Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 01 - Babak Baru


__ADS_3

7 Tahun Kemudian~


Kehidupan babak baru telah di mulai, melupakan segala kenangan yang menyakitkan walaupun berbekas. dengan mencoba untuk bangkit dari keterpurukan.


Selama itu, la harus hidup seperti dulu dalam tengah-tengah masyarakat berjenis kelamin wanita yang tidak bisa ia dekati ataupun disentuh oleh jenis kelamin wanita akibat penyakit aneh yang dideritanya kambuh kembali, jika hal itu terjadi ia akan merasakan kesakitan. Maka dari itu, Arya setia menunggu Dini kembali padanya tanpa mencari pengganti wanita lain selain Dini dalam hatinya.


Tiga tahun pertama hidupnya penuh dengan keterpurukan. Setiap hari yang di lakukan nya hanyalah mabuk-mabukan, menangis, dan menyiksa diri. Beberapa kali dia mencoba mengakhiri hidupnya, namun selalu saja gagal karena mengingat si kecil. Keluarganya begitu prihatin dengan kondisinya sehingga memutuskan untuk membawanya ke psikiater. Perlu waktu satu tahun untuk membuatnya kembali menjadi manusia. Meskipun belum bisa menjadi manusia normal seutuhnya.


Selama setahun ini banyak hal yang sudah terjadi. Dia berusaha kembali menata kehidupannya lagi. Dia mulai membangun perusahaannya kembali yang sempat terpuruk karena di tinggalkan sang istri.


Tapi hidup tetap harus berjalan biarpun tanpa Dini. Arya sekarang kembali menduduki posisi CEO-nya dan tengah mengembangkan proyek minuman teh aromatik khusus untuk wanita yang dia namai Din Tea.


Sedangkan, Luna yang pintar mendesain, mendapatkan perintah dari Arya bertugas menggambar logo label minuman itu. Dia membuat gambar animasi berupa Dini yang merupakan seorang driver makanan saat awal bertemu dan Luna menambahkan gambar Arya juga, dan tidak lupa menambahkan hewan kelinci dalam logo tersebut hewan kesukaan Dini. Begitu dipasarkan, minuman itu benar-benar laris manis diserbu para wanita, dan iklannya pun muncul di mana-mana.


Satu tahun berlalu, setelah ia bangkit dari keterpurukan. Ia melewati harinya dengan bersemangat kembali dengan anaknya yang telah tumbuh besar.


Dua tahun berlalu... Hari itu, Arya mengadakan konferensi pers untuk minuman Din Tea-nya. Seorang reporter bertanya apa arti dari nama Din Tea ini dengan logo seorang karakter wanita pengantar makanan. ia menjelaskan bahwa Din artinya istri, maksudnya adalah Nama dari istrinya, Dan Tea itu sendiri adalah teh, yang maksud bila digabungkan adalah istri membuatkan teh untuk suaminya. Sama seperti dulu Dini yang sering membuatkan teh untuk Arya.


Tapi kemudian pertanyaan mereka mulai berubah menjurus ke masalah cintanya Arya. Belakangan ini Arya tidak pernah memiliki hubungan cinta padahal semua orang tahu jika Arya dan Dini maupun Valerie telah berpisah, apa itu artinya dia single sekarang? Padahal sudah saatnya Arya membuka hati yang baru pada wanita lain, namun ia enggan didekati wanita. wanita terakhirnya Arya adalah seorang gadis kurir makanan dan office girl yakni Dini, lalu bagaimana hubungan mereka sekarang kandas setelah menikah? Itulah kata media berita yang tidak mengetahui informasi yang masih belum terkupas tuntas selama 7 tahun, karena Arya membungkam orang yang mengetahui kandasnya ia dengan menyumpal mulut mereka dengan uang.


Berusaha menguasai emosinya, Arya hanya menjawab bahwa hubungan mereka baik-baik saja sekarang. Tapi para reporter itu masih belum puas dan belum ingin berhenti menggali masalah ini.


