Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
166. Jangan Ganggu Aku


__ADS_3

"Arya, Kenapa kau menerima tawaran kerja sama dengannya?" Tanya Valerie setelah kepergiannya


"Apa yang salah? Tuan Richo memiliki perusahaan yang baik dan sukses di bidangnya. Kenapa aku harus menolak kerja sama ini."


"Kau sudah memiliki banyak klien yang bergabung dengan perusahaan mu. Sekarang kau menerima tawaran dia untuk bekerja sama, maksudku di luar sana masih banyak perusahaan yang ingin bergabung, kau bisa memilih klien itu tapi bukan dia!" Jelasnya


"Perusahaan Tuan Richo memiliki latar belakang yang baik. performa perusahaannya pun dapat diyakini bisa diajak untuk kerja sama."


Valerie terus saja menyanggal.


"Aku mohon dengarkan aku sekali ini saja. Pria itu tidak sebaik yang kau lihat, dia akan menghancurkan perusahaan mu nanti jika kau masih mempertahankan kerja sama ini."


"Semua keputusan ada padaku. orang lain tidak berhak ikut campur dalam keputusan yang ku ambil." Kata Arya


Arya melanjutkan perkataannya,


"Kau berbicara seolah kau sudah mengenalnya lama. Jangan menilai orang yang baru saja kau temui dari penampilannya, mungkin kau belum mengenalnya saja dan selalu berpikir negatif terhadap seseorang sampai kau egois seperti ini."


"Tck,,, Kau sangat keras kepala sekali." Kesal Valerie pergi meninggalkan Arya


Di kamar~


"Arrghh... Dia, Dia sangat dekat dengan Arya. Bagaimana jika dia mengatakan sesuatu yang mengancam hidupku. Aku tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi." Khawatir Valerie dalam kamar yang frustasi memikirkan masa lalunya kembali


"Kenapa dia masih ada di dunia ini. Jika saja dia tidak menunjukkan diri, hidupku akan tenang, dan kenapa dia mendekati Arya apakah ini termasuk rencana dari tujuannya?" Geramnya panik berkelintaran


"Ada apa dengan kak Valerie? Dia seperti khawatir seperti itu. Siapa orang yang dia maksud?" Bicara dalam hati Luna yang tak sengaja lewat kamar Arya dan sedang melihat ia kelimpungan


Drrrttt...drtt...

__ADS_1


Saat sedang frustasi, Handphone Valerie berbunyi. Seseorang melakukan panggilan dengannya, di sana tercantum nomor yang tidak di kenal.


"Halo! Siapa?" Tanyanya mengangkat telepon


"Ini aku Richo! Aku menelepon mu karena nomor mu yang kemarin memblokir nomor ku. Kenapa kau lakukan ini padaku?" Ujarnya


"Aku tidak tahu siapa kau dan tidak memiliki hubungan denganmu." Sarkasnya terdengar


"Hhh... Bagaimana kau tidak mengenalku padahal baru 5 menit yang lalu kita baru saja bertemu."


"Cukup omong kosong mu. Sekarang Katakan apa saja yang kau katakan pada Arya?"


"Kau ingin tahu?"


"Tck,,, Jika kau tidak berbicara, Aku akan tutup telepon ini." Kesalnya ingin bertanya bukan karena ingin bermain-main


"Baiklah, ibu dari anakku. Aku dan suamimu itu tidak membicarakan apapun terhadap mu. Hanya saja dia bertanya dan tidak mungkin aku menjawabnya bohong."


"Sepertinya aku akan melakukan itu. Jika kau tidak menceraikan dia dengan segera dan kembali padaku."


"Aku akan membayar berapapun yang kau inginkan asalkan kau tidak menggangu ku."


"Valerie ku sayang, ini bukan masalah uang. Hanya uang saja saat ini aku memilikinya, tapi aku menginginkan mu yang sedang mengandung anakku."


"Sudah berapa kali aku mengulang kata ini jika dia bukan anakmu." Geramnya


"Sekuat apapun kau ingin menjelaskan, aku tetap tidak percaya, dan akan mengambil anakku dari tanganmu. kau sudah berani menjauhkan seorang ayah dari anaknya."


"K-Kau..." Terhenti

__ADS_1


"Kak Valerie, Kau sedang menelepon dengan siapa?" Bicara seseorang datang menghentikan pembicaraan Valerie di telepon yakni Luna


Sontak Valerie yang tengah sibuk menerima telepon terkejut melihat Luna berada dibelakang dan bertanya padanya.


"L-lu-luna..." Katanya terbata dengan wajah gelisah nya


"Untuk apa anak tengil ini masuk ke dalam kamarku. Apa dia mendengar pembicaraan ku di telepon?" Khawatirnya


"Ada apa, Kak? Kenapa kakak berkeringat?" Tanya Luna


"Agh... Ti-tidak... mungkin temperatur ac di sini dinyalakan kecil sehingga aku kegerahan." Jawabnya terbata sambil diam-diam menutup telepon yang masih tersambung


"Aneh. Tapi, aku merasa kedinginan di sini." Kata Luna


"Ada apa? Kau membutuhkan aku?" Tanya Valerie


"Tidak ada kak, Aku hanya khawatir melihat kakak yang terlihat cemas tadi. Bahkan aku melihat kakak sedang mengungkapkan kekesalan. Apa kakak memiliki masalah?" Ucapnya


"Agh... itu bukan apa, Dan kau sendiri tidak mendengar perkataan ku tadi?" Tanya Valerie memastikan


"Tidak, kak. Jaraknya sangat jauh karena kamar ini yang luas jadi aku tidak mendengar jelas apa yang kakak kesalkan." Jawabnya


"Syukurlah anak kecil ini tidak mendengar pembicaraan ku. Jika saja dia mendengar, bisa saja hidupku terancam hari ini." Gumam Valerie bernapas lega


"Kakak tidak ingin bercerita tentang masalah Kakak? Mungkin saja aku bisa membantu kakak keluar dalam masalah yang sedang dihadapi." Ujar Luna


"Tidak, Luna, Ini permasalahan orang dewasa. di usiamu kau belum pantas untuk tahu." Katanya


"Oh, Baiklah. Aku hanya takut terjadi sesuatu pada kakak tadi."

__ADS_1


"Hmm... Aku baik-baik saja. Terima Kasih sudah peduli denganku." Jawabnya


Dari sana Luna pergi begitu saja setelah ia mengkhawatirkan Valerie namun, ternyata ia baik-baik saja. Valerie cukup kesal dengan kedatangan Luna yang tiba-tiba menghentikan pembicaraannya dalam telepon itu.


__ADS_2