
"Dia adalah pegawai mu! Kenapa kau memegang tangannya seperti itu dihadapan ku?" Pungkas Valerie kecewa dengan mengernyitkan dahinya
"Apa yang terjadi dengan, Tuan? kenapa tubuhnya bergetar hebat seperti ini dan nona ini, Siapa dia?" Gumam Dini bingung dengan lekat memandangi tangannya yang sedang digenggam erat oleh Arya. Dini juga menatap Arya dengan terlihat setiap butiran keringat di keningnya dengan dada yang kembang kempis dengan cepat, seolah ia kelelahan setelah selesai berolahraga
"Hey, Kau wanita rendahan. Kenapa kau diam saja tidak mengelak saat atasanmu memegang tanganmu, Hah?" Ucap Valerie tersulut emosi
Dini benar-benar bingung, ia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan pada wanita yang sedang marah padanya. Ingin melepaskan genggaman itu namun, genggaman yang dilakukan Arya semakin kuat.
Ada perasaan sedikit lega saat kesakitan nya bisa terkontrol dengan baik saat Arya memegang tangan Dini. Ia beranggapan jika Dini adalah seorang wanita obat untuk kelainannya saat bereaksi dan sewaktu-waktu akan sembuh.
"Ah, Iya. Aku memegangnya karena aku ingin mengeluarkan dia dari ruangan ini. Aku pikir aku harus mengusirnya agar dia tidak mengganggu kebersamaan kita."
"Dan apakah harus seperti itu? Kau bisa saja mengusirnya langsung dengan perintah mu. Dia adalah pegawai mu, aku yakin dia akan mematuhi mu langsung sebagai atasannya." Ujar Valerie
"Aku akan membawa dia keluar sekarang." Ujar Arya gugup mencari alasan agar terhindar dari Valerie karena kondisinya saat ini belum stabil sembuh dari kesakitannya
"Baiklah, aku akan menunggu di sini." Jawab Valerie tanpa menyimpan curiga
Menjauh dari ruangannya, Arya membawa yang masih menggenggam tangan Dini menarik tangganya berjalan bergandengan entah kemana Arya ingin membawanya.
Sampai di tempat yang sepi dan tidak mudah dijangkau seseorang.
__ADS_1
"Hahh,,, Syukurlah...Aku bisa menjauh darinya." Ujar Arya menghela nafas kasar
"Tuan, kau meninggalkan klien tuan sendiri. Untuk apa kita berada di sini, Beliau pasti sudah menunggu."
Mata Arya menatap Dini dengan lekat tanpa berkedip. Namun, sedikit sayu menatapnya nanar.
"Wanita ini benar-benar polos atau memang seperti yang dikatakan orang lain karena kebaikan hatinya. Saat Valerie memelukku apakah tidak ada rasa cemburu dalam hatinya? Tidak-tidak apa yang ku pikirkan, untuk apa dia cemburu. siapa dia dan siapa aku baginya." Gumam Arya menepis
"Dan tadi kenapa tuan bergemetar hebat seperti itu? Apa tuan sakit?" Tanya Dini menelisik
"Kenapa kau berani bertanya seperti itu padaku. Kau tidak berhak bertanya apapun mengenai diriku.dan soal tadi jangan beri tahu siapapun jika wanita tadi memelukku." Ancam Arya
"Saat ini aku tidak bisa kembali dengan keadaan seperti ini pada Valerie. Entah mengapa aku tidak bisa menahan sakit seperti dulu oleh sentuhannya.apa karena keterbiasaan ku yang sudah bisa menyentuh wanita yakni Dini tanpa kesakitan?"
"Tuan, jika anda masih ingin berada di sini silahkan saja. Tapi saya harus kembali ke kantin untuk menyiapkan makan siang." Ujar Dini
"Baiklah, pergi saja!" Jawab Arya dingin
...***...
"Arya ini pergi ke mana? kenapa dia lama sekali." Kesal Valerie menunggu Arya yang tidak kunjung datang
__ADS_1
"Maafkan aku, setelah membawa pegawai ku pergi.ada panggilan alam yang harus menyegerakan ku pergi ke toilet." Pungkas alasan Arya
"Aku sudah sangat lama menanti bisa bertemu denganmu.tapi saat datang, sepertinya kau menghindari ku.apa karena kau sudah memiliki pengganti setelah kepergian ku.tapi sekarang aku sudah kembali, aku kembali untukmu Arya." Ujar Valerie
"Kenapa kau mengatakan hal itu. Dari sejak dulu aku selalu menanti kau datang dengan tiba-tiba kembali padaku.dan seperti yang aku lihat sekarang, kau berada dihadapan ku saat ini."
"Arya, Aku sangat merindukanmu.kau tidak tahu bagaimana diriku di sana yang selalu memikirkan mu.aku selalu berpikir dengan memutuskan hubungan kita secara sepihak, itu adalah kesalahan yang aku lakukan padamu.aku tidak bisa berpikir bagaimana perasaanmu saat itu, pasti kau marah padaku."
"Tidak apa, itu tidak masalah bagiku. Sekarang Coba ceritakan apa yang membuatmu kembali, Apa kau hanya ingin menemui ku sebentar lalu kau pergi lagi." Pungkas Arya
"Kau pasti akan senang mendengar aku tidak akan kembali ke Amerika untuk berkarir di sana. Aku pikir perkataan mu dulu benar, Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk menikah denganmu.dulu kau sempat mengatakan padaku untuk tidak perlu mengejar impianku dan menikah saja denganmu. sekarang aku menerima tawaranmu yang tertunda itu agar kita bisa menikah, dengan begitu bukankah kau mengatakan aku menjadi nyonya Pratama yang tugasnya menghabisi uangmu.maka dari itu apakah kau ingin memulai hubungan kita dari awal?" Ujar Valerie di akhir kalimat dengan terkekeh
Seketika sekujur tubuh Arya menjadi panas dingin, dia tidak tahu harus bagaimana menanggapi pernyataan Valerie.
Karena pada dasarnya tidak ada orang yang banyak mengetahui kenyataan Arya sudah menikah.tidak mudah juga baginya saat ini untuk menikahi Valerie yang merupakan kekasihnya dari sejak dulu yang sangat ia cintai.
"Tentu saja aku ingin menjalin hubungan kembali denganmu.walau bagaimanapun juga kau adalah wanita yang ku cintai yang selalu ku tunggu kembalinya dirimu padaku.tapi untuk menikah, kita akan pertimbangkan hal itu nanti." Jawab Arya tidak meyakinkan
"Baiklah, tidak apa-apa.yang terpenting kau ingin menjalin hubungan kembali denganku itu sudah lebih dari cukup bagiku saat ini." Jawab Valerie senang
Bersambung...
__ADS_1