"Ada rumor yang mengatakan jika Tuan Arya ditinggalkan pergi oleh istri karena melakukan tindak kekerasan, apa itu benar? Jika mereka tidak bercerai, lalu kenapa mereka tidak pernah terlihat bersama sekarang? Apa mereka sudah bercerai secara diam-diam? Padahal Nona Dini tidak mungkin bertahan dengan anda setelah rumor Nona Valerie terbongkar. Di mana Istri anda sekarang?" Ucap Reporter


Mereka hanya membahas Dini, dengan melupakan istri Arya yang lain dulu yakni Valerie. Karena mereka sudah tahu rumor Valerie yang dicap sebagai wanita ular.


Dan saat Arya tidak mampu menjawab, seorang reporter wanita tiba-tiba menyela semua orang dan dengan bijak meminta para rekannya itu untuk menanyai Arya tentang masalah produknya saja.


Tapi Arya tiba-tiba mengakui jika dugaan mereka benar.


"Aku ditinggalkan pergi dan itu terjadi lima tahun lalu. Sekarang, aku masih belum bisa melupakannya." Ucap Arya yang awalnya menyembunyikan


Terang saja pengakuannya membuat para reporter itu makin menggila dan membombardirnya dengan lebih banyak pertanyaan. Tapi Arya mengabaikan semua pertanyaan mereka dan berpaling ke reporter wanita yang tadi.


"Apa kau memiliki pertanyaan untukku?" Tanya Arya

__ADS_1


"Err... Tuan Arya, apakah anda menggunakan minuman ini untuk mendapatkan istri anda kembali jika ternyata ia pergi?" Tanyanya


"Betul. Kau sudah menanyaiku, boleh aku menanyai mu?" Ujar Arya


"Si-silakan Tuan!" Jawab reporter wanita itu gugup


"Siapa namamu?" Tanya Arya


"Nama saya Andini." Jawabnya terbata


"Andini, nama yang bagus. ingin kah kau jadi teman kencan ku?" Goda Arya


Wah!


"Apa karena dia memiliki nama yang mirip dengan istrinya, dia ingin menikahi wanita dengan nama yang sama?"


Sontak saja para reporter itu langsung heboh bukan main memotret teman rekannya Andini. Dan tak ayal itu langsung menjadi berita besar di media dengan judul berita, 'Si dingin menunjukkan belangnya lagi dan Menggoda Seorang Reporter'.


Asisten Damar cemas dan menawarkan diri untuk meluruskan berita itu, tapi Arya menolak.


Arya santai saja, mungkin ada seseorang di atas sana yang sedang mengutuknya.


"Apa kau tahu tentang Efek Kupu-Kupu? Kupu-kupu dari Amazon yang mampu membuat tornado besar di Texas hanya dengan sedikit mengepakkan sayapnya." Kata Arya mengungkapkan perumpamaan


"Jika ada seseorang di atas sana mengutukku, mungkin bukan hanya akan terjadi hujan biasa, melainkan hujan es atau hujan pisau. Namun, buktinya tetap saja Dini tidak datang, bukan?" Ucap Arya


Asisten Damar jadi khawatir.


"Bagaimana jika ku batalkan saja konferensi pers ini untuk tidak lagi berlanjut?" Tawar Damar


"Tidak perlu, Aku suka dengan suasana ini. Biarkan Dini marah, dan dengan sendirinya dia akan datang menemui ku. Sudah 5 tahun dia pergi, namun tak menunjukkan batang hidungnya juga." Ucap Arya


Penyakit alergi yang diderita Arya dan sempat sembuh itu, kini kembali beraksi pada tubuhnya ketika berhadapan langsung dengan seorang wanita. Bahkan gejalanya lebih parah dari yang sebelumnya. maka dari itu tidak mungkin bagi Arya untuk menikahi wanita lain, karena sepertinya Dini tetap gadis takdir untuknya!


Dua tahun kemudian...

