Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 85 - Keluarga Lengkap


__ADS_3

Masih bersama Dini dan Zayn...


Di Rumah Arya


Mereka berdua sedang berada di Rooftop dan Zayn menikmati waktu sore hari dengan senja.


"Dari senja ku belajar bahwa mengagumi tidak selamanya untuk dimiliki." Ucap Zayn tiba-tiba


"Apa maksud dari perkataan kakak?" Tanya Dini menghampiri lebih dekat


"Aku tidak tahu apa reaksi mu setelah mendengar pernyataan ini. Kau akan tertawa, atau bahkan kau akan memarahi kakakmu ini, Kakak tidak tahu." Ucap Zayn yang malu


"Apa yang ingin kakak katakan? Aku ingin mendengarnya. mungkin saja ini bentuk rasa kasih sayang pada adiknya." Ujar Dini tersenyum gigi


"Aku pernah menyukaimu seperti laki-laki yang menyukai wanita umumnya." Pernyataan Zayn


"Ppfftt... Kakak menyukaiku?" Dini tak kuasa menahan tawa yang pada akhirnya tertawa terbahak secara lepas


"Aku sudah menduga kau akan mengejekku. Telingaku sudah siap mendengar ocehanmu." Kata Zayn menyilangkan tangan di dada dan membuka telinga bersiap mendengar Dini melontarkan kata-kata


"Kakak, kau adalah kakak kandungku yang hilang. Bagaimana mungkin kau bisa menyukai adikmu? Untung saja aku sudah menikah dan kakak tahu Tuan Arya adalah suamiku, jadi kakak mengurungkan niat dan mengubur perasaan terlarang itu."


"Itu sebelum aku tidak tahu jika kau adalah adikku. Setelah ingatanku ingat, Aku memang bodoh ingin menikahi adikku sendiri." Terkekeh Zayn


Sejak tadi Dini tidak bisa berhenti dengan tawanya. Ia terus tertawa sampai membuat Zayn tertekan dan menyesali kesalahannya, Tapi posisinya saat itu ia tidak tahu Dini adalah adiknya. Apakah salah?


"Sudah, Lupakan semua itu. Yang terpenting posisinya sekarang sudah berubah karena kau tetap mencintaiku sebagai adikmu." Ucap Dini


"Hmm... Kakak mulai merasa tenang setelah menceritakan semuanya padamu. Itu artinya kita akan selalu dekat."


"Tentu saja. Aku senang bisa memiliki kakak laki-laki yang sering ku dambakan bisa melindungi ku."

__ADS_1


"Apakah suami kutub mu itu tidak akan cemburu melihatmu denganku?" Tanya Zayn menjadi panas dingin


"Aku akan memberitahukan pada Tuan jika Kak Zayn adalah kakak kandungku. Aku percaya dia adalah orang yang mudah mengerti." Kata Dini


"Baiklah, jaga suamimu dengan baik. Sekarang aku akan pergi ke rumah bapak dan ibu, aku ingin memberitahu mereka jika putranya sudah kembali." Ujar Zayn


"Kenapa tidak pergi bersama? Aku juga ingin berbagi kabar bahagia ini dan melihat reaksi bapak dan ibu." Ajak Dini


"Arya pasti akan segera pulang. Bagaimana jika dia tahu istrinya tidak ada di rumah saat pulang."


"Aku kan pergi bersama kakak. Apa masalahnya, lagipula aku merasa bosan setiap hari hanya melihat pria selain wajah tuan saja. Ayo, Aku ingin ikut bersama Kakak." Ujar Dini menggandeng tangan Zayn dan mengajaknya pergi


"Kau sudah nakal, Ya. Tapi kakak akui, wajah suamimu itu sangat membosankan. Seharusnya masih banyak pria tampan yang memanjakan mata selain dirinya." Ujar Zayn sama saja bergurau


"Salah satunya wajah kakak, Kakak lebih tampan dari suamiku." Ujar Dini terkekeh


Mereka pun memutuskan untuk pergi ke rumah Pak Malik dan Bu Lia berada untuk memberikan kabar bahagia ini.


...***...


Sontak melihat kedatangan Dini dan Zayn bersama membuat sepasang mata heran. Ada juga perasaan ibu mertua yang menggebu marah melihat menantu istri dari putranya datang bersama pria lain.


Setelah berbasa-basi sangat lama. Zayn pun mengungkap atas dasar apa kedatangan ia bersama Dini ke rumah itu yang membuat semua heran kenapa bisa mereka datang bersama.


Kata demi kata yang terukir menjadi kalimat keluar dari mulut Zayn yang didengarkan seksama. Hingga pada akhirnya, Zayn mengeluarkan sebuah surat dari rumah sakit yang berisi hasil tes DNA bersama Pak Malik yang menyatakan dia benar anaknya.


Secara diam-diam, Zayn sudah merencanakan tes DNA meminta anak buahnya untuk mengambil alih tindakannya mengambil sedikit rambut Pak Malik agar suatu saat nanti mereka percaya dan bukan menganggap Zayn pengarang tanpa menyertakan bukti.


