Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
118. Mencintaimu!


__ADS_3

2 Bulan Kemudian~


Diusia pernikahan yang menginjak 8 bulan.


Hubungan Dini dan Arya semakin dekat atas perlakuan Arya yang beberapa bulan ini sangat baik padanya. Bahkan sudah 1 bulan ini Arya meminta Dini untuk tidur bersama dengannya seranjang berdua dengan Arya, ketika bangun dan tidur menjadi hari yang pastinya berbeda mereka rasakan.


Dini sangat senang Arya yang dulu sangat kejam dan tidak segan menyiksa, akhirnya sudah menyadari kesalahan dan menerimanya sebagai istri. Namun, tak lepas dari kenyataan yang ia tidak ketahui jika Arya hanya sedang bersandiwara!


"Ada satu hal yang ingin aku sampaikan pada, Tuan." Bicara Dini pada Arya dengan posisi mereka saat ini sedang berada di taman halaman belakang rumah


"Apa itu?" Tanya Arya yang menatap sekilas


"Emm... Sebenarnya aku sangat ragu untuk mengatakan hal ini, Aku tidak yakin jika tuan ingin mendengarnya." Kata Dini


"Kenapa ragu, aku tidak mungkin tidak ingin mendengarkan istriku berbicara. Katakanlah!" Pungkas Arya memerintah


"Emm...Bagaimana caraku mengatakannya padamu, Tuan. Aku sangat malu." Kata Dini malah menunduk


"Apa yang sudah membuat istriku menjadi pemalu seperti ini? Heum..." Tanya Arya sambil memegang dagu Dini


"Eum...Tuan?" Gugupnya


"Ya? Katakanlah!" Terus Arya mendorong Dini untuk berbicara pada intinya


"A-aku,,,Aku,,, AKU MENCINTAIMU!" Itulah kalimat yang keluar dari mulut Dini


Setelah pernyataan yang tidak terduga keluar dari mulut Dini yang ditunggu-tunggu oleh Arya sejak dulu. Tak terdengar jawaban atau suara apapun dari Arya, Dia hanya terdiam tanpa ekspresi melihat Dini yang tengah menahan malu atas pengakuannya.


"Hahahaha...Kau mencintaiku??" Tanya Arya terdengar meledek ditambah dengan tawanya


Seketika raut wajah Dini berubah menjadi linglung.


"Tuan, pasti tidak senang!" Kata Dini dan merasa bersalah dan menyadari perkataannya


"Jika kau mencintaiku, kenapa kau baru mengatakannya sekarang dan gugup seperti itu?"


"Maksud, Tuan?" Tanya Dini menelisik


"Aku ingin mendengar kalimat ini keluar dari mulut mu sejak dulu. Aku senang jika kau mencintaiku, karena aku juga mencintaimu." Jawab Arya semakin meyakinkan Dini


Senyum lebar terukir dari bibir Dini.


"Terima Kasih, Tuan." Tanpa segan Dini memeluk Arya dengan erat


Arya pun membalas pelukan Dini.


Dalam pelukan, Arya tersenyum licik dengan menyunggingkan sisi bibirnya.


Dia seperti ini menampilkan ekspresi yang menyimpan sebuah niat buruk. Senyumnya diikuti dengan tatapan mata yang tajam dan alis yang terangkat sebelah, serta gerakan kepala yang mengangguk-angguk pelan. Seolah mengejek dan menghina Dini dengan sebuah senyuman yang tidak biasa.


*

__ADS_1


*


*


"Siapkan berkas yang ku minta untuk rapat siang nanti dan juga berkas yang harus ku periksa. letakkan di mejaku saat ini juga!" Ujar Arya pada Asisten Damar


"Baik, Presdir. Akan saya siapkan dengan segera." Jawab Asisten Damar yang langsung menuruti perintah atasannya


Arya menatap sekilas, dan kemudian Asisten Damar pergi begitu saja tanpa berkata apapun lagi.


