Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 78 - Pendekatan


__ADS_3

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya Tuan Darwin, Kakakmu. Beliau adalah salah satu orang baik yang saya temui. Adik perempuan pasti akan terpukul atas kepergian kakak laki-laki yang selalu melindunginya. Tak banyak saudara yang beruntung bisa memiliki saudara sepasang. Saya paham bagaimana rasa sakit ditinggalkan saudara untuk selamanya, Siapa yang menjadi teman main kita saat kecil jika bukan mereka, bukan? Semoga kau terus kuat untuk melanjutkan semua mimpi yang diinginkan kakakmu dan belum terlaksana." Ucap Zayn yang ikut berkabung


"Terima kasih... Aku tidak tahu lagi bagaimana perasaan semua orang atas kepergian kakak ku. Jika dia ada di hadapanku saat ini, Aku ingin mengatakan jika dia adalah orang gila! Dia sangat gila tidak memiliki akal untuk membunuh dirinya sendiri. Banyak sekali yang ingin ku katakan padanya seperti teman bercerita, Tapi sekarang dia sudah pergi dan kepada siapa aku mengadu. Hanya dia satu-satunya seorang kakak laki-laki yang bisa membuatku mengerti. Berbeda dengan Kak Arya, dia juga adalah kakak yang baik dan aku sangat menyayangi mereka, Tapi dia sudah memiliki keluarga dan fokus utamanya pada mereka, Aku tidak mungkin terus mengikutinya kemanapun untuk menjadi teman hidupku." Kata Luna


"Bahkan belum sempat kami bertemu dengan Kak Darwin. Kami terlalu sibuk pada dunia, dan melupakan pentingnya keluarga. Baru kemarin dia datang untuk pertama kalinya lagi ke Mansion, tapi setelah itu ia tidak akan mengunjunginya lagi. Hari itu bisa dikatakan adalah hari di mana kami terakhir bertemu dengannya." Ucap kesedihan Luna


Zayn meletakkan tangan kanannya di punggung Luna, mengusapnya lembut memberikan ketabahan.


"Aku mengerti perasaan mu. Tidak ada yang bisa menghindari kematian, jika ada manusia yang mencoba menghindari, hari itu akan tetap datang." Ucap Zayn memberikan pengertian pada Luna


"Tak sepatutnya aku terus menangis seperti ini. Terima Kasih atas pengertian mu, Tuan Zayn. Kau berkata seolah memahami betul bagaimana rasanya ditinggalkan seseorang. Itu membuatku merasa di hargai." Ujar Luna menghapus air matanya


"Saya memang tidak pernah mengalami ditinggalkan seseorang untuk selamanya dan bagaimana rasanya. Tapi dalam setiap kesedihan pada manusia itu pasti ada tidak harus selalu kehilangan seseorang. Dan setiap individu pasti memiliki rasa empati dan simpati termasuk sikap baik yang ada dalam diri manusia. Saya hanya memiliki penalaran itu." Jawab Zayn


Luna hanya mengangguk-angguk paham.


"Ingin pergi keluar? Seharian di rumah akan membuatmu bosan. Lagipula jangan terlarut dalam kesedihan yang akan membuat dirimu sakit. Berjalan-jalan di luar menghirup udara segar akan membuat pikiran dan tubuhmu lebih rileks."


"Aku tidak yakin akan hal itu."


"Meratapi orang yang sudah meninggal itu tidak baik. Jika memang kau ingin menangis silakan, tidak masalah. Tapi, jangan meratapi!" Ucap pengertian Zayn


"Kau adalah seorang dokter dan lebih tahu akan hal itu. Hidup mu penuh dengan ilmu edukasi kesehatan. Ayo, aku akan mengajak mu berjalan-jalan!" Ajak Zayn meraih tangan Luna dan menariknya pergi dari Mansion untuk pergi keluar agar bisa menghibur Luna


...***...

__ADS_1


Zayn mengajak Luna ke taman hamparan bunga. sembari menikmati es krim di waktu senja, dapat menjadi tempat terbaik untuk menghilangkan rasa sedih.



"Bagaimana, Kau suka tempat ini?" Tanya Zayn duduk berdua bersama Luna menikmati es krim dengan sekeliling wangi bunga yang menyerebak


"Udaranya sangat segar, pemandangan yang memanjakan mata dengan indahnya bunga yang berwarna-warni. Aku merasa lebih rileks." Jawab Luna


"Bunganya indah dan cantik, Bukan?" Tanya Zayn mengajak Luna berbincang.