Tak ada yang mampu berkata dari keduanya, mereka masih bingung atas dasar apa Zayn memberikan surat DNA itu.


Agar lebih jelas Zayn memberitahukan segalanya dibantu oleh Dini yang sudah mengetahui dari sejak awal.

__ADS_1


Awalnya mereka tidak percaya, tapi melihat Bu Lia yang sudah dibukakan pikirannya dan hati sebagai ibu yang memiliki naluri tidak pernah salah, berjalan mendekati Zayn dan memegang wajahnya menatap dengan sangat lekat.


Ya, Dia benar Zayn anaknya. Seorang ibu tidak akan pernah salah mengenali anaknya sendiri. Satu darah mengalir dalam tubuhnya.


"Zayn... Kau benar Zayn?? Zayn yang hilang 27 Tahun dan baru kembali?" Ambruk Bu Lia tak kuasa menahan tangis dan memeluk Zayn


"Iya ibu, surat DNA itu sudah mengatakan segalanya. Aku mengalami amnesia dan saat ini ingatanku kembali pulih." Jawab Zayn memeluk ibunya sangat erat juga


"Yang ibu rasakan saat ini masih tidak percaya. Zayn yang mulanya masuk ke rumah ini sebagai tamu teman dari putriku, ternyata ia adalah bagian dari hidup kami." Tangis Bu Lia di dada bidangnya


"Takdir sudah mempertemukan kita dari awal, Bu. Dengan aku mengenali Dini, ternyata takdir membawaku dekat dengan kalian. Hanya saja tidak ada yang mengenalinya sejak awal."


Itulah yang ingin Bu Lia lakukan. Ia bisa memeluk, mengadu dan menangis di dada bidang putranya layaknya orang lain yang memiliki seorang putra yang senantiasa melindungi keluarganya.


"Ibu sudah mengenalimu sejak awal. Rupamu yang tumbuh saat dewasa, mengingatkan ibu akan rupamu saat masih kecil. Tapi ibu mengelak nya, wajah seseorang bisa berbeda dari sebelumnya dan mengakui kau anak Pak Antonio. Saat ayahmu pun datang, ibu seolah mengenalinya tapi tidak yakin." Pungkas Bu Lia


"Mereka adalah orang jahat, Bu. Merekalah yang membuatku kehilangan ingatan ku, aku ingat mereka sengaja membuatku seperti ini dengan obat yang pernah diceritakan Dini. Selama bertahun-tahun aku mengkonsumsi obat itu hingga tidak mengingat jati diriku dan percaya aku adalah anak mereka. Tapi sekarang tidak, Kalian berdua adalah kedua orang tuaku." Ucap Zayn diakhir tersenyum


"Zayn, Jagoan dan putra kesayangan ku. Saat itu, mendengar kau diculik dan kami mencari mu kemana yang tidak berhasil ditemukan, aku sebagai ayah seperti kehilangan separuh dariku, ayah seperti kehilangan teman seperjuangan yang akan mengangkat keluarga kita. Sekarang kau sudah kembali, Selamat datang di keluarga mu, Nak." Bicara Pak Malik


"Ayah..." Zayn pun datang menghampiri Pak Malik dan ambruk dengan sebuah pelukan


Tak ada rasa cinta yang besar lebih dari seorang ayah yang memiliki anak laki-laki dan menjadikannya jagoan.


Perasaan hangat dan senang menghanyutkan segala masalah yang ada.


"Selamat Bu Lia, Kami ikut bahagia akhirnya kau bisa menemukan putramu setelah 27 tahun larut dalam pencarian." Ucap Bu Amira memberikan selamat pada Bu Lia serta keluarga lain telah berhasil menemukan putra mereka yang hilang


"Terima Kasih Bu Amira, ini semua berkat doa dan dukungan kalian semua yang akhirnya kami menemukan putra kami." Ucap Bu Lia berbinar matanya


"Tak ada yang lebih indah saat keluarga kita mendapatkan seorang anak laki-laki dan perempuan, mereka menjadi pelengkap keluarga. Kehilangan seorang anak memang hal yang sangat menyakitkan, dunia terasa berhenti. Begitupun dengan Darwin, ia sudah tenang di sana. Kembalinya Zayn menggantikan rasa sedih kehilangannya, ia datang seperti menggantikan Darwin dan segala tanggung jawabnya. Selamat datang Nak, kami turut berbahagia besan kami menemukan anaknya." Kata Pak Barma

__ADS_1


"Terima kasih, Pak Barma. Tak perlu bersedih, Tuan Darwin tidak akan pernah tergantikan. Dia tidak hilang hanya pergi untuk melindungi kita lebih dekat." Ujar Zayn merasakan kesedihan keluarganya yang kehilangan satu anggota


Zayn berjanji senantiasa akan menjadi anggota keluarga pratama dan keluarganya yang selalu memberikan kebahagiaan dan manisnya berkeluarga.


__ADS_2