"Arya?" Panggil seorang wanita masuk ke ruangannya


"Valerie? Kau datang?" Tanya Arya


"Ya. Aku telepon tapi handphone mu tidak aktif." Murung Valerie


"Aku lupa belum mengaktifkan handphone ku. Ada apa?" Tanyanya


"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat nanti pukul 7 malam. Aku harap kau bisa ikut denganku." Katanya


"Ke mana?" Tanya Arya menelisik


"Kau ikut saja! Nanti pun kau akan tahu sendiri." Ujar Valerie


"Baiklah, Akan ku usahakan." Setuju Arya tanpa penolakan


"Kau memang kekasihku yang paling pengertian. Hanya itu saja, nanti aku akan datang kembali ke sini pukul enam." Kata Valerie setelah itu ia pergi


Selama menyetir dan mengikuti arahan dari Valerie, Arya bingung ke tempat mana Valerie sebenarnya akan membawa mereka.


Hingga tak lama menempuh perjalanan yang melelahkan karena jalannya begitu asing. Mobil sport mewah milik Arya terparkir di sebuah tempat yang jauh dari keramaian kota.


"Tempat apa ini?" Bingung Arya melihat sekitar yang ramai dan pengunjung yang datang berpasangan dengan wanita mereka yang berpakaian seksi


"Nanti juga kau akan tahu ketika sudah di dalam. Ayo kita masuk!" Pungkas Valerie sambil mengajak dan menggandeng tangan Arya


Saat menginjakkan kaki jauh sebelum masuk sudah tercium aroma khas alkohol yang menyengat hidung mancung Arya. Hanya dengan menciumnya saja sudah membuat dia mabuk dan tidak tahan akan aroma alkohol itu. Sampai pada akhirnya sudah berada di dalam, mereka disuguhkan dengan lampu disko warna-warni yang gemerlapan mengganggu penglihatan Arya yang sejak dari tadi tidak nyaman dengan lingkungan yang ramai, bising dengan lagu DJ yang diputar, dan aroma alkohol yang menyengat hidungnya.


Arya mengikuti langkah Valerie, dia memesan wine pada bartender dan membawanya ke sudut ruangan yang gelap, jauh dari keramaian. Arya menutup telinga, karena rasanya gendang telinganya akan pecah mendengar dentuman musik DJ yang menggema. Pengunjung di sana pun sangat banyak dan terus berdatangan tanpa henti.


"Kenapaaaa? Berisik ya?" Tanya Valerie yang harus menaikkan volume suara akibat musik Dj


Arya hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia juga tidak tahu apa yang dikatakan oleh Valerie sebenarnya, karena sepertinya walaupun sudah menggunakan tenaga dalam, tapi suaranya masih kalah dengan musik di ruangan itu.


Arya dan Valerie duduk bersebelahan di sofa panjang. Suasana yang gelap membuatnya merasa sesak untuk bernafas.


"Jangan katakan ini baru pertama kali kau datang ke sini?" Teriaknya di telinga Arya


"Ini adalah yang kedua kalinya aku kesini!" Jawab Arya Tanpa ragu, yang juga berteriak di telinganya


"Kau mengajakku ke tempat seperti ini? Yang benar saja." Lanjut ujar Arya tidak habis pikir pada sikap Valerie

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Kita akan bersenang-senang di sini, Arya." Kata Valerie yang jiwanya saat ini setelah masuk langsung berjoget mengikuti alunan musik DJ


"Aku tidak nyaman berada di sini, Sebaiknya kita pulang saja." Ajak Arya yang sudah menarik tangan Valerie


"Eitss...Kita baru saja datang dan kau malah ingin pulang lagi. Kita bersenang-senang saja di sini sepuasnya dulu, Kau ini bukan laki-laki sejati, Arya." Ujar Valerie meledek untuk memancing Arya


"Ini minumlah!" Kata Valerie sambil menyodorkan gelas berisi wine pada Arya


"Tidak! Besok aku harus bekerja dan tidak baik untuk kesehatan ku meminum alkohol." Tolak Arya


"Saat ini kita sedang berada di Club malam, bukan di perusahaan mu. Jadi, hilangkan pikiran terhadap pekerjaan mu itu disaat kau sedang bersamaku."


