
Hah...
Dini menghela napas panjang.
Mendengar nama Jakarta saja sudah membuat dadanya sesak. Apalagi saat ini ia menginjakkan kaki lagi di kota negara kelahirannya yang penuh dengan kenangan pahit setelah tujuh tahun.
Setelah tujuh tahun tidak pernah menginjakkan kaki di tanah itu, haruskah dia benar-benar kembali lagi? Mengapa Darwin harus mendapatkan kontrak proyek kerja di Indonesia?
Nama Jakarta selalu mengingatkannya dengan kejadian-kejadian buruk. Penyiksaan, perlakuan tidak adil dan salah satu wajah yang ingin di hindari nya. Bagaimana bila nantinya dia bertemu dengan wajah yang di kenalnya? Apa yang akan terjadi?
Bukan. Jakarta adalah ibu kota yang sangat luas. Tidak mungkin dia kebetulan bertemu dengan salah satu dari warga mereka. Dia tidak mungkin egois membiarkan Ansel ditinggal pergi oleh ayahnya sangat lama, apalagi mereka berdua sangat dekat. la hanya berdoa agar tidak pernah bertemu dengan pria yang dikenalnya!
Ya!! Dia memutuskan untuk pergi ke Jakarta!! Dan saat ini, Dia benar-benar sudah berada di tanah ibu kota!
Sebenarnya dulu dia begitu naif. Dia pikir waktu akan menghapus semuanya, Menghapus segala kenangan pahit yang di alaminya. Menghapus semua perasaan yang dirasakan nya. Namun, ternyata waktu tujuh tahun tidak bisa menghapusnya. Semua rasa sakit itu masih ada, begitu pula dengan rasa cintanya. Masih ada Arya di hatinya, dan posisi orang itu masih belum tergantikan. Entah kapan semua perasaan itu akan hilang dengan sendirinya?
Bagaimana dia sekarang, penampilan dan wajahnya? Terutama dengan anaknya yang ia tinggalkan. Apa mereka sangat bahagia? Pasti! Arya akan hidup bahagia dengan Valerie yang merupakan istri seutuhnya. Namun, apakah anaknya mendapatkan kasih sayang yang banyak dari Valerie dan juga Arya?
"Ibu, itu apa? Tinggi sekali!" Tunjuk Ansel pada sebuah monumen saat mobil yang mereka kendarai melewati tempat berdirinya monumen itu
"Itu adalah Monas! Sebuah monumen yang mengartikan identitas sebuah negara." Jawab Dini
"Owh,,, aku pernah melihat gambarnya di buku sekolah. Jadi seperti ini bentuk Monas saat dilihat langsung." Ujar Ansel menelisik dari dalam mobil
"Kau senang?" Tanya Dini
"Iya, Aku senang! Lain kali kita kunjungi semua tempat yang ada di sini." Kata Ansel
"Benar, nanti kakek akan mengajak mu keliling kota ini." Ujar Pak Malik
__ADS_1
"Berkeliling sambil digendong di pundak kakek?"
"Agh, Tidak, kakek tidak akan kuat lagi untuk menggendong Ansel yang sudah besar." Ucap Pak Malik
"Unta saja masih kuat membawa barang berat di punuk nya, kenapa kakek jadi tidak bisa?" Tanya Ansel dengan lugu
"Ansel, kakek mu sekarang sudah tua! wajar saja jika tubuhnya sudah tidak lagi kuat." Jelas Bu Lia dengan terkekeh
"Iya, itu terlihat dari rambut kakek yang putih-putih." Ucap Ansel membuat semua orang terkekeh
Suasana dalam mobil tidak terlepas dari keriangan Ansel yang selalu menghibur semua orang. Dia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, maka dari itu dia selalu bertanya.
Sampai di rumah milik Darwin.
la sengaja membeli rumah secara mendadak kemarin yang jauh dari perkotaan agar Dini dan keluarganya aman. itu pun dikolaborasikan atas permintaan Nek Arini yang memintanya pada Darwin.
"Ayo semuanya kita masuk!" Ajak Darwin sambil mendorong koper
"Yeay, Rumah baru!" Ansel begitu senang sampai berlari masuk ke dalam
"Benar, Aku meminta bawahan ku untuk mencarikan rumah dan langsung membeli tanpa banyak bertanya."
