
1 Bulan Kemudian~
Sikap Arya seolah-olah berubah menjadi lebih perhatian dan hangat pada Dini. akhir-akhir ini, Penderitaan Dini seakan menghilang. Namun, terkadang Dini masih merasa sakit hati atas ucapan Arya yang sering kali melontarkan kata kasar padanya. Tapi, sekiranya dia menganggap Arya sudah mulai terbuka padanya.
Meskipun begitu, hubungan Valerie dan Arya tidak longgar. Bahkan mereka semakin dekat, hanya saja perlakuan Arya pada wanita saat ini terbagi menjadi dua.
Matahari pagi yang terbit di pagi hari, dengan sinar yang masuk dari celah jendela.membangunkan siapa saja seorang manusia yang tertidur saat malam hari.
Ada yang sudah terbangun dari sebelum fajar, dan ada juga yang bangun saat matahari terbit.
Salah satunya Dini. Dari sebelum fajar menyingsing, dia sudah terbangun untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang hamba yang beragama Islam.
Setelah itu, membersihkan rumah dari menyapu, mengepel, mencuci piring, mencuci pakaian, dan terkadang membuat sarapan tergantung pada ketentuan yang diberikan Arya.
Pagi-pagi hari sekali, berbeda dengan hari biasanya. Sudah terdengar suara bel yang berbunyi beberapa kali, membuat Dini yang sedang mengepel harus meninggalkan pekerjaannya demi membuka pintu untuk menerima tamu.
"Siapa??" Ujar Dini setengah menengok
"Aku! Apa Arya ada di dalam?" Tanya Valerie yang datang pagi-pagi dan menyerobot masuk
"Ternyata anda, Nona. Sepertinya tuan masih berada di kamarnya untuk bersiap." Jawab Dini sedikit tersenggat saat Valerie menyerobot masuk
"Baiklah. Aku akan pergi ke kamarnya! Eh,,,Aku lupa jika aku tidak tahu kamarnya di mana." Ucap Valerie terhenti
"Dari sini nona berjalan saja melalui tangga sebelah kanan.lalu, belok.dipertengahan tempat ada 2 koridor bersebelahan, anda belok ke sebelah kiri. di sana terdapat khusus kamar Tuan." Jelas Dini memberi instruksi
"Baiklah." Jawab singkat Valerie dengan angkuh
Dini mengernyitkan dahi karena bingung.
"Kenapa nona itu ingin menemui tuan di kamarnya? Apa seorang klien sering mengadakan pertemuan di kamar? sebenarnya siapa dia? akhir-akhir ini nona itu begitu dekat dengan, Tuan." Gumam Dini dengan tatapannya mengiringi Valerie yang sedang menaiki anak tangga
Kamar Arya~
"Arya?! Aku datang." Ujar Valerie yang tidak sopan langsung masuk begitu saja
"Valerie, Kau??!" Pungkas Arya terkejut sedang memasang dasi dengan berdiri di depan cermin
"Apa kau terkejut? maafkan aku sayang." Ucap Valerie semakin berjalan mendekati Arya dan sedang memegang tangannya
"Valerie! tolong jangan mendekat!" Stop Arya, menghempas tangan Valerie kasar
__ADS_1
Arrghh...!!
Suara erangan Arya yang tengah kesakitan
"Arya, ada apa denganmu?" Tanya Valerie melepaskan pegangan tangannya, bingung melihat kondisi Arya
Arrrrghhh....
Arya semakin kesakitan.
"Menjauh dari ku! Menjauh...!!" Bentak Arya
"Arya? Apa yang terjadi?" Valerie tersentak. bukannya menjauh, Valerie semakin mendekat. Guna untuk membantu Arya yang sedang meringkuk kesakitan
"JANGAN MENDEKAT!! KAU MENJAUHH DARIKUU...!!" Teriak Arya
Valerie semakin kelabakan, Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Arya.