Valerie terus memaksa Arya agar mengambil gelas wine itu.hingga pada akhirnya Arya mengambil wine itu dari tangan Arya dan duduk di sofa yang sudah ada disediakan di sana, tapi bukannya meminum, dia malah meletakkannya di meja.


Walaupun ini adalah kedua kalinya ia datang ke tempat Club malam seperti ini, tetap saja Club malam adalah tempat yang identik dengan penuh kemaksiatan dan tidak akan ia injakan kakinya di sana. Hanya saja Valerie sudah membawanya masuk tanpa sepengetahuan mereka akan pergi ke mana.


Berbeda dengan Arya yang hanya duduk di sofa dengan pikiran kacau balau, Valerie pergi meninggalkan Arya sendiri dan sibuk berjoget ria di bawah gemerlapnya lampu disko yang warna-warni bersama kerumunan orang lain yang ada di sana juga.


"Halo! Tampan. Kau sendiri saja?" Goda wanita berpakaian seksi yang datang menghampiri Arya dengan dirinya yang sudah langsung duduk di pangkuan dan tangannya yang menggerayangi dada Arya


Pastinya Arya sangat risih dengan tingkah laku wanita itu. Beberapa kali Arya menghempas wanita itu agar pergi namun, tak kunjung lepas dari pangkuannya.


"Kenapa kau ingin mengusirku? Aku datang bisa memuaskan mu!" Bicara wanita itu dengan nada yang dilembutkan agar terdengar menggoda


"Bisakah kau pergi dari pangkuanku? Aku datang ke sini bukan untuk dipuaskan!" Kecam Arya


"Tuan, suaramu begitu menggoda saat berbicara." Ujar wanita malam yang bekerja di Club itu sambil meliuk-liukkan badannya di atas tubuh Arya


Arya yang melihatnya begitu jijik pada wanita malam yang sedang berada di pangkuannya saat ini.


"Tuan juga belum meminum wine ini setetes pun. Kau begitu munafik! Untuk apa tuan datang kemari jika tidak melakukan apapun di tempat kami. Ayolah di minum!" Pungkas Wanita itu meletakkan ujung gelas di dekat bibir Arya agar dapat meminumnya


"Turun dari pangkuanku, Atau kau akan menerima akibatnya jika bermain-main denganku!" Ancam Arya yang sudah geram


"Tidak akan! Karena aku ingin melayani, Tuan." Kata wanita itu yang tidak getir dan tetap pada pendiriannya


Emosi yang sudah tersimpan memuncak menjadi amarah yang sudah tidak tertahankan lagi. Dengan sekali hujatan, Arya menghempas tubuh wanita itu sampai jatuh dari pangkuannya dan terduduk di lantai.


Nyali wanita itu menjadi ciut dan ketakutan tidak mencoba kembali menggoda Arya dan memilih pergi meninggalkan tempat itu.


"Dasar wanita murahan!" Hardik Arya


Dan anehnya Arya mengambil botol wine yang ada di meja dan menuangkan wine itu ke gelas setelah itu ia meminumnya.


Satu, dua legukan sudah ia rasakan sampai satu gelas penuh itu tandas di minum olehnya.


Merasa ketagihan akibat perlakuan si wanita malam yang membuatnya frustasi, Tubuh Arya tertarik dengan minuman beralkohol itu sampai menagih untuk ingin kembali meminumnya.


Satu botol jenis absinth dengan kadar alkohol 90% sudah habis diminum oleh Arya. Saat ini dengan botol ke dua yang berjenis Vodka sudah ia leguk habis juga, dia benar-benar sudah mabuk dan kecanduan meminumnya.


Arya tidak henti meminum alkohol yang masih tersedia di atas meja.Kesadarannya pun sudah tidak dapat terkontrol, tubuhnya sudah melayang terbang, dan mata yang sudah memerah.

__ADS_1


__ADS_2