Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 33 - Menemui Ibu


__ADS_3

"Hai Arsen! Kau mengenali diriku?" Ucap Seseorang menghampiri Arsen yang sedang menunggu supir menjemput


"Anda siapa? Aku tidak pernah melihat mu, Bibi." Balas Arsen


"Wajar saja kau tidak kenal, hehe... Tapi ibumu mengenali diriku, dulu saat ibumu masih bersama dengan ayahmu, Kami berteman dengan sangat baik." Jelasnya


"Bibi mengenali ibuku?" Antusias Arsen


"Tentu Saja. Kami saling berteman dulu."


"Lalu, Di mana dia sekarang? Apa bibi masih berteman dengannya sampai sekarang?"


"Tentu saja. Bahkan ibumu memberi pesan padaku ingin menemui dirimu sekarang. Setelah tahu kau anaknya bersekolah di sini, aku ingin mengantarkan mu padanya."


"Tapi tidak, Bisa saja kau berbohong. Ayahku sendiri tidak tahu keberadaan ibu di mana."


"Tapi aku tahu. Ibumu sengaja tidak ingin memberitahukan keberadaannya pada ayahmu karena takut akan satu hal. Aku yakin kau ingin bertemu dengan ibumu, kan? Ini adalah kesempatan akhirnya kau bisa menemui dia."


"Bagaimana ini? Aku ingin sekali menemui ibu, melihat bagaimana dia dan wajahnya. Tapi Pak Ari belum menjemput ku, Dan aku pergi tanpa berpamitan, bagaimana jika mereka mencari ku?" Batin Arsen


"Bagaimana Arsen, Apa kau ingin pergi bersamaku untuk menemui ibumu?" Tanya Wanita itu


"Aku memang sangat ingin bertemu dengan ibuku. Tetapi tidak ada keluarga yang mengetahui jika aku akan pergi menemui ibu."


"Kau tenang saja Arsen, setelah kau selesai bertemu dengan ibumu, Aku akan mengantarkan mu pulang. Aku sangat tahu di mana mansion mu." Ujarnya meyakinkan


"Mungkin memang ini saatnya aku bertemu dengan ibu. Aku tidak mungkin menunggu penjelasan ayah sampai dia sendiri membawaku pada ibu." Gumam Arsen demikian


"Baiklah. Aku akan ikut denganmu untuk bertemu ibuku." Jawab Arsen setuju


Saking ingin tahu bagaimana ibunya yang tidak pernah ia lihat sejak kecil, dan saat ada seorang yang datang mengatakan bahwa dia adalah teman ibunya yang sangat dekat. Arsen yang tanpa ada keluarga yang tahu, la menyetujui pergi bersama seorang wanita tidak dikenal yang ingin mempertemukan dia pada ibunya.


Sampai di suatu tempat.


"Ayo!" Ujar Wanita itu meminta Arsen untuk turun dari mobil karena telah sampai


Saat turun Arsen merautkan wajah kebingungan yang terukir jelas.


la menelisik tempat itu.


"Bibi, Kenapa kita berada di tempat ini? Bukankah ini penjara. Untuk apa kau membawaku ke sini?" Tanya Arsen


"Ini memang penjara. Dan ibumu ada di dalam, dia sudah menunggu mu di sana." Jawab wanita itu

__ADS_1


Arsen pun terhanyut dalam pikirannya. la tahu jika penjara adalah tempat penahanan bagi orang yang bertindak kejahatan. la pun menduga jika apa yang selalu dikatakan Devan yang membully nya adalah kebenaran jika ibunya memang seorang penjahat.


"Apa kau senang akan bertemu dengan ibumu setelah sekian lama?" Rangkul wanita itu membawa Arsen masuk


"Tentu saja. Ayah tidak pernah memberitahu bagaimana ibuku. Dan kau teman ibuku datang untuk mempertemukan ku dengannya. Ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan dia." Balas Arsen


"Ibumu pasti sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan putranya yang tidak pernah diberi izin untuk menemui mu."


"Maksud bibi?" Tanya Arsen heran


"Agh,,, lya. Apa kau tidak tahu jika ayahmu itu sangat jahat pada ibumu. Dia sendiri sudah mengusir ibumu dari mansion kalian dan mempenjarakan nya di sini dan melarang dia untuk hanya menggendong mu saja. itulah sebabnya mengapa dia tidak pernah bercerita mengenai ibumu karena mereka yang salah."


