Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
145. Aku Tahu!


__ADS_3

Dengan kondisi Darwin yang masih tidak memungkinkan, Dini mencoba untuk mencari kunci pintu di ruangan itu. Dari meja nakas, laci, lemari, meja, dan di manapun sampai bisa menemukan kunci itu.


Tergesa-gesa ia mencarinya sampai memberantakkan semua barang yang ada.


Di saat Dini sibuk mencari kunci. Saat itu juga Darwin mulai bangkit dengan berjalan sedikit terseok-seok menghampiri Dini.


Dini yang tidak sadar jika Darwin sudah bangkit, ia sibuk dengan menjajah laci untuk menemukan kunci itu.


Tanpa disangka dengan sekali menyerang, Darwin sudah memeluk Dini dari belakang.


"Dapat kau!!" Tangkap Darwin


Membuat Dini terhenyak ketakutan.


"Tolong lepaskan aku, Aku mohon padamu. Kau bukan sosok Darwin yang ku kenal lagi." Ucap Dini


Darwin tetap tak mendengar, ia membawa tubuh Dini dan mendorongnya ke atas ranjang sampai tersungkur di sana.


Brukk!


"Apa sebenarnya tujuanmu?"


"Kau sungguh tidak tahu?" Jawab Darwin berjalan mendekat


Dini menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"Semua ini berawal darimu, Kau yang memulainya lebih dulu, Kau juga yang sudah membuatku seperti ini. Kau sudah membangunkan singa yang sudah lama tertidur, Dan kau sendiri yang harus bertanggung jawab." Bentak Darwin


"Kenapa kau bisa hamil dengan pria itu, Hah? Bukankah kau sendiri tahu jika pria itu sangat jahat, tapi kenapa kau menikmati permainan yang dia berikan padamu sampai kau mengandung anaknya." Lanjutnya menghardik


Hiks...hiks...


Tubuh Dini sudah tidak ada rupa lagi untuk dilihat, dia sangat hancur dengan rambut acak-acakan.


"Aku tahu jika kau mencintaiku, Tuan. Tapi tidak dengan cara ini, kau hanya membuatku takut padamu." Ucap Dini sambil menangis


"Aku tidak peduli. Kakak ku saja tidak peduli padamu." Kata Darwin keras kepala


Ia malah menaiki ranjang tepat Dini berada.


Dengan mencekal kedua tangan Dini, ia menahan di bawah kungkungannya.


"Kau tidak bisa melakukan ini karena aku adalah kakak ipar mu. aku adalah istri kakakmu yang kini sedang mengandung anaknya. dia adalah keponakan mu, Tuan Darwin."


"Aku mohon padamu jangan lakukan ini. Adik ipar mana yang menggauli kakak iparnya sendiri bahkan tengah mengandung. Hiks...hiks..." Lanjut Dini


"Jangan mengelak, aku seperti ini karena mu." Jawab Darwin


Bersusah payah Dini menjaga dirinya sendiri kini harga diri dan martabatnya seorang wanita jatuh.

__ADS_1


"Cukup bicaramu! Jangan pernah untuk mengelabui ku lagi." Ucap Darwin memaksa Dini



Darwin kembali mengulang apa yang sempat tertunda tadi. Batin dan mentalnya tersiksa kala Darwin tidak ingin mengerti.



Hati, pikiran, dan matanya kini sudah dibutakan. Tak ada tempat berlindung dan meminta pertolongan selain ia berdoa pada Tuhan untuk menolong dirinya.


Brakk!!


Suara pintu keras di tendang dan terbuka sekali hentakkan.


Hal itu tidak menyurutkan Darwin untuk menghentikan aktivitasnya.


Seseorang menarik tubuh Darwin dari atas Dini sampai tertarik terbawa olehnya.


Bug! Bugh!


Pukulan tinju melayang ke arah wajahnya beberapa kali.


"Apa yang kau lakukan pada barang milikku, hah?"


"Apa kau ingin menjadi pahlawan kesiangan? Kau tidak pernah peduli padanya, lalu untuk apa datang menolongnya." Jawab Darwin


"Barang milikku sudah dicuri, Apa aku tidak boleh mencari untuk mendapatkannya kembali."


"Kau tidak apa-apa. Apa saja yang sudah dia lakukan padamu?" Tanya Arya


"D-dia,,,d-d-dia..." Dini tidak sanggup menjawab


"Aku mengerti. kau tidak perlu melanjutkannya. Karena kau sama saja dengan dia! jangan sentuh aku dengan tubuh kotormu itu." Ucap Arya di Kalimat akhir yang mendorong Dini sangat kasar dari pelukannya sampai Dini sendiri terhenyak


"Kau lihat suamimu yang selalu kau sebut namanya dan kau bela itu. Apa kau tidak pernah melihatnya atau mencoba mengerti jika dia pria yang tidak memiliki hati." Sela Darwin berkata


Dari sana Dini mulai sadar bahkan jauh-jauh hari sebelumnya yang berlalu ia sudah sadar. Namun, sekuat apapun ia menjelaskan semua orang tidak akan mengerti apa yang dia alami dan ia tidak bisa keluar dari ke terbelengguan nya itu.


