
Dini tidak bisa membiarkan hal ini larut terus terjadi, jika mereka tidak melawan, satu persatu dari mereka akan mati. Dini yang geram akan hal itu, sedari tadi menyimpan amarah hingga ikatan tambang yang kuat mengikatnya sampai bisa terputus. Saat itu juga Dini bangkit dan menyerang Lucas dengan memukulinya keras beberapa kali.
Ia hanya ingin membalas kejahatan pria tak berhati yang sudah membunuh kakak dan adik iparnya, saat melihat berita pesawat yang ditumpangi mereka jatuh nyata di depan mata. Lebih jahat mana Keluarga Pratama dengan Keluarga Antonio, satu balas dendam karena anak buah dibunuh dan sang istri sakit jiwa, atau keluarga yang kehilangan anggota keluarga secara mengenaskan akibat pembunuhan tragis itu sendiri?
"DASAR PEMBUNUH! KAU MEMBUNUH KAKAK KU! KAU SUDAH MENGANGGAP DIA SEBAGAI PUTRAMU TAPI KENAPA KAU MEMBUNUHNYA. KAU SENDIRI TAHU HANYA DIA YANG BISA MENYEMBUHKAN ISTRIMU... Tapi kenapa..." Hardik Dini memukul-mukul Pak Antonio dan Lucas
Lucas dan Antonio hanya tertawa bahagia.
"Kak Zayn! Luna!" Histeris Dini langsung terduduk dilantai yang basah
Arya yang hanya bisa mendengar samar berita itu. Setelah tahu, ikut menangis dalam hatinya saat adik perempuannya juga meninggal. Tangannya mengepal ingin sekali membunuh dua pria itu juga.
Namun, Dini yang tengah menangis meratapi kepergian sang kakak itu terhenti saat tangan kekar melingkar di lehernya.
"Apa kau bahagia melihat keluargamu yang lain dalam bentuk hancur lebur?" Tanya Lucas sambil menampilkan senyum devilnya
"Gila! Kau seorang pembunuh! Kenapa kau membunuh keluargaku, kenapa?!" Teriaknya sambil terisak yang menggebu di wajah Lucas
"Ini adalah balasan mu, karena sudah berani membaantu menyembuhkan Amnesia Zayn. Sudah payah sejak kecil aku dan Tuan membuatnya hilang ingatan, namun dengan mudah kau menghancurkan mental nyonya kami." Bisik Lucas dengan menekan setiap ucapannya, matanya memerah menahan amarah. Tak tahan dengan api amarahnya, Lucas langsung mencekik leher wanita tersebut.
Akkhh!
Ringis Dini yang dicekik oleh Lucas.
"Arya Pratama dan Dini Syahera, Aku akan membuat kalian membayar semua penderitaan dan rasa sakit yang diterima oleh istriku." Desis Antonio di belakang Lucas, dan Lucas tanpa melepaskan cekikan yang ada di leher Dini seolah mewakilkan perasaan tuannya.
Arya terlihat menggeliat dan mengusik bisa melepaskan ikatan itu saat melihat istrinya di cekik.
"Apa? Kau ingin menolong istrimu yang sok pemberani itu? Kau sendiri lemah, tidak berguna untuk keluarga mu! Bagaimana caramu bisa menolong istri tersayang Hahaha..." Hardik Antonio sekali lagi menendang Arya yang membuatnya meringkuk kesakitan
"Apa salahku! Kenapa harus keluargaku, hah! Kenapa!" Geram Dini tak puas berusaha berteriak dengan suara tercekat, tapi Lucas yang mendengar hal itu malah tersenyum smirk, membuat Dini semakin takut dibuatnya tapi ia tidak ingin menyerah.
"Kau masih berani mencoba berteriak padaku? Apa kau tidak tahu malu menanyakan apa kesalahan mu sendiri, hum." Desis Lucas menatap tajam ke arah tawanannya
"Tidak ada kesalahan yang ku perbuat, baik suami atau keluargaku pada kalian! Jika kau masih bersikeras, Bunuh saja aku! Cepat!" Dini memberontak, tapi Lucas tak bergeming sedikit pun
Krekk!
Suara itu sangat renyah. Lucas mengilirkan tangan Dini.
__ADS_1
Arrghhh!
Dini menjerit. Dan Arya semakin memberontak ingin sekali membantu istrinya.
