
Bu Amira dan Bu Lia mengalami kekecewaan dan kesalahpahaman yang besar. Mereka sangat kecewa jika ternyata Dini sedang tidak hamil. Padahal mereka mengira jika mereka akan mendapatkan cucu sebentar lagi namun, tidak, Dini hanya masuk angin. Hal ini juga terjadi karena kesalahan Bu Amira yang cepat mengira sebelum mengetahui kenyataannya.
Esok Harinya~
"Apa?? Hahahahh..." Arya tertawa terbahak-bahak, merupakan pemandangan yang langka
"Ibumu dan ibuku mengira jika kau sedang hamil! Hahahah..." Lanjutnya
"Itu tandanya kau terlalu berharap bisa mengandung anakku. Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah menyentuh dirimu. Aku tidak akan melahirkan pewaris dari rahimmu itu."
"Cepat datang ke perusahaan jangan sampai terlambat. Jika tidak aku akan menghukum dirimu." Kecam Arya
...***...
"Halo, Tuan Arya! Apa kabar? Senang bertemu dengan anda kembali." Ucap klien Arya bernama Alden dari perusahaan Bil'L Company
"Baik, Senang bertemu denganmu juga." Jawab dingin Arya
"Saya senang kerja sama pertama kita akan beroperasi sebentar lagi dalam dunia bisnis.hari ini adalah hari peresmiannya." Ucap Alden
"Selamat untuk kerja sama kalian." kata Jessica yang merupakan Asisten Alden
Arya pun menatap Jessica dingin. Tidak merespon apapun.
"Emm...mungkin sebaiknya kita berangkat sekarang. Jangan lupa untuk membawa asisten anda Dini, Tuan. Apakah beliau masih bekerja di sini?" Pungkas Alden
__ADS_1
"Ya, Tentu saja. Aku akan mengajaknya juga. Kalian tunggu saja di sini, aku akan memanggil asistenku Dulu." Ujar Arya
...***...
"Aku harus memanggilmu dengan sebutan apa? Nyonya atau Nona? karena kan kau merupakan istri dari Presdir Arya yang merupakan atasanku." Kelu Damar yang berbincang dan bersikap seperti biasa Kembali setelah pengakuannya dahulu ditolak mentah-mentah
"Panggil saja aku dengan namaku, Tuan Damar." Senyum Dini
"Tidak mungkin, Kau adalah istri atasanku. Bagaimana jika suamimu itu memotong leherku."
"Tidak apa, lagipula pernikahan kami dilakukan tanpa ingin memiliki satu sama lain. Tuan Arya sendiri mengatakan jika aku tidak perlu berharap pada pernikahan ini. Aku bukanlah nyonya menantu dari keluarga Pratama."
"Baiklah, Aku akan memanggil mu dengan namamu sendiri." Ucap Damar
"Aku senang karena kau bisa kembali bekerja dengan status barumu yang walaupun disembunyikan dari semua orang." Lanjutnya
"Kedua orang yang dahulu memiliki hubungan, sedang berbunga-bunga karena lebahnya telah kembali."
"Ini jam kerja Damar. Kenapa kau ada di sini?"
"Maafkan saya, Presdir. Saya akan kembali."
"Dan kau! Ikut denganku sekarang juga. Ganti pakaian mu lebih dulu.aku sudah menyiapkannya di ruang istirahat ku. Setelah itu, cepat turun aku menunggu di bawah." Ujar Arya langsung pergi tanpa mendengarkan penjelasan dari Dini yang sudah membuka mulutnya untuk bersuara
Terpaksa Dini harus mengikuti perintah Arya. Dengan begitu dia datang ke ruangan istirahat Arya untuk mengganti baju.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu yang lama Dini sudah selesai mengganti baju dan turun ke bawah menghampiri Arya yang sudah menunggu di lobby bersama Alden dan Jessica.
Style Dini
Ditambah dengan sarung tangan kain berwarna putih untuk menutupi jari tangannya yang memakai cincin Blue Safir. Hal itu ia kenakan juga atas perintah Arya yang sudah menyelipkan sepucuk surat di dalam paper bag berisi pakaian untuknya.
"Dia selalu terlihat pantas dengan memakai pakaian apapun!" Gumam Arya tanpa sadar sedang mengagumi istrinya
Dini tidak berani menatap Arya yang menatapnya begitu spontan dan fokus. Dia malah berpikir negatif terhadap penampilannya kali ini karena Arya sampai memandanginya seperti itu.
"Halo, Nona Dini. Kau masih mengingatku? Dulu kita sempat bertemu." Ucap Alden
"I-Iya, Saya ingat. Anda adalah CEO dari perusahaan Bil'L Company yang mengadakan pelelangan di hari itu." Ujar Dini
"Syukurlah, ternyata kau masih mengingatnya." Ujar Alden senang
"Ada apa dengan tanganmu? Kenapa memakai sarung tangan?" Tanya Alden merasa aneh karena matanya membidik Dini memakai sarung tangan
"Asisten ku ini memiliki Alergi kulit di tangannya, dan saat ini alerginya sedang kambuh. Sehingga agar tidak mengganggu pusat perhatian orang lain yang mungkin jijik melihatnya dia memakai sarung tangan." Ucap Arya menyela pembicaraan
"Oh seperti itu. Semoga alergi mu itu cepat sembuh, Nona Dini." Ujar Alden
"T-terima kasih Tuan Alden atas doanya." Ujar Dini
__ADS_1
"Lebih baik kita berangkat sekarang karena ini hampir siang, mungkin semua orang sudah menunggu kita di sana." Ujar Arya
Mereka pun berangkat ke tempat tujuan proyek itu di buat untuk meluncurkan peresmian proyek baru atas kerja sama mereka. tempatnya merupakan sewilayah dengan kebun milik ayah Dini dan sekaligus tempat tinggal Dini dahulu.