
"Kau tampil cantik hari ini. Selamat atas Anniversary pernikahan kalian yang menginjak 1 tahun, Ya!" Ujar Nek Arini yang jauh datang dari Singapore
"Terima Kasih, Nenek." Jawab Dini simple dan dingin.entah harus senang atau sedih atas pernikahannya yang tidak terasa sudah satu tahun yang penuh dengan duka dan luka
"Semua keluarga sudah berkumpul di sini semuanya. Aku pikir ini adalah momen yang sangat tepat untuk memberitahukan kabar bahagia untuk kalian semua." Pengumuman Arya yang sangat senang
"Apa? Apa yang akan Arya beritahu pada kita semua. Ayah jadi penasaran mendengar kabar darinya." Ujar Pak Barma menjadi rasa ingin tahunya tinggi
"Mungkin tentang kehamilan Dini, Pak." Bisik Bu Amira
"Hah,,,Iya, Iya, Bisa jadi memang Dini sedang hamil."
"Benar, Arya sendiri pernah berjanji jika tahun ini ia akan memastikan jika Dini akan hamil. Sesuai apa yang kita pinta dulu, Kita ingin disaat hari anniversary mereka, Arya mengumumkan hadiah terindah untuk dia dan kita semua."
"Bapak senang jika menantu kita saat ini sedang hamil. Kiranya sudah dari sejak kapan ya, Bu, Dini hamil? Berapa usia kehamilannya saat ini."
"Mungkin baru saja satu bulan. Terlihat dari perut baby bump nya yang belum membesar." Ujar Bu Amira memperhatikan perut Dini
Bu Amira dan Pak Barma sibuk berdua berbincang dengan saling berbisik. Sedangkan Keluarga yang lain sedang tegang dan berdebar ingin mendengar apa yang akan Arya beritahu didepan semua orang sampai terlihat bersemangat seperti itu.
"Akhirnya ya, Bu. Arya tokcer juga sampai Dini mengandung,,,hhhh." Kekeh Pak Barma
"Iya, Pak. Ibu tidak sabar mendengar kabar ini dari Arya langsung. Arya juga sangat lama entah menunggu apa sampai tidak segera langsung memberitahukannya.
"Maaf karena sudah membuat kalian harus menunggu lama. Tamu spesial kita kali ini belum juga sampai." Kata Arya yang membuat orang kebingungan
"Memangnya siapa tamu spesial kita hari ini. Apakah Arya mengundang artis internasional dihari anniversary nya?" Tanya Bu Alma
"Entah, kita tunggu saja tamu itu sampai datang. Ibu juga jadi penasaran." Ujar Nek Arini
Tak lama datang sosok seorang wanita yang cantik, tinggi, dan juga putih berlenggang masuk mengitari acara yang sedang dilangsungkan.
Semua mata tertuju padanya yang dengan berkelas dan angkuh sedang berjalan itu.
__ADS_1
"Siapa wanita itu? Gayanya heboh dan make up nya menor sekali." Cetus Bu Alma tidak suka
"Bukannya itu Valerie, Ya?" Kata Nek Arini yang mengenali karena Arya pernah membawa Valerie pergi menemui Nek Arini
"Valerie siapa memangnya, Bu?" Tanya Bu Alma pada ibunya
"Valerie yang dulu kekasihnya, Arya."
"Apa? Jadi, dia mantan kekasih, Arya. Untuk apa dia datang ke sini." Bicara Bu Alma terkejut
Valerie berjalan menghampiri podium yang terdapat Arya di sana. Saat sampai, dihadapan semua orang mereka langsung cipika-cipiki tanpa memperdulikan asumsi orang lain yang melihat kemesraan mereka.
Valerie tersenyum lebar menatap Arya, begitu pun sebaliknya.
"Inilah tamu spesial yang ku bicarakan tadi." Kata Arya berbicara lagi pada semua orang
"Akan ku perkenalkan lebih dulu pada kalian. Dia adalah Valerie yang merupakan kekasih ku! Dan kabar yang ingin aku sampaikan tadi sebenarnya adalah Valerie ini akan menjadi ibu untuk anakku yang sedang dikandung olehnya. Beri sambutan untuk menantu kalian yang akan melahirkan pewaris untuk keluarga kita." Beri tahu Arya dengan senang dan tanpa berpikir panjang pada semua keluarganya
Bukannya tepuk tangan yang didapat, tapi sebuah keheningan orang yang mematungkan diri mereka.
