Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 32 - Kembalilah Padaku!


__ADS_3

Seperti biasa Dini menjalankan rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga yang bermula dari mengurus pekerjaan rumah dan dibantu oleh ibunya, kendatipun demikian tidak luput dari tugasnya seorang ibu yang mengantarkan putranya menuju sekolah.


Mengantarkan Ansel ke sekolah adalah hal yang paling dia senangi dan membahagiakan karena akan membuatnya bertemu dengan putranya Arsen.


"Arsen apa kau masih marah pada ayah? Ayah tidak sadar sudah melahap makanan mu sampai habis. Itu hanya sebuah makanan, tapi kau sudah marah seperti orang yang kemasukan jin." Ketus Arya berbincang dengan Arsen yang diantarkan sekolah olehnya


"Mungkin ayah menganggapnya hanya makanan biasa. Tapi makanan yang dibuatkan ibunya Ansel sangat enak, dia pandai sekali memasak."


"Putranya saja sama halnya berkata demikian. Makanan yang dia buatkan memang telah menyihir semua orang." Gumam Arya


"Jika begitu minta ibunya Ansel untuk membuat Restaurant, dengan hal itu kita bisa makan di tempatnya setiap hari." Kata Arya


"Itu sedikit tidak mungkin. Ibunya Ansel sudah sangat sibuk karena harus bekerja sebagai dokter. Tidak ada waktu bagi dia untuk memasak dalam jumlah banyak, jika pun membagi resep masakannya pada orang lain, orang lain tidak akan mengikuti sampai rasanya tidak beda. Satu eksekusi akan terasa berbeda di tangan yang tidak sama." Ujar Arsen berdiskusi dengan dirinya sendiri


"Dia sudah cukup mengetahui tentang ibunya."


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di sekolah. Saat sampai sudah ada Gino, Ansel dan juga ibunya yang baru datang juga.


Banyak sekali kesempatan yang datang menghampiri Arya untuk selalu berada dekat Dini.


Setelah Arsen datang seperti biasa dalam waktu yang tidak lama Dini berbincang dengan Arsen yang selalu memberinya kotak bekal makan.


Dia sendiri tidak tahu jika ada seseorang yang mengintai dari belakangnya. Setelah mereka masuk menuju kelas, Dini tersenyum bahagia mengantar kepergian mereka.


Dan saat akan berbalik ke belakang, dia dikejutkan oleh sosok seorang pria yang sudah menunggu dengan menyilangkan kedua tangan di depan dada.

__ADS_1


Arya pun mengangkat satu alisnya sebagai tanda penyambutan untuk Dini yang terkejut.


"Kau mengantarkan Ansel ke sekolahnya juga?" Pungkas Arya berkata


Dini menunjukkan ekspresi wajah tidak sukanya. pria itu selalu ada di mana-mana yang seolah mengintainya kemanapun ia pergi.


Dini menghindar dari Arya dengan berlenggang melewatinya.


"Eitss... Setiap orang yang sudah berada di dekatku, dia tidak akan bisa pergi kemanapun lagi." Ujar Arya menarik Dini dengan tangan kekarnya


Lagi dan lagi Dini selalu terbelenggu dan terlihat lemah dihadapannya.


"Tak terhitung berapa banyak kita melakukan pertemuan yang tidak sengaja seperti ini. Tuhan saja sudah mendukung kita dari telah memberikan pertemuan kecil seperti ini." Ujar Arya menyeringai


"Aku melakukan semua itu agar kau bisa kembali padaku."


"Untuk apa aku kembali padamu. Agar kau bisa menyiksaku lagi. Apa selama ini tidak cukup siksaan yang kau berikan padaku sehingga tidak ada wanita yang bisa kau siksa selain diriku agar kekejaman yang melekat dalam diri mu itu tidak padam sehingga kau terus membuat kekerasan pada seorang wanita." Sentak Dini menatap Arya dengan kebencian


"Dan sekarang aku yang bertanya. Apa yang salah dengan kejadian kemarin? Hal itu bukanlah sebuah pemerkosaan yang ku lakukan padamu. Aku masih berhak karena kau adalah istriku."