Wanita yang membawa Arsen membuat pernyataan yang tidak sebenarnya. Entah maksud dan perintah dari siapa ia bisa mengatakan hal itu.


"Apa lagi yang bibi tahu mengenai ibuku dan ayah?" Tanya Arsen


"Nanti ibumu yang akan memberitahukan segalanya padamu, Ya." Jawabnya


Setelah wanita itu membawa Arsen masuk ke dalam penjara dan ia bernegosiasi dengan polisi untuk melakukan kunjungan, polisi pun mengizinkan dan membawa mereka untuk menemui seseorang.


"Di mana ibuku?" Tanya Arsen


"Itu dia!" Tunjuk wanita itu pada seorang wanita yang sedang berada dalam tahanan


"Putraku..." Sambut seorang wanita itu


"I-ibu..." Getir Arsen menatap sosok wanita itu


Arsen berjalan perlahan menghampiri wanita yang sedang diperbolehkan untuk keluar dari sel.


"Iya. Aku ibumu..." Lirihnya


"Ibu..." Arsen langsung menerjang wanita itu dengan pelukan


Wanita yang dikenal siapa lagi dan tidak bukan melainkan Valerie itu yang dipertemukan dengan Arsen. la yang menjalani tahanan dalam penjara sedang memeluk Arsen seolah ia ibunya.


"Sudah beberapa tahun aku tidak pernah mengenal ibuku. Aku selalu menanyakan keberadaannya, tapi tak ada satupun yang bisa menjawab. Akhirnya aku bertemu dengan ibuku sendiri setelah lamanya tidak aku kenali siapa dia." Ujar Arsen. Anak kecil yang menjadi korban kebohongan orang dewasa semacam Valerie.


"Maafkan ibu, Bukan ibu yang menginginkan hal ini..." Ujar Valerie yang memasang wajah sedih


"Kenapa kau ada di sini? Apa itu karena kau benar-benar seorang penjahat seperti yang dikatakan orang lain padaku?" Tanya Arsen


"Bukan ibu yang jahat. Tapi ayah dan juga wanita itu." Jawab Valerie mulai merencanakan dramanya

__ADS_1


Selama di penjara Valerie tidaklah kehilangan informasi mengenai perjalanan hidup Arya dan keluarganya. Shasa yang merupakan seorang yang bekerja di perusahaan Arya menjadi office girl dulu dan ia sendiri di pecat bersamaan atas kejahatannya yang menjadi suruhan kejahatan Valerie. Namun, Shasa tidaklah merasa menyesal, ia masih berhubungan dengan Valerie yang menjadikannya kaki tangan kanannya.


Dari Shasa lah Valerie bisa mendapatkan informasi mengenai kehidupan Arya beserta anaknya yakni Arsen yang kini bersama dengannya dan menganggap dia sebagai ibunya. Dia pun tahu jika Dini sudah kembali ke Indonesia berkat informasi Shasa.


"Apa yang dilakukan ayah terhadap ibu sampai bisa ada di sini?" Tanya Arsen


"Ini semua karena wanita itu. Kau tahu jika ayahmu memiliki dua istri?"


"Tidak. Aku hanya berpikir setiap rumah tangga yang dibangun oleh orang dewasa hanya memiliki satu wanita dalam rumahnya." Jawab dewasa Arsen


"Namun, berbeda dengan ayahmu yang menikahi dua wanita. Dulu ibu dan ayah saling mencintai dan dia berjanji akan menikahi ibu, tapi dia mengkhianati ibu dan malah menikah dengan seorang wanita. Wanita itu menjadi ibu sebagai istri kedua, dan selama kami tinggal bersama, dia sangat jahat, pertama dia membuat ayahmu membenci ibu, dia juga sudah mencelakai kandungan ibu sampai ibu terjatuh dan kehilangan bayinya. Ayahmu juga yang sudah mempenjarakan ibu di sini akibat istri yang dia cintai pergi meninggalkannya, dan menyiksa ibu dengan pukulan. Maafkan ibu menceritakan kisah ini padamu yang masih kecil. Ibu tahu kau tidak akan mengerti diseusia mu ini." Pungkas Valerie menangis buaya


"Siapa wanita itu, Bu? Aku mengerti apa yang dikatakan oleh mu. Aku seorang anak kecil yang berbeda dari yang lain. Katakan saja semuanya." Kata Arsen


"Sepertinya anak ini sudah terhasut oleh perkataan ku. Ayo katakan sesuatu lagi yang meyakinkan pada anak ini Valerie! Hasut dia sampai balas dendam mu dilaksanakan olehnya." Batin Valerie licik


"Ibu memiliki fotonya. Akan ibu ambil..." Valerie bangkit dan masuk ke dalam sel penjara untuk mengambil barang yang ia simpan dalam tahanan


Lalu, ia kembali dan menunjukkan pada Arsen.