Dan setelah ini, ia sudah mengerti apa yang akan dilakukan Arya selanjutnya.


"Sekarang aku menyesal!" Jawab Dini


"Kau menyesal, maka aku lebih menyesal harus terikat hubungan dengan mu." Lontar Arya menanggapi


"Sekarang aku tahu hubungan kalian dibelakang ku. Jika kau ingin hidup dan bertahan hidup dengan baik di dunia ini. Aku memberi pilihan padamu, Sekarang juga kau putuskan untuk memilih aku atau dia." Tunjuk Arya pada Darwin


Seseorang akan berat jika dihadapkan dengan dua pilihan. Namun, berbeda dengan Dini yang akan lebih mudah menentukannya.


"Jika aku bisa memilih, Bisakah aku tidak memilih diantara kalian berdua. Aku akan memilih diriku sendiri untuk kehidupan bebas di luar sana." Jawab Dini

__ADS_1


"Aku lelah hidup bersama denganmu, Tuan. Aku tahu kau memiliki kekuatan yang tak sepadan denganku, kau adalah manusia yang hebat. Aku tidak mampu menandingi dirimu yang selalu menghina dan menyiksaku dengan kekerasan." Keluh kesah Dini yang diluapkan saat itu


"Daripada aku memberimu kebebasan di luaran sana. Lebih baik aku menarik pilihan itu, dan membawamu untuk tetap bersamaku." Ucap Arya menarik tangan Dini membawanya pergi


Namun, Dini menahan dirinya dan tidak sampai ikut tertarik.


"Kenapa kau tidak ingin melepaskan ku? Apa karena masa tahanan ku dalam penjara rumahmu belum selesai?" Tanya Dini dengan getir


"Kau salah menebak." Jawab Arya singkat


"Lalu, Apa jika bukan itu? Bukankah itu sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat dalam dirimu."


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi. karena aku tahu jika kau sedang mengandung anakku, Bukan?" Pengakuan Arya


Deg!


Dini tidak menyangka jika kabar yang ia sembunyikan rapat-rapat, kenapa bisa sampai diketahui oleh Arya.


"Aku tidak mungkin membiarkan anakku berkeliaran di luaran sana bersamamu. Aku tidak akan membiarkan kau membawa anakku pergi."


Dini hanya membeku tak mampu untuk menjelaskan.


"Dan kau Darwin, sadarkan dirimu dan cari wanita lajang yang bisa kau nikahi. Bukan mengganggu wanita yang sudah menjadi istri orang." Kecam Arya sebelum pergi


Arya memegang tangan Dini dan menariknya pergi dari sana.


Karena tempat itu berada di sebuah pulau. Arya datang untuk menolong Dini yang diculik menggunakan helikopter setelah titik tempat Dini berada ditemukan.


Setelah keluar dari pulau, Mereka sampai di Helipad yang merupakan tempat landasan bagi helikopternya mendarat. Dan segera pergi dengan mengendarai mobilnya.


"Kau sudah makan? Aku menanyakan itu karena jika kau tidak makan akan berpengaruh buruk pada bayiku." Tanya Arya dalam mobil dan melontarkan penjelasan agar Dini tidak terlalu percaya diri


"Iya, Sudah. Tuan Darwin tidak sekejam itu. dia memberikanku makan walaupun hatinya sudah dibutakan." Kata Dini


"Baguslah, Sekiranya aku tidak perlu memarkirkan mobilku ini ke sebuah restoran." Ujar Arya


Dini hanya diam mendengarkan Arya saja.


"Kenapa kau dan keluargaku menyembunyikan kehamilan ini? Apa sebagai ayahnya aku tidak pantas untuk tahu?" Tanya Arya dalam mobil


"Aku hanya tidak ingin jika bayiku berada dalam bahaya. Jika boleh mengutarakan isi hatiku, Tuan adalah orang terkejam di dunia ini. saat ini aku tidak peduli jika tuan ingin menamparku atau tidak saat aku menyebut kejam. Aku pikir jika aku sampai memberitahu tuan mengenai kehamilanku, Tuan akan memintaku untuk menggugurkan kandunganku. Aku tidak ingin melakukan itu." Jawab Dini


Arya menghela napas kasar dan lama.


"Dan buktinya sekarang aku tidak memintamu untuk menggugurkannya, Kan?" Ucap Arya


"Tapi tetap saja bayiku tidak aman. Di rumah ada orang yang lebih berbahaya darimu." Jawab Dini yang terus terang


"Jadi, Itu masalahnya. Baiklah, Aku mengerti."

__ADS_1


Karena merasa bersalah dan sikapnya selama ini seperti itu, ia tidak banyak berbicara lagi dan memilih diam tanpa merasa tersinggung kala Dini menyebutnya orang terkejam.


__ADS_2