"Lucas, kau urus semuanya tanpa ada yang lolos sedikit pun. Ku rasa kau sudah sangat handal, tak sia-sia aku melatih mu. Kabari aku jika sudah selesai." Titah Antonio pada sang asisten
"Baik Tuan..." Ucap Lucas tegas dan segera bergerak dengan anak buahnya yang lain, untuk mengurus kekacauan tersebut.
Setelah memberi perintah pada sang asisten Lucas, Antonio pergi dari tempat itu. Ini saatnya Lucas berkuasa. Dari tadi ia sangat geram pada wanita yang terus melawannya, ingin sekali ia menerkam saat itu juga. Lucas segera menyeret Dini keluar secara paksa, ia tidak peduli pada wanita yang tengah menjerit sambil memberontak dan tengah hamil itu.
Pak Malik dan Pak Barma yang menjaga istri mereka tak bisa melihat putri mereka diseret paksa seperti itu. Mereka tengah berusaha melepas ikatan, Namun nihil Dini telah dibawa pergi entah kemana oleh Lucas.
"Lepaskan aku! Dasar iblis!" Teriak Dini yang terus diseret secara paksa, sembari Dini menggunakan satu tangan yang lain memukul-mukul genggaman Lucas
*
*
Lucas menyeret Dini dalam sebuah kamar. Kamar yang megah sebelas dua belas dengan kamar miliknya bersama Arya di rumah. Baru kali ini, ada penculikan namun pelaku menempatkan mereka di sebuah rumah mewah terletak di pulau.
Lucas membanting tubuh Dini hingga terbaring di ranjang yang selembut Awan. Untung saja ia terjatuh keras bukan ditempat yang keras sehingga kandungannya tidak masalah. Hanya merasakan terlalu banyak guncangan yang membuat perutnya kram.
"Sebelum kau mati di tanganku. Akan lebih baik jika kau melayani aku saat ini. Kau berjanji saat itu di mobil bahwa kau akan menuruti semua keinginanku setelah membawa mu pada suamimu, bukan?" Ucap Lucas menekan setiap ucapannya. Ia berjalan menghampiri Dini sembari membuka kancing kemejanya satu persatu.
Dini menggeleng-gelengkan kepala dan memundurkan dirinya hingga ujung ranjang.
"Kau tidak perlu berlaga polos di hadapanku, karena kau tak lebih seperti seorang wanita murahan di mataku." Ucap Lucas sambil mendekati Dini, berusaha menjamah tubuh wanita yang ada di hadapannya tersebut.
Lucas yang melihat butiran bening di pelupuk mata Dini, langsung tersenyum smirk, dan semakin mendekatkan dirinya pada wanita yang meringsut ke pojok ranjang.
"Apa yang akan kau lakukan! Cepat lepaskan aku! Aku tidak tahu apapun!" Bentak Dini yang berusaha untuk berontak dan mendorong tubuh kekar milik Lucas
Plakk!
Lucas menampar pipi mulus milik Dini dengan sangat kasar, hingga wanita itu meringis sambil memegangi pipi dan mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar.
Ahss!
Desis Dini sambil menatap tajam ke arah Lucas.
__ADS_1
"Kau tidak pantas menatapku seperti itu. Sebaiknya layani aku secepatnya." Geram Lucas pada Dini, yang berani menatap tajam ke arah dirinya sedari tadi.
Srekk! Srekk!
Lucas merobek pakaian atas milik Dini, membuat wanita ketakutan dan menyilangkan kedua tangannya, menutupi gunung himalaya yang hampir longsor di terjang topan yang baru saja tadi di negara tersebut memakan korban pesawat meledak.
"Hentikan! Aku mohon hentikan!" Teriak Dini histeris, ia tidak ingin lebih hancur lagi saat pria yang ada di hadapannya menghancurkan hidupnya. Ia tengah mengandung, bagaimana mungkin bisa ada seorang pria yang ingin melecehkan di kehamilan dan statusnya bersuami.
"Aku Lucas, Anak buah Antonio. Tidak akan pernah melepaskan mangsaku dengan mudah. Tidak ada melepaskan dalam kamus Antonio." Desis Lucas sambil terus menjamah tubuh Dini
Tanpa menunggu lama lagi, Lucas akhirnya dapat menjelajahi gunung himalaya indah tersebut tanpa hambatan, meskipun terkadang banyak rintangan, tetapi Lucas bisa menyingkirkannya dengan sangat mudah. Tak hanya gunung himalaya, tapi juga hutan belantara yang terdapat danau yang dalam, sedalam Palung Mariana.