"Iya, sangat indah dan juga cantik." Jawab Luna


"Bahkan bunga sekalipun tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan mu." Ujar Zayn tanpa sadar memandangi wajah Luna sangat lekat


Luna pun sontak melirik ke arah Zayn dan menunjukkan ekspresi keterkejutannya.


Zayn pun tersadar dan memalingkan wajahnya dari Luna. Ia menunduk malu dengan pipi yang memerah, tersenyum-senyum kaku.


"Agh,,, A-apa yang aku katakan. Kau mendengar sesuatu Dokter Luna?" Tersipu malu Zayn


"Agh, tidak, mungkin aku salah dengar saja." Ujar Luna menatap ke depan lagi melihat pemandangan bunga yang terombang-ambing angin sepoi-sepoi sambil menikmati es krimnya


Zayn tidak patah semangat, Ia terus mengajak Luna berbincang agar ia tidak merasa kesepian.


"Kau tahu? Banyak orang memilih es krim untuk ketenangan, menghilangkan rasa sedih, menenangkan rasa galau, dan juga mengembalikan kebahagiaan. Itu seperti yang sedang kita lakukan saat ini." Kata Zayn

__ADS_1


"Aku baru tahu itu. Tapi kenapa bisa?" Tanya Luna


"Seseorang boleh jadi berpikir jika ia akan terbiasa dengan rasa es krim ketika mengonsumsi lebih banyak es krim. Namun, kita terdorong untuk menyantap es krim yang lebih banyak, atau lebih manis untuk bisa mendapatkan efek yang diinginkan, yaitu menenangkan perasaan galau."


"Sebenarnya, tidak ada yang salah untuk menyantap es krim dan itu perlu dinikmati. Namun, beberapa ahli tidak menyarankan makanan tersebut sebagai salah satu strategi menyembuhkan kesedihan. Beberapa ahli menyarankan kita untuk bermain atau beraktivitas dengan giat untuk mengalihkan kesedihan, seperti olahraga, membuat kerajinan tangan, dan sebagainya."


"Itu yang menjadi alasan es krim terkenal sebagai makanan yang perlu kau santap saat sedang patah hati. Apa kau juga mengidam es krim saat sedang sedih, Dokter Luna?" Ujar Zayn memberikan penjelasan


Mendengar penjelasan Zayn, Luna sedikit tertawa.


"Kau tahu banyak mengenai es krim. Kenapa kau tidak menjadi penjual es krim saja? Jika es krim bisa menghilangkan kesedihan, orang yang bersedih tidak akan bersusah payah keluar dari kesedihannya yang hanya tinggal membeli es krim. Jika begini, es krim itu akan ajaib, dan penjual es krim seharusnya mendapatkan keuntungan yang mengalahkan para pembisnis. hhhh..." Ujar Luna sambil tertawa kecil


Zayn pun semakin terpesona melihat Luna tertawa seperti itu. Ia mengukir senyum tipis di bibirnya.


"Cantik. Kau sangat cantik ketika tertawa. Teruslah seperti ini dan jangan sampai memudar, maka kecantikan mu itu akan hilang." Ujar Zayn


Luna kembali tertegun dan senyumnya pun perlahan hilang. Ia menatap Zayn dengan lekat dan memberikan perasaan hangat jantung yang berdebar kencang.


"Sepertinya pemikiran keluarga Pratama itu berbeda. Mereka selalu berpikir kritis dan mengandalkan logika. Pada saat itu, Saya juga pernah mendengar pernyataan Tuan Arya yang membuat saya diam tidak mampu berkutik lagi seribu bahasa."


Luna pun kembali tertawa kecil.


"Agh, sepertinya ini sudah cukup bagiku menikmati suasana di sini dan sudah saatnya untuk pulang, Ini sudah sore." Ujar Luna beranjak berdiri


"Habiskan dulu es krim kita. Setelah itu, Saya akan mengantarkan mu pulang." Kata Zayn

__ADS_1


Kehadiran Zayn yang hadir membawanya pergi keluar untuk menghiburnya dapat sedikit menghilangkan goresan luka kesedihan akibat ditinggal pergi sang kakak. Luna menjadi lebih rileks dan kembali tertawa akibat pernyataan Zayn yang menurutnya konyol.


__ADS_2