Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
99. Luar Kota


__ADS_3

"Hari ini aku akan pergi ke luar kota untuk 2 hari. Kau akan sendiri di rumah, Maka dari itu kau tidak boleh pergi ke mana-mana dan harap berhati-hati jika ada orang lain yang masuk. Jika kau ingin pergi keluar, Kau harus menelpon ku terlebih dahulu untuk meminta izin." Ujar Arya


"Baik, Tuan." Jawab singkat Dini


"Apa ada yang ingin kau sampaikan?" Tanya Arya


"Emm... mungkin dari sekarang aku ingin meminta izin dari, Tuan. Agar besok aku tidak menggangu tuan di sana. Rencananya besok aku akan pergi ke rumah orang tuaku untuk sebentar saja. Jika tuan mengizinkan, aku akan pergi dan setelah itu akan kembali ke rumah. Tapi, jika tuan tidak mengizinkannya, tidak apa-apa." Pinta Dini


"Baiklah. Kau boleh pergi menemui orang tuamu. Tapi, setelah itu kau harus kembali ke rumah."


"Iya. Terima Kasih, Tuan." Jawab Dini senang


"Kau sudah mengemas barang-barang ku, kan?"


"Iya, Sudah, Tuan. Semalam saya sudah mengemasnya dalam koper, dan sudah ada di bagasi mobil juga."


"Baiklah. Kau sudah berusaha menjadi istri yang baik untuk suamimu. Aku akan berangkat sekarang."


"Iya, Tuan. Hati-hati!"


"Hanya itu saja?" Tanya Arya mengangkat satu alisnya


"Apa yang kurang? Apa keperluan tuan dalam koper tidak lengkap?" Bingung Dini


"Kau lupa sesuatu terhadap suami mu. Orang mengatakan seorang istri tidak cukup mengatakan kata hati-hati jika suaminya akan berpergian jauh, Apalagi kita tidak akan bertemu dua hari."


"Saya tidak tahu apa yang di maksud, Tuan."


Arya mengangkat tangannya dan menunjuk pipi sebelah kanan.


Dini mengernyitkan dahinya.


"A-apa, Itu? Kenapa dengan pipi, Tuan?" Tanya Dini polos


"Tck, Istriku ini memang sangat polos. Kau harus memberikan ciuman pamit pada pipi suamimu ini."


"Ciuman??" Pungkas Dini terkejut


"Tidak, Tuan. Saya tidak bisa melakukan hal itu."


"Jika, kau menolaknya, maka selama aku pergi kau tidak boleh pergi ke mana-mana dan tidak akan mendapatkan izin dariku."


"Ta-tapi, Kenapa saya harus mencium pipi, Tuan?"


"Aku akan hitung sampai Tiga." Ancam Arya memaksa


1...


2...

__ADS_1


Cupp...!


Ciuman kecupan di pipi Arya sudah dilakukan oleh Dini.


Setelah melakukan perintah Arya itu, Dini berlari dengan jantung berdebar dan tersenyum dengan pipi merah merona seperti tomat.


Refleks Arya terkejut karena mendapat kecupan secara mendadak. Ketika ia sudah membuka mata, Dia mendapati Dini yang sudah berlari meninggalkan nya.


Heuh... (Suara mendengus)


Setelah itu, Arya pergi keluar dan tidak akan masuk menginjakkan kaki di rumahnya selama 2 hari. Dia akan berada di luar kota untuk urusan pekerjaannya.


Dalam kamar, Dini menutup pintu kamarnya. lalu, menyenderkan dirinya di pintu itu. Detak jantungnya semakin tidak karuan untuk berdebar, Dia tersenyum-senyum bahagia mengingat apa yang dia lakukan tadi.


Sekaligus perasaan malu yang timbul, yang semakin membuat pipinya merah merona.


"Aku tidak tahu apa yang menarik ku untuk melakukan apa yang tuan inginkan. Entah apa yang terjadi dengan tuan akhir-akhir ini. kemarin malam saja belum membuatku tenang, dan sekarang tuan malah membuatku semakin terjun dalam situasi ini." Ujarnya


"Tidak Dini! Sekarang kau harus menstabilkan dirimu. Kau tidak mungkin akan terus seperti ini." Ujar Dini mencoba menstabilkan rasa malu dan berdebarnya


"Lalu, Apa yang harus aku lakukan hari ini. Rumah ini terasa sepi dan membosankan jika aku hanya berdiam diri seharian."


"Mungkin aku akan berdamai dengan kebosanan kali ini. Dan besok aku akan pergi ke rumah orang tuaku. Tidak lama, Hanya menunggu waktu besok."