*
*
Lucas yang bergerak cepat, sudah bercucur keringat kepuasan. Dengan tersenyum penuh kemenangan ia layangkan pada seorang wanita yang berada dalam kungkungannya.
Lucas menatap Dini dengan tatapan mengejek. Wanita itu hanya meringis kesakitan. Tak ada nikmat yang Dini rasakan, karena Lucas melakukannya dengan sangat kasar dan juga kekerasan, kemasukan setan menyiksa wanita hamil dan dilecehkan. Dini tak lagi memikirkan hidupnya yang sudah hancur, oleh pria yang merupakan seorang penjahat pembunuh kakaknya sendiri. Ia digilir kesana kemari pada pria lain yang bisa menikmati keindahan tubuhnya. Dia bukanlah wanita jal*ng!
Dini hanya ingin hal ini cepat berlalu dan ingin segera menyelesaikannya. Dini sungguh muak melihat wajah Lucas yang terlihat begitu menjijikan, bahkan pria itu sangat menikmati permainannya, sampai mengeluarkan suara yang membuat Dini benci pada tubuhnya sendiri.
"Kau sangat nikmat. Aku tak menyangka wanita hamil bisa lebih nikmat dari wanita biasanya." Ucap Lucas yang terus mengayunkan pinggulnya dengan cepat, sambil mengeluarkan suara yang terdengar sangat menjijikan di telinga Dini. Namun, mendengar hal itu, membuat Dini memalingkan wajahnya sambil menggigit bibir bawahnya.
Kini bukan hanya hati Dini yang hancur, tapi tubuhnya juga sudah ternodai oleh pria yang tak punya hati seperti Lucas. Tubuhnya sudah di jamah oleh pria lain selain Arya. Benar-benar sudah berdosanya ia pada suami yang telah ia khianati.
"Aku bersumpah pada diriku sendiri akan membalaskan rasa sakit ini padamu, Lucas. Aku bersumpah tidak akan ada lagi pria iblis seperti dirimu di dunia ini." Batin Dini sambil memejamkan matanya
"Maafkan Ibu nak, Kau harus ikut merasakan apa yang dialami ibu saat ini. Orang ini memang sangat jahat, kita akan membalasnys nanti. Maaf aku Arya, Aku seorang pengkhianat yang telah mengkhianati suamiku sendiri. Maafkan aku! Aku tidak akan bisa melihat seberapa marah dirimu melihat ku sudah berbuat dosa ini." Kata Dini dalam hatinya
Kini ia benar-benar merasa jijik dengan tubuhnya sendiri, cara Lucas yang kasar, membuat Dini merasakan sakit di seisi perutnya.
"Kau sangat sempit. Padahal kau sendiri sudah hamil dan tidak jarang. Apakah suamimu jarang memasuki harta karun ini. Dikehidupan berikutnya menikahlah denganku, akan ku buat dirimu setiap hari merasakan kenikmatan yang tiada tara. Aku pasti akan senang menyuntik mu setiap hari. Kau juga seorang dokter bukan, pasti kau handal dalam menyuntik. Hahaha..." Ucap Lucas yang kini mulai mengayunkan pinggulnya secara perlahan. Dapat dilihat dari raut wajah Lucas, yang sangat menikmati permainan itu.
"Sakit, tolong lepaskan aku! Aku mohon lepaskan!" Ringis Dini sambil terisak saat Lucas memulai dengan kasar kembali. Saat ini ia tidak berbohong, rasa sakit mengumpul dalam perutnya, ia sangat takut terjadi sesuatu pada janinnya.
Plakk! Plakk!
Lucas tidak kapoknya memukul pipi Dini, membuat Dini meringis sakit dan langsung diam karena ketakutan.
__ADS_1
"Jika kau masih banyak bicara, aku tidak akan segan melakukannya dengan lebih kasar daripada ini." Ucap Lucas memperingati tanpa menghentikan ayunannya
Lucas sudah sampai pada puncak titik kenikmatannya, dan mengeluarkan bisa ular cobra miliknya di dalam sana. Entah apa maksudnya ia mengeluarkan bisa itu dalam sarangnya, toh tidak akan berbuah karena sedang dibuahi.