kan ibu mu sering sakit-sakitan sekarang ini."


"Dan ayah tidak akan membuat ibu terkena serangan jantung lagi dengan menikah kan ku dengan gadis itu kan yah?!"Sahut Brian dengan cepat.


"Kau bahkan tidak pernah mengunjungi ibu mu selama gadis itu di sini."


"Ayah,, aku sudah akan mengatur waktu untuk mengunjungi ibu,Tapi pekerjaan di kantor sedang banyak sekali..."

__ADS_1


"Anak buah mu kan banyak,, Billy juga pasti bisa handle semuanya.Ibu mu sangat merindukan mu."


"Baik ayah,secepat nya aku akan mengunjungi ibu."Jawab Brian patuh.


Brian sebenar nya anak yang baik.Dia putra tunggal dari pasangan bapak Malik Haris Abdullah dan ibu Ratih Widya Sari.Meski anak tunggal tidak lantas membuat Brian menjadi anak yang manja.Dia tetap di hukum jika melakukan kesalahan.Mendapat hadiah jika melakukan kebaikan.


Tumbuh dan besar di lingkungan keluarga kaya,Brian kecil hingga besar hidup penuh kebahagiaan.


Segala kebutuhan nya terpenuhi.


Banyak teman dan bahkan begitu banyak gadis ngantri untuk menjadi pacar nya.Karena selain dari keluarga kaya,Brian juga orang yang baik dan sangat tampan.


Tubuh nya yang putih dengan postur tinggi nya dan atletis yang di dapat nya dari hobby nya berolah raga.


Sedari kecil dia sudah di gembleng dengan pelajaran ilmu beladiri setidak nya untuk menjaga diri nya sendiri dari musuh-musuh ayah nya yang mungkin bisa saja berniat jahat pada nya.


Dia juga memiliki beberapa mantan.Tapi dia hanya setia pada satu wanita saja saat menjalin hubungan berpacaran.Dan baru mencari ganti saat hubungan sudah putus.


Di juga mengenyam pendidikan yang terbaik dengan melanjut kan kuliah nya di luar negeri.Meski bertahun-tahun tinggal di luar negeri,, dia tetap menjadi diri nya sendiri yang tak suka hura-hura dan tidak melakukan pergaulan bebas.


Karena Brian tau dia anak tunggal.Hanya dia penerus ayah nya.Hanya dia kebanggaan keluarga nya.Hanya dia satu-satu nya harapan keluarga.Dia tidak ingin merusak diri nya sendiri dan kepercayaan keluarga nya.


Setelah lulus kuliah,Brian memulai belajar nya untuk meneruskan usaha ayah nya.Dia pun memulai nya dari titik terendah,agar tau bagaimana susah nya dulu saat kakek nya memulai usaha nya.


Seiring berjalan nya waktu,Level nya semakin naik dan terus menanjak.Dia menyerap ilmu dengan cepat, karena ada darah kakek dan ayah nya yang mengalir di tubuh nya.


Hingga suatu hari,di mana itu hari naas nya Brian mengalami kecelakaan yang parah dan mengubah hidup nya.


Hudup nya sangat terpuruk dan berada di titik terendah nya.Ia putus asa,tak memiliki gairah dan semangat hidup lagi.Orang tua dan keluarga sudah kehabisan cara untuk membangkitkan semangat hidup Brian lagi.


Hingga suatu ketika,ibu mengalami sakit yang parah.Imbas dari memikir kan kehidupan Brian yang makin terpuruk.


Hal ini membuat Brian sadar,ua harus kembali semangat untuk hidup demi keluarga nya.Demi irang tua nya yang selalu sayang pada nya.Ia tak ingin ibu nya pergi meninggal kan nya.Dan Brian bangkit dengan tekad nya namun dengan cara hidup yang berbeda daei sebelum nya.


Ia suka merenung dan menyendiri di luar pekerjaan nya.Ia lebih suka menyendiri dalam kesepian.Ia tak ingin ada wanita yang mendekatinya.Maka ia membiarkan rambut nya panjang tak terurus.


Sejak saat itu ayah memilih untuk pensiun dan fokus menjaga ibu.Ia menyerah kan tugas berat itu pada putra semata wayang nya.


Di awal mula Brian sempat kalang kabut karena mengemban tugas berat ini di pundak nya.


Ia harus menjaga kerajaan bisnis beserta ribuan karyawan nya itu sungguh hal yang tidak mudah.


Tapi ayah selalu mendukung dan membimbing nya.Ia selalu menuntun Brian ke jalan yang benar.Menyemangati Brian agar putra nya bisa berdiri tegak lagi.


Meski bagi orang lain Brian lah Presdir nya,, tapi bagi Brian,ayah nya lah bos yang sebenar nya.


Dan hari ini ayah melihat hal lain dari diri Mayang yang mungkin bisa mengubah putra nya menjadi lebih baik lagi.Kembali menjalani hidup yang sempurna dan bahagia dengan mempunyai pendamping hidup.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2