*


*


*


"Aku sudah berada di bandara saat ini. Jika kau sudah siap, kau bisa langsung datang. Dengan begitu kita akan bertemu." Jawabnya


"Oh Tidak!! Aku baru saja bersiap. Dan kau sudah ada di Bandara lagi?! (Kejutnya). Apalagi aku belum membeli tiket. Atau kita akan bertemu setelah sampai saja?" Bicara Seseorang dalam telepon


"Itu lebih baik. Aku rasa kita memiliki jadwal keberangkatan dan pesawat yang berbeda. Sayang sekali aku tidak memesan 2 tiket yang sama untuk kita berdua, sehingga dengan begitu seharusnya kita bisa berangkat bersama-sama."


"Tidak apa. Kita akan bertemu setelah sampai. Sebentar lagi aku akan berangkat menuju bandara, mungkin saat aku sampai, pesawat mu sudah Take Off."


"Baiklah. Airport announcement sudah memberikan instruksi untuk Boarding. Aku akan menutup teleponnya, Dan akan menunggumu setelah sampai nanti." Ujarnya


"Baiklah." Ujarnya menutup telepon juga


Tutt...Tut...


Panggilan Di akhiri~


...***...


Drrrtt...drttt...

__ADS_1


Suara panggilan handphone berbunyi~


"Assalamualaikum. Halo...!" Jawab Dini


"Waalaikumsalam. Halo, Din. Apa kabarmu?" Jawab dan tanya Bu Amira


"Alhamdulillah. Baik, Bu. Ibu sendiri?"


"Sama baiknya dengan mu. Oh iya, ibu menelpon mu ingin menanyakan Arya. Arya ke mana ya? Dari tadi ibu telepon, tapi handphone nya tidak bisa dihubungi. Kau tahu tentang suamimu?"


"Oh, Tuan, Maksudku suamiku, Hari ini ia baru saja pergi ke bandara untuk Ke luar kota mengurus pekerjaannya selama dua hari."


"Kota mana yang Arya kunjungi?"


"Untuk masalah itu, Aku juga tidak tahu, Bu. Tuan, emm...Maksudku suamiku, ia tidak memberitahu ke kota mana dia akan pergi. ia hanya mengatakan akan pergi ke luar kota saja."


"Oh, Seperti itu. Itu tandanya kau di rumah sendiri?"


"Iya, Bu."


"Jika seperti itu, kau tinggal saja di mansion kami. Kami senang jika selama 2 hari menantu ibu ada di sini. Anehnya juga Arya meninggalkan istrinya sendiri di rumah, Bagaimana jika terjadi sesuatu denganmu."


"Tidak Apa, Bu. lagipula jika rumah ini dibiarkan kosong, siapa yang akan menjaga? Kebetulan besok aku akan pergi ke rumah orang tuaku, sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka. jadi, memutuskan untuk berkunjung sebentar."


"Itu tandanya kau tidak bisa diganggu."


"Memangnya ada apa, Bu? Ibu memiliki keperluan denganku?"


"Seharusnya begitu. Besok adik ipar mu Darwin akan pulang, karena sudah menyelesaikan masa studinya. Kami berencana ingin melakukan penyambutan untuk kepulangan sekaligus kelulusannya. Tadinya ibu pikir kau dan juga Arya bisa datang untuk acara besok. Tapi ternyata Arya pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaannya. Jadi, tidak apa-apa kalian tidak perlu datang."


"Kenapa begitu, Bu. Besok akan aku usahakan untuk datang menghadiri acara kalian."


"Tidak perlu, Din. Pastinya kau dan orang tuamu sudah lama tidak saling bertemu. kalian pasti ingin menghabiskan waktu bersama dengan sebaik mungkin, kalian bisa bersenang-senang bertiga. Ibu tidak ingin mengganggu kebahagiaan mu bersama orang tua kandung mu."


"Jika perlu kami akan datang besok."


"Tidak perlu! Ini acara keluarga kami, yang pastinya akan berfokus pada Darwin saja. Bisa-bisa yang dibahas nanti hanya mengenai tema yang sesuai acara khusus untuk Darwin. Kau tidak perlu datang besok, Nak. Habiskan saja waktu sepuas mungkin bersama orang tua mu besok, Jangan terlalu dipikirkan. Jika Arya sudah pulang, Kalian bisa berkunjung ke mansion kami. Lagipula adik ipar mu tidak akan pergi ke mana-mana pun lagi, dia akan ada di tengah-tengah kita untuk selamanya."


"Apa boleh seperti itu, Bu?" Tanya Dini ragu


"Tentu saja boleh. Siapa yang sudah melarang mu. Kau tidak perlu khawatir dan temui saja orang tuamu, ya! mereka juga pasti ingin menghabiskan waktu bersama tanpa gangguan dengan putrinya."


"Baiklah. Maaf ya, Bu. Aku tidak ikut berpartisipasi dalam acara penyambutan ini."


"Tidak apa. jika begitu ibu tutup teleponnya, Ya! Assalamualaikum..." tutupnya


"Iya, Bu. Waalaikumsalam..."


Tutt...tutt...

__ADS_1


Panggilan diakhiri~


__ADS_2