"Arya? Apa yang terjadi? kenapa tiba-tiba kau seperti ini." Ujar Valerie tidak bisa mengontrol diri dan malah semakin memegang tubuh Arya
"DINIII....!! Akhrrggg..." Teriak Arya yang sudah tidak karuan mengalami kesakitan, merosot ke bawah dan meringkuk di lantai. Bergelinjang kesakitan akibat tidak bisa mengontrol diri lagi
"Ini seperti suara, Tuan. Tuan?! A-apa yang terjadi dengan, tuan?" Ucap Dini terkejut dan berlari meninggalkan pekerjaannya yang sedang mencuci piring. Dengan sarkas berlari dengan cepat menuju kamar Arya
"Dini?! Din..." Arya berusaha bangkit. namun, kesusahan seperti orang yang lumpuh berusaha untuk berdiri meraih tangan Dini
"Tuan?! Tuan, apa yang terjadi?" Tanya Dini khawatir meletakkan tangan di pipi Arya
Keringat dingin membasahi seluruh tubuh termasuk pakaian Arya. Dini yang merasa iba, sedikit mengelap keringat di kening Arya.
Seperti orang yang kehausan dan baru mendapatkan air minum, Arya begitu rakus untuk meraih diri Dini, bertopang padanya.
"Bantu aku! Aku mohon bantu aku! Ini rasanya sakit sekali." Pungkas Arya berbicara lemah
"Apa yang bisa saya bantu, Tuan. Apa yang sakit? tolong jangan membuatku khawatir!" Ucap Dini yang sudah cemas bercampur aduk bingung, dan ketakutan melihat kondisi suaminya
"Tetaplah di sini! Hanya kau yang bisa menyembuhkan rasa sakit ini pada diriku." Ujar Arya masih lemah dan sesekali terdengar meringis
Arya menenggelamkan kepalanya di dada Dini. dengan menutup mata seperti orang tidur yang bertopang di dada, Tubuh gemetar dan panas dari tubuh Arya terhantar sampai dirasakan oleh Dini. Arya begitu menggenggam tangan Dini kuat-kuat, tangannya pun terlihat berminyak atau basah akibat keringat.
Dengan masih menenggelamkan kepalanya di dada Dini, terpancar dari wajahnya ia benar-benar sedang kesakitan sampai napasnya terengah-engah.
__ADS_1
Dilantai dengan posisi terduduk, disaksikan langsung oleh Valerie yang sedari tadi mencoba mencerna apa yang sedang dia lihat dengan ke dua insan yang salah satunya sedang membutuhkan pertolongan.
"A-apa ini? A-aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. Kenapa? apa yang menjadikan Arya seperti ini? Dia tadi membentak diriku." Ujar Valerie dengan berbicara kelabakan penuh tanda tanya dan penjelasan, bingung dengan kondisinya. sesekali mengusap rambutnya kasar
"Tuan, Apa yang menyebabkan tuan seperti ini? Apa tuan sudah merasa lebih tenang?" Tanya Dini dengan menarik tangannya dari genggaman Arya dan mencoba untuk mengangkat dirinya menjauh saat posisi Arya masih menenggelamkan kepala di dadanya. Karena tidak enak hati dengan Valerie yang menyaksikan mereka
"Jangan!! Jangan pergi! Aku mohon padamu." Perintah Arya menarik tangan Dini dengan kuat sampai Dini tertahan dan sedikit memeluknya
"Arya sudahi sandiwara mu ini! Dan kau wanita rendahan, kenapa kau mendekatinya? Kenapa kau ingin di pegang oleh atasanmu? Apa kau sebagai pelayan pantas untuk mendekati tuan mu, Hah?" Bentak Valerie
"No-nona, saat ini saya juga tidak tahu apa yang sedang terjadi pada, Tuan. se-setelah ini saya yakin tuan akan melepaskan saya." Ujar Dini gugup
"Kenapa harus menunggu saat Arya melepaskan mu. Kenapa kau tidak melepaskan nya sekarang? Apa kau mencoba menggoda dia dihadapan ku?" Bentak Valerie lagi
"Sa-saya akan melepaskannya." Ujar Dini menarik dirinya dari genggaman Arya. Namun, Arya terus menahan Dini tidak membiarkannya pergi. karena pada saat ini, Dini adalah sumber kekuatan dan kesembuhannya
Valerie semakin kacau saat Arya tidak membiarkan Dini pergi darinya. Ia semakin terancam tidak mengerti kondisi yang terjadi.
