Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
162. Melvin dipenjara


__ADS_3

Luna terpuruk setelah pria bernama Melvin melecehkannya merenggut kesuciannya.


Aksi nya direkam kemudian digunakan untuk menindas dan mengancam Luna agar bertekuk lutut padanya.


Namun, Pria itu sudah diatasi oleh kakaknya dengan memberi uang 10 Milyar sesuai yang ia minta. Tapi hidupnya masih tidak tenang karena Melvin masih berkeliaran di luar sana.


Luna sempat depresi, ia berubah berkat dukungan Dini yang selalu ada di sampingnya.


Luna memiliki kekuatan, ia kemudian berniat melaporkan perbuatan Melvin ke polisi dan didukung oleh Dini. Namun, Ditolak oleh Arya karena akan mengancam hal yang lebih.


Mendapatkan pembelajaran dari Dini. Luna bulat pada pendiriannya, ia akan berjuang dan menjadi contoh untuk wanita lain di luar sana yang tidak takut membela harga dirinya.


"Aku ingin melaporkan Melvin, aku ingin dia dipenjara.” Kata Luna


Dini senang mendengarnya, dan merasa Luna telah berpikir dewasa.


Luna dan Dini pun pergi ke kantor polisi untuk melaporkan korban pelecehan padanya.


Polisi pun langsung menindak lanjuti kasus itu tanpa panjang lebar karena bukti sudah jelas dan nyata.


Di rumah Melvin, polisi datang menjemputnya dan dibawa ke kantor polisi untuk di tahan.


Betapa hancurnya hati kedua orang tua Melvin yang menangis dan merasa terpukul mengetahui anaknya begitu nakal sampai melecehkan anak orang lain.


Sebagai sahabat Luna, dan sepupu Melvin, Vera meminta maaf sebesar-besarnya tidak mengetahui kasus besar ini.


"Ayah, Ibu, tolong lepaskan aku, aku tidak bersalah, dia menjebakku!” Kata Melvin memberontak


“Kami tidak percaya lagi padamu. Kau sudah menghancurkan kehormatan kami. teganya kau sudah membuat anak orang lain dilecehkan seperti ini." Kata Ayahnya Melvin

__ADS_1


"Sebagai ibu yang sudah melahirkan mu, Aku malu mengakui dirimu adalah anak kandungku. Jika tahu kau akan seperti ini, dari dulu aku bahkan tak segan akan membuang mu." Kata Ibunya Melvin


"Bawa saja dia ke kantor polisi, Pak. Dan tahan dia sampai akhir hayatnya jika perlu. Pria seperti dia tidak pantas berkeliaran di alam bebas." Ucap Ayahnya


Atas persetujuan orang tua Melvin yang kecewa berat. Polisi pun membawa Melvin dan akan menahannya. Untuk Vonis yang akan diberikan, harus melalui pengadilan lebih dulu yang akan memutuskannya esok hari.


"Awas saja kau, wanita bodoh! Aku tidak akan lama membusuk dipenjara. setelah keluar nanti, aku akan membalas perbuatan mu." Hardik Melvin sambil pergi


"Kau hebat, Luna! Aku bangga padamu." Ucap Dini dalam mobil perjalanan pulang


"Ini semua tidak akan pernah terjadi jika bukan karena mu yang selalu mendukungku. Aku bisa hebat, karena kau yang hebat. Bahkan dari dulu kau sangat hebat saat berkuliah." Puji Luna yang kini sudah baik dan rendah hati pada Dini


Dini yang tidak senang di puji hanya diam tak menunjukkan ekspresi apapun.


"Aku senang kau sudah berubah, Luna. Dari dulu aku sudah mengira jika sebenarnya kau sangat baik. Di dunia ini tidak ada orang yang terlahir untuk jahat. Tapi hanya saja dengan keadaan ku yang seperti ini timbul dalam diri setiap orang untuk membenciku. Karena aku sangat miskin!"


