
Pada Pukul 19.00 WIB, Acara pernikahan Arya yang mewah dan megah itu masih tetap berlanjut dengan Acara Resepsi Pernikahan.
Banyak tamu yang sudah berdatangan dari sejak awal dengan sudah mengganti pakaian gaun malam di hotel bintang lima yang sudah di booking khusus untuk kelangsungan fasilitas tamu undangan pernikahan Arya.
Resepsi pernikahan itu sendiri masih mengusung tema Putih dan Biru, dan bertempat di gedung yang sama.namun, dengan dekorasi yang berbeda.
Tamu undangan yang datang berkumpul duduk di Ballroom menikmati hidangan yang sudah disediakan.
Pada penampilan pertama, Dini terlihat menawan saat memakai kebaya modern rancangan designer terkenal dengan warna emas. Sedangkan Arya terlihat gagah dengan setelan jas hitam. Namun, pada penampilan kedua, pasangan yang telah resmi menjadi suami istri ini kompak menggunakan konsep romantis berwarna Navy.
Momen resepsi pernikahan keduanya ini pun berhasil mencuri perhatian para tamu undangan yang hadir.
Lagi-lagi Dini harus mengganti pakaiannya dengan gaun malam yang sudah dipersiapkan Bu Amira yang dirancang oleh designer terkenal sejak awal ia menerima perjodohan itu dan dirias dengan make up flawless karena karakter wajah Dini sudah alami tanpa cela atau rapi dan lebih menonjolkan kecantikan alami seseorang.
Kunci utama agar wajah terlihat flawless berasal dari kulit yang bagus dan selalu dirawat. Walaupun ia tidak pernah datang ke dokter kecantikan untuk perawatan wajah nya dengan tarif mahal seperti wanita pada umumnya. Sehingga tidak memerlukan make up tebal untuk tampil cantik.
Sebenarnya ia sangat kagum dengan gaun pengantin sekaligus gaun malam pernikahan yang ia kenakan hari ini sesuai dengan apa yang ia impikan, dari segi dekorasi gedung pernikahan mewah itu.dia sangat ingin didandani dan memakai gaun bak putri raja dihari pernikahannya.
Tapi dia tidak pernah menginginkan pernikahan yang dilakukan tanpa dasar cinta, dan malah enggan saling memiliki. Apalagi menikah dengan pria yang sudah menghancurkan hidupnya...
Set Tampilan Gaun Malam Pernikahan
Serasi dengan Cincin yang menjadi simbol pernikahan mereka...
Tuxedo Arya
Dengan Sepatu dan Celana Hitam.
"Ini adalah hari yang pasti sangat melelahkan untukmu, Nak. Ibu sangat takjub melihat anak ibu hari ini, ia begitu tampil berbeda dari sebelumnya. Sekarang kau sudah menjadi menantu orang kaya dan terpandang, mungkin selama tinggal di rumah mewah mereka, kau tidak akan memikirkan kami." Ucap Bu Lia memegang pipi putrinya lembut dan sekilas memberi kecupan di kening Dini
"Ibu, kenapa ibu berbicara seperti itu.aku tidak mungkin melupakan ibu dan bapak, kalian adalah Keluargaku yang sebenarnya. Di mana pun aku tinggal aku tidak akan bisa menerima kenyataan jika aku adalah bagian dari mereka.kasta ku dengan mereka sangat jauh berbeda." Ucap Dini sambil mengusap air mata ibunya yang menetes di pipi
__ADS_1
"Putriku sudah menikah sekarang.dia sudah dewasa yang akan mengurus suaminya, suaminya sangat tampan dan juga merupakan orang besar.kau memiliki takdir yang baik dari pemberianTuhan, Nak."
"Aku tidak tahu jika ini adalah keberuntungan atau kesialan yang ku dapatkan, Bu."
"Eits, Jangan berbicara seperti itu. Tuan Arya memang sangat dikenal angkuh, tapi latar belakang keluarganya sangat baik bisa dilihat dari ayah, ibu dan kerabatnya.mungkin kau belum mengenalnya lebih dekat." Ucap Bu Lia
"Kau harus ingat, status mu sekarang sudah menjadi istri orang.kau sudah memiliki tanggung jawab dan kewajiban terhadap suamimu. Kau harus patuh, Taat pada Suami, Menjaga Diri, dan melayani suamimu dengan baik sehingga jangan menyangkal. kau juga memiliki tanggung jawab terhadap mertuamu, jangan buat mereka kesal atau jengkel. Apalagi mereka yang terjun langsung memilihmu menjadi menantu mereka, itu artinya mereka percaya padamu." Lanjut pesan Bu Lia
Dini hanya mendengarkan pesan dari ibunya dengan teliti dan patuh terhadap nasihat yang diberikan.