"Kenapa kau tidak melepaskan wanita ini? Jika kau membutuhkan bantuan, Aku bisa membantu dirimu Arya. Biarkan wanita ini tahu, jika aku adalah KEKASIHMU!!" Marah Valerie yang semakin tidak terkendalikan. Ia tidak sadar akan bicaranya, bahwa ia adalah sumber masalah yang terjadi pada Arya. semua berawal dari ketidaktahuan tentang masalah alergi aneh yang dialami Arya
Spontan Dini sangat terkejut kala mendengar kebenaran jika ternyata wanita yang ia herankan adalah kekasih Arya. Dini semakin tidak enak hati dengan posisinya saat ini, apalagi setelah mendengar pengakuan Valerie.
"Dan kau wanita bodoh! Apa kau tidak mendengar pengakuan ku tadi. Aku adalah kekasihnya Arya, dan aku lebih berhak dengan posisimu saat ini." Teriak keras Valerie lagi
"Jangan! Jangan dengarkan dia! Saat ini aku hanya membutuhkan dirimu. aku adalah tuan mu, sudah sepatutnya kau mendengar perintah ku. Bukan perintah orang lain." Pungkas Arya dengan lemah dan bergetar
"Arya cukup, sandiwara mu ini tidak lucu bagiku! Kau tidak perlu berpura-pura sakit seperti ini." Pungkas Valerie dengan masih bernada tinggi
"Nona, anda tidak tahu jika tuan benar-benar sedang kesakitan. Tuan tidak sedang berpura-pura." Jelas Dini, karena merasakan tubuh Arya yang gemetar hebat
"Tidak perlu berlagak sok pintar denganku. Kau tidak tahu dengan siapa kau berbicara. wanita ****** seperti dirimu, akan mengambil kesempatan seperti ini." Terus bentaknya
"Tu-tuan saya mohon lepaskan saya. Saya sudah tahu jika nona ini adalah kekasih, Tuan. Saya tidak enak hati jika kita ada dalam posisi seperti ini dihadapannya, Jika tuan membutuhkan bantuan, Tuan bisa memintanya pada nona. Dia adalah kekasih, Tuan." Pungkas Dini tertekan
"Dia tidak bisa membantu ku. hanya kau yang bisa membantu diriku saat ini. Aku mohon jangan pergi, ini pertama kalinya aku memohon pada orang.sebelumnya aku tidak pernah memohon seperti ini." Pungkas Arya keras kepala
"Dasar wanita licik! Sini kau, aku tidak akan membiarkan Arya terus dekat denganmu." Valerie turun tangan bertindak menarik-narik tangan Dini dengan kasar
Ada peristiwa tarik-menarik antar Valerie dan Arya memperebutkan Dini. Dini benar-benar dalam posisi tertekan, Dia hanya menahan sakit akibat tarikan Valerie yang sangat kasar padanya.
"Lepaskan Arya! Dia kekasih ku Wanita Bodoh!!" Teriak Valerie membentak karena sudah geram
__ADS_1
"JANGAN MEMBENTAK DIRINYA! DIA ADALAH ISTRIKU...!!!" Teriak membentak Arya membuka suara begitu menggema, sampai rahang nya mengeras dan urat nadi di leher terlihat
Cetaaarrrr....!! dug,,,dug,,,Duaaarrrr...!!