Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
74. Menyimpan Janin?


__ADS_3

Peresmian proyek baru dengan potong pita sudah dilakukan oleh Arya. Tandanya proyek itu sudah resmi beroperasi untuk bersaing di dunia bisnis, dan yang pastinya akan meraup keuntungan yang sangat menguntungkan mereka. Sebelum perusahaan baru diresmikan, sudah banyak para pelamar kerja yang ingin bekerja di perusahaan baru milik Arya dengan kliennya. Selain sudah dikenal menjanjikan dan tidak akan diragukan lagi menjamin kebutuhan mereka, mereka berbondong-bondong untuk melamar. Dari sekian 30.000 pelamar, hanya 5000 tenaga kerja yang diterima sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.


Setelah acara pemotongan pita selesai, yang dihadiri oleh arsitek, tukang bangun yang menjadi andil utama dalam proses pembentukan gedung itu sendiri, dan para pelamar yang diterima, langsung disambut teriak gemuruh, dan sorak ramai dari mereka.


"Selamat atas proyek barumu, Tuan Arya." Ucap Alden sambil menjabat tangan


Arya hanya menganggukkan kepalanya menandakan selamat atas proyek baru milik Alden juga sambil menjabat.


Hampir seharian mereka melihat dan menikmati bagaimana suasana perusahaan yang baru di bangun itu. Dengan gaya desain yang lebih modern lagi, Arsitektur yang berbeda memiliki makna dari setiap sudutnya. Mungkin karyawan, Arya dan Alden akan betah memimpin perusahaan barunya ini.


"Ini sudah malam, kita bertemu lagi nanti." Ucap Arya


"Emm, Tunggu! bagaimana jika untuk merayakan proyek baru kita, kita merayakan ini semua di club malam." Ajak Alden


"Club malam? tidak itu tidak baik, sebuah peresmian saja sudah cukup, tidak perlu ada perayaan." Jawab Arya dingin


"Ayolah Kawan, aku boleh memanggilmu dengan ini kan. Kita saling bekerja sama satu sama lain. akan lebih indah jika kita adalah teman." Ucap Alden yang sudah berani


"Terserah." Jawab dingin Arya


"Kau ini, sifat mu dingin sekali. kau harus merilekskan hidup mu ini jangan terlalu dibawa serius Arya. Ayolah kita rayakan kerja sama kita." Terus paksa Alden


"Ini sudah malam.aku tidak bisa melakukan ini, Lagipula asisten ku dan aku harus pulang dan istirahat untuk bekerja di pagi hari lagi nanti di sini."


"Kau ini keras kepala sekali, tidak bisa dibujuk.sekali ini saja Arya kau pasti akan terkejut melihat suasananya, aku berjanji kita hanya sebentar saja."


"Kau yakin??" Tanya Arya karena Alden terus memaksa


"Ya aku yakin, kita sebentar saja.aku mengerti pasti kau sangat sibuk. Tapi kita harus merilekskan tubuh kita, jangan hanya terpaku pada pekerjaan." Ucap Alden


"Baiklah aku menyetujuinya." Jawab Arya


"Apaa!! Kenapa Tuan malah menyetujuinya? padahal ini sudah malam, Aku ingin pulang." Jengkel Dini dalam hati


"Ayo kita pergi Asisten ku. Tuan Arya sudah menyetujuinya." Ajak Alden sambil merangkul Jessica.walaupun Jessica asistennya, karena sikap Alden yang playboy dan petakilan kepada siapa pun wanita.ia tidak mempedulikan dan ia bersikap seperti seolah sepasang kekasih


"Ma-maaf, Presdir Arya. Ta-tapi saya harus pulang. Saya tidak bisa ikut dengan kalian." berani Dini meluapkan keluh kesahnya


"Eh...ayolah, Nona Dini. Kau harus ikut bersama kami. Tuan Arya sendiri sudah menyetujui nya.lihat asistenku! dia selalu menuruti apa yang dikatakan olehku." Jawab Alden menyambar dan merangkul Dini tanpa memikirkan keadaan sekitar. Alden sudah mulai berani, gigi taringnya sudah mulai terlihat

__ADS_1


Dini pun merasa tidak enak berada di posisi ini. ia berusaha menjauh dari Alden, karena Dini tipe wanita yang risih pada laki-laki yang berlagak hidung belang dan petakilan seperti Alden.


"Ma-maaf, Saya tidak bisa ikut bersama kalian..." Gugup Dini ketakutan karena Alden terus menyosor untuk berada didekatnya


Melihat kejadian itu, Arya pun sigap berdiri didepan Alden untuk menghalanginya agar jauh dari Dini dengan menariknya Dini untuk dekat dengannya. Karena ketakutan, Dini bersembunyi di belakang tubuh Arya yang melindunginya.


Dan Arya berbalik pada Dini.


"Apa yang dikatakannya benar. Sebagai Asistenku kau harus mengikuti ku kemana pun aku pergi." Ucap Arya


"Ta-tapi Presdir." menatapnya mata Arya spontan


"Tidak ada kata tapi-tapi." Arya memelototinya


Melihat Arya memelototi dirinya dengan ciut nyalinya Dini memalingkan wajahnya dan berkata:


"Baiklah aku akan ikut dengan kalian."


"Baiklah, itu jawaban yang bagus..." Senang Alden


...***...


Yang pastinya saat pertama masuk ke dalam, Arya dan Dini disajikan dengan bau minuman alkohol, suara DJ dan bola disko yang gemerlapan. Dan tentunya ciri khas club malam adalah seorang wanita yang mengumbar aurat berpakaian minim dan berjoged mengikuti alunan lagu DJ bersama laki-laki nya sambil meminum Alkohol.