__ADS_1


Ganjil sudah menjadi tujuh tahun Arya hidup tanpa Dini yang tidak ditemukan selama itu sekuat apapun ia mencari di usianya yang sudah berkepala tiga dan menginjak 36 tahun.


Di usianya saat ini, Arya masih terlihat maskulin seperti usia muda yang menolak untuk tua. banyak yang masih tak menyangka jika Arya sudah menginjak kepala tiga.


la semakin gagah, tinggi, tampan rupawan, dan jangan lupa Kutub Utara dan Selatan yang menyatu, tetap seperti Antartika yang masih melekat semakin parah dalam dirinya.


Sifat dinginnya itu bahkan turun pada anaknya kini yakni Arsen...


Sifat mereka sudah cocok mirip sebelas dua belas seperti Kutub Selatan dan Utara dengan Arya yang sudah memiliki teman sejati.


Seorang Anak kecil berusia 7 tahun sedang melenggang masuk dari arah luar setelah selesai pulang sekolah dengan ekspresi datar dan menghampiri Bu Amira dan Arya di sofa.


"Ayah, besok sekolah akan mengadakan acara. Orang tua dari semua siswa diminta untuk datang menyaksikan sekaligus pengumuman dan pemberian penghargaan bagi siswa pintar. Aku harap ayah tidak perlu datang karena aku malu jika harus membawa orang tua ke sekolah." Ucap Arsen sambil memasukkan kedua tangan pada saku celananya dan ekspresi datar


Anak Arya yang sudah berusia 7 tahun, namun bicara dan pola pikirnya sudah seperti orang dewasa.


"Ehh,,, Kenapa begitu Arsen? Jika Bu guru meminta orang tua untuk datang, kenapa kau menolaknya? Kau tidak perlu malu karena anak-anak lain pun akan membawa orang tua mereka." Tanya Bu Amira sebagai neneknya, penampilannya pun kini sangat berbeda dari yang dulu, mungkin karena dia sudah menjadi seorang nenek dan berumur


"Aku sudah besar. Aku bukan anak kecil seperti mereka yang masih manja dengan orang tuanya. orang dewasa tidaklah pernah mengandalkan orang tua mereka lagi. Aku pun sangat heran kenapa orang tua selalu memperlakukan anak mereka seperti seorang anak-anak." Cetusnya


"Karena mereka masih anak-anak yang masih membutuhkan bimbingan. Dan usiamu pun masih kecil, Arsen. Tujuh tahun terbilang anak-anak." Ujar Bu Amira


"Ayah, hanya kau yang paling mengerti dalam masalah ini. Aku sudah lelah berbicara pada mereka yang tidak mengerti cara pola berpikir orang dewasa." Ujar Arsen


"Baguslah! Tidak ada gunanya juga bagiku menghadiri acara itu, Kau sudah besar bukan? Aku percayakan tugas ini padamu." Jawab Arya yang sama saja


Melihat interaksi antara anak dan ayah ini, sama saja! Hanya membuat mereka pusing dengan kedua makhluk beruang kutub di mansionnya yang kebal akan dingin.


"Baiklah, cucuku ini sudah besar! Maafkan kami para orang tua yang susah mengerti pemikiran orang dewasa seperti kalian." Ucap Bu Amira gemas terhadap Arsen cucunya, sampai ia mencium pipi Arsen


"Nenek, Aku harap kau tidak menciumiku seperti tadi. Aku bukan anak kecil yang menyukai ciuman dari neneknya." Kata Arsen


Bu Amira hanya menggelengkan kepala tak habis pikir. sifatnya persis sekali seperti saat Arya kecil, wajahnya pun mirip.


Semenjak itu, Arya dan anaknya tinggal di mansion bersama Bu Amira. Dia meninggalkan rumahnya sendiri yang tidak berpenghuni, membawa Bu Shani dan para pelayan lain bekerja di mansion ibunya.

__ADS_1


__ADS_2