Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 86 - Seperti mainan yang diperebutkan


__ADS_3

"Aku tidak menyangka kau bisa menjadi kakak ipar ku." Ucap Arya mengejutkan semua orang akibat kedatangannya yang tiba-tiba muncul di depan pintu


Sedari perbincangan mereka, ternyata dibalik pintu Arya menguping. Niat hati ingin pergi menyusul istrinya, ia juga mendapatkan kabar yang tidak begitu membahagiakan baginya.


Flashback off~


"Sayang, Aku pulang. Kau di mana?" Teriak Arya membuka pintu dan masuk


Bukannya Dini yang ia panggil keluar. Bu Shani malah datang dari arah dapur.


"Tuan, Nyonya sedang tidak ada di rumah. Ia pergi keluar dan belum pulang sebelum tuan." Jelas Bu Shani


"Kemana? Dengan siapa dia pergi?" Tanya Arya menjadi darah tinggi


"Nyonya pergi ke rumah orang tuanya bersama Tuan Zayn sore hari tadi." Ungkap Bu Shani juga


"Zayn? Dia ada di sini dan mengajak istriku pergi?" Kejut Arya


"Tuan Zayn dari pagi menemui nyonya dan berbincang dengannya hingga sore hari, setelah itu mereka berdua memutuskan untuk pergi bersama." Mengadu Bu Shani yang membuat Arya geram


"Enaknya mereka berduaan di rumah ini saat aku tidak ada di rumah dan sibuk di perusahaan." Gertak Arya marah


Arya berlari ke ruangan CCTV, ia mengecek rekaman video rumahnya yang benar menampilkan Zayn datang ke rumah dan berduaan dengan istrinya. Hal yang mengejutkan adalah saat Dini memeluk Zayn sangat erat dan Zayn sendiri menanggapi dengan ciuman di pucuk rambut istrinya.


Arya marah, murka, geram, dan berpikir negatif apa hubungan mereka dibelakang Arya? Pikirannya sudah kemana-mana dan merasa dikhianati. Seorang klien, enaknya bermesraan dengan istrinya.

__ADS_1


"Dasar bedebah!! Kurang ajar sekali dia. Awas saja, aku akan memberinya pelajaran!" Emosi Arya hingga Bu Shani sendiri yang melihatnya ketakutan dibuat merinding akan amarah Arya saat ini


"Tuan pasti sangat marah. Aku lupa mengatakan jika Tuan Zayn sebenarnya kakak dari nyonya. Tuan pasti salah paham, tapi Tuan sudah pergi dan terburu marah, semoga saja tidak ada yang terjadi pada mereka." Ujar Bu Shani mengaku salah dan khawatir


Flashback on~


Arya terlihat datang dengan raut wajah marah kurang mengenakkan untuk dilihat. Dini yang memahami pun berjalan mendekati Arya.


"Tuan, Kau sudah pulang dan pasti Bu Shani mengatakan aku pergi kesini sehingga kau pergi menyusul. Maafkan aku, kau pulang saat aku tidak ada di rumah." Ujar Dini memegang tangan Arya agar membuatnya tenang


Dini tahu Arya marah karena pergi tanpa sepengetahuan apalagi bersama Zayn.


"Tuan Arya, saat ini aku harus memanggilmu Tuan atau adik ipar karena sebetulnya status ku saat ini adalah kakak dari istrimu."


"Panggil saja aku Tuan jika masih memungkinkan. Karena saat ini aku menganggap mu masih orang asing." Ketus Arya


"Kita memiliki peran yang sama sebagai pelindung untuk menjaga Dini dengan baik. Tak perlu memasang wajahmu seperti itu adik ipar, aku bukan harimau dan kau raja singa yang akan menerkam ku, Bukan." Goda Zayn mengajak Arya supaya rileks


"Maafkan aku adik, aku bukan bermaksud untuk menghina suamimu ini." Lanjut Zayn lagi


Dini hanya menahan tawa melihat perdebatan dua laki-laki yang sangat ia sayangi itu.


"Bersikaplah layaknya seorang kakak dan jangan memancing kemarahan ku. Aku lebih berhak karena dia adalah istriku." Kecam Arya


"Begitupun demikian, Aku juga tidak menyangka Arya yang terhormat akan menjadi suami dari adikku. Jika aku tahu dari dulu entah berapa banyak kekejaman yang kau berikan padanya, Aku pasti akan membalasnya. Tapi adikku sudah bahagia denganmu dan melupakan rasa sakit yang diperbuat olehmu, hanya karena ingin membalas dendam rasa sakitnya saat aku kembali, aku tidak mungkin egois mengambil adikku darimu."