Bisa dilihat Arya pun merasa tak nyaman dengan tempat ini. Ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki ditempat club malam seperti ini. Apalagi jika banyak sekali wanita dan keramaian orang di sana. Arya tipikal orang yang menyukai kedamaian, dan kesendirian. Sudah pasti jika saat berada di sana, dia sangat tersiksa dan energinya pasti akan habis. berbeda dengan keramaian orang di perusahaan yang terdiri dari banyak karyawan dan pekerjaan. sekaligus saat menghadiri rapat atau event-event tertentu, ia masih bisa mengontrol dirinya karena selama kegiatan di mulai tidak ada keramaian sumber suara yang banyak. Pantas jika Arya merasa risih, begitu pun dengan Dini.


"Ini minumlah🍷🥃." Alden menyajikan minuman Amer


"Apa ini??" Tanya Arya polos, begitu pun dengan Dini yang celingukan


"Ya ampun kalian ini jadi orang baik sekali. jadilah orang yang nakal! jangan terlalu baik, karena jika terlalu baik kalian akan dimanfaatkan, Dan ingat 1 kesalahan bisa melupakan 1000 kebaikan.minuman ini saja kalian tidak tahu." Kesal Alden yang berani mencela Arya


"Ini adalah pertama kalinya aku kemari.jadi wajar aku tidak mengetahui apa saja yang ada di sini." Ujar Arya


"Ini adalah amer, Arya." Jelas Alden


"Semacam Alkohol?" Tanya Arya


"Nah itu kau tahu." dengan nada senang Alden

__ADS_1


"Menurut buku yang ku baca, Alkohol bisa menyebabkan seseorang mabuk, dan kehilangan kesadaran dikendalinya, dan juga tidak baik untuk kesehatan.maka dari itu, aku tidak ingin meminumnya." Pungkas Arya menolak


"Aduhh...ayolah Arya.sekali saja mencoba tidak apa-apa.lihat aku, aku sering sekali meminum ini dan buktinya aku baik-baik saja. kau ini terlalu banyak membaca buku, ayo minum!" Paksa Alsen meminumkan Amer pada Arya, dan Arya pun berusaha meneguknya, satu tegukan itu membuat ia ketagihan


"Bagaimana rasanya enak bukan?" Tanya Alden


Arya hanya diam.


"Rasanya lumayan ternyata." Pungkas Arya


"Apa yang sudah ku katakan...kau saja yang tidak percaya. Ayo diminum lagi, Arya." Ajak Alden, dan Arya pun minum terlalu banyak


"Ya Ampun, Presdir Arya malah meminum alkohol ini.sudah tahu ini tidak baik, dia malah ketagihan. Dalam agama Islam pun tidak boleh meminum alkohol karena hukumnya haram." gumam Dini


"Ayo diminum gadis cantik." Ujar Alden yang sudah setengah mabuk bicara pada Dini


"Tidak...aku tidak minum." Tolak Dini


"Owh baiklah...memang sewajarnya perempuan tidak boleh minum, tidak baik untuk kesehatan janinnya, hahahah." Ucap Alden yang sudah mabuk berat sehingga berbicara melantur


"Heii,,,jangan goda istriku...hahahah." Ucap Arya yang sudah mabuk berat juga sehingga dia tidak sadar dan berbicara melantur saja


"Apa?? Apa yang dikatakan, presdir Arya? Dini wajar jika dia sedang kehilangan kesadaran jadi, kau tidak boleh terbawa perasaan." Gumam Dini


Arya pun terjatuh kepangkuan Dini karena seluruh badannya begitu lentur dan sudah bau Alkohol.lalu Arya berusaha bangkit dan melihat perut Dini, matanya sudah merah dan sedikit sayu karena pengaruh alkohol itu.


"Hahahaha...(tertawa khas seperti orang mabuk, dan tanpa sengaja Arya meletakkan tangannya diperut Dini sambil mengelus-elus) kau baik-baik didalam sana, aku ayahmu yang sedang meminum alkohol, kau tidak boleh meminum alkohol, karena kau masih kecil.biarkan ayah yang meminumkannya untukmu ya." Ucap melantur Arya yang membuat Dini terbawa perasaan


"Hah...bagaimana ini? Presdir Arya, apa yang sedang kau lakukan? aku harus apa jika aku mendorong nya, dia sedang kehilangan akal sehatnya saat ini.jadi aku tidak mungkin sekejam itu, aku harus menyadari bahwa dia sedang tidak sadar. apapun yang ia katakan itu di luar kesadarannya." Gumam Dini terkejut saat Arya memegangi perutnya dan mengelus-elus perutnya seperti seorang yang sedang hamil


Lalu Arya bangkit dan menatap Dini dengan mata memerah dan sayunya itu.


"Apa kau sedang menyimpan janin diperutmu itu hahahahh...dia anakku! Aku sudah menanam benihku di sini." Tawa Arya dan bicaranya khas orang mabuk sambil menusuk-nusuk perut Dini


Dini pun merasa malu tapi ia menahan kecanggunganndya itu.


Alden dan Arya yang sudah minum banyak lebih dari 10 botol, terus saja meminumnya dan ingin menambah lagi, membuat mereka semakin melantur dan kehilangan kesadaran.


Dini dan Jessica yang tidak minum hanya bisa melihat Alden dan Arya yang terus minum membuat mereka bingung.

__ADS_1


__ADS_2