"Ini. ibu menyimpan fotonya karena ibu tidak bisa melupakan kejahatan yang dia lakukan. Siang dan malam ibu selalu mengingat kepedihan atas perlakuannya pada ibu." Jelas Valerie


Arsen melihat foto itu dengan mata telanjang. menampakkan seorang wanita yang ia sangat kenal, yang tidak lain dan tidak bukan adalah DINI! Foto tersebut ada benarnya, terdapat ayahnya yang berfoto bersama dan terlihat bahagia dalam potret. Hal itu pun mencuat perkataan Valerie adalah kebenaran dalam lubuk hati Arsen.


"Bukankah ini adalah ibunya Ansel. Ibunya memiliki hubungan dengan ayahku. itulah sebabnya apa yang ku lihat tadi pagi ayah bersama ibunya Ansel adalah kebenaran mereka saling mengenal dan merupakan rekan masa lalu." Batin Arsen


"Dia benar-benar jahat Arsen. dia sudah memisahkan kita berdua. Ibu juga memiliki luka yang tidak hilang akibat penyiksaan darinya. ini..." Valerie menggulung baju lengan dan menunjukkan bekas luka yang entah dari mana ia mendapatkannya. Karena kita tahu jika dia bukanlah korban, namun pelaku penyiksaan.


"Ibu ternyata sangat menderita." Pekik Arsen


"Ibu ucapkan terima kasih karena kau sudah memanggilku dengan ibu. Namun, kau harus tahu agar tidak ada yang ditutupi diantara kita. Sebenarnya aku bukanlah ibu yang mengandung dan melahirkan mu, tapi aku adalah ibu yang sangat menyayangi dirimu dan sudah ku anggap sebagai anakku sendiri." Ungkap Valerie bagian dari rencananya


"Lalu, siapa ibu kandungku?" Tanya Arsen terombang-ambing mencari sosok ibu sebenarnya


"Ibu kandung yang sudah melahirkan mu adalah wanita dalam foto yang kau pegang. Dia adalah istri pertama ayahmu dan wanita yang ku ceritakan." Ungkap Valerie


Cetarrr...


Arsen terhenyak. Jantungnya berdebar kencang kala mendapatkan pengakuan dari Valerie mengenai ibu kandungnya. Dia tidak bisa menerima, hancur sudah harapan berkeinginan untuk bertemu dengan ibunya setelah tahu jika Dini adalah ibunya. Dia marah, benci dan juga dendam.


"Ada alasan mengapa aku mengakui mu sebagai anakku. Karena dulu dia tidak ingin memiliki anak sampai mencoba untuk menggugurkan mu, namun keluarga kita menentang dan dia terpaksa melahirkan mu. Saat kau lahir, diam-diam dia pergi dari mansion dan membuang mu di tempat sampah, tapi aku tahu kejahatannya dan mengambil mu dari sana untuk ku rawat sendiri. Tapi ayahmu merebut mu kembali dan mempenjarakan ku di sini atas tuduhan penculikan anak, tahu kau diambil oleh ayahmu dan ada di mansion, mungkin ibumu merasa terganggu terhadap keberadaan mu yang membuatnya tidak bebas harus merawat mu siang dan malam. ibumu pun memutuskan untuk pergi dan meninggalkan mansion menelantarkan mu yang masih kecil." Ujar Valerie dengan hasutan imajinasinya


Keterobsesian Arsen terhadap ibu kandungnya yang ingin sekali ia temui berakhir dengan datangnya seorang wanita yang mengaku-ngaku ibu dan menghasut dirinya. Arsen yang tidak tahu menahu malah percaya begitu saja. Dengan semakin memunculkan tempramental kebencian yang memenuhi diri pada ibu kandungnya.

__ADS_1


__ADS_2