Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
81. Aku Kembali


__ADS_3

3 Bulan kemudian~


Sosok Wanita dengan paras cantik dan juga tinggi keluar dari mobil mewah yang terparkir di depan perusahaan Pratama Group.


Dia berlenggang masuk menuju perusahan dengan berlenggak-lenggok. Wanita itu berjalan mantap, sekaligus Rambut yang terurai panjang bergelombang berwarna hitam terkibas oleh angin.


Sepasang mata menatap kagum dan terpaku saat wanita itu berada dalam lobby dan menuju resepsionis.


Dengan mantap membuka kaca matanya yang terpasang, memberikan kesan mata yang indah dipandang oleh semua orang. Bulu matanya lentik, dengan warna eye shadow coklat muda perpaduan dengan glitter tidak terlalu mencolok.


Kulit putih, bibir merah, dan wajah simetris menggunakan make up flawless.


Apakah aku bisa bertemu dengan Arya." Ujarnya dengan nada berkelas sambil membuka kaca mata dengan berdamage


Bukannya menjawab, resepsionis itu malah terpaku menatap wanita di hadapannya.


"Hello, apa kau baik-baik saja?" Ucap wanita itu mendadahkan tangannya di depan mata resepsionis itu


"Ah,,,iya Nona. Cantik sekali..., Eh maksud saya apakah anda sudah memiliki janji untuk bertemu dengan Presdir?" Ucapnya tidak tahu


"Tidak, aku mendadak datang untuk memberikan kejutan."


"Dengan berat hati, Nona. Anda tidak bisa bertemu dengan presdir, karena tidak memiliki janji lebih dulu. Silahkan membuat janji dengan Presdir agar anda dapat menemuinya."


"Itu seharusnya tidak perlu. Aku kekasih nya yang datang jauh dari Amerika untuk bertemu dengannya setelah sekian lama."


Hahh...


Resepsionis itu tercengang, terkejut, terpental, dan terguncang mendengar pernyataan lawan bicaranya


"A-anda...Kekasih dari Presdir kami?"


"Iya, tidak perlu terkejut seperti itu." Ujar wanita itu tersenyum


"Maafkan saya, Nona. Tolong hukum saya, tapi jangan beri tahu Presdir jika saya tidak membiarkan Anda masuk. Silahkan masuk saja, Nona.seharusnya anda langsung masuk saja tanpa perlu mendatangi resepsionis." Ujarnya bersalah


"Baiklah..." Ujarnya baik hati keluar dari sifatnya yang asli tanpa memarahi untuk memberikan kesan baik di mata orang


Dia berlenggang kembali bak model menuju lift untuk menaiki lantai 50 tempat ruangan Arya berada.


"Siapa dia?" Tanya karyawan


"D-dia adalah kekasihnya Presdir Arya yang baru kembali dari Amerika."

__ADS_1


"Apaaaa?!" Sama tercengang, terjungkal, terkejut, tersentak dan terpental


"Presdir Arya memiliki kekasih?" Pungkasnya lagi spontan terkejut membuka mulut lebar-lebar


"Iya, sama halnya denganmu aku baru mengetahui jika Presdir Arya memiliki kekasih yang cantik, tinggi, putih bak model itu."


"A-aku tidak bisa percaya kenyataan ini. Jadi, selama ini Presdir Arya diam-diam menyembunyikan hubungan percintaannya."


*


*


*


Tepat sudah di lantai 50


"Sudah banyak sekali perubahan di perusahaan ini setelah terakhir aku menyamar menjadi driver makanan untuk menemui Arya di perusahaannya.mungkin tempat ruangannya sudah berbeda." Ujarnya menelisik


Tepat di sana Dini berlenggang dengan arah berlawanan untuk menuruni lift menuju kantin Kembali.


"Tunggu...!!" Panggilnya


"Iya, Ada yang bisa saya bantu." Jawab Dini ramah


"Sepertinya Nona ini adalah klien dari Tuan Arya." Gumam Dini


"Iya, Nona. Mari saya antarkan." Ujar Dini berbalik melangkahkan kembali ke ruangan Arya


Sampai di depan pintu ruangan Arya


"Oh,,,ternyata ruangan Arya masih berada di sini. Aku pikir dia sudah berpindah tempat."


Ada sedikit kekeliruan dalam benak Dini. Dia bingung terhadap wanita yang ada dihadapannya saat ini.