"Aku hanya meminta agar aku kuat menjalani kehidupan ku ini." Ucap Dini dalam hati
*
*
*
"Arya kau akan pergi ke mana? Tunggu dulu istrimu datang, Nak.kalian akan berjalan ke altar dengan bersamaan." Ucap Bu Amira melihat Arya sudah menyelonong pergi
"Kenapa kalian bersungguh-sungguh atas pernikahan ini.berapa banyak biaya yang sudah kalian keluarkan untuk persiapan gedung, gaun, makanan demi kelangsungan pernikahan yang tidak penting ini." Pungkas Arya kesal
"Apapun alasannya, kalian hanya membuang-buang waktuku saja." Kesal Arya
"Iya, Ibu. Apa yang dikatakan kakak itu benar, ibu hanya membuang-buang uang demi pernikahan ini.apalagi mahar yang ibu berikan pada wanita itu, apa ibu tidak habis berpikir." Timpal kesal Luna
"Kalian ini, biaya yang ibu keluarkan tidak akan membuat keluarga kita kehabisan uang.kalian tidak perlu khawatir uang kita masih banyak di bank." Ucap Bu Amira dengan tenang
"Ck, percuma aku berbicara dengan ibu." Ucap Luna meluapkan kekesalan lalu pergi ke tempat lain setelah mendapat respon yang kurang baik dari ibunya
Jika Arya adalah Luna, sama halnya ia segera ingin pergi dari tempat itu. Namun, pasti ibunya akan melarang dirinya pergi. saat ini ia seperti menjadi budak yang dikurung oleh majikannya.
"Itu dia akhirnya Dini datang." Ucap Bu Amira yang melihat Dini sudah tampil cantik menggunakan gaun malamnya yang dituntun oleh Bu Lia dan Pak Malik
Sempat terbersit dalam pikiran Arya jika malam ini Dini tampil berbeda dengan sangat cantik. Walaupun mengenakan make up flawless yang membuat tampilannya tidak jauh berbeda dengan tidak memakai make up seperti kesehariannya.
Namun, ia segera menepis pikiran itu dan menatapnya keji.
__ADS_1
Dini benar-benar gugup dihadapan Arya, ia meremas kuat gaun pengantinnya.
"Menantuku selalu tampil cantik setiap saat, kalian sangat serasi." Ucap Bu Amira menggandengkan tangan Dini di siku tangan Arya dengan lengan terkait
Sontak hal itu membuat keduanya terkejut, mereka saling bertatapan satu sama lain dengan tatapan Arya yang selalu mengintimidasi. Dan pastinya selalu membuat nyali Dini ciut dan takut.
"Ini sebuah keajaiban Di mana Arya sama sekali tidak merasa kesakitan saat Dini menyentuh tubuhnya. Aku sudah yakin dari dulu jika Dini adalah wanita yang tepat untuk menyembuhkan Arya. Dia wanita yang dikirimkan tuhan untuk putraku." Gumam Bu Amira sangat senang
"Ayo Berjalan! semua tamu sudah menunggu kehadiran kalian." Ucap Bu Amira
"Arya, Jaga istrimu baik-baik. Pegang tangannya jangan sampai dia terjatuh, masalahnya saat ini istrimu menggunakan gaun yang besar dan besar sekaligus high heels nya yang cukup tinggi." Pesan Bu Amira
Arya tidak cukup mendengar perkataan ibunya. Ia berjalan masuk bersama Dini menyusuri Red Carpet menuju Altar saat pintu gedung dibukakan dengan lengan Dini yang mengait di siku tangan Arya.
Semua pasang mata tertuju pada pasangan suami istri yang baru melakukan penyatuan di akad pernikahan siang tadi.
Bak seorang rakyat yang melihat kagum seorang pangeran yang baru menikahi seorang putri, sama halnya mereka turut senang atas kebahagiaan keluarga Pak Barma. Terkecuali pasangan suami istri yang menjalaninya.
Raut wajah tersenyum ke arah para tamu undangan yang pura-pura dipasang untuk membuat para tamu percaya, seolah menjadi hal yang menyedihkan di mana ia harus menyembunyikan kesedihannya.
Arya cukup memperhatikan Dini sedari tadi dari balik sisi matanya.
Seperti biasa dia menyunggingkan bibirnya tersenyum smirk.
Menyusun rencana untuk membuat Dini malu, Dengan Sengaja Arya menginjak kaki Dini sehingga ia sedikit terkilir dan setengah badan hampir terjatuh.
Namun, dengan berpura-pura kembali Arya menangkap tubuh Dini menahannya agar tidak terjatuh.
Hal itu mencuat perhatian positif terhadap kedua pasangan yang menganggap mereka berdua romantis sekali.
Banyak yang memuji perlakuan Arya yang sigap siaga menjaga istrinya.mereka berspekulasi jika mereka masuk nominasi award pasangan romantis terbaru, Arya dan Dini lah pemenangnya.
"Hati-hati istriku, jika kau terjatuh kau akan terluka.kau juga akan membuat suamimu ini malu, apa kata orang nanti jika aku memiliki istri yang tidak bisa berjalan dengan benar menggunakan high heels dihadapan semua orang." Bisik Arya begitu lembut namun, menyakitkan untuk didengar dengan nada seperti mengejek
Bukan satu atau dua kali Dini dibuat sakit hati, bukan hal yang aneh juga jika ia mendapat makian dari Arya.ia berusaha tetap tegar dan sabar mendengar perkataan Arya yang menyakitkan.
Acara demi acara yang di perhelatkan dengan khidmat lancar tanpa kendala, dari pemotongan bolu, pelemparan bunga, pemberian selamat sekaligus hadiah dan acara makan malam telah seluruhnya selesai pada pukul 22.30.
__ADS_1
Sudah saatnya para tamu undangan dipersilahkan untuk pulang ke rumah masing-masing atau menginap di hotel yang menjadi fasilitas menghadiri pernikahan Arya.
Begitu pula dengan Pak Barma, Bu Amira, Pak Malik dan Bu Lia Serta Pengantin baru.mereka menginap 1 malam di hotel setelah acara selesai dan akan kembali pagi hari ke mansion membawa anggota baru.