Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
50. Bereaksi Kembali


__ADS_3

Spontan semua orang yang ada disana menoleh ke arah sumber suara dan sebagian menghampiri menyangka terjadi sesuatu.


"Apa yang terjadi?" Tanya petugas keamanan yang menghampiri dan disaksikan banyak orang


"Tolong aku!! buat wanita ini pergi dan jangan mengusikku lagi, kalian sudah mengenalnya bukan.dia berusaha mencabuli ku lagi di toilet!" Ucap Arya dengan wajah meringis seolah untuk meyakinkan


Semua orang refleks melihat Dini, orang yang sudah mengenalinya langsung melontarkan kata pelacur dan ******.sedangkan orang yang belum mengetahui, mereka terbawa asumsi menjadi kenal dan tahu bagaimana rupa yang diberitakan.


Dini hanya melihat ke arah Arya dengan tatapan polos tidak menyangka.


"Itu kan wanita itu, bagaimana dia bisa ada bersama Tuan Arya lagi? Dasar wanita pelacur!"


"Oh ini wanita yang diberitakan itu.bagaimana dia bisa berkeliaran di sini?" Tanya orang membicarakan


"Tolong bantu aku melepaskan genggaman nya.dia mengancam jika aku berteriak, dia akan mencoba menyakitiku.dia seolah ingin pergi ke mall namun, ternyata dia membuntuti ku sampai di sini.lalu, saat aku pergi ke toilet aku tidak tahu jika dia sudah merencanakan hal ini sehingga dia memojokkan diriku.wanita ini sangat agresif...!" Ucap Arya membuat perhatian banyak dari semua orang


"Lihat saja tangannya menahan diriku!" Lanjut nya


Sudah direncanakan lebih awal, Arya membuat tangan Dini seolah seperti memegangnya.hal itu tidak Dini sadari sejak tadi, sehingga pada saat ia menoleh melihat tangannya yang bertumpu memegang tangan Arya langsung terperanjat dan segera melepaskan tangan Arya dengan menghempas kasar tangannya.


Semua orang sudah terbakar emosi percaya pada perkataan manis Arya, Dini berusaha mengelak dengan menggelengkan kepala.


"Tidak ini semua tidak benar!" Ucap Dini dengan suara tersengal

__ADS_1


"Tidak perlu bersembunyi di balik wajah polos dan memelas seperti itu di depan kami *******" Ucap pengunjung


"Sebaiknya kau pergi dari sini, sebelum kami menelpon polisi untuk menangkap mu." Ucap satu pengunjung lagi


"Apa kau seorang maniac S***! Tidak segan menyiksa lawan jenismu seperti ini walaupun sedang berada ditempat umum." Sarkas satu pengunjung lagi yang melontarkan suara


Sebelum pergi Dini menatap ke arah Arya penuh dengan kebencian, di saat itu pun Arya menyunggingkan bibir samar dan mengangkat satu alis menatap nya.seakan ingin mengatakan betapa hebat dirinya.


Dini pergi meninggalkan semua orang dengan kebencian, ia berlari menerobos orang yang mengerumuni nya.


"Kakak, apa kau baik-baik saja.wanita itu benar-benar tidak tahu diri." Tanya Luna mengkhawatirkan kakaknya dan percaya begitu saja


"Tidak apa! aku baik-baik saja." Ucap Arya masih memasang wajah ketakutan agar bisa menipu daya orang.sungguh hebat bukan aktingnya?


"Baiklah, kak.kita pulang saja ya?"


"Tapi kakak-?" Tanya Luna yang khawatir


"Aku baik-baik saja.kalian lanjutkan saja berbelanja."


"Baiklah, kak" Ucap Luna melanjutkan belanja mereka diikuti Vera dan Felisha


Selama 3 jam lebih mereka menghabiskan waktu di mall, dari berbelanja dan makan di sana.mereka menyudahi jalan-jalan mereka dan akan pulang.

__ADS_1


Begitu banyak barang yang mereka beli sampai berpuluhan tote bag mereka jinjing sampai kewalahan.


"Tuan Arya, terima kasih untuk hari ini.anda menemani kami untuk berbelanja.lebih tepatnya menemani adikmu!" Kekeh Felisha menjatuhkan semua barang belanjaannya dan memegang tangan Arya dengan berani


Dilanjutkan oleh Vera yang tidak ingin kalah sama-sama memegang tangan Arya salah satunya dengan berani.


Arya cukup bergetar menahan sesuatu.


"Ka-kalian, sudahi berterima kasih nya.kalian tidak bisa memegang kakakku begitu saja, lepaskan dia!" Ucap Luna menarik Felisha dan Vera


"Iya, karena senang kami sampai lupa." Ucap Vera melepaskan pegangannya


"Kami juga sangat berterima kasih padamu Luna.kau sahabat ku yang terbaik." Ucap Felisha


"Sebaiknya kita pulang saja, kalian pergi duluan untuk menyimpan barang-barang nya di bagasi mobil."


Vera dan Felisha menuruti perintah Luna.mereka terseok-seok membawa barang-barang mereka karena begitu banyak dan berat.


"Kakak, kakak tidak apa-apa?" Ucap Luna


"Tidak apa-apa." Ucap Arya menahan kesakitan


"Maafkan teman-teman ku."

__ADS_1


"Lain kali beri tahu mereka jangan terlalu agresif dan sembarangan menyentuh orang." Pungkas Arya marah


"Aku pikir gangguan kakak sudah sembuh beberapa tahun akhir.itu sebabnya ia bisa memiliki hubungan dengan kak Valerie, tapi ternyata ia masih memiliki reaksi yang sama.lalu, dengan wanita itu?? Bagaimana ini bisa terjadi?" Gumam Luna bingung berpikir keras melihat keadaan kakak nya


__ADS_2