"Apa maksud dari semua ini, Cucuku?" Tanya Nek Arini yang pertama
"Iya, Nenek. Saat ini Valerie sedang hamil dan sudah menginjak 2 bulan. Nenek akan menjadi seorang nenek buyut!" Ujar Arya dengan bangga dan tanpa dosa
Untuk kedua kalinya pernyataan Arya membuat semua orang terkejut, Apalagi perkataannya sangat diperjelas sampai membuat orang langsung dimengerti.
"Heuh,,,Lihat! Betapa lucunya anak itu sedang membuat lelucon. Dia memperkenalkan seorang wanita yang sedang hamil pada semua orang." Cetus Pak Barma yang masih mencerna
"Hah,,,Aku tidak tahu lagi apa maksud yang dikatakan Arya. Ibu tidak kuat lagi untuk mengerti semuanya." Ujar Bu Amira yang seketika menjadi lemah, pusing dan akan pingsan
"Ibu? Ibu tidak apa-apa." Topang Darwin yang menopang Bu Amira yang hampir saja akan jatuh
"Darwin, Beri tahu ibu apa yang dikatakan kakakmu. Bagaimana bisa dia memperkenalkan seorang wanita yang bukan istrinya itu sedang hamil." Ujar Bu Amira syok dan tidak kuat lagi rasanya tulangnya seperti rapuh
__ADS_1
"Ibu tenanglah! Tidak terjadi sesuatu pada kakak, Mungkin dia sedang membuat kejutan untuk kita semua." Ujar Darwin yang positif thinking untuk menenangkan ibunya
Hari Anniversary pertama kalinya ini dengan hadiah yang sangat indah dan berbeda dari pasangan suami istri lainnya. Digelar begitu sederhana namun, terkesan mewah membuat Keluarga yang hadir tidak ikut bahagia menghadirinya. Saat ini hanya kedua insan laki-laki dan perempuan yang tengah bahagia di atas perhelatan namun, bukan sepasang suami istri melainkan seorang ayah dan ibu yang sedang menunggu kelahiran anaknya.
Acara yang dibuat atas dasar Hari Anniversary Pernikahan, Dalam sekejap berubah menjadi Hari Pengumuman Kehamilan.
"Cucuku coba katakan sekali lagi pada kami dengan benar, Nak. Kenapa bisa kau berhubungan dengan wanita di saat kau sudah beristri. Itu tandanya kalian sudah berselingkuh selama ini?" Tanya dan tangis Nek Arini
"Arya, Apa kau sudah gila memperkenalkan wanita lain dihadapan semua orang ditambah sedang mengandung." Marah Bu Alma
"Kau tidak lihat bagaimana perasaan Dini mendengar kau sudah menghamili wanita lain. Arya, Di mana wibawa mu? Kenapa kau berselingkuh dan dengan bangganya mengumumkan kehamilan selingkuhan mu." Lontar marah Dafa yang merupakan sepupunya
"Dini, Yang tegar, Ya. Aku ikut prihatin denganmu, suamimu memang bejad dan tidak tahu diri. Aku juga tidak tahu kenapa bisa memiliki sepupu ipar seperti dia." Kata Seira, istri Dafa
Sama seperti Pak Barma, Bu Amira dan kedua orang tuanya yang sama-sama tersakiti. Dini hanya berdiam diri mematung tanpa mampu berkata lagi dengan menahan sesak di dada, Pikiran yang sudah tak karuan, dan air mata yang terus meminta untuk keluar.
Dengan mata berkaca-kaca ingin menangis, Dini mencoba untuk menyaring dan mencoba untuk menganggap jika ini bukan mimpi.
"T-tuan sudah menghamili wanita lain." Pekik Dini yang berjalan mundur kecil karena pusing dan lemas
"Dini! Yang tegar ya, Nak. kenapa kau tidak bercerita jika selama ini kau menderita." Tangis Pak Malik menopang Dini yang hampir terjatuh
"Pak, Ini semua mimpi, kan? Tapi kenapa terasa nyata." Ujar Dini yang kalang kabut. Hatinya sudah hancur berkeping-keping
"Semuanya nyata, Nak. kau tidak sedang bermimpi." Ikut sedih Pak Malik
"Dini!! Kau baik-baik saja, Kan?" Tanya Darwin yang menghampiri
"Nak Darwin, Sepertinya Dini sangat terpukul mendengar semua ini." Kata Pak Malik
"Tegar kan dirimu! Atas nama kakakku, aku meminta maaf padamu." Ujar Darwin. Menyentuh bahu Dini
"Lepaskan aku! Kata maaf tidak bisa mengobati hati yang sudah terlanjur terluka." Kata Dini pada Darwin
__ADS_1
Melihat Dini yang tersakiti, membuat Darwin sangat terpukul dan sedih melihat wanita yang dulu ia cintai saat ini menangis dan tidak mendapatkan sebuah kebahagiaan.