Sebelum masuk, Dini mengetuk pintu terlebih dahulu. Setelah mendengar gema jawaban Arya untuknya masuk, Dia baru membuka pintu dan masuk ke dalam.


"Masuk...!!!" Jawab Gemanya sampai terdengar keluar yang sedang fokus duduk di singgasananya memainkan laptopnya


"Tuan, ada yang ingin bertemu dengan anda." Ucap Dini setengah badan di depan pintu


"Bawa dia masuk!" Jawab Arya


"Nona, Silahk-" Belum saja menyelesaikan bicaranya, wanita itu sudah menerobos masuk

__ADS_1


"Arya, Aku kembali...!" Ujar wanita itu dengan senyum cerianya


"Valerie...??" Tegun Arya terkejut, tercengang, dan terperanjat berdiri dari duduknya


Ya, Wanita itu adalah Valerie. Yang tidak lain tidak bukan merupakan kekasih Arya namun, sempat mengakhiri hubungan mereka secara sepihak oleh Valerie yang mengatakan ingin fokus mengejar impian karir menjadi model di luar negeri. Dan hari ini dengan secara tiba-tiba dan sudah pergi hampir 1 tahun, dia berdiri dengan tersenyum memperlihatkan gigi rapi dan putihnya kepada Arya. Dan bisa dikatakan Seharusnya Valerie adalah mantan kekasih Arya.


Siapa yang menyangka, Arya benar-benar terkejut melihat sosok wanita yang ia cintai dan sempat pergi ada dihadapannya saat ini.


"Suprise...! Aku sudah menduga kau akan terkejut melihat kedatanganku seperti ini." Ujar Valeri menghampiri Arya


"Kau benar-benar! Kau benar Valerie?" Ucap Arya tanpa ekspresi yang tidak mudah dimengerti


Dini menyaksikan tontonan itu tepat menggunakan kedua matanya. Dia benar-benar tidak mengerti dengan situasi kondisi di sana.


Valerie menghampiri Arya lebih dekat untuk seperti biasa melepaskan kerinduan dengan ingin memeluknya.


"Aku rindu padamu?" Bisik Valerie tepat di telinga Arya saat memeluknya


Dini benar-benar melihat pemandangan itu dengan jelas, Di mana antara pria dan wanita yang tidak dia kenal sedang memeluk suaminya yang tidak mengakuinya sebagai istri.


Dengan berat Dini memutarkan badannya untuk meninggalkan ruangan itu.


Arya sudah berkeringat dingin saat kulitnya saling bertemu dengan kulit Valerie yang memeluk dirinya.


Sejak dari tadi ia menahan kesakitan dengan mengontrol gemetar yang berlebih agar Valerie tidak curiga.


"Tunggu!! Kau tetaplah di sini!" Teriak Arya pada Dini, Sampai Dini menghentikan langkahnya


Valerie yang belum mengerti Arya berbicara pada siapa, melepaskan pelukannya dan menatap Arya dengan lekat.


"Kepada siapa kau berbicara, Arya?" Tanya Valerie menginterogasi


Arya berhamburan dengan cepat pergi mendekati Dini dengan kesakitan nya yang masih bergemetar hebat menahan sakit di kepala dan sekujur tubuhnya.


Dia dengan tanpa berpikir apapun, Langsung memegang tangan Dini dan sangat memegangi tangannya kuat sampai terhantar ke gemetaran Arya pada sekujur Tubuh Dini.


"Aku ingin kau tetap ada di sini!" Bisik Arya pada Dini tanpa terdengar oleh Valerie


Valerie benar-benar bingung dengan pemandangan Arya memegang tangan yang ia anggap pegawainya erat seperti itu dihadapannya.


"Dia adalah pegawai mu! Kenapa kau memegang tangannya seperti itu dihadapan ku?" Pungkas Valerie kecewa dengan mengernyitkan dahinya


"Apa yang terjadi dengan Tuan? kenapa tubuhnya bergetar hebat seperti ini dan nona ini, Siapa dia?" Gumam Dini bingung dengan lekat memandangi tangannya yang sedang digenggam erat oleh Arya. Dini juga menatap Arya dengan terlihat setiap butiran keringat di keningnya dengan dada yang kembang kempis dengan cepat, seolah ia kelelahan setelah selesai berolahraga

__ADS_1


__ADS_2