"Rumah Tuan yang ditinggalkan di Swiss pun pastinya akan terbengkalai karena tidak berpenghuni. sebaiknya tuan tidak menghamburkan uang untuk keperluan yang tidak terlalu penting, padahal kita bisa menyewa selama beberapa tahun saja. Apalagi kategori rumah yang selalu dibeli oleh Tuan selalu mewah." Kata Dini
"Tidak apa, karena berkat dirimu, aku sudah memiliki banyak rumah di seusiaku. mungkin aku akan menjadi seorang agen properti nanti." Ucap Darwin malah menyikapi dengan santai
"Tuan selalu saja menyikapinya dengan santai di saat aku sedang tidak habis pikir padamu." Kata Dini
"Sudahlah! Ansel saja terlihat senang dengan rumah baru ini. Aku yakin rumah ini akan bermanfaat untuk Ansel di usia dewasa nanti. Aku akan memberikan rumah ini untuknya!" Ujar Darwin
Dini hanya bisa diam tidak lagi ingin menjawab.
__ADS_1
"Kalian pasti sangat lelah setelah perjalanan panjang. sebaiknya kalian istirahat! kamar kalian berada di atas." Ujar Darwin pada keluarganya
"Ayo Ansel! Kita naik untuk mencari kamar mu dulu, Ya?" Ajak Nek Arini menggandeng cicitnya
Semua orang pun mulai pergi ke kamar mereka masing-masing untuk membereskan barang-barang ataupun istirahat.
...***...
"Presdir, ini laporan performa perusahaan kita. Kita kehilangan aset 12 persen di pasar saham." Ucap Damar
"Apa alasannya?" Tanya Arya
"Ini surat keterangan yang diberikan."
Damar menyerahkan surat itu. Arya menerima dan membacanya dengan tenang.
Setelah selesai membaca, Damar memberikan informasi yang lebih detail.
"Perusahaan menjadi pailit karena tidak mampu bersaing dalam pasar dan mengalami proses inovasi yang lamban. Kebutuhan konsumen dapat berubah dengan cepat. Selain itu, dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. Trend dan produk baru dapat muncul setiap saat. Apalagi hal ini terjadi akibat sebuah perusahaan yang berasal dari Swiss sedang menjalankan proyeknya di Indonesia." Jelas Damar
"Jadi, perusahaan kita kalah saing dengan inovasi mereka yang datang ke Indonesia?" Tegun Arya
"Benar Presdir. Ini sebuah kesepakatan kerja sama antara sebuah perusahaan konglomerat yang membangun proyeknya di sini. Hal ini menarik perhatian konsumen sehingga kita yang belum melakukan kontribusi lain, ikut andil dalam pengembangan produk mereka." Kata Damar
"Ini baru pertama kalinya posisi perusahaan ku tersingkirkan oleh perusahaan pesaing. ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, bagaimanapun caranya kita harus mengembalikan kedudukan perusahaan seperti dulu yang selalu pertama dan mengalami kenaikan pesat, bukan penurunan seperti ini!" Ambisinya
"Anda benar Presdir. Walaupun akan sulit karena kita harus bekerja keras mencari inovasi produk baru yang bisa menarik perhatian masyarakat. Hal ini yang bisa kita lakukan di saat seperti ini, jika kita membiarkan perusahaan lain menguasai pasar Indonesia, beberapa perusahaan lain termasuk kita akan tersingkirkan begitu saja. masalahnya proyek yang mereka bangun memiliki lisensi yang sangat baik." Ujar Damar
"Siapkan tim kita. Adakan meeting segera!" Lanjut titah Arya
"Baik Presdir." Jawab Damar
__ADS_1
Baru pertama kali Arya mengalami masalah penurunan kinerja perusahaan seperti ini. Bisa-bisanya hal itu di lakukan oleh perusahaan pesaing melalui perusahaan yang berpartner sampai menghancurkan sebagian kecil perusahaannya.
Meskipun saat ini kondisi kejiwaan dan hatinya hancur dan sedang tidak stabil, tapi bila menyangkut masalah perusahaan otak Arya masih secemerlang biasanya, dan mungkin bisa menstabilkan kembali. Dia menghadapi semua masalah itu dengan tenang.