"Pikiranmu sangat dangkal. Orang lain selalu menganggap mu sebagai orang hebat, tapi kau sangat bodoh. Kita bukanlah sepasang suami istri lagi, kita memang sempat menikah dan setelah itu kita sudah bercerai. Tidak ada hubungan apapun antara kita!" Ujar Dini meluapkan kekesalannya


"Dan harus kau tahu tidak ada sebuah kesepakatan perpisahan yang kita runding kan dengan pengadilan. Aku sama sekali tidak menandatangani surat perceraian itu." Ucap Arya


"Aku sudah pergi dari batas talak 2 tahun. Itu artinya kita sudah resmi bercerai karena tidak ada hak dan kewajiban yang dilakukan." Balas Dini menentang

__ADS_1


"Solusi ketika salah satu pihak tidak ingin bercerai adalah dengan tetap mengajukan gugatan cerai pada pengadilan. Tetap mengajukan perceraian ke pengadilan yang berwenang adalah hak anda sebagai istri, apabila suami tidak sepakat hal tersebut nantinya dapat dirundingkan di pengadilan. Tapi apa, Kau malah pergi begitu saja tanpa mengurus perceraian kita lebih dulu."


Lalu, menambahkan


"Sesuai undang-undang ketentuan Pasal 39 ayat 1, bahwa perceraian hanya bisa dilakukan melalui proses sidang di pengadilan." Ucap Arya yang memperdebatkan status hubungan mereka dengan menyertakan bukti


"Apapun alasanmu, status kita tetap bercerai." Keras kepala Dini


"Di dalam hukum yang berlaku di Indonesia yang mengatur tentang pernikahan, tidak diatur dan tidak dikenal pengertian talak di bawah tangan. Pengertian talak menurut Pasal 117 KHI adalah ikrar suami di hadapan sidang Pengadilan Agama yang menjadi salah satu sebab putusnya pernikahan. Dengan demikian, talak menurut hukum adalah ikrar suami yang diucapkan di depan sidang pengadilan agama. Sedangkan apabila talak dilakukan atau diucapkan di luar pengadilan, maka perceraian sah secara hukum agama saja, tetapi belum sah secara hukum negara karena belum dilakukan di depan sidang pengadilan agama. Dan itu sebabnya status mu masih sah sebagai istriku." Ujar Arya terus meyakinkan


"Baiklah. Jika itu yang masih menjadi permasalahan mu, Aku akan mengurus surat perceraian kita. Kita akan melakukan persidangan dihadapan pengadilan seperti yang kau inginkan." Ketus Dini


"Aku tidak sedang bermain-main dalam hal ini. Aku tidak menyangka kau bersih keras ingin bercerai dariku."


"Apa yang perlu dipertahankan? Aku dengan mudah mengajukan penceraian yang beralasan atas suami merendahkan istri dalam bentuk memukul, melaknat dan mencela istri, sekalipun tidak dilakukan berulang-ulang. Apalagi jika kau melakukan kekerasan dalam rumah tangga tanpa ada sebab yang mengharuskannya melakukan hal itu." Ucap Dini


"Coba pikirkan mengenai Arsen. Dia adalah anakmu yang sudah menunggu ibunya sejak lama. Dia adalah korban keegoisan kita, aku tahu akan hal itu, ini semua memang terjadi karena ulah ku. Tapi kembalilah padaku demi Arsen!"


Bukan tidak ingin dia kembali pada Arya dan berkumpul bersama anaknya Arsen. Dan sejujurnya pun ia mencintai Arya, Namun la masih belum bisa melupakan penderitaannya di masa lalu. la sedang mengubur perasaannya dalam-dalam pada Arya untuk menjauh darinya agar tidak terjun pada lubang yang sama. Ada yang mengatakan Tidak boleh mencintai seseorang kedua kalinya pada orang yang sama. Kesempatan kedua untuk Arya kembali padanya, tertutup rapat!


Pertikaian mereka di depan gerbang sekolah tidak lepas dari jangkauan Arsen yang sama sekali belum sampai di kelas bersama teman-temannya.


la sesekali melirik ke arah belakang yang masih terdapat Ayahnya dan juga Dini yang terlihat terjadi pertikaian.


"Apa yang sedang dilakukan ayah dengan ibunya Ansel? Mereka terlihat akrab dan seperti sedang bertengkar. Apa mereka saling mengena?" Batin Arsen kebingungan melihat interaksi mereka

__ADS_1


__ADS_2