"Aku menyesali perbuatan ku dimasa lalu. Aku benar-benar mendapatkan pukulan yang besar sampai membuatku sadar seperti ini. saat berkuliah, aku banyak menindas mu. Dan aku pikir aku adalah manusia yang paling egois di dunia ini." Menyesal Luna


"Terima Kasih. Kau adalah seorang motivator yang hebat. Tapi masih ada yang membuatku takut di dunia ini." Murung Luna kembali


"Apa yang membuatmu takut? Masalahmu kali ini sudah selesai, kan? Melvin sudah dipenjara dan tidak akan mengganggumu."


"Aku takut jika aku hamil!" Pernyataan Luna membuat Dini mengingat akan sesuatu


Luna menambahkan,


"Bagaimana jika aku hamil, Kakak Ipar?" Takut Luna


Permasalahan menjadi semakin sulit.

__ADS_1


"Kau tidak akan seperti wanita di luaran sana yang dilecehkan sampai mengalami hal seperti itu." Jawab Dini


"Tapi, Dia sudah merenggut kesucianku! Bagaimana jika dia meninggalkan jejak dan sampai harus mengandung anaknya." Khawatir Luna


"Aku yakin dibalik setiap orang yang jahat masih menyimpan hati yang baik dalam dirinya. Kau berpikir positif saja semoga hal itu tidak terjadi padamu."


"Aku harap seperti itu. Hanya saja nanti aku akan lebih sulit mendapatkan suami yang ingin menerima ku apa adanya setelah bercerita jujur padanya jika aku sudah tidak perawan lagi." Kata Luna yang terus mengkhawatirkan masa depan


...***...


"Kau lihat itu! Akhir-akhir ini Dini dan Luna seperti memiliki hubungan yang sangat dekat. Kita tahu jika Luna membenci Dini, tapi sekarang mereka terpergok berjalan bersama wanita itu." Hasut Bu Clara


"Kalian dari mana?" Tanya Valerie yang langsung menanyakan saat mereka belum saja masuk


"Emm...Kakak Ipar, Aku dan dia baru saja pergi ke dokter karena ini jadwalku untuk konseling. Aku tidak ingin pergi bersamanya tapi kak Arya yang memaksaku." Ujar Luna yang tidak ingin orang lain tahu jika saat ini dia sudah berubah dan tidak ingin kedekatannya dengan Dini diketahui orang lain


"Wajar saja kau tidak ingin pergi bersamanya karena dari dulu kau membenci wanita ini. Lain kali bujuklah kakakmu untuk meminta dia agar aku saja yang mengantarmu." Ucap Valerie yang dibodohi oleh gadis kecil berusia 20 tahun, sedangkan dia 25 tahun


"Iya, kakak ipar. Aku akan memintanya pada kak Arya nanti. Aku tadi malas dan malu berdampingan dengan dia yang berjalan denganku sampai di sana kami menjadi pusat perhatian. mungkin karena dia sangat jelek!" Terus Luna meyakinkan Valerie agar percaya jika dia masih tetap Luna yang dulu


Dini yang tahu jalan pikir Luna tidak mengambil hati perkataannya. Dia sudah percaya dan yakin jika Luna sudah berubah dan dia melakukan itu hanya demi kelangsungan melindungi diri dan menjaga Dini dari kebencian orang sekitarnya agar tidak terjadi masalah.


"Baiklah, Kau boleh masuk!" Perintah Valerie menyudahi interogasinya


Luna pun melenggang masuk.


"Dan kau, Buatkan aku jus mangga!" Perintah Valerie pada Dini


"Baik, Aku akan membuatkannya." Jawab Dini

__ADS_1


Luna yang sempat berhenti dari langkahnya. Melirik ke belakang melihat perlakuan Valerie yang menindas Dini. Ia sangat kasihan melihat Dini diperlakukan buruk seperti itu oleh kakak ipar yang dulu ia banggakan dan senangi, Tapi sekarang ia merasa Valerie begitu jahat.


"Akan ku perbaiki kesalahanku pada Dini di masa lalu. Aku tidak ingin menjadi orang yang jahat dan banyak membenci orang lain. Aku harap kak Valerie juga bisa sadar bahwa tindakan ini sebenarnya salah suatu saat nanti." Gumam Luna yang sudah mendapatkan pelajaran hidup


__ADS_2