__ADS_1


"Perlu diingat, mungkin Dini adalah adik kandungmu. Tapi untuk selamanya dia adalah milikku, perempuan yang sudah menikah akan menjadi milik suami seutuhnya. Kau sendiri tidak akan bisa mendekati istriku atas wewenang yang kau dapatkan." Ujar Arya malah menantang


"Eitss,,, Bahwa perlu diingat juga Tuan Arya, Adik iparku. Usiaku dengan mu terpaut satu tahun lebih muda diriku, Kau lebih pertama lahir dariku. Walaupun begitu aku adalah kakak iparmu hanya karena kau menikah dengan adikku, ketentuan alam sudah seperti itu. Maka bersikaplah dewasa dan hargai diriku, dibandingkan diriku kau lebih tua." Kata Zayn meladeni ancaman Arya


Sepertinya terjadi persaingan sengit antara suami dan kakak kandung sang istri. Mereka adalah rekan kerja sama sebuah perusahaan yang seharusnya sejalan dengan keputusan bersama yang musyawarah tanpa ada pertikaian. Tapi takdir membuat sesama rekan kerja sama ini seolah sedang membangun sebuah perusahaan dan dijalankan seperti persaingan.


Walaupun demikian, ia adalah kakak istrinya yang berhak atas adiknya, Tapi Zayn masih dianggap terasa asing bagi Arya karena mulanya tidak ada yang mengetahui jati dirinya. Dengan begitu, ia belum sepenuhnya bisa beradaptasi begitu baik menerima ia sebagai kakak Dini setelah tahu bahwa ternyata Zayn juga pernah menyukai istrinya.


Istrinya banyak diperebutkan oleh laki-laki dari segala penjuru. Tapi Dini, sudah ditakdirkan selamanya untuk menjadi milik Arya dan tidak akan mengubah garis apapun.


Bukan kemungkinan Arya akan memberikan Dini pada pria lain, dia tidak akan membiarkan siapapun merebut wanita yang telah dicintai dan seutuhnya milik dirinya pada orang lain bahkan tidak akan pernah mengirimnya lagi pada ayahnya.


Itulah janji yang tidak akan ia ulang setelah tahu bagaimana rasa sakit yang teramat pedih ditinggal oleh orang yang ia sia-siakan!


"Sudah, Kalian jangan bertengkar. Kakak pria atau suami dari anakku, kalian sudah sepatutnya hidup rukun dan saling menjaga satu sama lain, Dini adalah tanggung jawab kita bersama." Kata Pak Malik menderai pertikaian mereka


"Ada satu hal yang dilupakan, Pak. Kalian mungkin tidak tahu jika sebenarnya saat ini kakak sedang dekat dengan Luna. Mereka sering menghabiskan waktu bersama dan menyembunyikan hubungan mereka. Jika tidak percaya, coba tanyakan pada kakak." Ejek Dini menggoda kakaknya


Semua mata tertuju pada Zayn. Zayn merasa terpojokkan hingga tersipu malu.


"Benarkah itu? Kenapa Luna tidak cerita pada kami, Ya." Ucap Bu Amira


"Lalu, kapan kalian akan menikah? Tidak perlu waktu lama, besok saja bagaimana?" Ujar Pak Barma membuat semua tertawa


"Sepertinya mereka masih malu, Ayah, Ibu. Jika waktunya sudah tepat mereka pasti akan langsung menyebar surat undangan." Terus menerus Dini menggoda kakaknya hingga semua orang tertawa bersama

__ADS_1


Zayn merasa malu. Dihadapan Arya yang berjaga mengawasi gerak-gerik Zayn siapa tahu ia mencoba menyentuh istrinya. Benar saja, Zayn merangkul tubuh Dini dan mengacak-acak rambut adiknya.


Melihat hal itu Arya tidak bisa diam saja, Ia mencoba melepaskan tangan Zayn dari istrinya. Kali ini istrinya tidak bisa dilepas begitu saja, Arya mengambil alih Dini dengan menggenggam tangannya selalu ada di samping untuk berjaga agar Zayn tidak bisa mendekati lagi.


__ADS_2